MasukSekuel PEWARIS TUNGGAL! >>Brandi yang hanyalah seorang perwira dari keluarga miskin, tidak menyangka jika takdir hidupnya akan berubah. Bermula dari tugas yang dia terima sebagai mata-mata, dia justru menemukan asal usul dirinya yang ternyata adalah keturunan dari salah satu orang terkaya di republik ini—Brandon Hasim Zailani. Konon, Brandi adalah anak hasil skandal antara ibunya yang dulu merupakan istri seorang sultan Dubai, dengan Brandon yang kala itu menyamar sebagai pengawal. Siapa sangka, skandal cinta masa lalu antara Brandon dan ibunya menjerat Brandi dalam sebuah lingkaran karma. Ikuti perjalanan Brandi menyelesaikan karma cinta di masa lalu!
Lihat lebih banyakSEBUNGKUS MIE INSTAN. 1
Karena dibutakan cinta hidupku jadi menderita. Hari-hariku diwarnai dengan pilu dan nestapa. Penyesalanku karena mengabaikan perkataan orang tua. Malu yang akhirnya aku rasa. Cinta yang dijanjikan nyatanya neraka yang kudapatkan.Aku dicintai hanya untuk dimanfaatkan. Dendam adalah alasan kenapa ia enggan untuk melepaskan aku.Semakin aku tersiksa. Semakin ia bahagia.Aku bertahan hanya demi menyelamatkan putraku yang dijadikan oleh suamiku sebagai senjata untuk menaklukkan aku.**"Sekar mana sarapanku!" suara melengking terdengar menyebut nama ini. Iya, suara itu adalah suara suamiku, mas Jimmy pria yang sudah menghalalkan aku selama lima tahun ini."Iya, Mas sebentar. Aku masih goreng telur." jawabku sedikit berteriak.Rutinitas pagi sebagai seorang istri aku jalani dan mencoba untuk melakukan dan memberikan yang tebaik untuk keluargaku.Seperti sekarang ini. Saat aku diburu oleh waktu antara pekerjaan rumah dan juga pekerjaan di kantor. Iya, tugasku ganda. Tidak hanya sebagai seorang ibu rumah tangga yang harus mengurus rumah, tetapi aku juga lah yang menjadi kepala rumah tangga.Aku bangun sedikit lebih telat karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan semalaman suntuk dan harus diserahkan untuk presentasi hari ini juga.Aku kewalahan tapi tidak ada orang yang bisa aku mintai tolong."Awas! Goreng telurnya tiga saja. Kemarin ibu beli satu kilo. Awas kalau sampai telur yang ada di lemari pendingin berkurang lebih. Ibu sudah beliin kamu mie instan rebus ada di lemari piring bagian atas." Aku tersentak karena tiba-tiba saja mas Jimmy sudah berada di sampingku.Iya, suamiku itu sedang mengontrol istrinya. Dia takut jika aku tidak mengikuti perintahnya. Takut aku sebagai perempuan ini bersikap boros.Harus aku yang takut. Tapi ini terbalik. Ingin melawan tapi entah kenapa aku tidak bisa seolah ada yang mencegahku untuk melawan perintah dan juga keinginan dari suamiku ini.Aku Sekar Arum 29 tahun. Seorang istri dan sekaligus ibu dari satu orang anak. Aku merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Aku terlahir dari keluarga berkecukupan hingga tidak pernah selama umur hidupku aku merasakan kekurangan. Tapi semua itu harus aku tinggalkan demi mengejar cintaku pada mas Jimmy, suamiku.**"Nanti aku jemput pulangnya. Sudah kamu cepat masuk. Nanti telat bisa-bisa kamu kena potong gaji. Rugi aku." Tugas suamiku setiap hari adalah mengantar dan menjemput aku di tempat kerja. Mobil yang aku beli sedari aku belum menikah dengannya kini telah berpindah tangan menjadi milik dan atas namanya. Mobil lamaku sengaja aku jual untuk membeli mobil baru dengan keluaran terbaru pula. Meskipun kredit yang terpenting aku bisa menuruti keinginan suami dan juga ibu mertuaku."Sekar!" panggilnya sedikit keras karena aku sudah melangkah sedikit jauh dari mobil yang tadi aku tumpangi."Iya, Mas." Aku sedikit berlari mendekati mobil yang didalamnya ada suamiku."Hari ini kamu gajian akhir tahun kan? Dapat bonus juga kan? Awas saja kalau sampai aku cek jumlahnya masih sama seperti bulan kemarin." ancamnya.Selama berkerja uang gajiku seluruhnya dipegang oleh suamiku. Bahkan ATM milikku pun ada di tangannya. Aku yang bekerja aku juga yang merengek kepadanya jika menginginkan sesuatu.Aku yang bertugas mencari uang. Tetapi justru aku yang mirip seperti pengemis karena selaku meminta-minta pada suamiku terlebih dahulu dan tidak semuda itu aku mendapatkan hak yang selayaknya menjadi milikku."Bagaimana ceritanya. ATM ku kan, Mas yang pegang. Aku mana tahu. Mas kan bisa cek sendiri. Sudah aku sudah hampir telat." Aku segera berlari untuk segera masuk ke dalam gedung bertingkat tempatku selama hampir tuju tahun ini mencari nafkah."Kar, kamu kok betah hidup sama keluarga monster. Sudahlah benalu tidak tahu diri pula." Kedatanganku disambut oleh Ani rekan satu kantor dan juga tetangga di cluster tempat aku mengontrak rumah."Ya, bagaimana lagi. Aku gak bisa lepas dari mereka gitu aja. Entah ada yang aneh sama diriku sendiri, An. Aku itu gak bisa melawan mereka. Bukan karena takut. Tapi memang gak bisa saja.""Jangan-jangan kamu itu sengaja diguna-guna sama suami kamu," celetuk Ani begitu saja.Aku menoleh ke arahnya. "Kamu jangan ngawur. Mana ada jaman sekarang pakaian ilmu-ilmu kaya gitu. Ngaco kamu, An.Aku duluan ya, sudah ditunggu diruang rapat." Usai berpamitan pada Ani. Aku segera meninggalkannya dan sedikit berlari kecil agar cepat sampai di ruang rapat.5 tahun kemudian…Mikha duduk sambil menahan mangkel, di depannya dua saudaranya Elisa dan Borsan mengiba padanya.Kedua saudaranya datang untuk minta tolong, agar sudi membantu mereka, uang 16 miliaran lebih yang dulu mereka miliki habis di foya-foyakan.Bahkan keduanya kini jatuh miskin dan di kejar-kejar debt collektor pinjaman online alias pinjol.“Adikku tolonglah, kali ini saja, setelah ini kami janji tak akan ganggu kamu lagi,” Borsan membujuk adik bungsunya ini.“Iya Mikha…aku juga janji tak akan ganggu kamu lagi, aku hanya minta 500 juta sama dengan Borsan,” kata Elisa menyambung kalimat Borsan. “Enaknya…di kira 500 juta itu sama dengan uang 50 ribu apa, dulu saja uang yang 2X kali aku pinjamin masing-masing 350 juta jadi totalnya 700 juta belum kalian balikin, eh sekarang malah minta lagi 500 juta, mending kalian pergi, urusan kalian dengan pinjol aku tak mau tahu,” dengus Mikha tak senang.Tiba-tiba wajah masam Mikha berubah ceria, saat melihat seorang pemuda tampan keluar
“Minum paduka,” Lya membantu Balang bangkit dan minum ramuan obat yang berbau harum tapi rasanya lumayan pahit dan sepat.Setelah minum, ajaibnya tubuhnya yang tadi masih berasa nyiut-nyiut, kini pelan tapi pasti mulai hilang rasa sakitnya.Saat Lya akan pergi Balang menahan tangannya. “Kunci kamar…!” bisik Balang. Lya tentu saja tak membantah dan mengunci kamar ini, walaupun pikirannya rada aneh.Lebih heran lagi saat Balang kembali memintanya duduk di dekatnya. Tapi Lya tetap mandah dan senyum saja.“Kamu…cantik sekali, apakah kamu…ee…pernah bersuami Lya?” bisik Balang dengan suara agak gemetaran.Lya tertawa sambil menutup mulutnya. “Dekat dengan pria saja tak pernah, apalagi punya suami, usiaku juga baru 17 tahun,” sahut Lya hingga Balang makin berdebar jantungnya.“Aku mau laksanakan janjiku dulu…maukah kamu membantu?” bisik Balang. Lya sesaat diam, lalu mengangguk.Pelan-pelan Lya mulai lepas pakaiannya, mata Balang terbelalak melihat gaya Lya yang sungguh memikat ini, apalagi sa
Dan tak lama ratusan bahkan hampr 1.000 an pasukan kurung halaman Istana Kerajaan Saranjana Hulu ini.Tak ada satu pun pengawal ataupun pasukan yang berani mati ikut campur pertarungan tingkat tinggi ini.Sebab dari jarak 20 meteran saja, kalau tak punya ilmu kanuragan yang hebat, pasti akan terlempar dan tubuhnya akan membeku lalu tewas seketika.“Bedebaaahhh…pemuda ini benar-benar sakti,” dengus Raja Awin, yang mulai ngosan-ngosan.Sebab Balang yang cerdik sengaja bikin Raja Awin terus keluarkan kesaktiannya dan ini membuatnya makin terkuras tenaga dalamnya.Di tambah lagi selama ini Raja Awin asyik hidup enak dan berpesta dengan puluhan selir-selirnya, sehingga tenaganya kini benar-benar mulai rontok.Balang sendiri pun sebenarnya juga sudah keteteran, sehebat-hebatnya dirinya, tapi di serang habis-habisan, membuat Balang pun mulai keteteran juga.Balang diam-diam menggores lengannya, lalu tanpa terlihat Raja Awin, secepat kilat pedangnya di olesi darahnya sendiri.Saat itulah datan
“Baiklah…sekarang antar aku di mana Raja Awin berada,” ceplos Balang, hingga Putri Intan melongo.“A-apa maksudmu…kita harus menemui Raja Awin…apakah kamu gila, dia di lindungi ratusan pengawal hebat dan sakti, belum lagi pasukan kerajaan yang jadi kaki tangannya?” sahut Putri Intan melongo.“Pasukan sudah tak pro dengannya lagi, kita justru ingin hindari pertumpahan darah antar sesama. Satu-satunya jalan adalah aku harus bunuh Raja Awin. Maka kerajaan ini akan terhindar dari perang saudara dan kehancuran,” cetus Balang lagi.Putri Intan tak bisa mengelak lagi, saat tangannya di gandeng Balang keluar dari kamar ini.Tapi Balang dan Putri Intan tak perlu jauh-jauh pergi, begitu berada di sebuah ruangan luas, tempat ini sudah di kurung 200 an pengawal dengan pedang terhunus dan mengurung keduanya.Di depan mereka terlihat seorang pria tinggi besar dengan kumis melintang dan menatap wajah Balang dengan tatapan bengis dan kejam.Pakaiannya terlihat mewah dan mahkotanya pun terlihat di atas






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak