Balada Asmara Biduan Dangdut
“Ya jangan cemberut begitu, Mas. Dimaklumi saja deh kalau Bu Inul itu. Kadang-kadang suka ramah, tapi kadang juga suka galak. Ya begitulah kalau yang namanya orang kaya. Suka mood-moodan. Hehehee...”
“Iya, Pak. Nggak apa-apa. Aku kok sebenarnya yang salah.”
Si Satpam membukakan gerbang. “Hati-hati di jalan ya, Mas Cukir.”
“Terima kasih, Pak.”
Aku pun pulang. Berjalan kaki. Sebagai orang yang kalah.
Di siang terik seperti ini, seorang Cukir, artis yang sedang naik daun itu pulang dengan jalan kaki sebab hatinya sedang merasa gundah.