Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjerat Hasrat Suami Kontrak

Terjerat Hasrat Suami Kontrak

“Banyak yang percaya bahwa arwah mendiang Nona Diane Malleta masih bergentayangan di sini. Sebab itulah tidak ada tamu yang datang, dan ini menjadi masalah juga bagi suite room karena tidak ada tamu yang berani menginap di lokasi pembunuhan.” Begitu Adeline melihatnya, dia seketika mengernyit. “Bagaimana bisa orang-orang percaya dengan cerita tahayul seperti ini?!” “Anda tahu, sebagian masyarakat memang percaya pada hal mistis, Nona. Terlebih lagi kejadian ini melibatkan seorang Artis.” Sang Manager kembali menimpali. “Konyol sekali,” sahut Adeline dengan nada sinis. “Lihatlah nama Wartawan yang merilis artikel ini. Bukankah dia orang yang saat itu datang bersama Manager mendiang Nona Diane?
10142.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai suspect artinya
Baca
+Pustaka
ISTRI TUKANG CILOK

ISTRI TUKANG CILOK

Tapi kenapa penampilanya bukan seperti ART. "Permisi, bu," "Iya mbak. Cari siapa ya?" tanya nya ramah. "Ehm saya mencari teman saya. Namanya Fatmala. Apa benar yang bekerja disini?" "ART disini itu banyak bermasalah mbak. Ini foto nya. Mungkin Mbak kenal?" kata ibu itu menyodorkan handphonne lalu menunjukan foto. Dan benar itu foto Mala.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai suspect artinya
Baca
+Pustaka
Dihina Miskin Saat Pulang Kampung

Dihina Miskin Saat Pulang Kampung

tanya Mas Arsya kemudian. "Maksud Mas Arsya, jiwa psikopat yang bagaimana sih, aku tidak paham maksudmu? Lagian kamu itu jangan asal bicara, Mas! Kalau tidak terbukti kan timbulnya fitnah. Lagian coba deh, Mas Arsya itu kalau ngomong yang enak didengar, jangan asal begitu. Apa kamu sudah ketilaran istrimu ya," protes Susi.
7.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai suspect artinya
Baca
+Pustaka
Di Bawah Selimut Tetangga

Di Bawah Selimut Tetangga

Aruna menelan ludah, tangannya di bawah meja mencengkeram lengan Sagara lebih erat. “Jadi, orang ini dari luar negeri? Tapi kenapa dia menarget saya? Saya bahkan tidak punya kenalan di luar Indonesia, Pak.” Budi mengangguk pelan, tapi matanya tidak lepas dari Sagara. “Itulah yang membuat saya curiga. Targetnya kamu, tapi motifnya mungkin bukan kamu.” Sagara langsung menegakkan punggung. “Maksudnya?” Budi menarik napas dalam, lalu mengetuk layar tablet sekali lagi. Lalu, menunjukkan foto-foto dari orang-orang yang menjadi kecurigaan di kantor kepolisian dan sedang diselidiki.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai suspect artinya
Baca
+Pustaka
Pembalasan Manis Istri CEO

Pembalasan Manis Istri CEO

Ia duduk di sofa yang menghadap langsung ke televisi. Senyuman terus terukir di bibir tipisnya, seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah dari kedua orang tuanya. Senyuman Aleya tertahan ketika televisi menampilkan berita mengenai pemilik Little Art sebelumnya sedang dalam proses pemeriksaan kepolisian. Tampak jajaran wartawan memburu jawaban dari lelaki berusia enam puluh tiga tahun tersebut. “Bagaimana tanggapan Pak Suwono mengenai hukuman dua tahun penjara?” tanya salah satu wartawan yang memburu jawaban dari Suwono, pemilik Little Art sebelumnya.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai suspect artinya
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kedua CEO

Menjadi Istri Kedua CEO

“Tentang bisnis tentang siapa cepat dia dapat. Tidak ada kata ampun untuk berhenti setelah mengombang-ambingkan lawan. Ini bisnis, memakan atau di makan.” Zahra mengangguk setuju dengan perkataan Anan. Menyatukan kedua tangannya di atas meja, Zahra dan senyumnya tidak pudar sama sekali. Anan yang melihat hal itu merasa rishi meski diam-diam mengagumi kecantikan Zahra. “Dugaan sementara adalah adanya penyusup. Tidak tahu tikus mana yang berani mengganggu kami. Saya hanya ingin memastikan untuk bisa menangkap kepalanya.”
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai suspect artinya
Baca
+Pustaka
THE FRAPPUCINO MURDER

THE FRAPPUCINO MURDER

Kelanjutan isi surat Jean-Pierre Braque yang ditulis menggunakan fenolftalein itu berbunyi sebagai berikut: Sungguh, seharusnya saya dapat memikirkan cara yang lebih aman daripada ini. Namun demikian, saya tidak memiliki waktu untuk dibuang-buang dengan melakukan hal-hal yang lebih rumit. Hawthorn Lodge terasa asing bagi saya akhir-akhir ini dan beberapa pelayan mulai melihat saya dengan tatapan yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Saya curiga jika salah seorang dari para pelayan itu sebenarnya adalah seorang mata-mata yang dikirim oleh salah seorang kriminal untuk mencuri lukisan-lukisan saya—atau lebih buruk lagi, membunuh saya.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai suspect artinya
Baca
+Pustaka
PROMISE

PROMISE

“El, aku datang, tapi kenapa kamu justru tidak ada di sini?” Aisar mengambil ponsel di saku celananya, lalu membuka galery yang isinya penuh dengan foto-foto Phia yang dia ambil secara diam-diam. Dari tempat dia tidak jauh berdiri, ada dua orang pria yang juga sedang melakukan hal yang sama. Mereka masing-masing orang suruhan Carlos Anderson dan Arthur Julio, namun mereka berdua tidak saling mengetahui. Karena orang-orang itu adalah orang Indonesia, jadi kehadiran mereka tidak terlalu menarik perhatian, selain mereka bukanlah warga sekitar dan penampilan mereka seperti turis lokal. Aisar melihat artikel mengenai lukisan Promise di ponselnya. Yang menarik perhatiannya bukan tentang leontin it
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai suspect artinya
Baca
+Pustaka
Ayah Anakku Ternyata Pria Kejam

Ayah Anakku Ternyata Pria Kejam

“Kau tahu kenapa kami tidak bisa percaya padamu? Karena terlalu banyak kebetulan yang muncul di sekelilingmu. Kau melukis pria ini, anakmu melihat pria yang sama. Kau menolak menjelaskan. Itu bukan ketidaktahuan, Hazel. Itu penyangkalan.” Hazel menegakkan bahu. “Kalau memang begitu, aku tidak bisa membuktikan apa pun lagi. Aku benar-benar tidak tahu siapa dia. Lukisan itu cuma bagian dari kebiasaan menggambar bayangan-bayangan dalam mimpiku. Aku bukan kriminal.” Migel mencondongkan tubuh ke depan. “Atau kau terlalu takut untuk bilang yang sebenarnya? Siapa yang kau lindungi, Hazel?”
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai suspect artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status