Lusia
teriak sebuah suara yang asing di telinga Lusia, itu bukan suara panggilan Emma.
Lusia berbalik badan, di hadapanya sekarang, ada seorang pelayan yang sangat cantik. Ia menarik nafas sembari menekan lututnya. Ia kemudian berdiri tegap. Dan sedikit tersenyum.
Wah, pelayan ini adalah pelayan yang teramah nomor dua setelah Emma. Puji Lusia di dalam hati.
“Apa anda mencari Emma?” tanya pelayan itu.
Hot Chapters