Ditipu Mertua dan Suami
"Makanya kamu harus bersyukur, Ra. Dan sekali lagi jangan pernah merasa sendiri. Ya, Ra? Ayo, sekarang tumpahkan semua unek unekmu, luapkan amarahmu. Aku siap mendengarkan."
Aku tetap diam. Walaupun aku kangen curhat dengan suami tapi untuk bercerita banyak padanya aku belum bisa. Bagiku dia tetap orang lain bukan siapa siapaku. Tapi ucapan tulusnya membuatku terharu
Benar apa katanya, bersyukur aku masih dipertemukan dengan orang baik. Seandainya Dokter Fikri berniat jelek pasti dia sudah membawaku ke hotel malam ini atau menyentuhku waktu di mobil tadi. Tapi dia tidak memanfaatkan keadaan.