Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PLAYER

PLAYER

Ervin dan Arla beralih ke bagian mainan perempuan untuk mencari hadiah untuk Larisha. “Kalau Larisha? Mending dikasih apa?” Arla tampak berpikir sebentar. “Larisha ini agak tricky sih. Dia lebih suka belajar sebenernya. Kalau dikasih boneka cuma disentuh bentar doang, besok juga udah bosen.” “Lego? Puzzle? Mungkin dia akan lebih tertarik sesuatu yang bikin berpikir begitu.”
1039.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
Laras love story

Laras love story

Ucap Laras “Eh, Laras panggil saya mas saja gimana?.” Tanya Banyu “Eoh, bagus juga. Mas Banyu?.” Ucap Laras, dan mencoba panggilan baru yang Banyu sarankan. “Wah keliatan bagus, saat kamu panggil saya Mas Banyu.” Ucap Banyu, lalu tersenyum “Eum.” Ucap Laras, oh lihatlah muka Laras begitu memerah. Apakah dia malu saat di puji Banyu? Ah sepertinya memang benar, pipinya memerah bak tomat yang matang lucu.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

ujarku, melirik pada Aquilla yang terlihat sedang menyeringai. “Good girl.” Langkah kaki Aquilla berhenti pada sebuah pintu berdaun dua yang berwarna biru muda pudar. Pintu itu mengingatkanku pada ruang laboratorium di sebuah video game lawas yang kumainkan saat kecil. Dalam video game tersebut sang tokoh utama akan bertemu dengan sebuah makhluk mutasi yang sangat menyeramkan dan membutuhkan senapan khusus untuk membunuhnya. Atau harus menembakkan 5 sampai 7 peluru pada tubuh makhluk tersebut.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
Tergoda Gadis Muda

Tergoda Gadis Muda

Aroama baso sapi membuat perut menari-nari. "Bismillah." Mengigit baso tanpa bumbu cabe. Mata Arka membulat, giginya mengunyah pelan dan menelan baso tersebut. Arka menoleh ke Lala yang tersenyum meledek. ****
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
are we in love yet?

are we in love yet?

jawab Lara “rumit banget La, rumit! Otak gue ngebul mikirinnya” ucap Al dan dijawab kekehan oleh Lara, “makanya jangan tanya gue tentang itu ah” ucap Lara “mantai yuk!” ajak Al tiba-tiba, “random banget sih bestie” jawab Lara, “mingdep libur semester tuh, lumayan kita healing, ke Santolo aja yang deket La” ucap Al, “berdua nih?” tanya Lara, “ya kagak lah, lo punya suami masa jalan sama gue berdua doang? Dikira pelakor nih gue entar sama kakek. Tapi La, gue bakal kangen banget momen berdua sama lo” ucap Al dengan nada sedihnya, “ya lo cari cewe lah yang bisa tiba-tiba lo culik buat nonton horror midnight, ngopi di kaki gunung sampe motor lo overheat, beliin lo action figure captain Amerika—“
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
I'm Sorry Laras

I'm Sorry Laras

Emas-emas yang melingkar di leher dan tangannya berkilauan di bawah cahaya lampu ruang tamu yang redup, menambah kesan angkuh pada penampilannya. Laras memandang Surti dengan mata penuh ketidakpercayaan, wajahnya yang pucat kini memerah karena campuran antara kesedihan dan kemarahan. “Bukankah utang-utang saya sudah lunas minggu lalu saat saya melunasinya?” ucap Laras, suaranya bergetar penuh kebingungan, tangannya masih mencoba menahan lengan Joko, pria bertato yang berusaha mengangkat TV kecil itu dari meja kayu tua.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status