MAWAR
Suara Nico bergetar.
"Pernahkah kau mencintai seseorang selama belasan tahun Lau? Bagaimana rasanya?"
Laura bergeming, mata belonya yang cantik membulat karena kaget. "Apa maksudmu?"
Nico terdiam, dia meluruh kelantai dengan lutut sebagai tumpuannya. "Aku memang gila, mencintai seorang anak kecil, lalu setelah aku mendapatkannya aku malah membuatnya menderita, membuatnya trauma karena telah memiliki seorang suami sampah sepertiku," air mata Nico meluruh, bersamaan dengan kepalanya yang dia Jambak berulang kali karena bayangan kebejatannya terus terngiang di otaknya. "Aku menyiksanya, tidak memperdulikan jerit kesakitan nya, wajahnya yang setiap hari bak mayat hidup, lalu apa lagi yang telah