Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BIANGLALA

BIANGLALA

Seekor serigala liar berlari kencang menerkam tubuh mungilnya Luna sehingga meninggalkan luka goresan yang cukup dalam di bagian pipi kanannya. Tetapi tak lama kemudian serigala tersebut tampak sudah terkapar tak berdaya di atas tanah. Lidahnya menjulur keluar, matanya memerah seakan-akan ada darah membeku di dalamnya. Dari depan terlihat Draco tengah berjalan santai menghampirinya. Ia mengenakan kemeja putih berlogokan lambang SOS dengan dipadukan celana panjang berwarna coklat. Rambut serta kulitnya yang putih seperti salju dan warna matanya yang sebiru laut, membuat siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
SILARIANG

SILARIANG

Pinta Asha dengan suara memelas. “Duuh … Miss Gercep, kan udah dengar tadi kalo kami aja baru ketemu lagi setelah lima tahun, mana aku tahu nomer W*-nya kak Arsyl, Sha.” Terryn pun menyalakan komputernya dan Asha juga duduk di tempatnya persis di samping kubikel Terryn.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
Luna dalam Lara

Luna dalam Lara

Ia berjalan mendekat. "Luna, bisakah kita bicara sebentar?" sela Damon, suaranya tegang. Luna menoleh, tatapannya datar. "Maaf, Tuan. Anda siapa? Saya sedang melayani klien." Tuan Arya melirik Damon dengan jijik. "Hei, anak muda. Pergi dari sini. Kau mengganggu." Damon mengabaikan Tuan Arya, fokus pada Luna. "Aku mohon. Hanya lima menit."
10864 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
Pemagut Lara

Pemagut Lara

Pasti ada satu hal yang membuat Amitha Kanyaah begitu kukuh dengan pendiriannya Latar kekanagnya pasti tidak sederhana. Keluarga yang 'tak sengaja' dikorbankan Boss pasti hanya keluarga di atas kertas. Bukan sesuatu yang mendasarinya seteguh itu. Lantas apa alasanya dia mampu menerima lara? Dia ... Pemagut Lara.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
Mas Wira justru ketawa mendengar sahutanku yang sudah gondok dengannya. *** “Mas, mau eskrim. Ke tempo gelato yuk.” rengekku tiba-tiba. “Hhhh… gini nih kalau ngajak anak kecil.” gerutu Mas Wira. Aku mencubit-cubit pinggangnya. “Aduh, sakit, sakit. Ntar kita jatuh nih.” “Lagian ngatain aku anak kecil mulu.” rajukku. “Aku kan udah dewasa. Udah 17 plus plus. Udah bisa nonton film bokep kata orang mah.”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
MOIROE

MOIROE

Cato melirik pedangnya, lantas berkata, "Aku sudah meminta Archer untuk membawanya menjauh sejenak, aku takut terjadi sesuatu di dalam sini dan dia akan terancam. Jadi, bisakah kau tidak menyerang titik vitalnya? Dia tidak boleh mati." Lucien dan Evander saling menatap sebelum kemudian berkata kepada Cato, "meskipun aku dan dia sering berdebat tetapi aku juga tidak sampai hati untuk membunuhnya." Evander tidak mengatakan apapun, tetapi dari raut wajahnya dia tidak terlihat seperti seseorang yang ingin membunuh, jadi Cato dapat yakin di dalam hatinya. Evander menggunakan asap hitam dari balik tangan kirinya untuk menyerang Neo yang berbentuk serigala, dia tidak benar-benar menyerangnya, tetap
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 626 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Suara Nico bergetar. "Pernahkah kau mencintai seseorang selama belasan tahun Lau? Bagaimana rasanya?" Laura bergeming, mata belonya yang cantik membulat karena kaget. "Apa maksudmu?" Nico terdiam, dia meluruh kelantai dengan lutut sebagai tumpuannya. "Aku memang gila, mencintai seorang anak kecil, lalu setelah aku mendapatkannya aku malah membuatnya menderita, membuatnya trauma karena telah memiliki seorang suami sampah sepertiku," air mata Nico meluruh, bersamaan dengan kepalanya yang dia Jambak berulang kali karena bayangan kebejatannya terus terngiang di otaknya. "Aku menyiksanya, tidak memperdulikan jerit kesakitan nya, wajahnya yang setiap hari bak mayat hidup, lalu apa lagi yang telah
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

GERIMIS Gerimis ing latar omah Nelesi lemah garing Kaya-kaya ngece ati iki Ati kang tansah garing Ananging kui gur cerita lawas Dina iki Waktu iki Ati garing wes teles kebes Geting Geting karo gerimis kang gebyur ati iki Kang gawe uripku ruwet Kang gawe atiku ketar-ketir Gerimis metuk udan Udan metuk gerimis Lungo ninggalke lemah teles Meneng-meneng suket tukul ana ing kana Slirahmu sek tak getingi Slirahmu sek gawe awakku guyu Rasa-rasa mendung Maleh dadi rasa tresno Duh, gusti matursuwun Sekabehane puji kagungane. panjenengan
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

"Aku masih ingin bermain denganmu." "Aku juga." Tangan nakal pria itu sudah menelusup ke bawah kemeja ungu tua Liara. "Bukan main yang ini." Liara menjauhkan tangan pria itu, lalu duduk. "Ayo kita main tiup es krim." Sungguh. Liara adalah jenis manusia yang isi kepalanya tidak bisa Hagan tebak. Perempuan itu benar-benar mengajak Hagan bermain tiup es krim.
9.535.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 700 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
LARA

LARA

Ia menatap wajah kedua orangtuanya. "Ayah. Ibu. Sudahlah jangan bertengkar. Aku lelah," ucap Sarah pelan. "Sarah. Kamu lelah ya? Ibu juga lelah dengan Ayahmu," balas Ibu Sarah. Prang. Ibu Sarah membanting piring yang berada di atas meja. Piring berwarna putih itu hancur berkeping - keping di atas lantai dekat dengan Sarah berdiri.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai laro
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status