Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Setipis Benang Sutera

Setipis Benang Sutera

Halo, Bun?] terdengar suara Lio dari seberang sana saat Arumi menekan tombol hijau di layar benda pipihnya. Arumi melirik Lia sekilas sebelum menjawab panggilan Lio, ia lalu mengaktifkan fitur loudspeakernya, [Halo, Lio. Ada apa, Nak?] jawab Arumi membuat Lia mendongakkan kepalanya saat mendengar nama suaminya disebut.
1012.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 291 Beses bilang laro
Read
+Library
Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Larz pun menancapkan pedangnya ke tanah. “Kerangkeng Mammoth!” Seru Larz menjalarkan batang-batang besi dari tanah di sekitar Sunekuo. Batang-batang besi itu pun menjalar membentuk sudut parabola di atas Sunekuo dan menekannya menghantam tanah bagaikan sebuah fossil mammoth berkepala babi menjeratnya dengan erat. Ingat, Larz itu perwakilan babi, namun aku tidak punya waktu, atau lebih tepatnya tidak dapat mendeskripsikannya, jadi kuserahkan pada imajinasi kalian.
915.8K viewsOn holdIdinagdag sa Library 490 Beses bilang laro
Read
+Library
Demon Emperor

Demon Emperor

LOL). ---
1012.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 429 Beses bilang laro
Read
+Library
Lanyuan Game World

Lanyuan Game World

"Serunya itu saat kamu bisa mengalahkan musuh dengan taktik cerdas, membangun aliansi yang kuat, bukan cuma ngikutin alur kayak anak TK yang lagi nonton kartun." "Anak TK? Kamu yang kayak robot! Nggak ada emosi, nggak ada perasaan!" Lianara melotot. "Ini game Tiongkok kuno, Arka. Romansa dan drama itu bagian tak terpisahkan!" Arka menghela napas panjang, seolah sedang berhadapan dengan makhluk paling tidak masuk akal di dunia. "Dengar, ya. Lanyuan Game World itu dirancang untuk pemain strategis. Developer-nya bahkan menekankan fitur simulasi perangnya."
209 viewsOngoingIdinagdag sa Library 7 Beses bilang laro
Read
+Library
BATARI

BATARI

Matanya masih seperti orang yang belum selesai menangis. “Aku nggak mau jadi kamu,” kata Batari. Lenka tersenyum, dan jarinya menelusuri leher Batari pelan, seperti uji coba. “Aku juga nggak mau kamu jadi aku.” “Kau terlihat seperti kelinci yang menunggu serigala," suara Lenka berbisik tepat di telinga Batari. Sosok Lenka muncul di cermin, berdiri di belakang Batari, melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu. "Gerakkan pinggulmu. Gunakan instingku. Tatap pria itu seolah-olah kau sedang memutuskan bagian mana dari tubuhnya yang akan kau makan pertama kali."
10429 viewsOngoingIdinagdag sa Library 13 Beses bilang laro
Read
+Library
Elara: Penjaga Lembah Sunyi

Elara: Penjaga Lembah Sunyi

"Aku akan mengalahkan Utusan Bara, dan aku akan melindungi Lembah Sunyi. Aku berjanji." Elara mengambil pedang Valerian, dan menyarungkannya di pinggangnya. Ia mengambil busur dan anak panahnya, dan berjalan menuju ujung lorong. Ia tahu, di depan sana, menantinya pertempuran yang lebih berat dari sebelumnya. Namun, ia tidak takut. Ia memiliki Valerian di hatinya, dan itu memberinya kekuatan untuk menghadapi apa pun yang ada di depannya.
10689 viewsOngoingIdinagdag sa Library 18 Beses bilang laro
Read
+Library
Iblis Suci

Iblis Suci

ucap Lingling. "Roar...! Kurang ajar! Aku memang sengaja bermain-main denganmu sejak tadi!" ucap Lato. "Benarkah begitu? Hem?" tanya Lingling. "Rasakan ini!" teriak Lato. Boom! Namun ternyata, tubuh Lingling meledakkan energi yang sangat kuat! Lato bahkan sampai mundur ketika terkena tekanan ledakan energi yang Lingling keluarkan.
1013.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 402 Beses bilang laro
Read
+Library
Terpaksa Jadi Pacar

Terpaksa Jadi Pacar

"Serius?" Ari mengangguk sembari mengenakan alas selop yang menutupi punggung kaki. Lantas, kantong bekas pembungkus sendal, ia gunakan lagi untuk memasukkan wedges Lara yang dilepas. "Enak?" tanya Ari. Ia memastikan Lara telah nyaman menggunakan Kinkajau Palang miliknya. Lara hanya memberengut, lantas mulai menapaki jalanan terjal. "Ayo, coba!"
1014.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 547 Beses bilang laro
Read
+Library
ALARICK

ALARICK

Lovetta mengerlingkan bola matanya. “Sampai kapan kau akan memedulikan dia?” Lovetta tak habis pikir pada pemikiran Nerissa. Nerissa menggedikkan bahunya. Dia juga tak tahu mengapa dia bersikap seperti ini pada Alarick. Mungkinkah karena rasa cintanya terlampau besar? “Apa lagi kali ini?” tanya Lovetta pada akhirnya. “Dia ingin mengikuti turnamen rugby tapi ayahnya melarang.”
103.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 97 Beses bilang laro
Read
+Library
PREV
1234569
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status