MONSTER
Irish sudah mengulurkan tangannya untuk mengambil satu tusuk sempolku.
Dengan gerakan cepat aku menangkis tangannya, "jangan sentuh!" Ucapku dengan galak.
Irish merengut kesal, tapi aku tidak peduli. Ini sempol berharga milikku.
Rasanya benar-benar luar biasa. Sempol itu harusnya asin, tapi kenapa sempol ini ada rasa manis-manisnya?
*****
Sungguh sebuah keajaiban karena guru sejarahku keluar kelas pas bel berbunyi padahal biasanya walaupun bel sudah berbunyi guru sejarahku itu bakalan pura-pura tuli.
Hot Chapters