Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Betrayed By My Mate Saved By His Rival

Betrayed By My Mate Saved By His Rival

For our seventh anniversary, my mate, Alpha Ethan, sent my daughter and me to the Moon Goddess Altar. He told me it was a surprise—to give our daughter her dream of watching a meteor shower from the highest peak in the territory. But Ethan never came. The protective runes at my feet sputtered, then died. The ground beneath us began to crumble. My daughter screamed, her small body sliding toward the abyss. I lunged, grabbing her hand just before she went over the edge. I screamed his name through our mind-link. Ninety-nine times, he refused to answer. On my hundredth cry, the link didn't just open—it was ripped wide. It wasn’t his voice that answered. It was his senses, flooding mine. I saw it all. Him. Another she-wolf. And him, buried deep inside of her. "I knew you loved me, Ethan," her sickly-sweet voice purred. "You even sacrificed Marcus, just to save our Leo from the soul-sickness. I'll do anything for you." Ethan’s voice was velvet and ice. "Stop. If Sera hadn't betrayed me, you never would have had the chance to carry my heir. Once I get rid of her other pup—Jullian's bastard—we can be perfect again." My world shattered. My son... Rogues. I'd always believed rogues had stolen him. But it was his own father. He sacrificed him for a lie. With my last ounce of strength, I called Julian. "I'm breaking my bond with Ethan," I snarled into the new link. "Make me your Luna. In return, I will help you burn his pack to the ground."
Baca
Tambahkan
Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Di kehidupan sebelumnya, kakakku rela mengantar wanita simpanannya keluar kota hanya karena wanita itu bilang ingin melihat hujan meteor. Dia pun membawa seluruh pengawal di rumah dan mengemudi keluar kota demi menciptakan malam hujan meteor untuk wanita itu. Tak disangka, musuh lama yang pernah dihancurkan oleh kakakku malah memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelinap ke rumah. Dia berusaha membantai seluruh keluarga sebagai pembalasan dendamnya. Ibu berjuang mati-matian untuk melindungiku. Dia terluka parah dan nyaris kehilangan nyawa. Aku terus-menerus menelepon kakakku, memohon agar dia segera pulang membawa bantuan. Akhirnya, dia pun terpaksa pulang bersama pengawal. Musuhnya berhasil ditangkap, tapi malah datang kabar buruk dari luar kota. Wanita simpanan itu meninggalkan sepucuk surat dan menghilang. Entah hidup atau mati, tak ada yang tahu. Dalam suratnya, dia menuduhku dengan kejam. Katanya aku sengaja memancing kakakku menjauh darinya, hingga dia disiksa oleh musuh dan memilih mengakhiri hidup. Kakakku hanya membakar surat itu tanpa ekspresi dan menyuruhku jangan memikirkannya. Setelah kejadian itu, kakak pun disalahkan. Ayah memutuskan menyerahkan kendali perusahaan padaku. Namun, di malam perayaan syukuran itu, aku dibunuh oleh kakakku di kamar tidurku sendiri. Wajahnya tanpa emosi dan berkata, “Orang sekejam kamu memang pantas mati.” “Yang seharusnya mati itu kamu! Aku yang seharusnya menjadi pewaris keluarga ini!” Aku mati tak tenang, tapi saat membuka mata kembali, suara pintu vila didobrak oleh para musuh pun terdengar dari luar.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status