Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Brilliant Doctor

My Brilliant Doctor

Ia menunggu momen saat Tara menyebrang. Sedangkan Tara tersenyum melihat Vin yang juga keluar dari mobil hendak menyambut kedatangan nya. Tetapi tanpa di duga mobil Cadillac CTS-V merah metalik melaju kencang dari arah berlawanan. BRAK! Tubuh Tara terpelanting melewati bagian atas mobil hingga jatuh tepat di hadapan Vin. "TARA!!!" *** -To Be Continued- Terimakasih banyak udah baca sampai chapter ini ;) tinggalkan jejak cintamu di kolom komentar ya ;) dan dukung Luna Lupin dengan VOTE menggunakan GEM, thank you!
1025.7K viewsCompletedAdded to Library 694 Times as advance bravely
Read
+Library
AFRAID

AFRAID

bisik Braja. “Tapi …." “Pergilah!” Braja melepas tangan Maya dari bahunya. Wanita itu bergerak perlahan berlindung di belakang tubuh kekasihnya untuk segera berlari. “Berhenti!” teriak Kapten Dewa. Dor! Dor! Dor! Braja langsung menghalangi tembakan yang mengarah kepada Maya. Tubuhnya penuh luka terjangan peluru. Dia mengorbankan dirinya dan tewas seketika.
104.5K viewsCompletedAdded to Library 120 Times as advance bravely
Read
+Library
MY BELOVED HERO

MY BELOVED HERO

kata Arini dengan keramahan yang sama sampai membuat Milly mendapatkan semangat ekstra pagi ini. Milly benar-benar senang karena dengan sekejap mata dia mendapat lingkungan dan orang-orang yang baik, terutama Richie. Richie juga tampak lega karena akhirnya dia bisa membantu Milly, sekali lagi, Richie adalah pahlawan terbaik untuk Milly sampai sejauh ini.
105.8K viewsOn holdAdded to Library 219 Times as advance bravely
Read
+Library
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

Kata-kata lelaki pemberani di masa lalu itu menggema jelas di kepalanya: "JANGAN PERNAH MENYERAH! KAU TERLAHIR SEBAGAI PEMENANG!" Lisbet menggeram, wajahnya memerah karena dia merasa tak percaya--Valeri bisa bertahan. Lisbet melangkah mundur sambil menatap Valeri yang berdiri tegak walau tubuhnya penuh memar. "Hebat juga kau?" desis Lisbet sambil mengepal tinju.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as advance bravely
Read
+Library
Brave Heart

Brave Heart

Mendukungnya tanpa sedikitpun menghakiminya. "Terima kasih, matahariku. Dengan kebesaran hatimu, Mas jadi merasa lebih ringan dalam melangkah. Teruslah bersinar, Sayang. Kebesaran hatimu selalu membuat Mas merasa cukup. I love you, my braveheart woman." Antonio mencercahkan sekecup ciuman di kening wanita kesatrianya.
1038.6K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as advance bravely
Read
+Library
Surat Perceraian Sebagai Hadiah Pernikahan

Surat Perceraian Sebagai Hadiah Pernikahan

"Bora!" Dengan susah payah, Debora membuka mata dan melihat Bravy berlari ke arahnya tanpa ragu. Tidak jauh darinya, Jose juga berlari mendatanginya seperti orang gila. "Cepat, ulurkan tanganmu!" Suara Bravy samar-samar masuk ke telinganya. Debora ingin mengulurkan tangan, tetapi arus longsor terlalu deras hingga seluruh tenaganya habis.
3.2K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as advance bravely
Read
+Library
Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Di layar, Larry Brave bergerak bagai dewa perang di medan pertempuran. Ke mana pun ia melangkah, kematian dan kehancuran mengikuti. Darah bercipratan, anggota tubuh berterbangan, aura kematian dan dingin merasuki medan perang!
9.71.3M viewsOngoingAdded to Library 37.4K Times as advance bravely
Show Reviews (79)
Read
+Library
Raden Arya
Salam Kak Rionir, semoga selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah. untuk pembaca setia juga semoga sehat selalu. izin promosi ya kak. untuk teman-teman yang suka novel action, mafia, balas dendam, dan identitas rahasia. pokoknya wajib baca novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. ...
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Read All Reviews
Sang Penguasa Arthur Gardner

Sang Penguasa Arthur Gardner

Arthur berjalan perlahan menuju Brave, tongkat golf bersandar di bahunya. Dia berkata, "Apakah kalian harus membawa orang sebanyak itu untuk menghadapiku? Aku tersanjung dengan layanan seperti ini. Aku yakin kau benar-benar mengerti betapa kuat dan berbahayanya aku, bukan?" Brave meradang, dia berseru, "Sialan! Aku akan menghabisimu sekarang juga!" [Tuan, saya harap Anda tidak terlalu percaya diri menghadapi tujuh puluh orang di depan Anda sendiri]
1062.7K viewsOngoingAdded to Library 1.9K Times as advance bravely
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status