Terjebak Mantra!
Aku tidak mimpi saat ini, itu benar-benar nyata.
“Safa, Nia, Nai, segera naik moter!” aku seperti mengenal suara itu.
Tiba-tiba Kanisan muncul dari balik pintu ruangan, mengemudikan moter yang tidak pernah aku melihatnya. Mungkin moter barunya. Tidak sempat aku berpikir panjang tentang moter itu, tiba-tiba dari belakang moter, muncul sebuah robot seperti manusia, menghantam moter dengan tangan mungilnya. Bagaikan mendapatkan sentuhan ringan, moter Kanisan berjalan santai kearah depannya, menuju kami.