Sang Dewa Perang
Jade berjalan mendekati Emma dan memberinya nasihat, “Emma, suamiku berasal dari zona perang dan memiliki temperamen yang panas. Kata-katanya kasar, aku harap kamu bisa membiarkan masa lalu menjadi masa lalu. Omong-omong, jangan terlalu sering membawa keluar orang aneh itu, dia hanya akan menyusahkanmu. Aku akan masuk untuk menghadiri upacara. Itu saja untuk sekarang, kamu bisa pulang duluan.”
Dari luar, ucapan Jade terdengar enak di telinga. Faktanya, perkataannya menusuk hati.
Saat Jade berbalik, ada senyuman di wajahnya.
Sejak kecil, Jade selalu lebih rendah dari Emma. Dia belum pernah merasa sangat segembira ini karena bisa mengejek Emma di depannya. Semua itu berkat dirinya yang menik
Bab Populer