Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kisah Miris Suamiku dan Kekasihnya

Kisah Miris Suamiku dan Kekasihnya

Cinta pertama Jovin Liandra terdiagnosis mengidap penyakit HIV dalam pemeriksaannya di rumah sakit kami. Aku pun melanggar kode etik medis untuk memberi tahu masalah ini kepada Jovin. Jovin mengira aku sedang membohonginya. Dia bukan hanya memfitnahku mencelakai pasien hingga mati, bahkan membuatku dijatuhi hukuman. Kemudian, dia juga menaruh obat aborsi di dalam susuku. Gara-gara hal itu, kandunganku yang berusia delapan minggu mengalami pendarahan. Aku meminta pertolongan dari Jovin, tetapi dia malah menendangku. “Akhirnya nggak ada yang menghalangiku untuk bersama Selena.” Saat aku membuka mataku lagi, aku kembali ke hari di mana cinta pertamanya terdiagnosis penyakit HIV. Kali ini, aku tidak memberi tahu Jovin, bahkan mengajukan putus dengannya. Bagaimanapun juga, Jovin sangat mencintai cinta pertamanya. Aku mesti merestui mereka berdua.
Baca
Tambahkan
Membungkam Nyinyiran Mertua Dan Tetangga Dengan Kesuksesan

Membungkam Nyinyiran Mertua Dan Tetangga Dengan Kesuksesan

Hubunganku, yang tidak direstui oleh Ibu dari suamiku. Ternyata, malah berdampak buruk, terhadap kehidupan rumah tanggaku. Aku, selalu dihina dan diremehkan oleh Ibu mertuaku. Bahkan, kata-kata pedas pun selalu keluar dari mulutnya. Ibu selalu membicarakan kejelekanku, kepada setiap orang. Bahkan, terkadang ia selalu melebih-lebihkannya. Sehingga, orang-orang selalu menilaiku, menantu tidak tahu diri. Selain Ibu, ada juga tetangga yang mulutnya selalu nyinyir, terhadapku. Dia selalu mencari celah buat menghinaku. Tetapi, semua penghinaan yang aku terima, baik dari Ibu mertua atau dari si tetangga. Berangsur menghilang, seiring berjalannya waktu. Karena, kini mereka tahu, kalau aku ini siapa, tanpa harus menunjukan siapa aku. Mau tau tentang kisahku ini, ayo cus baca! Jangan lupa subscribe, kasih komentar serta love di setiap babnya. Terima kasih.
Rumah Tangga
1051.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Vengeance on the Imposter Heir

Vengeance on the Imposter Heir

It all started when my sister made an offhand remark while sponsoring a poor student. She told him it was a coincidence that we were born on the same day, at the exact hour too. That comment made him convince himself that he was the real heir, that we were switched at birth. Soon after, he showed up with two thugs, kidnapped me, and planned to kill me to reclaim his life. I called my fiancée for help in desperation. Instead of saving me, she told me impatiently that I deserved to die for stealing his life. Her friend showed up to save me, but neither of us made it out alive after I was pushed into the river. I was back on the day when I was kidnapped when I opened my eyes again. When the poor student laughed and told me to pick someone to leave my last words to, I did not hesitate to call my sister. Their fates were sealed, with another chance at life, I would make sure to make them pay, and show them who the real heir was.
Baca
Tambahkan
Love Signed Away the One Hundredth Time

Love Signed Away the One Hundredth Time

When my family went bankrupt, I was drugged and sent to the bed of my childhood sweetheart, Craig Kennedy. From that night, he brought women home every evening, tossing a divorce agreement in my face. "Beg me, and I won't leave you." He stood above me, watching as I humbled myself to dust, pleading to preserve our marriage. He even ordered me to kneel in his office and massage the feet of his secretary, Lucia Langston. On the day the Moore Group needed ten million to survive, she blocked all my desperate calls for help. I waited 24 hours, watching my family's legacy collapse and my parents take their lives. Craig, with Lucia at his side, entered the house and threw the signed divorce agreement at me again. "You wanted money to save your family, didn't you? Beg me, and as long as I don't divorce you, no one will touch them." But I signed it with calm despair. "Don't bother. We no longer need your help."
Baca
Tambahkan
The Borders of Love

The Borders of Love

When my husband returned home to visit his parents, I noticed that he forgot to bring back the specialties he had bought. I ran after him, only to find him getting out of a car in a suit. His childhood friend stepped forward to welcome him. They held hands and smiled as they looked into each other’s eyes. They looked like a happy, newlywed couple. Only when my husband saw me standing not too far away did he hurriedly distance himself from his childhood friend. “Her mother’s critically ill, and her mother’s only wish is to see her get married. I’m just helping her.” I simply smiled. I pushed him right back to his childhood friend’s side and started cheering with everyone else. “When’s the baby coming?! I’ll be sure to wrap a nice gift!”
Baca
Tambahkan
Just A Girl Who Desires Love

Just A Girl Who Desires Love

For the sake of my happiness with my boyfriend, I decided to go to the hospital to treat my congenital narrowness. But the attending physician turned out to be my boyfriend's friend—and the treatment plan itself made my face flush and my heart race. "During the course of treatment, there will be a great deal of intimate physical contact. That's unavoidable," he said. "For example, kissing, touching, and…"
Cerita Pendek · Steamy
5.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Er weinte, als ich starb

Er weinte, als ich starb

Als ich Stück für Stück zerschnitten wurde, rief ich mit letzter Kraft meinen Bruder – Lukas Sommer an. Gerade als mein Bewusstsein zu schwinden drohte, nahm er erst ab. Seine Stimme klang voller Unmut. „Was ist denn schon wieder?“ „Lukas, hilf mir ...“ Ich konnte nicht weiterreden, er unterbrach mich einfach. „Musstest du denn immer irgendwas haben? Ende des Monats war Lunas Volljährigkeitsfeier. Wenn du nicht gekommen wärst, hätte ich dich umgebracht!“ Dann legte er ohne zu zögern auf. Ich konnte den Schmerz nicht länger ertragen und schloss für immer die Augen. Tränen liefen mir noch über die Wangen. Lukas, du musstest mich nicht umbringen – ich war schon tot.
Baca
Tambahkan
Mayat Berkepala Terbalik

Mayat Berkepala Terbalik

Elang Buana, kepala tim divisi kriminal yang tidak percaya hantu, dihadapkan pada kasus pembunuhan berantai dengan mayat korbannya berkepala terbalik. Saat berusaha memecahkan kasus tersebut, teror hantu berkepala terbalik membayanginya dan membuatnya percaya bahwa hantu itu ada. Siapa pelaku pembunuhan berantai itu? Manusia atau hantu?
Horor
644 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
TERLEPAS CINTA (BAHASA MALAYSIA)

TERLEPAS CINTA (BAHASA MALAYSIA)

Sistqah
Isya Rasyuka jatuh cinta buat pertama kali di dalam hidupnya. Lelaki bertuah itu adalah Aqif Azka. Ketampanan dan sifat gentleman lelaki itu sangat menepati ciri-ciri lelaki idamannya. "Aku nak tegur dia tapi aku takut dia tak layan. Aku nak puji dia hensem tapi aku takut dia label aku pelik pulak. Aku nak beritahu dia yang aku sukakan dia tapi aku takut dia gelak. Wahai Aqif Azka, kalau kau nak tahu, aku selalu senyum macam orang gila bila nampak kau. Bila kau nak notice aku?" - ISYA RASYUKA Bagi Aqif Azka pula, dia langsung tidak rasa bertuah apabila mengetahui dirinya disukai oleh Isya Rasyuka. Dia menyampah kerana Isya Rasyuka sentiasa berusaha untuk mendekatinya. Dia merancang sesuatu dengan rakan-rakannya agar Isya Rasyuka tidak lagi suka padanya. Rancangannya berjaya dan Isya Rasyuka tidak lagi mendekatinya malah perempuan itu pula yang menghindarkan diri daripada bertemu dengannya. "Kenapa dengan aku ni? Takkanlah aku jealous tengok dia dengan mamat tu? Eh, buat apa pulak aku nak jealous? Aku bukan suka dia pun." - AQIF AZKA Kemunculan Adi Adham sebagai penyelamat Isya Rasyuka pada malam rancangan itu berlaku telah membuka ruang hati Isya Rasyuka untuk bercinta lagi. Layanan yang diberikan oleh Adi Adham membuatkan Isya Rasyuka merasakan cinta itu indah. Namun siapa sangka Adi Adham menyimpan sebuah rahsia besar. "I bukan yang terbaik tapi I janji, I akan mencintai you sepenuh hati." - ADI ADHAM Berjayakah Isya Rasyuka menemui cinta sejati? Atau cinta sejati hanyalah cerita dongeng semata-mata?
103.7K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Gone on My Sister's Death Anniversary

Gone on My Sister's Death Anniversary

I died beneath the Ferris wheel. The killer took a photo of the Ferris wheel and sent it to my mother. 'Mom, I want to ride the Ferris wheel with you too,' wrote the killer. In my mother's voice message, her tone was filled with hatred as she replied, "How dare you ask to ride the Ferris wheel with me when you killed your own sister? Why won't you just die?!" As she wished, I was dead. However, what she didn't know was that the one who killed me was my so-called dead sister.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
454647484950
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status