Pernikahan Berbayar Si Gadis Culun
Baru lima menit, alisnya sudah terangkat tinggi.
“Ini... sabun cairnya kok wangi mawar?”
Roby terdiam.
“Dan ini apa? Cushion? Lipstik? Foundation?!”
“I-itu... buat kerja,” jawab Roby cepat.
Nasiha memicingkan mata. “Kerja jadi apaan? Dukun manten?”
“Make up artist,” jawab Roby, setengah yakin.
Hening sesaat.
Lalu—
“Astaghfirullahaladzim, Roby!” Nasiha berteriak. “Kamu jangan aneh-aneh ya! Kalo kamu jadi bencong, ibu keluarkan kamu dari daftar warisan, sumpah demi Allah!”
Hot Chapters