Cinta Yang Salah
gerutuku kesal, sambil berjalan menuju tempat tidur dan duduk ditepi ranjang.
Ku ambil obat merah yang tersedia di dalam laci nakas, tempat menaruh kayu putih juga minyak angin, kemudian aku duduk bergeser lebih ke tengah, dengan posisi tubuh menunduk, di atas kasur setengah menekuk lutut melebarkan kedua kaki, agar mempermudah mengobati luka lecet di bawah sana, untuk mengurangi rasa perih, bekas aksi Mas Arkan yang membabi buta.