Dinikahi Calon Kakak Ipar
“Kalau nenekku dulu, kalau luka kayak gini, harus cepet-cepet di kasih obat alami dari tangkai daun pisang Mas, di tumbuk gitu. Lumayan perih, tapi berhenti pendarahan. Setelahnya, bahkan di beri kopi. Alhamdulillah, walau jadi hitam tapi langsung ke akar, habis darahnya. Tapi, aku nggak yakin juga pengobatan kayak gitu aman apa nggak. Kalau kamu dapat luka gitu, pakai obat apa biasanya?”
“Ibuku mencuci daerah luka, sambil mengelus pundakku dan membuhi betadine.”
Safir mengangkat tangannya, mengelus pundak suaminya dengan senyum hangat. “Seperti ini?” tanyanya.
Mau tak mau Kei di buat tersentuh oleh tindakan Safir. Ia meraih bahu istrinya lalu memeluknya. “Maafkan aku Safir, karena aku menja
Sikat na Kabanata