Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DIA YANG BELUM TERJAMAH, AKU PEMENANGNYA!

DIA YANG BELUM TERJAMAH, AKU PEMENANGNYA!

Makarimx
Chan, pria berusia 16 tahun memasuki sekolah barunya, pria yang sudah 3 tahun tak mengenal lagi yang namanya cinta dan wanita kembali digetarkan hatinya ketika memasuki sekolah itu. Sasha, wanita berparas cantik, kalem, berkaca mata dan bersuara lebut itu berhasil membuatnya untuk kembali mengenal cinta, sayang harapan pria itu dipatahkan lagi dengan Sasha yang sudah ada kekasih. Alif, teman serta sahabat pertamanya yang selalu menemaninya kemana saja dan juga menjadi teman dekat Sasha dan Ella. Pria itu dikejutkan dengan siswi yang mengikuti media sosialnya dan juga memulai obrolan melalui pesan kepadanya, Lily siswi yang hampir menabraknya sore itu diam-diam juga menyukainya. Latar belakang Lily yang seorang lulusan pesantren dan untuk pertama kalinya mengenal pacaran bertolak belakang dengan gaya pacaran pria itu. Pelan-pelan wanita itu menerimanya dengan alasan cinta. Hubungan Lily dan pria itu kandas karna didasari rasa bosan Si pria. Seminggu kemudian Lily kembali menjalin hubungan dengan pria sekelasnya yang sewaktu dengan Chan sering menggodanya. Hubungan Sasha dengan kekasihnya kandas, Ia yang sudah dekat sebelumnya dengan Chan dijadikan oleh Ella sahabatnya sendiri sebagai alasan hubungan Sasha dengan kekasihnya hancur. Hubungan Sasha, Chan dan Ella semakin memburuk seiring kedekatan antara Chan dan Sasha semakin dekat. Tiada hari tanpa berbalas pesan dan telfonan, hal ini membuat hubungan pria itu dengan wanita pujaannya semakin dekat dan akhirnya mendapatkannya. Sasha yang polos, dan belum pernah terjamah lelaki bahkan untuk memegang tangannya saja lelaki lain sangat jarang. Lagi-lagi berdalih rasa sayang pria itu melancarkan aksinya dimulai dari kecupan di kepala hingga tangannya yang bermain. Hal ini sangat di benci oleh Sasha dan tidak akan menerima perlakuan itu. Dan akhirnya seiring berjalannya waktu dan momen yang banyak dilewati membuat wanita itu menerimanya. Benar pria itu sangat mencintainya, benar begitulah caranya mengungkapkan rasa sayangnya yang tulus walaupun tabu akan tetapi itulah adanya. Chan dialah pemenangnya!
Romansa
102.0K viewsOngoing
Read
Add to library
Por Um Manga Eu Cancelei Um Pedido de 1 Bilhão do Meu Namorado

Por Um Manga Eu Cancelei Um Pedido de 1 Bilhão do Meu Namorado

Quando eu tinha sete anos, o papai trouxe pra casa uma mulher bonita. Ela me deu uma caixa de mangas. Naquele dia, enquanto eu comia as mangas toda feliz, a mamãe assinou o acordo de divórcio e se jogou do prédio. Desde então, manga virou o meu pesadelo. Por isso, no dia do meu casamento, eu disse pro meu marido, Ivan Ribeiro: — Se algum dia quiser se divorciar de mim, basta me dar uma manga. Ele me abraçou em silêncio. Desde então, manga também virou o tabu dele. No quinto ano de casamento, na véspera de Natal, a amiguinha de infância dele, Rafaela Lima, deixou uma manga em cima da mesa do escritório. No mesmo dia, Ivan anunciou o fim da amizade com Rafaela e a demitiu da empresa. Naquele momento, eu achei que ele era o homem da minha vida. Mas meio ano depois, voltei do exterior com um contrato de um bilhão fechado. Na festa de comemoração, Ivan me entregou um copo de bebida. Depois de meio copo, Rafaela, a mulher que ele havia expulsado da empresa, apareceu atrás de mim, sorrindo: — Tá gostoso o suco de manga? Olhei pro meu marido, incrédula, enquanto Ivan tentava segurar o riso: — Não fica brava, a Rafaela insistiu pra eu fazer uma brincadeira com você. — Eu nem te dei uma manga de verdade, só um suco de manga. — Mas olha, acho que ela tem razão, o seu problema com manga é exagero! — Você estava bebendo toda animada agora há pouco! De cara fechada, levantei a mão e joguei o resto do suco no rosto dele. Depois, virei as costas e fui embora. Algumas coisas nunca são brincadeira. Manga não é. E o meu pedido de divórcio também não.
Short Story · Romance
3.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Kein Zurück mehr

Kein Zurück mehr

In den nördlichen Werwolfklans gilt eine uralte Regel: Ein Alpha-Erbe darf niemals eine Verbindung mit einem menschlichen Mädchen eingehen. Doch Alpha Kellan Wolfe brach das Tabu – band mit mir eine Gefährtenverbindung. Um mit mir zusammen sein zu können, lehnte er sich offen gegen den Ältestenrat auf, erlitt 99 Peitschenhiebe und wurde drei Tage und Nächte vor dem Altar kniend bestraft. Als sein Hemd blutgetränkt war, lächelte er mich an und flüsterte: „Aelis, hab keine Angst. Ich will nur dich.“ Schließlich willigten die Ältesten ein, dass er mit mir fortgehen durfte – doch nur unter der Bedingung, dass er dem Rudel einen reinblütigen Erben hinterlassen müsse. Seitdem war „Warte“ das Wort, das Kellan am häufigsten zu mir sagte. Das erste Mal bat er mich zu warten, bis eine andere Wölfin von ihm schwanger würde. Also schlief er 33 Mal mit Josepha, bis sie schließlich sein Kind erwartete. Beim zweiten Mal hieß es erneut warten, denn es war eine Tochter – die Ältesten verlangten jedoch einen Sohn. Also schlief er weitere 99 Mal mit Josepha, bis sie wieder schwanger war. Als ich dachte, die Qual sei endlich vorbei, fraß ihre frisch gevierte Tochter plötzlich Eisenhut. Sofort bezichtigten mich alle der Tat. Als ich in die Kühlzelle bei minus zwanzig Grad gestoßen wurde, stand Kellan mit glutroten Augen in der Tür. „Ich sagte doch, warte noch...“ Sein Blick war eiskalt. „Du weißt, was Eisenhut für uns bedeutet. Warum wolltest du mein Kind töten?“ Ach ja ... sein Kind. Mein Herz schrie auf, als riss es mir jemand aus der Brust, während meine Nägel in die Handflächen bohrten. Als sich die Kühlzellentür abermals öffnete, lockerte ich meine blutverschmierten Hände. Diesmal wartete ich nicht länger.
Short Story · Werwolf
2.8K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status