Terjebak Gairah Siluman
Angin yang masuk melalui jendela angkot kini membawa aroma yang berbeda—bukan lagi wangi tanah lembap dan daun busuk, melainkan aroma asin dan segar yang menusuk hidungnya dengan tajam.
Itu laut. Samudra Hindia. Sebuah kata yang selama ini hanya hidup dalam dongeng pengantar tidur Ningsih, kini menjadi kenyataan yang maha luas dan menakutkan di depan matanya.
Wulan menempelkan wajahnya ke kaca jendela yang kotor, matanya tak berkedip. Ia melihat buih-buih putih menari di kejauhan, ombak-ombak kecil yang bergulung malas sebelum pecah di bibir pantai berpasir pucat.