ONE MORE TIME!
kenapa dia harus menghancurkan dunia Eriska dulu?
“Maaf... maaf... gue benar-benar minta maaf... maafin gue, maaf... maaf... maaf....”
Seperti robot atau kaset rusak, hanya permintaan maaf lah yang terus ke luar dari bibir Arziko. Di tempatnya, membiarkan kedua tangannya ditahan agak kuat oleh Arziko di dinding sehingga menyulitkannya untuk melepaskan diri, Eriska menatap datar Arziko. Dadanya bergemuruh tanpa bisa dia cegah. Kasihan, tetapi juga marah. Membuat Eriska menangis dan tidak takut jika Arziko melihatnya, karena Eriska yakin, air hujan akan menyamarkan air matanya.
Hot Chapters