Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My First Night

My First Night

Ntar dia kepedean lagi. "Bangun, Rindu! Saya perlu bicara!" teriaknya. Kutarik nafas banyak-banyak. Oke, semua perlu dibicarakan. Meski menurutku tak penting. Tapi baginya ... entahlah. "Iya, iya, nih udah bangun." cepat kurubah posisi menjadi duduk. Pak Satya juga ikutan duduk. Namun agak jauh dariku.
107.2K viewsOngoingAdded to Library 159 Times as put first things first
Read
+Library
Malam Pertama yang Tertunda

Malam Pertama yang Tertunda

Namun, begitu Farhat menjelaskan lebih rinci lagi perihal usaha Arzan, dia akan memberi modal pertama untuk anaknya. Arzan senang bukan kepalang. “Alhamdulillah. Dengan begitu, kita bisa mulai membereskan gudang. Lalu belanja keperluan memasak, setelah semuanya selesai dipindahkan.” “Nanti sore aja. Pelan-pelan. Nggak perlu sekali beres, karena barang yang ada di gudang itu banyak.” “Tentu,” seloroh Arzan.
9.914.6K viewsCompletedAdded to Library 379 Times as put first things first
Read
+Library
Memulai Kisah Baru

Memulai Kisah Baru

Aku bisa memercayakan Celeste dalam tangannya. Bangun pada pagi hari, hal pertama yang aku lakukan adalah memberitahu Theo mengenai anak buahnya yang tidak mengerjakan tugasnya dengan baik. Dia tidak menjaga Celeste, bahkan pada jam di mana seharusnya dia memberi laporan, dia tidak mengirim pesan apa pun ke surelku.
1013.9K viewsCompletedAdded to Library 472 Times as put first things first
Read
+Library
Malam Pertama Dengan Majikan

Malam Pertama Dengan Majikan

"Jadi bagaimana, Bu?" "Saya sudah telat satu minggu, Dok. Tapi nggak berani cek pake alat sendiri," jawabku. "Nggak papa, Bu. Wajar. Ini kehamilan pertama, ya?" Aku mengangguk, sedikit malu sebenarnya jika hendak berkonsultasi masalah seperti ini. Kulirik Keysha, ia nampak tenang duduk di pangkuan papanya.
1072.2K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as put first things first
Read
+Library
Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Itulah tanda yang ia cari. Seorang pencatat muda mengangkat kepala, menyadari sesuatu yang ganjil: daftar prioritas kini dimulai dari baris kedua. Ia mengerutkan kening, lalu melanjutkan pekerjaan. Baris pertama tidak dihapus,hanya tidak lagi memimpin. Perubahan kecil itu merambat cepat. Orang-orang membaca ulang, menyesuaikan, dan tanpa sadar mengikuti urutan baru.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 35 Times as put first things first
Read
+Library
Bukan yang Pertama

Bukan yang Pertama

Terang saja, hal itu membuat Sean segera meraih gawainya yang memang diabaikan sejak beberapa jam lalu, karena harus terlibat dalam meeting besar perusahaan yang di pimpin. Masalahnya, sang ibu memberikan istilah tak biasa dalam pesannya pada sang sekretaris. Alih-alih kata 'penting' yang biasa sang Mama gunakan. Kali ini kata 'Darurat' adalah pesan mendesak itu. Karenanya, Sean pun cukup penasaran ingin segera mengetahui pesan darurat apa yang Mamanya sebutkan itu. "Hallo, Sean? Akhirnya kamu nelpon Mama Juga!"
1023.1K viewsCompletedAdded to Library 830 Times as put first things first
Show Reviews (12)
Read
+Library
Herni
Bukan Yang Pertama awal baca cerita ini asli mengsedih,,jd inget kejadian VA kmrn... cerita Ina ini mmg kerap x terjadi di lingkungan sekitar kita,,miris sekali,karna terpaksa org ga punya mesti pinjem ke lintah darat,,moga jd pelajaran bt kita agar segimanapu mendesaknya jgn sampe pinjem ksna.
Momi Kafa
cerita judul bukan yang pertama ,bener-bener sesuai dengan isi ceritanya, nyesek dimana Ina dengan keadaan yang serba kesulitan dalam status sosial ekonominya.dan sebagai yatim ina harus di jodohkan dengan sean,yg statusnya adalah duda.demi rasa bersalah nyonya sulis terhdp ina.semoga ina bisa tabah
Read All Reviews
Memories

Memories

Kami tidak boleh kehilangan fokus atau teralihkan oleh apapun. “Babak pertama, dimulai.” ****************************
9.74.7K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as put first things first
Read
+Library
Senja Pertama

Senja Pertama

“Gak papa kok baik, kan nggak harus orang itu yang balas kebaikan kita.” Pembicaraan ini mulai membosankan bagi Sendanu. Akhirnya dia membuka juga bekal itu. Disuapkan sedikit ke dalam mulut, dan sesaat dia langsung takjub. “Siapa yang masak?” “Bunda yang masak.” Sendanu melanjutkan kegiatannya menghabiskan bekal itu. Jujur ini pertama kali setelah cukup lama Sendanu tak pernah makan pagi. Tiba-tiba saja dia ingin.
7.8K viewsCompletedAdded to Library 250 Times as put first things first
Read
+Library
Haid Pertamaku

Haid Pertamaku

Aku benar-benar dibuat sedih, bingung sekaligus panik, dengan kedatangan haid pertamaku. Rasa ketakutan, jika keperawananku akan di jual dan harus melayani kepuasan sang pemenang tender atas tubuhku, menimbulkan rasa ketakutan yang teramat sangat. "Apa yang harus kulakukan?" menyerah perlahan pada keadaan, atau menyembunyikan kehaid'anku secara diam-diam.
1037.7K viewsOngoingAdded to Library 1.4K Times as put first things first
Read
+Library
Sejuta fikiran

Sejuta fikiran

Setta menggeleng "Cobalah" Setta dengan ragu mengambil sumpit. Menyuap kedalam mulut dengan antusias. Tapi, keantusiasan dirinya hilang ketika merasakan betapa anehnya makanan ini. "Telan" penuh penekanan membuat Setta menelan sushi buatannya dibantu air mineral. "Hakkan kausetta, aku hargai usahamu. Bereskan dapurku lalu pergilah jika sudah membaik"
2.6K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as put first things first
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status