Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dandelion, Wish, and Wind

Dandelion, Wish, and Wind

Sasakiya
"Dandelion beterbangan menghiasi langit biru musim panas. Kelopak kecil yang seputih kapas tampak menyatu dengan awan. Jauh tinggi ia terbang mengikuti hembusan angin yang bertiup semilir. Di mana pun kau berada, sejauh apapun jarak di antara kita, kuharap salah satu dandelion itu akan sampai padamu. Kuharap kau tahu aku di sini menunggumu, merindukanmu, dan mencintaimu. Waktu yang terus berlalu mengubah segalanya. Namun perasaanku masih sama. Apa kau juga merasakan hal yang sama? Di tengah hamparan dandelion putih berhiaskan sinar mentari senja, aku menunggumu." Yoshino Izumi membenci segalanya tentang Jepang. Jika bukan karena permintaan Sang Ayah, pemuda itu tak pernah ingin kembali ke sana. Bagi Izumi tempat itu hanya menyimpan kenangan buruk akan pengkhianatan seorang wanita yang pernah dipanggilnya“Ibu”dengan sepenuh hati. Namun pertemuannya dengan seorang gadis berambut silver, perlahan membuat Izumi melupakan perasaan itu. Di saat yang sama tanpa Izumi sadari, ternyata ada sosok lain yang juga berharap untuk bertemu kembali dengan dirinya.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai silver hair male
Baca
+Pustaka
Moonbound Deception

Moonbound Deception

Dr. Aria Blackwood thought she could outrun her past by hiding in the small town of Silverwood. She was dead wrong. Three years after losing her sister in a tragic accident, Aria's ability to sense animal emotions has grown stronger—dangerously so. But nothing prepares her for the electric shock that courses through her veins when she meets Kael Nightshade, the mysterious ranch owner whose gray eyes seem to see straight into her soul. Kael knows Aria is his mate the moment their eyes meet. This Alpha werewolf has been waiting centuries for her, but revealing his true nature could shatter the fragile trust building between them. Every stolen glance ignites a fire neither can ignore. Every accidental touch sends waves of desire surging through their bodies. The pull between them is magnetic, primal, undeniable—but Kael's secret could destroy everything. When Aria begins dreaming of silver moonlight and howling wolves, when her mysterious abilities spiral out of control, she realizes Kael isn't the only one hiding something. The power awakening within her is ancient, dangerous, and tied to a bloodline she never knew existed. But their passion-filled nights under the stars are cut short when masked hunters arrive in Silverwood, led by someone from Aria's past who should be dead. As Kael's pack comes under attack and Aria's powers explode to the surface, she must choose between the love that burns and consumes her and the sister she thought was lost forever.
865 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai silver hair male
Baca
+Pustaka
Catatan Usang

Catatan Usang

“Dek, tolong catat semua hadiah yang udah aku kasih ke kamu. Bonnya ada di tasku!” “Catat lagi?” “Iyalah kita harus menghemat. Pengeluaran dan pemasukan harus ada notanya. Tidak boleh kita pakai berlebihan sehari hanya boleh 70 ribu. Tidak boleh lebih.” Tak ada sahutan dari istriku malah menatap lurus dengan pandangan kosong. Aku mendekat untuk memastikan dia mendengarnya atau tidak. “Kau dengar tidak, Dek?” Baru saja kau ingin menyentuh pundaknya. Prily sudah lebih dahulu berjalan menghindar. “Hmm,” sahutnya tak acuh. Bahkan barang-barang yang kuberikan sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kita saja dia abaikan. Bukankah dia pernah bilang menginginkan long dress dengan berwarna merah muda dengan aksen renda. Sudahlah aku repot-repot memesannya diam-diam lewat market place online. Prily justru membiarkan gamis beserta coklat yang kupesan khusus untuknya tergeletak di meja. Ck, kenapa perempuan susah sekali dimengerti. Sungguh membuatku frustrasi saja. Lebih baik bermain game dari pada terus memikirkan hal-hal yang hanya memancing emosi. ~ Di sore hari Prily biasanya akan berdiri di atas balkon. Aku sudah hafal dengan kebiasaannya. Kamar kami mengarah ke lapangan, yang biasa dipakai anak-anak kompleks untuk bermain di pagi dan sore hari. Prily tak pernah melewatkan melihat canda tawa mereka di balik jendela, barang sekali. “Mau sampai kapan berdiri di situ,” tanyaku sembari memakai kaus lengan pendek, lalu mengeringkan kepalaku dengan handuk. Prily segera mendekat lalu tangannya begitu cekatan menggosokkan handuk itu ke kepalaku. “Padahal aku punya hair dryer loh, Mas bisa pakai kalau mau.” “Kamu saja yang pakai, aku tidak perlu lah. 10 menit juga kering.” Mampukah Prily bertahan dalam pernikahannya dengan Arjuna yang serba perhitungan? atau memilih pergi saat cinta pertamanya? Dia Akbar, pria kaya raya, yang ia kira telah lama mati, justru hadir kembali.
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai silver hair male
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status