Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kepergian Istri Ketua Membuatnya Gila

Kepergian Istri Ketua Membuatnya Gila

Aku sudah menikah dengan Axel selama tiga tahun. Semua orang takut pada kekejamannya, tapi dia selalu lembut padaku. Namun, segalanya berubah sejak Ella tertembak saat melindungi Axel dalam baku tembak enam bulan lalu. Pria itu selalu mengatakan bahwa Ella terluka demi menyelamatkannya, jadi aku harus mengalah. Di gala keluarga paling bergengsi, suamiku, Ketua Axel datang dengan sekretarisnya, Ella, dengan menggandeng lengannya. Di dada Ella, tersemat bros rubi yang melambangkan posisi nyonya keluarga. "Ella terkena peluru demi menyelamatkanku. Dia suka bros itu, jadi kubiarkan dia pinjamkan sementara. Gimana pun juga, kamulah satu-satunya nyonya di sini. Jaga sikapmu." Aku tidak membantah. Aku hanya melepaskan cincin pernikahanku dan mengeluarkan surat cerai. "Karena dia sangat menyukainya, untuk dia saja. Termasuk posisi di sisimu. Itu juga kurelakan." Axel menandatanganinya tanpa ragu, senyum dingin terukir di wajahnya. "Permainan manipulatif macam apa yang sedang kamu mainkan sekarang? Kamu yatim piatu, terpisah dari keluargamu, kamu nggak akan bertahan tiga hari di Silia. Aku akan menunggumu kembali sambil memohon padaku." Aku mengeluarkan sebuah ponsel satelit terenkripsi yang sudah tiga tahun tidak kugunakan. Axel tidak tahu bahwa sebenarnya aku adalah putri bungsu keluarga mafia tertua di Eroka. Namun, keluarga kami dan keluarga Axel selalu bermusuhan. Demi menikah dengannya, aku mengganti namaku dan bahkan memutus hubungan dengan ayah serta kakakku. Panggilan itu tersambung. Aku menarik napas dalam-dalam dan berbisik, "Ayah, aku menyesal. Kirim seseorang untuk menjemputku dalam dua minggu."
9.453.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai tapir baku
Baca
+Pustaka
Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman

Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman

Setelah aku menyatakan cinta kepada teman masa kecilku sebanyak 101 kali, dia malah menikahi cinta pertamanya. Dengan hati yang sudah mati rasa, aku berbalik menikahi adiknya yang selama ini selalu mengejarku. Setelah menikah, adiknya memanjakanku sampai sedalam-dalamnya, cintanya berani dan penuh gairah. Semua orang merasa aku benar-benar sangat beruntung, bisa menikah dengan pria baik yang begitu mencintaiku. Namun ketika aku dan cinta pertamanya sama-sama terjatuh ke dalam air, aku dengan mata kepala sendiri melihat suamiku yang tidak bisa berenang ini, tiba-tiba melompat turun, berenang sekuat tenaga menuju sang cinta pertama, bahkan memberinya napas dari mulut ke mulut di dalam air. Aku berjuang dengan putus asa, memohon agar dia mau menatapku sekali saja, tetapi dia hanya sibuk membawa si cinta pertama ke tepi, membiarkan aku ditelan oleh air laut. Saat tak sadarkan diri, di ruang rawat aku mendengar dia dan teman masa kecilku saling baku hantam demi memperebutkan giliran merawat cinta pertama mereka. Dia meraung kesakitan dan berkata, "Aku mengorbankan diri sendiri dengan menikahi Ariana, bukankah itu semua agar dia nggak menghalangi kebahagiaanmu dengan Selene? Jadi biarkan aku pergi melihat Selene sekali saja, boleh?" Ternyata ... sejak awal memang tidak pernah ada seorang pun yang benar-benar mencintaiku. Aku segera membuat janji untuk layanan pemalsuan kematian, bersiap menggunakan kematian palsu untuk melarikan diri. Namun setelah mendengar "kabar kematianku", dia yang biasanya selalu tenang justru menepis cinta pertamanya yang mencoba menghiburnya, membungkuk lalu memuntahkan seteguk darah, rambutnya memutih dalam semalam ....
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai tapir baku
Baca
+Pustaka
Kamu Hanya Beban, Mati Saja

Kamu Hanya Beban, Mati Saja

Di lounge VIP sebuah kasino bawah tanah, Maura, putri keluarga Fontana, telah dicekoki terlalu banyak minuman keras. Didorong oleh alkohol, seseorang pancing dia untuk ungkapkan hal paling nggak tahu malu yang pernah dia lakukan demi menangkan hati sang ketua mafia. Maura putar gelas di tangannya, lalu tunjuk ke arahku yang sedang bagikan kartu di balik meja, sebelum dongakkan kepalanya dan tertawa lepas. “Tujuh tahun lalu, waktu Doni koma setelah baku tembak, aku ambil HP-nya. Dan aku hapus pesan minta tolong yang dikirim jalang itu. Sampai nggak tersisa sedikit pun. Lalu aku balas atas namanya Doni: Kamu cuma beban. Pergi mati saja.” “Kalian nggak akan pernah bisa tebak apa yang terjadi setelahnya. Si bodoh itu sepanjang malam berdiri di luar rumah persembunyian dalam hujan deras, seperti anjing liar. Aku hampir mati ketawa .…” Ruangan itu meledak oleh tawa penuh ejekan. Hanya pria yang duduk bak raja di ujung meja yang tetap diam. Gelas wiski kristal di tangannya pecah dengan suara retakan tajam. Darah bercampur dengan cairan alkohol, mengalir lewati urat di punggung tangannya sebelum menetes ke karpet. Tatapannya yang merah penuh amarah terkunci ke arahku. Dengan tenang, aku bagikan kartu terakhir di hadapannya, lalu sodorkan saputangan sutra putih yang bersih. “Ketua Doni, sebaiknya kamu bersihkan tanganmu. Darah di meja itu bawa sial.” Lagian, ada noda yang nggak pernah bisa dihapus.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai tapir baku
Baca
+Pustaka
ISTRI BERCADARKU TERNYATA ....

ISTRI BERCADARKU TERNYATA ....

Aku sengaja meminta istriku memakai cadar karena aku malu. Tompel di pipinya membuatku takut ditertawakan. Apalagi orang-orang yang tahu mantan-mantanku terdahulu. Perempuan-perempuan cantik yang tak pernah papa berikan restu. Cuma, malam itu aku benar-benar terkejut luar biasa, tanpa sengaja cadar yang kuminta selalu dia pasang di wajahnya tersingkap. Benarkah perempuan yang ada di depanku ini adalah perempuan yang sama dengan yang aku nikahi enam bulan lalu? ~ Jordhy Durov Atmaja ~ ****** Beberapa tahun lalu, di Kota yang terkenal romantis, Paris, Prancis. Takdir tanpa sengaja mempertemukanku dengan seorang perempuan manis, bermata cokelat dengan bulu mata lebat. Aku cukup shock melihatnya yang berlari tetapi setengah tak berpakaian. Namun, keterkejutanku hilang ketika seorang lelaki muda keluar dari mobil dan mengejarnya. “Tolong selamatkan aku dari dia, Tuan!” “Pergillah! Aku akan membereskan sisanya!” Lalu, aku terlibat baku hantam. Aku yang sudah terlatih bela diri sejak SMA, tentunya dengan mudah menumbangkannya. Namun, kepiawanku berkelahi tak serta merta membuatku bisa menemukannya kembali. Sejak malam itu, sepasang netra cantik dengan bulu mata lentik itu selalu memenuhi pikiranku. Apakah aku sedang jatuh hati? Aku bertahan di sana dan mencarinya, hingga akhirnya papa memintaku pulang ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan kakakku, Jordhy Durov Atmaja. Hanya saja ketika aku pulang dan dikenalkan dengan perempuan bercadar yang harus kusebut kakak ipar, kenapa aku seolah-olah menemukan dia kembali? Kenapa sepasang netra cantik dengan bulu mata lentik itu mengingatkanku padanya? ~ Kevandra Suryadinata ~
1031.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 970 kali sebagai tapir baku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status