تسجيل الدخولDi lounge VIP sebuah kasino bawah tanah, Maura, putri keluarga Fontana, telah dicekoki terlalu banyak minuman keras. Didorong oleh alkohol, seseorang pancing dia untuk ungkapkan hal paling nggak tahu malu yang pernah dia lakukan demi menangkan hati sang ketua mafia. Maura putar gelas di tangannya, lalu tunjuk ke arahku yang sedang bagikan kartu di balik meja, sebelum dongakkan kepalanya dan tertawa lepas. “Tujuh tahun lalu, waktu Doni koma setelah baku tembak, aku ambil HP-nya. Dan aku hapus pesan minta tolong yang dikirim jalang itu. Sampai nggak tersisa sedikit pun. Lalu aku balas atas namanya Doni: Kamu cuma beban. Pergi mati saja.” “Kalian nggak akan pernah bisa tebak apa yang terjadi setelahnya. Si bodoh itu sepanjang malam berdiri di luar rumah persembunyian dalam hujan deras, seperti anjing liar. Aku hampir mati ketawa .…” Ruangan itu meledak oleh tawa penuh ejekan. Hanya pria yang duduk bak raja di ujung meja yang tetap diam. Gelas wiski kristal di tangannya pecah dengan suara retakan tajam. Darah bercampur dengan cairan alkohol, mengalir lewati urat di punggung tangannya sebelum menetes ke karpet. Tatapannya yang merah penuh amarah terkunci ke arahku. Dengan tenang, aku bagikan kartu terakhir di hadapannya, lalu sodorkan saputangan sutra putih yang bersih. “Ketua Doni, sebaiknya kamu bersihkan tanganmu. Darah di meja itu bawa sial.” Lagian, ada noda yang nggak pernah bisa dihapus.
عرض المزيدLima tahun kemudian. Di sebuah penjara wanita dengan keamanan maksimum, Maura telah jadi sosok yang hancur. Dia nggak hanya terus langgar aturan, tetapi juga bertengkar dengan narapidana dari geng saingan gara-gara rokok selundupan, hingga kaki kanannya dipatahkan.Kabar yang beredar di dunia mafia bilang kalau pada hari pembebasannya, nggak ada seorang pun dari keluarga lamanya datang jemput dia. Maura harus seret tubuhnya yang cacat keluar dari gerbang besi penjara, merangkak di tanah.Doni meninggal di Balwana. Rumor kabarkan kalau terjadi perang wilayah yang brutal dan besar. Sebenarnya dia punya kesempatan untuk kabur di bawah perlindungan anak buahnya yang setia. Namun seolah telah kehilangan semangat untuk hidup, dia pilih berhenti melawan dan biarkan peluru tembus dadanya.Nggak lama kemudian, isi wasiatnya tersebar. Sang ketua mafia tinggalkan perintah terakhir yang tegas, sumbangkan seluruh kekayaan besarnya yang telah dicuci. Dia juga perintahkan pembentukan sebuah yayasan a
Setelah selamat dari luka yang nyaris renggut nyawanya, hal pertama yang dilakukan Doni begitu keluar dari rumah sakit adalah cari aku. Kali ini, Doni nggak paksa aku untuk kembali ke dia lagi, bahkan nggak sebut sedikit pun tentang perasaannya. Dia hanya dorong sebuah map berisi dana yang sepenuhnya bersih dan legal ke hadapanku.“Sonya, aku tahu kamu nggak akan pernah maafkan aku,” kata Doni dengan suaranya yang sangat serak.“Aku nggak berani minta apa-apa lagi. Tapi kamu harus terima uang ini. Ini adalah ganti rugi untuk nyawa ayahmu. Kompensasi terakhir yang bisa aku berikan.”Doni keluarkan korek api logam, nyalakan itu dengan bunyi klik, lalu dekatkan nyalanya ke dokumen itu.“Kalau kamu nolak, aku akan bakar semuanya di sini.”Aku menatap map tipis di atas meja.800 miliar rupiah. Jumlah yang nggak terbayangkan. Cukup untuk hidup mewah selama beberapa generasi, cukup untuk wujudkan semua impian, cukup untuk benar-benar keluar dari kehidupan gelap yang selama ini aku jalani.Har
Keesokan harinya, badai berdarah menyapu dunia mafia kota. Doni secara sepihak robek aliansi yang telah terjalin. Dia lakukan pembersihan brutal terhadap keluarga Maura, rebut seluruh wilayah mereka di Distrik Barat tanpa ampun.Selama ini keluarga Maura berdiri karena ikatan pernikahan itu. Begitu fondasinya runtuh, jaringan mereka pun ikut hancur, lenyap dari peta.Maura jadi bahan tertawaan di dunia mafia. Hanya dalam semalam, putri mafia yang dulu nggak tersentuh itu berubah jadi orang buangan. Kabar yang beredar bilang dia datang ke kediaman Doni, berlutut mohon ampun, tapi dia diseret pergi oleh pengawal, seperti bangkai anjing.Doni cari aku seperti orang gila. Namun aku sudah bersiap. Malam itu juga aku berhenti dari pekerjaanku sebagai dealer kartu di kasino. Aku pindah dari kawasan kumuh yang kacau dan ganti semua informasi kontakku.Aku hanya inginkan beberapa hari ketenangan. Namun aku remehkan betapa luas jaringan kekuasaannya. Pada malam hari ketiga, aku lihat mobil lapis
Doni lepaskan cengkeramannya dari leher Maura. Wanita itu jatuh ke lantai, terbatuk-batuk hebat sambil berusaha tarik napas. Dia berbalik, menatapku dengan rasa nggak percaya.“Sonya, setelah semua ini, kamu masih bicara soal uang?”Suaranya serak dan bergetar, matanya dipenuhi luka yang dalam. Aku menatapnya dengan dingin.“Terus mau apa lagi? Apa aku harus bicarakan perasaanku dengan kamu, Ketua Doni? Menurutmu apa lagi yang masih bisa kita bicarakan, selain chip di atas meja?”“Ya! Jelas ada!” Doni bangkit dengan tergesa, lalu terhuyung mendekat, coba peluk aku.“Aku masih cinta kamu, Sonya. Selama tujuh tahun ini aku nggak pernah lupakan kamu satu hari pun! Satu-satunya alasan aku sangat benci kamu adalah karena cintaku sendiri yang buat aku hampir gila! Tolong, bisa nggak kita mulai lagi? Sekarang aku punya kekuasaan. Semua kekayaan keluarga itu punya kamu.”“Apa artinya 1,3 miliar ? Aku akan kasih kamu 130 miliar! 13 triliun pun nggak masalah! Aku akan kasih kamu semuanya! Kasih


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.