Ahhh... Tuan Mafia
"Lepaskan aku, Tuan... Ini salah,"
bisik Aline dengan napas memburu, tubuhnya gemetar hebat saat punggungnya terdesak rapat pada kap mobil mewah milik sang mafia.
Xavier tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru mengikis jarak, memenjarakan tubuh mungil Aline di antara lengannya yang kokoh. Aroma parfum maskulin yang bercampur dengan aroma bahaya menguar tajam, mengunci seluruh kesadaran wanita itu.
Dengan perlahan, jemari kokoh Xavier naik, menyelipkan anak rambut Aline ke belakang telinga, sebelum turun membelai rahangnya dengan sentuhan yang membakar skin.
"Salah?"
Suara berat Xavier berbisik rendah tepat di ceruk leher Aline, membuat bulu kuduk wanita itu meremang seketika. Napas hangat pria itu terasa begitu intim, membakar permukaan kulitnya yang sensitif.
"Di duniaku, tidak ada yang salah jika aku sudah menginginkannya. Dan malam ini, jalang kecil... kau adalah milikku."