Kalau saya harus memilih satu kata yang paling mendekati makna 'desperate', saya akan bilang 'putus asa'.
Kalimat-kalimat seperti 'a desperate attempt' langsung terasa seperti 'usaha putus asa'—ada unsur kehilangan harapan, tindakan yang dilakukan karena tidak ada pilihan lain. Dalam banyak novel yang saya baca, karakter yang melakukan hal-hal ekstrem sering digambarkan dengan kata 'putus asa' karena nuansa emosionalnya yang kuat.
Tetapi saya juga selalu memperhatikan konteks. Kadang 'desperate' dipakai untuk menyatakan urgensi tanpa unsur keputusasaan, misalnya 'in desperate need' yang lebih pas diterjemahkan jadi 'kebutuhan mendesak' atau 'sangat membutuhkan'. Jadi, untuk nuansa emosional: 'putus asa'. Untuk nuansa urgensi: 'mendesak'. Itu yang biasa saya pakai saat menerjemahkan dialog atau menulis subtitle, dan menurut saya kedua pilihan itu sangat berguna tergantung situasinya.