Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Ini Tak Lagi Punya Kesempatan

Cinta Ini Tak Lagi Punya Kesempatan

Ketika Maria Wijaya keluar dari kantor catatan sipil untuk kesembilan kalinya, hal pertama yang ia lakukan adalah menelepon orang tuanya yang berada jauh darinya. “Ma, aku dan Arhan cerai lagi.” Ia bersandar pada pohon mahoni di pinggir jalan. Suaranya terdengar lelah. “Kali ini aku nggak mau rujuk lagi. Keluarga Satria terus membujuk agar aku melakukan pernikahan aliansi dengan mereka, kan? Aku akan melakukannya.” Di seberang sana, ibunya lama terdiam sebelum akhirnya menghela napas. “Maria, kamu yakin? Anak dari Keluarga Satria itu sudah dua tahun terbaring sakit. Kamu tidak akan bahagia jika menikah dengan…” “Aku tidak peduli,” ucap Maria memotong ucapan ibunya, matanya merah berkaca-kaca. “Ma, semakin cepat pernikahannya, semakin baik.”
Baca
Tambahkan
Jika Tak Bisa Dipertahankan

Jika Tak Bisa Dipertahankan

Suamiku, sang komandan berjanji padaku bahwa dia hanya akan menemani cinta pertamanya yang depresi sebanyak sembilan puluh sembilan kali. Namun, tepat saat aku selesai mencatat kali kesembilan puluh sembilan itu, aku malah melihatnya sedang memeluk cinta pertamanya erat-erat. Setelah itu, aku tak lagi menangis atau menahannya setiap kali dia ingin pergi menemui cinta pertamanya itu. Aku hanya meminta sebuah liontin kalung darinya, sebagai hadiah untuk anak kami yang akan segera lahir. Begitu membahas soal anak, ekspresi suamiku langsung melembut, “Tunggu aku pulang, ya. Aku akan menemanimu untuk cek kehamilan di rumah sakit.” Aku hanya menjawab dengan patuh. Aku tak memberitahunya bahwa sepuluh hari yang lalu, aku sudah mengajukan permohonan cerai. Sekarang, sebenarnya status kami sudah resmi bercerai.
Baca
Tambahkan
Tanpa Ayah di Hari Terakhir

Tanpa Ayah di Hari Terakhir

Suamiku … seorang komandan resimen yang telah menikah denganku selama sepuluh tahun, kutahan di luar ruang duka anak kami. Bukan tanpa alasan. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, anakku meninggalkan tiga permintaan terakhir. Permintaan pertama … Untuk sementara waktu, jangan beri tahu ayah tentang kematiannya. Dia takut ayahnya akan bersedih. Permintaan kedua …. Masakkan makanan kesukaan ayah, lalu mintalah ayah menemaninya merayakan ulang tahunnya yang terakhir. Dan permintaan ketiga …. Jika ayah tak datang, maka pastikan, benar-benar pastikan, jangan pernah biarkan pria itu muncul lagi di depan makamnya. Jadi, setelah anakku tiada …. Meski hujan deras mengguyur di luar aula duka. Meski pria itu berdiri dengan mata merah dan tubuh gemetar. Meski tangisnya pecah histeris di balik pintu ruang duka …. Aku tetap tak membiarkannya mendekati anakku. Bahkan selangkah pun tidak. Tiga hari lalu, Yuda Saloka menghabiskan semalaman bersama cinta pertamanya. Bersama anak perempuan itu, mereka menyalakan kembang api. Saat pulang, dia membawa sebuah tas sekolah baru. Katanya … sebagai pengganti karena telah melewatkan ulang tahun anak kami. Tapi dia mengerutkan kening, tak mengerti alasan air mata di sudut mataku. “Cuma ulang tahun saja, ‘kan? Nanti juga bisa dirayakan lagi.” Saat itu, dia belum tahu … Anak kami … yang baru berusia lima tahun … telah meninggal karena asma. Dan takkan pernah lagi punya kesempatan menyambut hari pertamanya bersekolah.
Baca
Tambahkan
Setelah Berpisah, Bunga Persik Tetap Mekar

Setelah Berpisah, Bunga Persik Tetap Mekar

Di hari Naomi Maruli mengetahui kehamilannya, dia menerjang hujan deras menuju klub yang sering dikunjungi Rehan Kurniawan. Di pintu masuk ruangan pribadi, dia menyeka rambutnya yang basah dan bersiap untuk memberi kejutan setelah Rehan selesai. Dari celah pintu yang sedikit terbuka, suara seorang pria diselingi tawa, terdengar. “Rehan, tinggal seminggu lagi pernikahanmu dan Naomi. Apa semua kejutan untuk pernikahan itu sudah siap?” “Sudah siap.” Suara dingin Rehan terdengar seperti sedang mabuk. “Aku akan memberinya kenangan yang tak terlupakan.” Naomi berhenti sejenak saat mengeringkan rambutnya, senyum manis tanpa sadar mengembang di bibirnya. Selama tiga tahun bersama Rehan, pria itu benar-benar menyayanginya, memanjakannya dengan sepenuh hati. “Haha, Kak, kalau Naomi tahu aku berpura-pura jadi kamu dan mempermainkannya begitu lama, apa dia akan langsung pingsan dan menggila?” “Haha, takutnya meski dia dibunuh juga nggak akan nyangka kalau Rehan punya saudara kembar identik!” “Kalau dia tahu dia sudah dipermainkan oleh adik dari pacarnya selama tiga tahun...”
Baca
Tambahkan
Tak Ada Maaf Bagi Pengkhianat

Tak Ada Maaf Bagi Pengkhianat

Kakak London meninggal. Ibunya mengusulkan agar dia memikul dua tanggung jawab keluarga sekaligus, dengan menikahi istri kakaknya yang sedang hamil, Sharon. Namun, permintaan itu ditolak mentah-mentah. "Lillian adalah nyawaku. Aku rela nggak mewarisi posisi ketua mafia. Aku nggak akan pernah mengkhianati istriku!" Aku sangat terharu oleh kesetiaan London. Namun tanpa sengaja, aku mendengar percakapan antara London dan ibunya. "Anak dalam kandungan Sharon jelas-jelas anakmu. Kenapa kamu nggak mau menikahinya?" London mengembuskan asap rokok. Tatapannya jauh ke depan. "Aku sudah berjanji pada Sharon untuk meninggalkan keturunan bagi kakakku. Tapi urusan ini hanya di antara kami. Kalau Lillian sampai tahu, aku pasti tamat!" Ibu London berkata dengan tidak senang, "Kenapa memangnya kalau dia tahu? Dia sendiri nggak bisa melahirkan, masa kita harus membiarkan Keluarga Tahir nggak punya keturunan?" Dengan nada tajam, London menyela, "Kalau Lillian tahu, dia pasti akan meninggalkanku. Aku nggak bisa hidup tanpa dia! Kalau Ibu masih ingin gendong cucu, tutup mulut Ibu!" Aku pergi dengan tubuh gemetar. Darah di sekujur tubuhku perlahan menjadi dingin. London sangat mengenalku. Dalam cinta, aku tak bisa menoleransi sedikit pun kesalahan. Jadi setelah dia mengkhianatiku, aku memutuskan untuk pergi.
Cerita Pendek · Mafia
1.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Pembalasan Dendam, Menikahi Musuh Kekasihku

Pembalasan Dendam, Menikahi Musuh Kekasihku

Aku bersama sang bos mafia, Maxim, selama lima tahun. Sepanjang waktu itu, dia tak pernah menyembunyikan siapa wanita favoritnya. Clara, putri sopirnya. Sopirnya permah menahan peluru demi melindunginya. Dia menyebutnya sebagai "membayar utang". Bodohnya, aku mempercayainya. Dia memberi Clara perhiasan, mobil-mobil sport, dan dia bahkan membelikannya sebuah pulau. Tiga hari sebelum pernikahan, aku tahu dia memindahkan lokasi acara. Bukan ke tanah milik keluargaku di Silia, melainkan ke pulau itu. Pulau milik Clara. Alasannya? Clara klaustrofobia. Tak sanggup menghadapi pernikahan besar di dalam ruangan. Saat itu, aku sudah muak. Tiga hari kemudian, pernikahan tetap berlangsung di pulau itu. Namun, pengantinnya tak pernah muncul. Maxim dipermalukan di depan umum. Dia mengacak-acak kota, mencariku ke mana-mana. Saat itulah dia baru menyadari kebenarannya. Dia mengira akan menikah denganku. Nyatanya, aku menikahi musuh terbesarnya. Niko Valgana. Bos mafia dari Rasia. Dia meninggalkan Clara. Dia berlari ke kediaman milik keluargaku dan menunggu. Tujuh hari tujuh malam. Dengan bunga, sebuah cincin, dan segunung permohonan ampun.
Cerita Pendek · Mafia
3.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kehidupan Baru Membawaku Menjadi Istri Ketua

Kehidupan Baru Membawaku Menjadi Istri Ketua

Hari pertama setelah terlahir kembali, aku langsung menyelinap ke kamar sang ketua mafia, Kevin, lalu melepaskan pakaianku. Karena di kehidupan sebelumnya, aku dan putranya, Nico, adalah pasangan pernikahan politik tanpa cinta yang sangat terkenal di kalangan mafia Grimora. Nico menganggap akulah penyebab hancurnya hubungan dengan cinta pertamanya. Ia yakin bahwa saat dirinya terkena obat perangsang, akulah yang sengaja masuk ke kamarnya. Karena itu, selama delapan tahun pernikahan, setiap malam ia pergi mabuk-mabukan dan tak pernah pulang. Bahkan ketika aku mengalami persalinan sulit dan nyawaku hampir melayang, ia tak menunjukkan kepedulian sedikit pun. Hingga suatu hari badai besar melanda. Grimora diterjang gelombang badai, dan tanggul pelabuhan jebol. Hanya tersisa satu kursi di kapal evakuasi. Semua orang mengira ia akan menyelamatkan dirinya sendiri. Namun Nico justru mendorongku ke atas kapal. “Pergilah!!” “Nadine, kuserahkan kesempatan hidup ini padamu … di kehidupan selanjutnya, aku tak ingin kamu menyelamatkanku lagi. Aku hanya ingin bersama Marry.” Detik berikutnya, tubuhnya terseret ke dalam laut yang gelap. Sementara aku yang berhasil selamat, akhirnya dibunuh oleh keluarga musuh. Ia tak pernah tahu .... malam itu, yang terkena bius bukan hanya dirinya. Ayahnya, Kevin sang ketua mafia juga dibius. Saat aku melangkah masuk ke kamar, efek obatnya sudah mulai bekerja. Sang ketua mafia menekan hasrat yang menyiksa tubuhnya dengan susah payah. Kali ini, aku mendekat dan berbisik pelan, “Ketua, aku datang untuk membantumu menetralkan racunnya.”
Cerita Pendek · Mafia
3.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Suamiku selalu memandang rendah diriku hanya karena aku seorang wanita petani. Bahkan, dia tidak sayang pada anak kami. Setelah usia anak kami genap 100 hari, dia baru memeluknya untuk pertama kalinya. Lalu, kekasih pertamanya kembali ke Kota Jenang. Pria yang selama ini bersikap dingin itu pun, untuk pertama kalinya tersenyum di meja makan dan bahkan menyuapi anakku. Semalaman, anakku tampak sangat bahagia. Sebelum tidur, dia bertanya dengan suara lembut. "Ibu, apakah paman sedikit menyukaiku?" Aku memeluknya erat-erat. Mataku berkaca-kaca dan aku menggeleng pelan, berkata. "Bukan, tetapi kekasih paman telah kembali. Jadi kita harus pergi."
Baca
Tambahkan
Suamiku Mengawetkanku Jadi Spesimen

Suamiku Mengawetkanku Jadi Spesimen

Suamiku adalah seorang dokter dengan gelar profesor di bidang medis. Dia adalah orang yang jujur, adil dan baik hati. Hingga suatu hari, mantan kekasihnya mengalami kecelakaan dan menabrak seseorang hingga tewas. Untuk membantu mantan kekasihnya terlepas dari hukuman, dia menggunakan pengetahuannya di bidang medis. Dia membuat jasad korban menjadi spesimen dan menempatkannya di laboratorium. Saat dia menangani jasad itu, terlihat ada janin di dalam rongga perut. Dia yang biasanya begitu tenang, kali ini jantungnya berdetak kencang. Dia tidak tahu bahwa jasad itu adalah milikku. Dan janin itu adalah anaknya …
Baca
Tambahkan
Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku

Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku

Setelah dipaksa menukar jantung untuk cinta pertama suamiku, aku mati di koridor rumah sakit swasta yang didirikannya sendiri. Saat menjelang ajal, anak lelakiku yang berusia enam tahun menangis dan memohon padanya tiga kali. Pertama, anakku menggandeng tangan ayahnya dan berkata bahwa aku muntah darah. Ayahnya menyeringai dingin dan berkata, "Kali ini akhirnya ada kemajuan, sampai mengajarkan anak untuk berbohong." Lalu menyuruh pengawal mengusir anakku dari kamar. Kedua, anakku menarik lengan bajunya dan berkata bahwa aku sudah mulai mengoceh tak karuan karena menahan sakit. Ayahnya mengerutkan kening dan berkata, "Bukannya hanya mengganti jantung? Kata dokter, tidak akan mati." Pengawal maju dan kembali menyeret anakku keluar dari kamar. Ketiga, anakku merangkak di lantai, menggenggam erat ujung celananya sambil menangis, berkata bahwa aku sudah tidak sadarkan diri. Ayahnya akhirnya marah, mencekik leher anakku dan melemparkannya keluar dari kamar. "Sudah kukatakan, Kiyano tidak akan mati. Jika kamu masih berani mengganggu istirahat Sheilla, pasti akan kulempar kalian berdua keluar dari rumah sakit." Untuk menyelamatkanku, anakku menggadaikan Kalung Penjaga Umur yang paling berharga kepada perawat. "Bibi, aku tidak ingin panjang umur lagi, aku hanya ingin ibuku hidup." Perawat menerima Kalung Penjaga Umur dan bersiap mengatur kamar terakhir untukku. Namun Sheilla, cinta pertama suamiku, menyuruh orang menggendong anjing peliharaannya dan menghalangi depan kamar, lalu berkata, "Maaf ya nak, ayahmu khawatir aku akan bosan tidak bertemu anjing, kamar ini disediakan untuk anjingku."
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
3940414243
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status