Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
O Marido Mafioso da Minha Irmã Implorou Quando Finalmente Fui Embora

O Marido Mafioso da Minha Irmã Implorou Quando Finalmente Fui Embora

Depois que minha irmã morreu, assinei um contrato de casamento de cinco anos com o marido mafioso dela, Horton Falcone. Me tornei madrasta do meu sobrinho de cinco anos, Luca. No meu aniversário, usei o colar de cruz de diamantes da minha falecida irmã, sem perceber o que era. No jantar de família, Luca veio até mim com uma taça de vinho tinto e jogou o vinho no meu rosto. O vinho tinto escorreu pelas minhas bochechas, seu cheiro forte ardendo nos meus olhos e manchando meu vestido branco. Ele inclinou a cabeça para trás para me olhar, seus olhos tão frios e cruéis quanto os do pai. — Não pense que pode substituir minha mãe só porque se casou com a família Falcone — ele disse com um sorriso malicioso. — Você é a razão dela estar morta. Eu queria que você tivesse morrido. Assim eu poderia destruir sua lápide em vez de comemorar esse aniversário estúpido. Eu juro, quando eu crescer, a primeira coisa que vou fazer é te jogar no Rio Hudson eu mesmo! A memória ardia tão intensamente quanto o vinho, e tudo o que eu conseguia sentir era desespero. Encarei a criança que passei cinco anos criando como se fosse minha, uma dor aguda pulsando no meu peito. Eu tinha pensado que poderia me dedicar à família Falcone, que poderia conquistá-lo com meu amor. Mas agora, eu estava simplesmente exausta de tudo isso. Era uma família sem amor, uma criança que me via como sua inimiga mortal. Parei de me iludir. Era hora de deixar para lá. Mas depois que fui embora, aquele pai e filho arrogantes voltaram rastejando até mim como cachorros castigados, implorando pelo meu perdão.
Cerita Pendek · Máfia
4.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Pendekar Naga Petir

Pendekar Naga Petir

Di sebuah desa kecil di kaki gunung pada galaksi terendah, lahir seorang bayi yang menggemparkan seluruh sembilan galaksi. Langit mendadak gelap, petir mengguncang jagat, dan seekor naga berkepala empat bermata dua belas muncul, hanya untuk lenyap masuk ke tubuh bayi itu. Fenomena itu membuat para penguasa galaksi tertinggi gemetar ketakutan—karena bayi itu terlahir dengan garis darah ilahi yang tak tertandingi. Bayi itu bernama Qin Shan, putra dari sepasang kultivator hebat yang bersembunyi dari musuh klan mereka. Namun, takdir Qin Shan berbeda dari siapapun. Ia memiliki empat garis darah ilahi—Naga Petir, Matahari, Bulan, dan Bintang—dan empat dantian sejak lahir. Segel darahnya membuatnya tampak biasa di mata orang lain, sampai suatu hari ia menemukan harta peninggalan pendekar kuno. Di situlah ia mendapatkan dua warisan yang akan mengubah hidupnya: Kultivasi Semesta, teknik misterius yang bisa menyedot energi dari segala arah. Kultivasi Fisik Dewa Perang, jalan keras untuk menempa tubuh menjadi wadah yang tak tergoyahkan. Namun kekuatan besar datang dengan harga besar. Untuk melangkah satu tingkat kecil saja, Qin Shan membutuhkan lima kali lebih banyak sumber daya daripada kultivator biasa. Apa yang bagi orang lain cukup untuk satu sekte besar, baginya hanyalah langkah kecil. Qin Shan tak gentar. Dengan Batu Teratai Ilahi yang menyatu dengan tubuhnya—sebuah dunia mini yang bisa ditinggali manusia, ditanami herbal, dan kelak menjadi surga kultivasi—ia mulai menapaki jalan penuh darah dan pengorbanan. Musuh-musuh yang tamak datang satu per satu. Dari perantau hina, sekte kecil, hingga penguasa galaksi. Namun di tiap pertarungan, Qin Shan bukan hanya berjuang untuk bertahan, tapi juga menguat, melampaui batas, dan menorehkan jalannya sendiri. Dari galaksi terendah, ia akan menantang langit, menembus sembilan galaksi, dan melangkah ke dunia surgawi, dunia Dao, hingga dunia Tao. Dengan empat garis darah ilahi, tubuh surgawi, mata ilahi, dan tekad baja—nama Qin Shan akan mengguncang semua dunia.
Pendekar
1.2K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
The Don's Hidden Heiress: Last Week Alive

The Don's Hidden Heiress: Last Week Alive

When I drink the amber-colored poisonous wine, I can hear the joyful melody of a toast song coming from the manor. The wedding between Emanuela Romano and my ex-fiance, Benedetto Martini, is being held there right now. The elderly butler, Vincenzo Romano, puts away the wine glass with a blank expression. The way he speaks is as somber as one sounds when they give a speech at a funeral. "You know the Don's will very well, Ms. Andreotti. Five years are officially up, yet neither Mr. Andreotti, Mr. Martini, nor Dr. Foscari is willing to pledge their loyalty to you via the blood vow. According to the rules, you must take your own life within seven days. "The Don had left the Ashwine to you as a means of protecting… what little pride you have." Scorching pain begins spreading from my throat. I just smile at Vincenzo in return. Pride? Does a bastard spawn of a loose Iernian woman deserve to retain pride of any sort in the cruel Andreotti family? I begin making my way toward the banquet hall, which is brightly lit. As I walk past the shimmering waters of the pond in the family garden, I can tell that the waters are insanely cold. Then again, nothing is as cold as my icy heart right now. After taking a deep breath, I fall face-first into the pond… only to feel an iron-clad grip wrenching me backward. As such, I collapse onto the lawn heavily. My older brother, Alessandro Andreotti, has bits of grass covering his expensive suit. Disgust is written all over his handsome face. "Eva!" he grits out through his teeth, his voice lowered. "Must you spoil the mood on Emanuela's big day?" He then scoots closer to me, his alcohol-tinged breath fanning over my face. "You want to die, huh? Go ahead and do that, but can you die somewhere further? Don't stain the Andreotti land!" Alessandro turns to walk in the direction of the radiant lights, leaving me on the lawn, completely covered in mud. I can feel the countdown of my lifespan burning my insides. Seven days… I only have seven days to live. Meanwhile, my very own brother wants me to die somewhere further away.
Baca
Tambahkan
One Week Postpartum, Betrayed by My Husband

One Week Postpartum, Betrayed by My Husband

A week after I gave birth via C-section, Mark Whitman invited his friends over to celebrate the birth of our son. The crowd was boisterous—more than a dozen people. Not one of them bothered to remove their dirty shoes. The wooden floor was soon covered in muddy footprints. Mark came into the room and, without a hint of concern, ordered me out of bed. "Everyone's waiting outside. Don't just hide here and rest—you're embarrassing me in front of our guests." I had no choice but to push through the pain, forcing my body to prepare a huge meal for the large crowd, all on my own. When I carried the final bowl of steaming soup to the table, Lily Hoyte—whether intentionally or not—jabbed her hand against the wound on my abdomen. My hand trembled from the sudden pain, and the bowl slipped slightly, spilling the hot soup onto Lily's shoes. Mark's face darkened instantly. "What the heck did you do, Cammy? Lily rushed here right after her plane landed from overseas to see our son, and this is how you treat her?" The crowd quickly chimed in. "Come on, Cammy, no need to be so petty." "Mark and Lily grew up together. If there was really something between them, do you think you'd even be here now?" "Do you even know how much those shoes cost? They're limited edition—easily over ten thousand dollars. And you just ruined them." Lily stood up awkwardly, her eyes misting with tears. "If Cammy doesn't like me," she said softly, "then I'll leave. I don't want to be a bother." But Mark grabbed her hand in an exaggerated display of protection, his voice harsh as he turned to me. "Wipe Lily's shoes clean. Right now." His partiality for Lily made something sharp twist in my chest. My lips quivered as I fought back tears. "The wound on my stomach hasn't healed yet. I can't bend over." At that, his expression grew colder. "Don't use childbirth as an excuse. If you can't bend over, then kneel and wipe them. And if you won't, get out of my house!"
Baca
Tambahkan
The Tycoon's Scandal (Indonesia)

The Tycoon's Scandal (Indonesia)

Warning ! Cerita dewasa (21+) Harap bijak memilih bacaan ! Seuaikan usia kalian. ⚠️⚠️ Cerita dewasa!  Bukan bacaan anak kecil, sesuaikan usia kalian membaca ini! "Crys...." Crystal kembali menginterupsi ucapan Chiaki, ia menempatkan jadi telunjuknya di depan bibirnya dengan posisi vertikal. "Kau harus menurut, oke?" Apa-apaan? Menurut? Memakain es krim malam hari? Chiaki semakin terbengong-bengong saat menyaksikan Crystal meletakkan ember es krim di atas nakas, tetapi bukan itu yang membuat Chiaki terbengong-bengong. Yang paling menakjubkan adalah Crystal melucuti pakaiannya sendiri kemudian melucuti pakaian yang Chiaki kenakan dengan cara yang luar biasa berani seperti bukan Crystal yang selama ini ia kenal. "Crys, apa yang kau lakukan?" Crystal menyeringai. "Aku bilang tadi, 'kan?" Kerutan di kedua alis Chiaki bertambah dalam. "Tapi, untuk apa kau mengambil es krim?" Kulit pipi Crystal memerah dan demi Tuhan, Chiaki sangat menyukai setiap kulit pipi Crystal memerah, terlebih lagi mereka berdua telah polos. "A-aku hanya ingin menikmati es krim." Crystal meraih ember es krim. "Kau harus berbaring," ucap Crystal malu-malu. Meski pikirannya diselimuti dengan keheranan, Chiaki mengejawantahkan perintah Crystal juga, ia berbaring di atas tempat tidur. "Crys, jangan katakan...." "Itu benar," sahut Crystal, ia membuka penutup ember es krim lalu menyendok sedikit es krim, meletakkannya di atas dada Chiaki. Chiaki menggeram karena sensasi dingin yang melanda kulitnya. "Crys, akan kubalas kau." Crystal justru tertawa. "Kau ternyata rewel juga, ya?" Chiaki juga tertawa, tetapi dalam sekejap ia menggeram karena Crystal menjilati es krim yang ada di dadanya menggunakannya lidahnya membat  Chiai mencengkeram seprei dengan erat karena gairah menerpa dirinya setiap kali lidah Crystal yang menjelajahi kulitnya. Gadis itu meletakkan es krim di dadanya kemudian menjilatinya hingga es krim itu dengan cara yang sangat nakal, bahkan Crystal melumuri kejantanan Chiaki dengan es krim lalu menikmati es krim menggunakan lidahnya yang hangat.  
Romansa
9.9141.4K DibacaTamat
Tampilkan Ulasan (69)
Baca
Tambahkan
p33kh13
tuisan chery yg kedua yg kubaca. selain panas, ceritanya tidak dipanjang2kan, tapi tak terlalu ngebut sehingga rasanya kepingan puzzle lengkap dan pada tempatnya meski tidak berurut dr atas ke bawah, kiri ke kanan. Good job, Cherry!
Hareudang
ini cerita ke 3 dri karya kak Cherry yg aku baca setelah "a bankrupt billionaire" dan "i win you". tp yg d "a bankrupt billionaire" itu agak kesel endingnya smpe baper aku😭😭 smua nya bagus2 walaupun ada konflik tp gak bertele2. semangat ya kak
Baca Semua Ulasan
Felix And The Star Gemstone

Felix And The Star Gemstone

Allamanda.Cathartica
Bertahun-tahun lalu, disebuah negeri bernama Wynstelle, terjadi sebuah penghianatan keji yang dilakukan oleh putra pertama dari Raja ke-3 negeri tersebut. Raja Aldric yang merupakan Raja ke-3 sempat membuat keputusan untuk membebaskan negeri itu dan membiarkannya berdiri tanpa Raja. Hal tersebut dikarenakan sebuah ramalan yang menyebutkan bahwa ada salah satu keturunannya yang mempunyai aura kegelapan yang begitu pekat, dan bahkan bisa merubah kesucian negeri itu hanya dengan kalimat manisnya yang berbisa. Karena dibuatnya keputusan itu, Orazio--putra pertamanya yang seharusnya menjadi Raja selanjutnya tidak terima hingga berakhir memenggal kepala Sang Ayah dengan tangannya sendiri. Setelah meninggalnya Raja Aldric, ia akhirnya mengklaim Batu Permata Bintang menjadi miliknya. Alhasil, Ramalan itu menjadi nyata. Negeri yang mendapat kutukan akan kehilangan warna disaat Batu simbol dari Wynstelle itu jatuh ke-tangan yang salah pun terjadi. Namun disamping ramalan itu, ada juga sebuah ramalan yang mengatakan akan ada keturunan lain yang membawa cahaya terang yang akan melenyapkan kegelapan. Anak itu lahir dari sepasang suami-istri seorang peri dan seorang siluman naga. Sedangkan beberapa hari sebelum peristiwa itu, seorang anak berdarah peri dan siluman naga pertama lahir dari putri kedua Raja Aldric, atau sebut saja adiknya sendiri. Orazio yang mengetahui hal itu pun berusaha melenyapkan anak itu. Namun, kekuatannya dengan kekuatan siluman naga sepadan, hingga membuatnya sulit untuk mendekati anak itu. Kekacauan tak bermoral yang terjadi ini mengakibatkan renggangnya hubungan antara kaum peri dan kaum siluman naga. Hingga melebernya larangan tegas dari kaum siluman naga yaitu; tidak boleh ada satupun kaum naga yang berhubungan dengan kaum peri. Hal itu tentu membuat Andrio--menantu Raja Aldric meninggalkan istri serta putranya. Karena kesepakatan suami-istri itu, Anak itu tumbuh bersama manusia dan akan ia kembalikan ke dunianya kala usianya sudah cukup. Hal itu tentu saja tak jauh dari takdir Felix yang sudah digariskan untuk melenyapkan sang pembawa kegelapan.
Fantasi
106.7K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Lian Yue dan Roh Kaisar Iblis

Lian Yue dan Roh Kaisar Iblis

Di dunia Qingxia Realm, setiap manusia diwajibkan membangkitkan inti spiritual sebelum usia 18. Siapa pun yang gagal, terutama perempuan, akan dijadikan tumbal ritual atau dijual sebagai selir kelas bawah bagi bangsawan korup. Lian Yue, gadis dari Klan Lian, telah dicap sebagai “gadis tanpa bakat”. Sejak kecil dia dihina, disisihkan keluarga, dan dianggap tidak berguna. Malam sebelum ulang tahunnya yang ke-18—hari terakhir sebelum nasibnya ditentukan—dia menemukan lukisan kuno yang terlarang di gudang lama Klan Lian. Saat darahnya menetes pada lukisan itu, tersegel sebuah roh kuno pria muncul: Xuan Nightblade, Kaisar Iblis terakhir yang ribuan tahun lalu diberangus para dewa. Terikat oleh kutukan, ia menempati tubuh Lian Yue sebagai wadah sementara. Keduanya berbagi napas, emosi, bahkan desir halus hasrat yang tidak pernah Lian Yue pahami sebelumnya. Ikatan itu membuat tubuh Lian Yue dipenuhi energi gelap yang kuat—kekuatan yang dianggap terlarang oleh sekte-sekte besar. Dengan kekuatan itu, Lian Yue selamat dari “Upacara Penentuan Nasib” dan malah menarik perhatian banyak pihak: – Sekte Bintang Surya yang ingin menjadikannya murid – Klan Lian yang takut rahasianya terbongkar – Dewa-dewa yang ingin menyegel Xuan Nightblade untuk kedua kalinya – Dan para bangsawan yang menginginkan Lian Yue sebagai selir kontrak karena auranya yang berubah menjadi menggoda Di sisi lain, Xuan Nightblade mulai menguasai lebih banyak tubuh Lian Yue: dia bisa muncul ketika Yue ketakutan, marah, atau… terguncang secara emosional. Setiap kontak spiritual membuat keduanya semakin terikat—bahkan ketika Lian Yue ingin menjaga batas, tubuhnya bereaksi pada sentuhan roh itu. Ketika mereka akhirnya menemukan catatan kuno tentang cara mematahkan kutukan, Lian Yue menyadari sesuatu yang menakutkan: Semakin kuat dia, semakin kuat pula keinginan Xuan untuk menjadi manusia kembali—dan mengambil tubuhnya sepenuhnya. Di tengah cinta terlarang, bahaya yang mengintai, dan rahasia masa lalu yang perlahan terungkap… Lian Yue harus memilih: Membebaskan Xuan Nightblade dan mempertaruhkan tubuh serta jiwanya— atau menghancurkan.
Fantasi
205 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Kisah cinta lelaki bodoh

Kisah cinta lelaki bodoh

Widi
Sejak kematian gadis tambatan hatinya itu, Adi semakin bimbang menjalani kehidupannya. Dia tak tahu harus melangkah pada jalan dan arah mana yang akan ia tuju. Karena ia pikir telah kehilangan satu-satunya semangat dalam dirinya. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan sosok gadis yang memiliki rupa dan karakter persis dengan wanita yang telah meninggalkannya. Dari ujung rambut hingga ujung kaki tak ubahnya bagaikan melihat wanitanya kembali hidup ke dunia ini. " veny, pasti kau kembali hidup untuk menemuiku". Berkata pada dirinya sendiri lalu menghampiri gadis itu dan meraih lengannya. " Veny ? Sudah lama sejak saat itu..." Adi yang tersadar akan hal itu tak berani melanjutkan perkataannya.Gadis itu menoleh dan sontak kaget menatap Adi." Maaf, kamu siapa? " Tanya gadis itu heran." Ahh..ma..maaf nona, aku kira kau temanku. Na..namanya Veny." Dengan terbata-bata dan menunduk menahan malu.Tak berhenti sampai disitu, seraya melepaskan pegangan tangannya dari lengan gadis itu," Kalau boleh tau siapa namamu?"Gadis itu masih diam, tak tahu harus menjawab atau membiarkan saja. Karena ia pikir untuk apa meladeni pria iseng di depannya.Sesaat setelah gadis itu akan berbalik dan pergi, Namun sigap Adi segera menghampiri dan segera berusaha meyakinkan kata maaf padanya." Nona, maafkan aku. Telah lancang memegang tanganmu dan bersikap tidak sopan terhadapmu. "Dia berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan pada gadis itu agar mau memaafkannya. Dan...mungkin dia juga berpikir bahwa untuk bisa berkenalan dengannya, inilah saatnya berusaha.Setelah semua kejadian yang lalu, dia tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Setelah kematian Veny, hampir 7 tahun berlalu dan barulah saat ini ia memiliki semangat baru lagi. Entah itu kebodohan atau rasa setianya pada kekasih hatinya yang membuatnya begitu lama untuk dapat merasakan kehidupannya kembali. Namun yang pasti untuk saat ini, Dia seperti kembali hidup dan bersemangat, setelah kelam menimpanya.
Lainnya
105.2K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
444546474849
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status