Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Husband’s Lies

Husband’s Lies

I accidentally saw a notification pop up on my husband’s phone saying that an automatic transfer had been completed when I was using it for navigation. Immediately after that, his ex-girlfriend, Wanda Blake, sent him a message on WhatsApp: [I’ve received this month’s 10,000 dollars for child support. Thank you, Koah. I don't know what I would have done without you.] I froze. “Child support? “Koah, you told me that the money you send every month was for medical expenses for your mother’s treatment!” Koah Quinn’s expression stiffened as he explained, “Honey, don’t misunderstand. I just felt that life has become really hard for her because she’s a woman raising a child on her own. Her ex-husband refuses to pay child support, so I wanted to help her out…” I touched the old watch on my wrist. The one I had not replaced in years to save money, and felt extremely disappointed. “Your monthly salary is only 6,000 dollars. Where did you get so much money to send her?” He was silent for some time before finally admitting. “I used the money we had set aside for the new house’s downpayment.” I was stunned. He had taken the money my parents had scrimped and saved for decades for me as downpayment for a home and then transferred it to his ex-girlfriend as child support.
Short Story · Romance
1.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Rahim Sewaan Billionaire

Rahim Sewaan Billionaire

“Kamu sadar, Lily! Sadar sebagai ibu pengganti bagi anakku, itu sama saja meneken kontrak kalau kamu milikku! Meski hanya setahun. Aku membayarmu untuk itu.” Lily diam, jantungnya saat ini akan meledak. Mau tidak mau, Lily menuruti Axel. Lily mulai menarik tangan Axel agar lelaki itu bisa duduk dengan tenang. Tetapi gagal, Axel tidak bisa menegakkan badan. “Kau harus lebih berusaha, Lily,” perkataan Axel yang begini mirip ledekan. Wajahnya juga menyebalkan saat ini. Kalau bukan majikan, mungkin Lily sudah menamparnya. Lily kesal, meski Axel tampan, badannya ideal dan sebentar lagi Lily dan Axel akan terikat oleh sebuah perjanjian, tetap saja, Lily harus menjaga jarak. Dia tidak boleh aji mumpung. Lily berusaha sekali memasukkan kepala Axel ke kaus. Mengangkat kepalanya sulit sekali. Badannya berat. Napas Lily yang terengah terdengar oleh Axel, membuat lelaki itu tertawa. Pikirannya masih menerawang, malam ini harusnya dia merayakan hari pernikahannya dengan Bree. Namun, Bree malah memilih Wanda untuk diajak minum. Meninggalkan Axel, dan lelaki itu sangat sebal ditinggalkan seperti itu oleh Bree. “Bree ... Bree,” rutuk Axel sambil tertawa konyol. Sementara kausnya belum bisa terpakai, karena Lily kesulitan mengangkat kepala Axel. Axel, menangkap tangan Lily, menaruhnya di dadanya yang bidang. Wajah Lily merona, hangat. Namun, sekujur tubuhnya panas dan dingin. “Lily ...” panggil Axel dengan lirih, tangan Axel yang bebas membelai wajah Lily. “Maaf, tuan aku harus pulang,” ucapnya. Axel malah menarik Lily ke dalam pelukannya. “Kau temani saja saya di sini. Apakah kau tahu kalau sesungguhnya kau sangat cantik, murni dan tulus.” Lily menganggap kalau Axel sedang membual karena sedang mabuk. Jadi, wanita itu mengangkat wajahnya. Menatap Axel tajam. Andai saja, Axel sedang tidak mabuk malam ini. Jarak wajah Lily dan Axel hanya dua senti. Mata Axel berkilat, kepalanya dia majukan, mengikis jarak yang memang sudah sangat dekat.
Romansa
1026.4K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status