Home / Urban / Godaan Ibu Kos Cantik / 333. Perempuan rasa laki-laki

Share

333. Perempuan rasa laki-laki

Author: Harucchi
last update Last Updated: 2026-02-12 19:06:27

Tok! Tok! Tok! Tok!

Seseorang mengetuk pintu.

Tok! Tok! Tok!

Lagi, dan ketukan terakhir terasa bagai siraman air es yang membekukan ketegangan seketika.

Keduanya terpaku, saling menatap dengan napas memburu. Sepasang mata Dimas yang sebelumnya menggelap karena gairah, kini tajam dan penuh waspada.

“Mbak … Mbak Karina …!”

Mengenali suara pria yang khas itu, Dimas menghembuskan napas lega.

Jimmy.

Masih menatap Karina lekat, satu tangan Dimas menangkup sisi wajah wanita itu.

“Aku cek dulu ke depa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Ibu Kos Cantik   335. Dapur gelap dini hari

    “Gue mau minta tolong, Gus. Coba, lo deketin Caca. Bikin dia nyaman dan gali informasi pelan-pelan.”Agus dan Jimmy saling menatap heran satu sama lain. “Ini … soal permintaan tolong lo kemaren?” Jimmy bertanya sambil meletakkan mangkuk ke lantai.Dimas mengangguk. “Bener.”Sementara itu, Agus terdiam sejenak, lalu membuka suara, “Gali informasi apa ya Mas?” “Kemarin gue minta tolong sama kalian, buat selidiki seluruh penghuni kos ini. Salah satu di antara mereka, ada pelaku yang bikin gue dan Karina kemarin kecelakaan.” Dimas memejamkan mata kuat-kuat sejenak, “Dan selama pelakunya masih berkeliaran, bukan mustahil dia akan menyerang lagi. Karina dan gue sangat mungkin akan kembali dia serang.”Dimas memindahkan pandangan pada Agus. “Jadi, Gus. Gue minta, lo deketin Caca. Pancing dia untuk cerita soal gue.”Agus tampak meneguk ludah. “Sa-saya Mas?”“Dim, kalo Agus nggak mau, gue juga mau kok Dim!” Jimmy menunjuk dadanya sendiri. Matanya membeliak penuh semangat bagai ditawari segepo

  • Godaan Ibu Kos Cantik   334. Misi pedekate

    “Sampe lo nipu, gue hancurin hidup lo!” jerit Zee, kemudian kembali menyeret motor.Dimas mendenguskan tawa miris, campuran kesal yang dia tahan dan rasa tak percaya. Bisa-bisanya ada perempuan setidak tahu terima kasih ini? Hampir Dimas mengabaikan teriakan itu ketika dia melihat sesuatu yang membuatnya tercengang.Tato di bagian tengkuk Zee.“Waduh, galak e pol.” Agus bersungut.“WOY! SANTAI KALI!” teriak Jimmy. “Ditolongin malah gak tau diri lo.” Sementara itu, Dimas terpaku. Matanya menyipit, menelisik lekat bentuk tato yang tercetak di tengkuk Zee. Tidak terlalu jelas bentuk apa coretan hitam itu. Namun karena sosoknya telah menjauh, ditelan gelapnya cahaya remang di pekarangan kosan, Dimas tak bisa menebak secara persis.Ini semakin menjadi pertanyaan. Kalau memang benar Zee adalah orang di balik kecelakaan itu, apa motifnya?Dimas mengangkat ponsel yang masih dia genggam, mengetik pesan ke nomor Rudi.[ Rudi, cek ulang semua riwayat penghuni kos bernama Zee. Saya lihat, dia pu

  • Godaan Ibu Kos Cantik   333. Perempuan rasa laki-laki

    Tok! Tok! Tok! Tok!Seseorang mengetuk pintu.Tok! Tok! Tok! Lagi, dan ketukan terakhir terasa bagai siraman air es yang membekukan ketegangan seketika.Keduanya terpaku, saling menatap dengan napas memburu. Sepasang mata Dimas yang sebelumnya menggelap karena gairah, kini tajam dan penuh waspada.“Mbak … Mbak Karina …!”Mengenali suara pria yang khas itu, Dimas menghembuskan napas lega.Jimmy.Masih menatap Karina lekat, satu tangan Dimas menangkup sisi wajah wanita itu.“Aku cek dulu ke depan.” Satu kecupan kilat mendarat di bibir Karina. “Kamu, segera pakai baju. Istirahat.”Namun ketika Dimas hendak berdiri, Karina seperti tak memberi ruang untuknya bergerak. Alih-alih bangkit, wanita itu malah menahan tangan Dimas, seolah mencegahnya pergi.“Dim ….” Karina bergumam lirih. Ekspresinya murung, seperti belum rela jika hal yang tadi mereka lakukan akhirnya terjeda. Melihat reaksi itu, sebelah sudut bibir Dimas naik.“Aku temui Jimmy dulu, sebelum dia dobrak pintu.” ucapnya pelan, la

  • Godaan Ibu Kos Cantik   332. Dim, lakukan lagi

    “Awas!” Buru-buru Dimas menarik pinggang Karina. Namun lagi-lagi sialnya, Dimas yang berencana menarik Karina berdiri malah ikut terseret dan jatuh berdebum di lantai dengan posisi ….Karina kini berada di atasnya, hanya dalam balutan handuk yang nyaris lepas.Sejenak, hanya terdengar suara tetesan air dari pipa bocor yang mengisi hening.Napas keduanya saling bertemu di udara. Tatapan mereka saling bertemu, mengilatkan beragam makna dalam satu waktu : kaget, bingung, dan juga ….Gelegak ‘dahaga’ yang selama beberapa waktu terakhir tertahan.Aroma harum khas selepas mandi dari rambut dan tubuh Karina yang masih basah menguar samar, menggelitik penciuman Dimas untuk menghirup lebih. Gundukan kembar milik wanita itu nyaris berada persis di hadapan wajahnya, menyedot perhatiannya secara total. Dimas meneguk ludah, merasakan bagian dalam dirinya di bawah sana mulai meronta.Tangan Dimas yang melingkar protektif di pinggang Karina bergeser turun, hendak membiarkan Karina mengubah posisi ag

  • Godaan Ibu Kos Cantik   331. Gara-gara handuk dan keran bocor

    “Janda ya?” bisikan itu disertai dengusan berbahaya. Benturan sendok dengan bibir gelas menciptakan suara ‘ting’ yang nyaring. Dimas tak sadar melepas sendok cukup kasar. Dadanya seakan terbakar.Dimas tidak menoleh, tetapi rahangnya mengeras hingga otot-otot lehernya menegang. Kalimat tanya Irwan barusan cukup jelas menyiratkan ketertarikan. “Maksudnya apa?” tanya Dimas dengan suara bergetar menahan amarah. Semampu mungkin dia mempertahankan logika walau kesabarannya nyaris menyentuh batas.“Cuma nanya.” Irwan yang rambutnya kini dikuncir, berdiri sambil menyandar di dinding. Tangannya baru saja mengeluarkan sebatang rokok, lalu menyalakannya. Kepulan asap tipis mengudara di sekitar mulut Irwan sebelum dia berucap santai, “Cantik. Boleh juga.”Sialan!Dimas membalikkan bahu. Darahnya mendidih. Nyaris dia menarik kerah Irwan kalau saja—“Dim! Numpang hotspot hape lo dong!” —Jimmy tidak serta merta muncul di antara mereka.Dan tepat saat itu, Irwan melangkah pergi.Sial.Dia kehila

  • Godaan Ibu Kos Cantik   330. Janda ya?

    “Kamu yakin nggak apa-apa ikut bantu angkut barang-barang sampai sini?” tanya Karina yang sedang memperhatikan Dimas mengangkut tas tas besar milik wanita itu. Mereka kini sudah berada di rumah utama pemilik kos. “Maksudku nanti kalau ada yang lihat dan curiga?”“Nggak apa-apa. Cuma ngantar.” Bruk! Dimas membanting satu tas terakhir ke lantai. Napasnya sedikit terengah.Setelah menaruh seluruh tas, koper dan barang-barang Karina ke dalam, Dimas lalu berdiri sambil menarik napas panjang. Tampaknya dia perlu kembali intens berolahraga. Setelah sekian banyak drama menghantam hidupnya, dia memang kerap absen dari rutinitas gym. Ditatapnya Karina yang kini berdiri memperhatikannya dengan dahi berkerut cemas.Sejenak, waktu berlalu dalam hening. Keduanya saling bertukar tatapan sendu, sadar bahwa sebentar lagi akan ada hal berat yang muncul di antara mereka: jarak.Setelah sebuah helaan napas berat, Dimas menutup pintu depan yang masih terbuka. Dalam satu gerakan cepat, ditariknya Karina

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status