Share

Bab 160

Author: Nabila Ara
last update publish date: 2026-01-09 21:20:47

"Pa, aku boleh bertemu dengan Alana sebelum aku pulang ke rumah?" tanya Rose.

Waktu istirahat makan siang memang masih ada. Ia kangen dengan sahabatnya karena terakhir bertemu dengan Alana hanya di rumah sakit saat Alana datang menjenguknya.

"Boleh. Tapi pulangnya nanti sama-sama aku saja ya Sayang. Aku ingin hari ini kerja ditemani oleh kamu. Kalau kamu lelah nanti istirahat saja di ruang pribadi," ucap Arthur.

"Boleh deh. Tapi kasih tahu Jaka ya Pa kalau aku ikut Papa pulangnya. Nanti biar di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 299

    "Pa...""Iya, Sayang."Rose duduk di samping Arthur yang sedang sibuk dengan tabletnya. Rose cemberut karena Arthur mengabaikannya. Meski masih menjawab panggilannya namun tatapan pria itu masih fokus pada tabletnya.Saat tidak mendengar suara istrinya, Arthur menoleh ke arah Rose. Betapa terkejutnya ia saat melihat Rose yang sedang cemberut."Kenapa cemberut, hm?""Papa sih mengabaikanku. Memangnya sedang apasih? Dari tadi sejak kita pulang dari hotel, Papa sibuk terus sama tabletnya?"Arthur meletakkan tabletnya di atas meja. Ia tersenyum sambil mengusap pipi istrinya yang mulai tembem.Meski semakin tembem, ia sangat menyukainya. Bagi Arthur, saat ini Rose semakin enak untuk di peluk. Bukan berarti yang kemarin tidak enak di peluk, tetapi efek kenaikan berat badan karena hamil membuat Rose semakin empuk untuk di peluk."Maafkan aku, Sayang. Tadi ada hal urgent yang harus aku selesaikan. Tetapi sekarang sudah selesai kok. Kamu pasti mau menyampaikan sesuatu kan. Ada apa, Sayang?""

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 298

    Gerak amatir yang dilakukan oleh Alana pada pusat gravitasinya membuat Ken mengerang.Bukan hanya lidah Alana yang berusaha keras bermain, tetapi karena gigi gadis itu yang berbenturan dengan jaguarnya membuat jaguar kebanggaannya itu seperti di cubit cubit."Ouuhhh... Sayang..." Erangan Ken semakin terdengar nyaring. Ia sebenarnya ingin memberitahu istrinya agar tidak mengenakan giginya namun Ken tidak ingin membuat Alana berkecil hati atau kecewa. Ia tahan saja rasa saat jaguar kebanggaannya mengenai gigi Alana.Di bawah sana, Alana mulai nyaman dengan posisinya membantu suaminya hingga beberapa saat kemudian gadis itu mengeluarkan jaguar milik Ken dari dalam mulutnya dan mulai menggunakan telapak tangannya untuk bekerja.Ken tersenyum lega atas sikap yang diambil oleh istrinya kali ini. Bukan tidak suka dengan apa yang istrinya lakukan, hanya saja jaguarnya terasa di cubit cubit saat mengenai gigi istrinya.Kali ini, setidaknya pria itu tidak lagi merasakan gerakan di cubit yang in

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 297

    Belum sempat Alana berpikit tentang apa yang akan terjadi, Ken menurunkan tubuhnya dari pangkuannya dan membaringkannya di atas ranjang. Kemudian dengan gerakan lembutnya menarik pinggang kain berenda yang dikenakan istrinya.Tubuh Alana seketika tegang, tidak bisa membayangkan reaksi Ken yang melihat dengan jelas pusat hasratnya di bawah sana.Ken ada pria pertama yang melihat miliknya itu.Ken mengerang lebih keras lagi saat apa yang tersaji di hadapannya membuat kadar imannya mulai terkikis habis.Suara napas pria itu tersengal-sengal. Jaguarnya pun menggeliat ketika menemukan pawangnya.Sangat indah, itu lah pemandangan yang ia lihat saat ini. Alana begitu pandai merawat pusat gravitasinya. Bersih, tanpa ada rambut-rambut yang tumbuh serta bewarna merah jambu."Aakkkhhh...."Suara jeritan tertahan berasal dari bibir Alana, ketika tiba-tiba Ken meletakkan kedua telapak tangannya pada kedua betisnya.Ken membuka kedua kaki Alana, lalu mengambil posisi yang membuatnya bebas melakuka

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 296

    "Aaaaahhhhhh....."Sapuan lidah Ken di puncak bukit miliknya membuat Alana menggila karena sensasi yang dirasakan tubuhnya sungguh luar biasa. Pertama kali bagian tubuhnya itu merasakan seperti itu, rasanya geli bercampur nikmat.Tubuh Alana melengkung kedepan, kakinya bergerak resak."Ken..." Nama pria itu di sebut Alana beberapa kali.Ken mendongakkan kepalanya. Bibirnya sedang menikmati sajian istimewa yang ada di depannya.Dahaga yang sudah mendapatkan penawarnya.Bibirnya mengeksplor bersinergi dengan lidahnya yang menari-nari di sana tadi, membuat tubuh Alana bergerak-gerak tidak karuan."Apakah kamu terganggu dengan ini, Sayang?" Suaranya terdengar serak. Seandainya Alana menolak perlakuannya kali ini, tentu saja ia akan berhenti. Ken lebih mengutamakan kenyaman istrinya meski ia harus menahan diri.Mungkin saja istrinya merasakan perih atau sakit. Meskipun sebagai pria dewasa yang sudah kerap kali menonton film-film seperti itu, dia selalu saja mendapatkan pengetahuan dan beri

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 295

    "Aku mencintaimu, Alana." Begitu klise tetapi Alana sangat menyukainya."Aku juga mencintaimu." Tidak ada keraguan dalam hati, Alana membalas ungkapan cinta Ken."Apakah saat ini misalnya kita bersama, kamu keberatan Sayang?"Hembusan napas panasnya menerpa wajah Alana.Alana tersenyum kaku. Mendeskripsikan betapa saat ini tidak memiliki keraguan sekecil apapun pada suaminya."Aku milikmu, Ken. Terserah kamu saja."Jawaban itu begitu pasrah disertai dengan tatapan yang juga pasrah.Ken memilih menarik pinggang istrinya. Menyatukan tubuh mereka kemudian pria itu memagut lembut bibir Alana.Tidak ada keraguan di dalamnya, Alana menerima pagutan lembut bibir suaminya. Dari yang awalnya meletakkan telapak tangan di dada Ken, gadis itu kemudian melingkarkan kedua lengannya di leher sang suami.Ken menemukan sukacita yang sebenarnya.Bibir pria itu terus saja berselancar, menemukan titik yang bisa membangkitkan hasratnya hanya dengan bersentuhan seperti ini."Hemmmpppp...."Alana menemukan

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 294

    Acara pernikahan Ken dan Alana sudah selesai. Para tamu juga sudah pulang.Arthur dan Rose juga memilih untuk pulang ke rumah karena Rose ingin istirahat di kamar mereka.Hanya Ken dan Alana yang masih tetap berada di hotel.Saat ini mereka masih berada di lift untuk naik ke lantai dimana letak kamar pengantin mereka. Malam ini mereka memang menginap di hotel ini lalu lusa mereka akan pergi bulan madu ke Maldives.Alana berusaha untuk tidak menampakkan kegugupannya pada Ken. Ia berharap Ken tidak mendengar detak jantungnya yang begitu kencang saat ini.Sejak tadi, Ken tidak melepaskan genggaman tangannya dengan Alana.Triiing...Begitu pintu lift terbuka, Ken dan Alana langsung keluar dari dalam lift.Ken sebenarnya menyadari kegugupan istrinya, tetapi ia diam saja karena ia sendiripun mengalami hal yang sama.Saat tiba di depan kamar yang sama dengan kamar yang Alana tempati semalam, Ken langsung membuka pintu kamar itu. Betapa terkejutnya mereka saat masuk ke dalam kamar itu.Di at

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 116

    Arthur mengangkat tubuh Rose ke atas meja yang ada di ruang kerjanya. Berkas serta laptop yang ada di atas kerja ia geser hingga gelas yang berisi kopi di bawa oleh Rose tadi juga tergeser dan....Praaaang!!"Papa.." ucap Rose terkejut karena gelas kopi itu terjatuh ke lantai hingga pecah."Aku sud

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 108

    "Mmmmhhh...."Rose membuka matanya perlahan. Kelopak matanya terasa sedikit berat, seperti baru saja melewati malam yang sangat panjang dan sangat melelahkan. Ia mengerjapkan mata beberapa kali sebelum akhirnya fokus pada cahaya lembut yang masuk melalui tirai.Ia menghela napas kecil, lalu menoleh

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 114

    David duduk di sofa apartemennya, lampu ruang tamu hanya menyala setengah, menimbulkan suasana redup yang entah mengapa terasa pas dengan pikirannya yang sedang tidak menentu. Di tangannya, sebuah ponsel menyala, layarnya memantulkan cahaya tipis pada wajahnya yang tampak serius. Jari-jarinya berhe

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 110

    Tiga hari kemudian.....Rose berdiri di depan cermin sambil melihat pantulan dirinya yang sudah rapi karena hari ini adalah sidang pertama perceraian yang sempat di undur waktu itu. Ia mengusap dadanya yang sejak semalam merasakan gelisah. Gadis itu menarik napas lalu ia hembuskan dan ia lakukan h

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status