Chapter: 11 - Nama dari Masa LaluAh, rahasia itu akhirnya terbongkar juga.Padahal Liam sudah berusaha menutupinya. Berbahaya saat identitas Rosalie yang sebenarnya terbongkar.Gadis itu diincar oleh banyak orang. Mereka yang mengetahui siapa Rosalie tidak akan sungkan untuk mencelakainya. Itulah kenapa Liam selama ini berusaha mencari tahu diam-diam.Pikirnya, dirinya bisa tetap melindungi Rosalie tanpa perlu membiarkan gadis itu tahu tentang identitasnya yang sebenarnya.Tapi, semua terlambat sejak saudara-saudara ayahnya itu menemui Rosalie.Tawa Gilbert memenuhi ruangan persegi itu.Pria itu berkata. “Wah, kau ini benar-benar luar biasa, Liam. Sejak kapan kau merencanakan semua ini?”Liam tidak menjawabnya. “Kami pikir kau hanyalah anak penurut yang begitu mencintai Tuan Besar. Tapi tidak diduga, ternyata kau menyimpan kelicikan pada wajah kaku dan dinginmu itu. Sungguh permainan yang berbahaya.”Gilbert dan Eva ditarik keluar ruangan, sementara Gerald yang menghindari konfrontasi diam-diam mengekori mereka.Rua
Last Updated: 2025-08-30
Chapter: 10 - Putri Tuan Grey“Maaf, apa yang…”Belum sempat perawat itu menyelesaikan pertanyaannya, Gilbert langsung menerobos masuk bersama istri dan saudaranya, mendorong kasar perawat itu hingga wanita malang itu jatuh tersungkur ke lantai.Sementara Rosalie dibuat kebingungan dengan wajah-wajah asing yang baru dilihatnya. Tiga orang itu menatapnya dengan mata lebar dan mulut menganga.“Sayangku!” Eva menyentuh lengan Gilbert. “Wajah itu! Ini tidak salah lagi.”Sementara Gilbert menyaksikan dengan badan menegang dan wajah pias. Seolah dia melihat sebuah hantu dari masa lampau.Seolah merasa terancam, perasaan cemas dan takut tiba-tiba merayap dalam diri Gilbert. Dengan cepat berubah menjadi amarah yang tidak bisa terbendung.Kedua tangannya terkepal kuat. Gilbert kehilangan akalnya dan langsung maju mendekat ke arah Rosalie dengan dua tangan terangkat.“Sialan! Kubunuh kau sekarang juga!”Pria itu mendekat. Dia hendak mencekik Rosalie!Panik, Rosalie berusaha bangkit dari kasur. Namun, belum sempat Gilbert me
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: 9 - Gangguan Liam dibuat mengerutkan dahi ketika mendapati ponselnya bergetar lama. Ada panggilan masuk. Karena sedang berada di kamar rawat ayahnya, jadi Liam memutuskan keluar.Diangkatnya panggilan itu. Berasal dari seseorang yang dibayarnya untuk menjaga pintu kamar rawat Rosalie.“Ada apa?” Liam langsung bertanya begitu mengangkat panggilannya.“Maaf, Pak. Saya tidak bermaksud mengganggu Anda, tapi sepertinya Anda harus datang ke sini. Ada gangguan yang menuju lokasi saya.”“Apa maksudmu?” Liam bertanya lebih jauh.“Saya melihat Pak Gilbert dari posisi saya. Datang bersama istri dan putra bungsu keluarga Syl Hampton. Dia sedang berbicara dengan beberapa perawat, dan saya yakin dia sedang menuju ke sini.”Rahang Liam langsung mengeras. Pengganggu itu! Ternyata mereka sudah tahu.“Baiklah, aku akan segera ke sana.” Liam langsung memutuskan panggilan dan memasukkan ponselnya ke dalam saku dengan kasar.Dia berlalu dengan langkah lebar menuju kamar Rosalie. Dan benar saja, di sana sudah ada keram
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: 8 - Ancaman Dari Masa LaluPerasaan itu adalah jenis perasaan yang sama yang pernah Rosalie temui. Bukan hal yang baru, tapi tetap terasa asing. Plafon ruangan yang begitu bersih, sekelilingnya yang terasa sepi, serta senyap yang begitu mencekik. Rosalie akhirnya sadar berjam-jam setelah operasi. Tubuhnya terasa kaku di atas ranjang. Ingatan mengerikan dari berbulan-bulan lamanya sendirian, kesepian di rumah sakit tanpa ada yang menjenguknya menghantuinya. Kedua matanya begitu saja terasa basah. Teriakan tertahan di tenggorokannya. Sampai akhirnya sebuah langkah menyapa telinga Rosalie. Suara kecil itu menjadi irama yang menyenangkan untuknya. Ada seseorang di sana! Lalu…. “Apa kau sudah sadar?” Sebuah suara yang masih terasa asing pun menyapa. Membuat Rosalie mengalihkan matanya ke sumber suara. Liam di sana. Berdiri di tepi ranjang. “K-kau—” Suara Rosalie tercekat. Terdengar serak. Tapi pandangannya melihat semakin jelas. Wajah itu begitu dekat dengannya. Terlihat cemas. “Tidak perlu berbicara dulu. T
Last Updated: 2025-08-28
Chapter: 7 - Kontrak Kesepakatan Sebuah gedung besar yang terlihat sangat megah berdiri kokoh di hadapan Rosalie. Ketika Rosalie membaca sebuah tulisan besar mengkilap yang ada di bagian depan gedung tersebut, barulah Rosalie tahu dugaannya tidak salah. Syl Hampton Company adalah salah satu perusahaan multinasional terbesar. Semua orang tahu tentang perusahaan tersebut. Seseorang yang menduduki jabatan sebagai CEO dari Syl Hampton Company. Orang itu adalah Liam. Mustahil tidak ada yang mengenalnya saat nama itu disebut di tengah keramaian. "Mari. Ikutlah denganku. Kita akan segera mengurus kontraknya." Liam yang baru turun dari mobil langsung meminta Rosalie untuk ikut bersamanya. Tidak ada bantahan dan Rosalie hanya mengikuti pria itu menuju pintu utama perusahaan. Semua orang membungkuk ketika Liam berjalan, mulai dari pintu masuk sampai ke bagian dalam perusahaan. Mereka semua terlihat begitu menghormatinya. Rosalie merasa tidak enak berada di sana. Karena dirinya berjalan beriringan bersama Liam, orang-or
Last Updated: 2025-08-27
Chapter: 6 - Penawaran Rosalie adalah satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan ayah Liam?Itu tidak masuk akal. Dirinya bukan dokter yang bisa memberi diagnosis mengenai sebuah penyakit, bukan juga Tuhan yang bisa memberi keajaiban untuk menyembuhkan seseorang. Tapi kenapa Liam mengatakan hal demikian?"Aku akan menjelaskannya di luar," kata Liam kemudian. Mempersilahkan Rosalie lewat gerakan tangannya untuk menuju pintu. Dan Rosalie pun akhirnya hanya mengikuti Liam untuk kembali keluar dari ruangan tersebut.Mereka berdua berdiri tepat di samping pintu ruangan ayah Liam. Wajah Liam, seperti biasa, terlihat kaku tanpa ekspresi."Ayahku sudah lama didiagnosis memiliki penyakit kanker darah. Tapi belakangan, keadaannya cenderung menjadi jauh lebih buruk. Dokter menyarankan operasi dengan donor yang tepat."Tentu Rosalie tidak sebodoh itu untuk tidak mengerti setiap kalimat yang barusan diucapkan oleh Liam. Kata penyakit dan donor cukup untuk membuat Rosalie mengaitkannya dengan semua hal yang terjadi. Itu
Last Updated: 2025-08-27
Chapter: 53 - Pindah KamarSaat memasuki kamar Gabriel, Evelyn menyimpulkan satu hal. Bahwa pria itu adalah orang yang sangat rapi dan detail. Sejak menikah, itu adalah pertama kalinya Evelyn memasuki kamar Gabriel. Sampai sejauh itu."Kau bisa mengambil pakaianmu untuk malam ini saja. Sisanya aku akan meminta pelayan merapikannya untukmu besok. Aku akan mandi lebih dulu," kata Gabriel bergerak ke arah meja yang ada di kamarnya. Dia meletakkan ponsel serta kunci mobilnya di sana. Di sebuah tempat berbentuk kotak untuk kunci mobil."Baiklah," katanya Evelyn menganggukkan kepalanya pelan. Saat Gabriel masuk ke kamar mandi, Evelyn meletakkan jas serta tas kerja Gabriel yang dipegang olehnya di atas ranjang. Setelahnya dirinya kembali keluar untuk pergi ke kamarnya. Hanya mengambil satu setel pakaian untuk malam itu dan dia kembali menuju kamar Gabriel.Ketika menutup pintu kamarnya, Evelyn mendengar suara langkah kaki di belakang tubuhnya. Membuatnya langsung menoleh. Evelyn mendapati salah satu pelayan di sana.
Last Updated: 2025-08-25
Chapter: 52 - Semua Untuk Evelyn "Kali ini kau tidak tertidur." Gabriel berbicara. Menyindir Evelyn yang masih duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Sejak siang tadi gadis itu terus terjaga dan anteng sekali duduk di sana.Kadang main ponsel, kadang saat dia Bosan, dia memilih berkeliling di ruangan Gabriel, kadang juga Hanya duduk memainkan kakinya. Seperti anak kecil."Itu karena aku khawatir kau harus menggendongku ke bawah kalau aku tertidur," sahut Evelyn akhirnya."Sebenarnya tidak masalah. Tubuhmu tidak seberat itu.""Tapi aku malu. Aku yakin ada beberapa orang yang belum pulang setiap kali aku pulang dalam keadaan digendong olehmu. Mereka pasti memperhatikanku. Kalau terus-terusan seperti itu, mau ditaruh di mana wajahku?""Bukankah itu jadi terlihat kita sangat harmonis? Semua orang pasti iri dengan hubungan kita.""Berhentilah." Evelyn berdiri dari posisi duduknya. "Daripada membicarakan itu, apa pekerjaanmu sudah selesai?" Dia bertanya bersemangat. Tidak sabar ingin pulang."Katakan saja kalau kau bosa
Last Updated: 2025-08-24
Chapter: 51 - Penerimaan "Ibuku bilang dia melahirkanku hanya sebagai alat. Katanya itu adalah kewajibanku untuk mengurusnya setelah aku besar dan bisa mencari uang sendiri." Evelyn bertanya berbicara dengan senyum tipis di bibirnya. Menyayat hati Gabriel."Aku sudah berusaha keras selama ini. Aku tidak pernah membeli barang yang kuinginkan, aku tidak pernah pergi berlibur, aku juga tidak pernah pergi bersenang-senang bersama teman-temanku. Karena aku tidak memiliki uang."Evelyn menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tidak ingat kapan terakhir kali jadinya bercerita. Saat menyadarinya, itu tidak pernah terjadi. Karena dirinya tidak mau membuat orang lain kesulitan, kepikiran dengan masalah yang dihadapi olehnya dan akhirnya merasa kasihan.Tapi Gabriel. Perlakuan pria itu kepadanya selama ini. Itu membuatnya merasa memiliki tempat pulang paling nyaman. Itu membuatnya merasa memiliki seseorang yang paling bisa diandalkan, sesuatu yang tidak pernah dimilikinya selama ini."Aku sudah mengurus diriku sendiri sejak s
Last Updated: 2025-08-23
Chapter: 50 - Tempat Pulang yang Diharapkan "Apa kau tidak menyesal karena sudah menikah denganku?"Saat pertanyaan itu meluncur, Gabriel tahu bahwa memang ada yang tidak beres. Evelyn tiba-tiba datang tanpa alasan apa pun. Dia tidak membawa makan siangnya dan muncul dengan keadaan berantakan."Kenapa kau membicarakan hal yang aneh?" Gabriel mengangkat kedua tangannya dan mengusap basah pada pipi Evelyn. "Soal kesepakatan itu—"Sontak saja Evelyn langsung menundukkan kepalanya lagi. Dia menyambar tangan Gabriel yang sedang mengusap pipinya. Membuat ucapan Gabriel terhentiYa, soal kesepakatan. Evelyn lupa dengan hal itu. Entah pertanyaan bodoh apa yang sedang dirinya tanyakan kepada Gabriel. Seolah-olah pria itu memiliki hal lain saja. Tentu saja semuanya karena kesepakatan yang disetujui olehnya sejak awal.Pria itu mungkin tidak menyesal karena dia juga mendapatkan keuntungan dari kesepakatan pernikahan itu. Evelyn mengerti. Tapi kedatangannya kali ini seakan meminta hal lebih dari Gabriel. Atas semua hal buruk yang sudah dit
Last Updated: 2025-08-22
Chapter: 49 - Meminta Pelukan"Apa Gabriel yang ada di ruangannya?" Seperti biasa, setiap kali Evelyn datang ke kantor Gabriel, dia memastikan keberadaan suaminya itu terlebih dahulu kepada petugas resepsionis sebelum memutuskan untuk naik atau tidak."Oh, ada. Kebetulan beliau baru saja kembali dari rapat di luar. Anda bisa langsung menemuinya di ruangannya." Si petugas resepsionis itu menjawabnya dengan ramah.Evelyn langsung menganggukan kepala. "Terima kasih. Kalau begitu aku langsung pergi ke sana. Jangan lupa dengan makan siangmu. Ini sudah hampir waktunya makan siang, 'kan?" Dia memberikan perhatian di akhir dan si petugas resepsionis itu hanya tersenyum sambil menganggukan kepala.Ada yang aneh saat itu dengan istri atasannya. Itulah isi kepala si petugas resepsionis. Tapi dia tidak mengatakannya. Hanya diam-diam memperhatikan.Petugas resepsionis tahu bahwa mungkin ada sesuatu yang buruk baru saja terjadi pada istri dari atasannya itu, karena dirinya bisa melihat kedua mata Evelyn yang agak bengkak. Seper
Last Updated: 2025-08-21
Chapter: 48 - Rasa Muak yang Terpendam"Bu, bisakah kau berhenti saja?" Evelyn bertanya kepada ibunya. Sambil terus mengusapi air matanya yang malah turun semakin banyak."Berhenti bagaimana maksudmu? Sebenarnya apa yang sedang kau bicarakan ini?" Ibunya itu balik bertanya seolah-olah tidak mengerti.Semuanya. Demi Tuhan Evelyn hanya menginginkan agar semuanya berhenti. Wanita itu memperlakukannya dengan sangat buruk selama ini dan sekarang dia bahkan dengan terang-terangan mengatakan bahwa alasan kelahirannya hanyalah dimaksudkan sebagai mesin ATM, sebagai pengasuh, sebagai seseorang yang bisa memenuhi kebutuhan ibunya itu setelah dirinya bisa mencari uang sendiri.Jadi setelah banyaknya hal yang dilalui oleh ibunya setelah melahirkannya, wanita itu menginginkan balasan sebagai bayarannya. Mungkin sesuatu yang harus dilakukannya agar dia bisa hidup sejahtera sampai tua. Dia tidak perlu bekerja, karena dia memiliki seorang anak yang wajib mengurusnya.Evelyn tahu hal itu tanpa ibunya mengatakannya dengan lantang. Meski tid
Last Updated: 2025-08-20