Cintai Aku Sepanjang Malam, Pak Dosen
(Area Dewasa!!! 21+) "Ahh, pelan-pelan, Pak!"
Suara itu membuat bulu kuduk Ivy meremang. Saat melihat dari balik jendela, Ivy melihat seorang mahasiswi dan dosennya sedang bercinta! Ivy segera mengangkat ponsel, dan merekam adegan itu. Jika beruntung, Ivy bisa mengancam dosennya dan mendapat uang untuk menutupi hutang ayahnya!
Tapi, siapa sangka, takdir bergerak ke arah yang tidak terduga. Damian, dosen dingin yang Ivy tuduh telah melanggar etika di wilayah kampus, malah tersenyum miring dan menantang. "Kamu pikir, kamu bisa menjebak saya dengan trik murahan seperti ini?"
Sebelum Ivy sadar, mendadak keadaan berbalik, dan Ivy malah terjebak dalam situasi tidak terduga dengan dosen tampan itu.
"Pak, mohon ampuni saya! Saya akan melakukan apapun untuk Bapak!"
"Apapun?" Pria itu menyeringai. "Kalau begitu, saya punya pekerjaan yang cocok untukmu."
อ่าน
Chapter: 95 - Keterlibatan Lebih JauhIvy ingat. Damian berkata untuk tidak ada perasaan apa pun yang terlibat antara dirinya dan Damian. Apa yang terjadi hanyalah sebatas komitmen, kesepakatan. Tidak lebih dari itu.Tapi setelah semua yang Damian lakukan, Ivy ragu bahwa dirinya bisa tetap menggembok perasaan itu.“Kamu butuh apa? Bilang saja.”“Apa kamu mau makanan yang lain? Mungkin saja kamu bosan dengan makanan yang saya masak. Saya bisa membuatkannya untuk kamu.”“Mana obatnya? Biar saya bantu bukakan agar kamu bisa cepat meminumnya.”“Biar saya bantu keringkan rambut kamu.”Dan masih banyak lagi. Pada akhirnya Ivy benar-benar ketergantungan dengan semua perlakuan Damian.Pagi hari saat dirinya memutuskan untuk pergi ke kampus, Ivy refleks begitu saja mendekati Damian yang berada di luar kamar.Ivy berdiri di samping sofa yang sedang diduduki Damian. Pria itu sedang menyiapkan materi. Tapi karena kehadirannya, Damian langsung mengalihkan pandangan. Ivy mengalihkan mata sambil menggigit bibirnya malu-malu. Damian lan
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-23
Chapter: 94 - Perhatian BerlebihanBerhari-hari berikutnya Ivy sudah boleh pulang. Ivy hanya duduk dengan tenang di sofa sementara Damian yang merapikan semua kebutuhan miliknya dan memasukkannya ke dalam tas.“Clara pasti benar-benar curiga. Ivy berbicara saat Damian memasukkan bajunya ke dalam tas.“Tentang apa?” Pria itu bertanya.“Setiap hari, setiap kali Clara datang ke sini, dia terus memastikannya bagaimana Bapak bisa menjanjikan untuk merawat saya? Dia pasti berpikiran yang tidak-tidak.”“Biarkan saja. Untuk sekarang kamu hanya perlu fokus dengan kondisimu.”Ivy langsung cemberut. “Seharusnya Bapak tidak mengatakannya seperti itu. Saya juga bisa menanganinya sendiri. Lagi pula saya tidak mau membuat Clara kerepotan kalau harus membiarkan saya menginap di rumahnya.”Damian menatap Ivy sekilas kemudian mengangkat bahu. “Sudah telanjur juga,” katanya lempeng.Pria itu menenteng tasnya dengan satu tangan kemudian menghampiri Ivy. “Saya akan ambil kursi roda dulu,” kata Damian.Tapi buru-buru Ivy menggelengkan kepal
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-23
Chapter: 93 - Ada Apa Dengan Mereka?Sore itu pintu ruang rawat kamar Ivy terbuka. Saat melihat Clara muncul dengan senyum cerianya, Ivy langsung semringah. Seharian hanya berbaring di atas ranjang membuat Ivy merasa bosan.Damian sudah kembali sejak siang tadi, tapi pria itu datang dengan laptop dan barang-barang lain yang berhubungan dengan pekerjaannya. Karena Damian juga bukan tipikal yang suka banyak mengobrol, jadi meskipun ada pria itu di kamarnya, tetap saja Ivy luar biasa bosan karena tidak ada teman bicara.“Bagaimana keadaanmu?” Clara bertanya dan masuk lebih jauh ke dalam ruangan. Dia juga sempat melemparkan senyum sopan kepada Damian yang duduk di sofa. Pria itu hanya menganggukan kepalanya singkat.“Sudah lebih baik,” jawab Ivy mencondongkan tubuhnya lebih dekat ke arah Clara saat temannya itu duduk di kursi yang ada di samping ranjang. “Sebenarnya aku ingin mengatakan kepadamu bahwa aku baik-baik saja dan kamu tidak perlu datang ke sini, karena aku tahu kamu juga sibuk kuliah.” Lalu Ivy lebih berbisik di
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-22
Chapter: 92 - Pemutusan PertunanganSetelah mendapatkan informasi tentang pelaku penabrakan Ivy, Damian tidak bisa tidur. Pagi datang dan dirinya masih terjaga. Merasa tidak bisa lagi menunda untuk menyelesaikan masalah antara dirinya dan Catherine.Ketika Ivy bangun, Damian hanya menarik senyum tipis. Perawat masuk tak lama setelah itu. Membawa infus baru untuk Ivy.Damian langsung berdiri dari kursinya. Memang sejak tadi menunggu kedatangan perawat. “Ada sesuatu yang perlu saya urus. Saya akan kembali dalam beberapa jam. Kamu tidak masalah ‘kan kalau saya tinggal?” Damian bertanya terlebih dahulu kepada Ivy.Ivy hanya menganggukkan kepalanya karena berpikir mungkin Damian hanya ingin pergi ke kampus.“Minta pihak rumah sakit untuk menghubungi saya kalau ada sesuatu.”“Saya baik-baik saja, Pak.” Ivy menegaskannya dengan senyum kecil. “Bapak bisa pergi,” katanya menenangkan. Damian pun beralih pada perawat di samping ranjang. “Saya mau ada orang yang rutin mengecek pasien setiap setengah jam sekali. Langsung hubungi s
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-21
Chapter: 91 - Dalang Utama“Baiklah, saya minta tolong kepada Bapak untuk menjaga teman saya. Hubungi saya kalau ada sesuatu.” Clara akhirnya hanya bisa berpesan kepada Damian. Tidak punya pilihan selain mengandalkan pria itu sepenuhnya. “Tentu.” Damian menjawabnya dengan anggukan pasti.“Saya akan panggil dokter sekarang.” Clara menghampiri Ivy sebentar. “Maafkan aku. Aku akan datang lagi besok. Cepatlah sembuh,” pesan Clara hanya dibalas senyum tipis oleh Ivy.Lalu gadis itu menghilang di balik pintu dengan langkah cepat.Setelah kepergian Clara, dokter datang untuk memeriksa keadaan Ivy yang baru sadar. Damian bertanya banyak hal kepada dokter itu. Tentang kerusakan organ yang mungkin terjadi, berapa lama pemilihannya, atau apa saja hal yang perlu dikhawatirkan.Dokter itu menjawabnya dengan penuh hormat. Menjelaskan dengan hati-hati.“Saya mau perawatan terbaik untuk gadis ini. Pemantauan secara penuh juga,” pesan Damian kepada dokter dan perawat itu.“Baiklah. Kami akan melakukan yang sesuai perintah And
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-21
Chapter: 90 - Dia Tanggung Jawab SayaDamian biasanya tidak pernah terlalu mengkhawatirkan sesuatu. Entah dirinya sendiri atau orang lain. Bukan karena Damian tidak punya perasaan, tapi karena selama hidupnya Damian tidak pernah membiarkan dirinya terlibat terlalu jauh dengan orang lain.Tapi saat Damian menginjakkan kakinya di rumah sakit, Damian langsung sadar dua kesalahan yang sudah dibuat olehnya.Yang pertama adalah membiarkan Ivy memasuki hidupnya atas izinnya sendiri, dan yang kedua adalah membiarkan dirinya terlibat terlalu jauh dengan gadis itu.“Kamu harus baik-baik saja.” Damian tidak tahu berapa kali dirinya mengulang perkataan itu. Pertama kali dalam hidupnya memilih melantunkan doa yang dimaksudkan untuk seseorang yang seharusnya asing, tapi entah sejak kapan menjadi begitu dekat.Damian bertanya kepada perawat di mana ruangan tempat Ivy dirawat. Perawat itu dengan sopannya memberitahukan kepada dirinya. Mendorong Damian untuk melesat cepat menembus sibuknya rumah sakit. Damian bahkan tidak mengetuk pintu
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-20
Chapter: 139 - Aku Milikmu dan Kau MilikkuHalaman belakang kediaman Syl Hampton disulap menjadi lokasi pesta pernikahan. Karpet berbulu berwarna hijau di halaman penuh dengan kursi-kursi berkain putih yang berjajar sangat rapi. Sudah diisi penuh dengan para tamu undangan.Karpet berwarna putih terhampar di antara barisan kursi yang membelah menjadi dua bagian. Menuju tempat pelaminan.Saat semua orang menanti-nanti mempelai wanita yang akan datang, jauh di dalam rumah Rosalie dibuat kelimpungan untuk menangani perasaan gugupnya sendiri.Penampilannya jauh berbeda dari yang biasanya. Gaun putih dengan bagian belakang menjuntai panjang terpasang sempurna di tubuh Rosalie yang molek.Satu ketukan terdengar dari arah pintu dan Rosalie langsung mengalihkan pandangan. Menemukan ayahnya berdiri di tengah ambang pintu yang terbuka. Pria itu tersenyum dan langsung masuk ke dalam“Kau terlihat gugup sekali.” Greyson mengusap bagian anak rambut di sisi wajah Rosalie. Melakukannya hati-hati agar tidak menyentuh kulit wajahnya. Greyson ti
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-30
Chapter: 138 - DamaiDuduk berhadap-hadapan dengan Chelsea di satu ruangan yang sama, Rosalie tidak pernah sekalipun menduganya bahwa rasanya akan begitu tidak menyenangkan. Entah bagaimana wajah yang dulu pernah melihatnya dengan sorot ceria, sekarang memandangnya penuh rasa benci. Tidak ada apa pun yang tersisa dalam tatapan Chelsea selain kebencian. Seakan dirinya sudah mengambil setiap hal berharga dalam hidup Chelsea. Merenggutnya tak bersisa darinya.Rosalie menarik senyum dan bertanya. “Bagaimana kabarmu?” Bukan untuk basa-basi, tapi betulan dirinya ingin tahu mengenai kabar tentang Chelsea.“Menurutmu apalagi yang bisa kau harapkan? Apa kau pikir aku bisa berpesta ria di dalam sini? Apa menurutmu aku bisa memasang wajah bahagia saat di dalam sini? Kau pikir ada hal yang menyenangkan tentang tinggal di penjara?”Tidak tentu saja. Rosalia sedikit banyak bisa membayangkannya. Tempat tidur tanpa kasur empuk, makanan yang dijatah, bahkan ada banyak perseteruan yang tidak diketahui olehnya.Tidak ada s
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-30
Chapter: 137 - Doa Dari Masa LaluRosalie baru tahu bahwa pernikahan ternyata akan serumit itu. Dirinya pernah menikah tentu saja, tapi tidak pernah memikirkan keseluruhan pernikahan sama sekali.Saat menikah dengan mantan suaminya dulu, Rosalie tidak melakukan apa pun. Semuanya diatur oleh Alex dan ibunya. Mulai dari konsep acara, konsep undangan, gaun pengantin, tempat dan sebagainya. Ibu Alex tidak membiarkannya untuk membantu karena khawatir seleranya jauh di bawah mereka.Dirinya hanya perlu menerima bersih. Itu nyaman-nyaman saja meski belakangan baru diketahui olehnya rasanya tidak memuaskan menikah dengan konsep yang tidak sesuai dengan kemauannya.Tapi sekarang rasanya jauh lebih rumit. Barisan gaun pengantin yang sedang dilihatnya di sebuah tablet benar-benar cantik. Rosalie tidak bisa memilihnya. Sejak tadi dirinya hanya terus menggulir layar ke kanan. Menggulirnya lagi ke kiri hanya untuk memastikan bahwa gaun sebelumnya sepertinya terlihat jauh lebih baik daripada gaun di gambar yang selanjutnya.Benar-be
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-30
Chapter: 136 - Maukah Kau Menikah Denganku?Bab 136Rosalie memperhatikan seorang wanita yang berdiri di hadapannya. Diam tidak bergerak. Wanita itu mengenakan gaun satin selutut berwarna putih tulang.Kaki jenjangnya dilapisi dengan high heels berwarna serupa. Rambutnya di gerai bebas. Dengan kepangan halus di kanan dan kiri. Terikat di bagian belakang. Wanita itu adalah pantulan dirinya di cermin.Rosalie tidak tahu sudah berapa kali dirinya memperhatikan cermin hanya untuk memastikan penampilannya tidak buruk.“Kau sudah sangat cantik.” Suara itu pun menginterupsi kegiatan kecilnya.Rosalie berjengit sambil menoleh ke arah pintu. Menemukan ayahnya berdiri dengan kedua tangan menyilang.“Pria-mu sudah menunggu di luar. Kapan kau akan menemuinya?”“Liam sudah datang?” Rosalie melotot. Buru-buru pergi ke arah kasur untuk menyambar tas selempangnya beserta ponsel.“Itu karena kau terlalu fokus memperhatikan dirimu sendiri, sampai tidak menyadari suara mobil Liam. Apa yang perlu dilihat lagi saat kau sudah secantik ini?”“Ayah, b
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-29
Chapter: 135 - Aku Menginginkan Dirimu, Rose“Jadi ini alasan Anda tidak makan siang dengan Nona Rosalie hari ini?” Owen berbicara kepada Liam yang berdiri di sampingnya.Pria itu sedang berdiri di depan sebuah etalase besar yang keseluruhannya terbuat dari kaca. Matanya nampak fokus melihat benda-benda kecil yang ada di dalamnya. Sebuah perhiasan.Owen hanya menahan senyuman geli melihat tingkah atasannya itu. Ternyata dia bisa merencanakan sebuah kejutan juga.“Jangan beritahukan hal ini kepada Rosalie,” kata Liam kemudian memandang Owen sekilas.“Tentu, Pak.” Owen menjawabnya dengan senyum meyakinkan. Turut senang juga dengan keputusan yang diambil oleh atasannya itu. Kalau dia sekarang ada di toko perhiasan, sedang memilih cincin, berarti sudah jelas apa yang akan dilakukannya untuk Rosalie.Tapi Owen tidak tahu bahwa sebenarnya Liam pun tidak terlalu yakin. Atau lebih tepatnya bisa dibilang dirinya sudah yakin, tapi belum bisa memastikan semuanya berjalan dengan baik atau tidak.Liam mau-mau saja menikah dengan Rosalie. Bi
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-29
Chapter: 134 - Kalian Harus Memberiku Cucu!Hari-hari berikutnya tidak lagi ada mendung. Hanya ada hari cerah. Sama seperti Rosalie dan Liam. Tidak lagi bermuram durja dan hanya terus mencari kebahagiaan.Pekerjaan berlalu seperti biasanya. Mereka bersikap profesional saat di kantor. Kecuali setelah di luar, keduanya menjadi jauh lebih hangat satu sama lain dan memperhatikan lebih dekat lagi.Akhir pekan menjadi waktu-waktu menyenangkan. Mereka melakukan beberapa hal normal yang dilakukan pasangan kebanyakan. Piknik, kadang Liam menemani Rosalie berbelanja kebutuhannya sendiri dengan Liam yang ekstra sabar, kadang mereka hanya menonton film. Di rumah Liam. Jauh lebih menyukai keintiman seperti itu.“Seolah-olah ada pelangi saja di atas kepala kalian berdua.” Dan itu adalah komentar pertama yang mereka dengar dari Greyson tentang kelengketan mereka berdua.Pria itu geleng-geleng kepala melihat dua sejoli itu. Terlihat sangat bahagia. Bukan dirinya tidak menyukainya, justru sebaliknya, tapi mereka ... benar-benar lengket.“Ayah,
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-28
Chapter: 64 - Rumah (Epilog)Hari lalu Evelyn datang ke rumah Gabriel sebagai pengantin pengganti. Seseorang yang dimaksudkan sebagai alat balas dendam oleh Gabriel. Seorang boneka yang hanya mendapatkan posisi istri agar pasangan Gabriel yang sebenarnya merasa panas untuk hal itu.Tapi hari ini, hari Gabriel kembali ke rumah setelah keluar dari rumah sakit, genggaman tangan itu menunjukkan bahwa semuanya sudah berbeda.Tidak ada lagi istilah pengantin pengganti, hanya ada satu hal. Istri sah dari seorang Gabriel."Akhirnya aku bisa kembali ke sini," kata Gabriel mengembuskan napas panjang. "Suasana rumah sakit memang tidak menyenangkan."Evelyn tertawa di sampingnya sambil mengusapi tangan Gabriel yang sedang digandeng olehnya. "Kalau begitu semangat datang kembali," ucap Evelyn tersenyum lebar. Pria itu menatapnya dan balas tersenyum. Sama lebarnya.Mereka meneruskan langkah sampai tiba di bagian anak tangga teras depan. "Berhati-hatilah," pesan Evelyn dan membawa Gabriel untuk melangkah bersamanya.Pria itu me
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-09-29
Chapter: 63 - Janji"Bagaimana kalau kita berhenti sampai di sini saja?"Gabriel ingat, ketika Olivia meninggalkannya, Gabriel tidak merasakan apa-apa. Atau lebih tepatnya dirinya hanya merasakan kemarahan yang tidak tertahan. Sangat besar.Hanya ada keinginan balas dendam saat itu. Tidak lebih dan tidak ada hal yang lainnya.Tapi detik ini, saat Evelyn menawarkan kepada dirinya sebuah perpisahan, seakan dunia Gabriel runtuh begitu saja. Semuanya porak-poranda. Hancur berantakan. Gabriel dibuat bertanya-tanya apa memang begitu rasanya patah hati?Dadanya penuh dengan rasa sakit. Itu jauh lebih hebat daripada luka di perutnya.Gabriel tidak sanggup membayangkan kalau hari esok tidak memiliki Evelyn. Gabriel tidak sanggup kalau memikirkan tidak lagi ada perasaan bersemangat saat menunggu makan siang yang akan dibawakan oleh Evelyn."Kau bercanda, 'kan?" tanya Gabriel dengan tawa hambar."Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?" Evelyn balik bertanya dan sialnya wajah itu terlalu serius untuk disebut seda
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-09-29
Chapter: 62 - Penawaran"Bagaimana Olivia?" Malam itu, Gabriel bertanya kepada William. Tetap tidak bisa mengabaikan gadis itu meski alasannya terbaring di rumah sakit adalah karenanya.Gabriel harus memastikannya bahwa Olivia mendapatkan hukuman yang setimpal. Gabriel harus tahu bahwa gadis itu tidak akan berani untuk mengulangi hal yang sama. Mengganggu dirinya ataupun Evelyn."Tidak bisakah kau memikirkan hal itu nanti saja? Kau belum pulih. Tidak usah memikirkan hal lain terlebih dahulu. Pikirkan saja dirimu sendiri." Evelyn menghembuskan nafas lelah.Tapi Gabriel cepat menggelengkan kepalanya dan beralih dari William pada Evelyn sepenuhnya. "Tidak! Aku harus menyelesaikannya sekarang.""Karena kau mengkhawatirkannya?""Tidak begitu!" Gabriel membuang napas gusar. "Aku perlu memastikan kalau gadis itu tidak akan mengganggumu lagi. Demi Tuhan, aku tidak bisa melihatmu dalam bahaya lagi."Evelyn terkesiap mendengar pengakuan pria itu. Sama sepertinya yang tidak bisa melihat Gabriel terluka, pria itu juga m
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-09-29
Chapter: 61 - Tahapan BerbedaSetelah operasi yang dijalani oleh Gabriel, paginya Gabriel baru sadar. Hal pertama yang dilihat olehnya adalah ruangan luas dengan keseluruhan cat berwarna putih.Aroma antiseptik yang khas dari suasana rumah sakit menyapa indera penciumannya. Melirik ke samping, Gabriel tercekat mendapati sosok Evelyn yang tertidur di kursi sambil menggenggam tangannya. Kepalanya jatuh di tepian ranjang.Oh, tidak. Tubuh gadis itu akan sakit kalau dia tidur dalam posisi seperti itu. Bagaimana bisa dia tidur di kursi seperti itu saat ada sofa besar di ujung sana?Gabriel tidak bisa membiarkannya. Tubuhnya ingin bergerak agar bisa memindahkan Evelyn ke sampingnya, tapi di waktu bersamaan Gabriel juga khawatir kalau gerakan darinya malah akan mengganggu Evelyn yang mungkin sedang tidur terlalu nyenyak.Tak lama setelah itu, pintu ruangan dibuka dari luar. Awalnya Gabriel mengira bahwa itu mungkin perawat atau dokter, tapi ternyata yang datang adalah asistennya.William nampak terkejut mendapatinya yang
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-09-29
Chapter: 60 - Doa"Tidak!" Olivia menggelengkan kepala sambil mundur menjauh. Tubuhnya gemetar ketakutan. "Aku tidak melakukan apa pun!" Dia membantah perbuatannya sendiri.Sementara di posisi lain, Evelyn terus meronta-ronta melepaskan diri. Sampai kedua tangannya terasa sakit. Matanya melihat Gabriel yang mulai meringis kesakitan. Evelyn menggelengkan kepala ketika pria itu meraih gagang pisau kemudian mencabutnya begitu saja.Tidak! Seharusnya Gabriel tidak boleh mencabutnya! Evelyn terus menggeleng sambil berusaha melepaskan diri, tapi tidak ada yang bisa dilakukan olehnya sama sekali.Keadaannya kacau. Tapi untungnya, hanya berselang beberapa menit di tengah kekacauan itu, terdengar suara langkah kaki terburu-buru dari arah tangga.Ketika Evelyn mengalihkan mata, dirinya menangkap asisten pribadi Gabriel datang bersama pihak kepolisian. Pria itu dengan cepat memerintahkan pihak kepolisian untuk menangkap Olivia yang sama sekali tidak melawan. Gadis itu langsung diringkus dengan kedua tangan di bel
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-09-29
Chapter: 59 - Perlindungan yang MelukaiGabriel ingat. Gedung yang saat ini berada di hadapannya adalah gedung apartemen kosong. Pembangunannya dihentikan karena pengelolanya membawa kabur uang penghuni yang sudah membayar uang di awal.Dan seingat Gabriel, Ayah Olivia ikut terlibat juga dalam hal itu. Entah apa sangkut paut pria itu dengan kekacauan pembangunan apartemen tersebut, Gabriel tidak mengerti. Tapi bisa dibilang seluruh keburukan pria itulah yang membuat Olivia tidak berhubungan lagi dengannya.Gadis itu mungkin egois, tapi dia adalah orang yang mau berusaha sendiri. Menolak berurusan dengan keluarganya karena tahu mereka berada pada jalur yang salah. Itu juga yang membuat Gabriel begitu menyayangi Olivia. Karena dia berbeda dengan keluarganya.Tapi sepertinya sekarang Olivia pun sudah masuk dalam jalur yang berbeda.Pertama narkoba, sekarang dia bahkan terlibat langsung dalam penculikan istrinya. Gabriel tidak bisa memaafkannya.Tanpa ragu Gabriel langsung mengambil langkah maju mulai memasuki gedung tersebut.
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-09-27