author-banner
Paus
Paus
Author

Novels by Paus

Nyaman di Dekapan Berondong Muda

Nyaman di Dekapan Berondong Muda

Sebagai janda yang ditinggal meninggal suaminya, Maura seolah merasa dirinya tidak boleh bahagia. Menjadi tulang punggung keluarga, mengurus keluarga mendiang suaminya, menghadapi cemoohon orang-orang yang terus membicarakannya. Lalu, salah satu penghuni di kos-kosannya berhasil membuat Maura mendambakan sesuatu yang telah lama hilang. Jovan itu lebih muda darinya, tapi sentuhan dan tindakannya tidak disangka lebih memabukkan daripada pria dewasa mana pun yang pernah Maura kenal.
Read
Chapter: 36 - Gendongan Jovan
Sorenya Maura sudah diperbolehkan untuk pulang. Sambil menunggu Maura mengganti pakaian rumah sakit dengan pakaian yang dibawa olehnya dari kos-kosan, Jovan pergi keluar untuk meminjam kursi roda dari perawat.Ketika Maura membuka pintu kamar mandi, itu bertepatan dengan Jovan yang memasuki ruangan sambil mendorong kursi roda.Maura tertawa kecil sambil berpegangan pada gagang pintu. “Astaga, untuk apa kamu membawa kursi roda? Saya bisa berjalan.”“Tapi masih lemas, ‘kan? Sebaiknya pakai kursi roda saja. Sudah terlanjur saya bawa juga ke sini. Sayang kalau tidak dipakai.”Maura geleng-geleng kepala ketika melihat Jovan membawa kursi roda itu lebih dekat padanya. Pria itu menaikkan satu alis, mendesaknya lewat tatapan memaksa, sukses membuat Maura hanya bisa menurut dan segera duduk di kursi roda.Jovan menggantungkan tote bag berisi barang-barang Maura di bagian pegangan kursi roda, baru setelahnya Jovan mendorong kursi roda itu keluar dari ruangan.Tiba di lantai dasar, Jovan membawa
Last Updated: 2026-10-25
Chapter: 35 - Kecemburuan Karin
Karin bersenandung pelan sambil keluar dari kamar kos-kosannya. Ia berjalan dengan langkah riang menuju kamar Jovan.Karin langsung mengetuk pintu kamar tersebut setelah tiba. Melakukannya beberapa kali karena pintu kamar Jovan tidak kunjung terbuka juga.“Rasa-rasanya ini masih sangat pagi. Biasanya Jovan tidak berangkat magang sepagi ini.” Karin menjauhkan diri dari pintu kamar Jovan. Merasa aneh kalau memang Jovan sudah berangkat magang sepagi itu.Tapi jawabannya segera datang tak lama setelah itu. Karin mendengar namanya dipanggil dari kejauhan.“Karin!” Nayla melambaikan tangannya dari halaman kos-kosan. Sepertinya anak itu baru habis memberi makanan, karena di tangannya terdapat sebuah plastik.“Sedang apa di sana?” Nayla bertanya.“Bukan urusan kamu. Kenapa memanggil aku?” Karin menyahuti malas. Padahal dirinya hanya memanfaatkan Nayla, tapi sebaliknya, Nayla malah terus bersikap sok akrab dengannya.Kalau tidak karena butuh, Karin tidak mau dekat-dekat dengan anak itu.“Aku b
Last Updated: 2026-10-25
Chapter: 34 - Perawat Pribadi Maura
Pagi harinya saat Maura terbangun, tidak ada siapa pun di ruangan tempatnya dirawat. Maura memandang ke sekeliling dan tidak menemukan Jovan di sana. Padahal Maura ingat melihat pria itu terbaring di sofa ketika dirinya terbangun di tengah malam.“Mungkin dia sudah pergi magang,” kata Maura berusaha bangun dari posisi berbaring.Maura susah payah untuk bergerak duduk. Menyibak selimutnya dengan hati-hati menggunakan tangannya yang tidak dipasang jarum infus.Ada satu pintu lain di dalam ruangan tersebut dan Maura langsung menyimpulkan bahwa itu adalah pintu kamar mandi. Karena ingin buang air kecil, Maura terus memandangi pintu itu.Pagar pengaman yang ada di sisi ranjang diturunkan oleh Maura. Kedua kakinya perlahan-lahan menapak pada lantai. Maura rupanya belum siap melangkah dan hal itu membuatnya jatuh limbung ke atas ranjang.Setelah mengumpulkan kekuatannya, Maura hati-hati berjalan ke arah pintu kamar mandi sambil menggeret tiang infus bersamanya. Sisa beberapa langkah lagi men
Last Updated: 2026-10-24
Chapter: 33 - Saya di Sini
Pandangan Maura kabur saat dirinya pertama kali membuka mata. Lampu berwarna putih di ruangan itu berbayang-bayang. Bau khas antiseptik memenuhi indera penciumannya. Tempat itu masih terasa asing, tapi seiringan dengan Maura yang terus berusaha mengembalikan kesadaran, Maura mulai bisa melihat sedang berada di mana dirinya.Di tengah kebingungan itu, ada sesuatu yang terasa berat di tangannya. Maura menolehkan kepala dan melihat Jovan berbaring di sampingnya. Posisinya duduk, pria itu mengandalkan kursi dan menjadikan ranjang tempatnya berbaring sebagai tumpuan.Yang memberatkan tangan Maura adalah kedua tangan Jovan yang terus menggenggamnya sangat erat. Bahkan meski pria itu sedang dalam posisi terlelap.Maura menahan napasnya untuk beberapa detik. Ada perasaan hangat yang menjalar memenuhi dadanya. Karena genggaman tangan itu seolah sedang menyebutkan betapa Jovan selalu menjaganya selama dirinya tertidur.“J-jovan?” Maura memanggil pelan. Hanya panggilan kecil dan suara Maura pu
Last Updated: 2026-10-23
Chapter: 32 - Pria Paling Hangat
Tiba di rumah sakit, Maura langsung ditangani di ruang gawat darurat. Sedangkan Jovan dan Nayla diminta untuk menunggu di luar selama Maura ditangani oleh dokter.Selama proses administrasi, Jovan yang mengurus semuanya dengan begitu cekatan. Sementara Nayla hanya mengintili dengan raut khawatir. Tidak bisa berbuat apa-apa.“Tenang saja, kamu nggak perlu terlalu khawatir. Bu Maura pasti baik-baik saja.” Jovan berusaha menenangkan Nayla yang terus memilin kedua tangannya sambil menggigit bibir.“Gimana Kakak bisa tahu? Ini pertama kalinya loh Kak Maura sampai pingsan kayak gini.” Nayla tidak tahu, hanya saja ia merasa perlu memanggil Jovan dengan sebutan kakak.Nayla tidak bisa menutupi rasa cemasnya. Sesuatu yang berhubungan dengan rumah sakit selalu membuatnya hampir terkena serangan jantung. Dimulai dari kakak iparnya yang meninggal, ibunya yang dulu pernah dirawat di rumah sakit, dan sekarang malah dirawat di panti jompo bersama ayahnya.Nayla tidak ramah dengan rumah sakit. Maura
Last Updated: 2026-10-22
Chapter: 31 - Ke Rumah Sakit
Esoknya hari berjalan seperti biasanya. Hampir tidak ada yang aneh. Pagi harinya Jovan dan Maura berangkat ke kantor bersama. Kegiatan itu bukan lagi hal yang aneh untuk mereka.Tapi sepulang kerja, Jovan menyadari ada sesuatu yang aneh terhadap Maura. Wajahnya sedikit pucat dan lelah. Matanya jauh lebih sayu daripada Maura yang biasa Jovan lihat.Jovan bertanya di halaman perusahaan. “Sepertinya pekerjaan Ibu sangat banyak.”Maura tertawa kecil sambil memegangi salah satu bahunya dan menggerakkan lehernya ke kanan dan kiri. “Kamu sendiri tahu ada banyak proyek yang sedang kita kembangkan sekarang. Beban kerja jadi bertambah dua kali lipat daripada biasanya.”Tentu saja Jovan tahu hal itu, tapi biasanya Maura tidak pernah terlihat sampai selelah sekarang.Awalnya Jovan mengabaikan hal tersebut dan memilih tetap berjalan bersama Maura. Mereka menuju halte bus yang berada tak jauh dari posisi kantor.Ketika hampir mencapai halte, tubuh Maura tiba-tiba limbung dan hampir terjatuh. Jovan
Last Updated: 2026-10-22
Cintai Aku Sepanjang Malam, Pak Dosen

Cintai Aku Sepanjang Malam, Pak Dosen

"Pelan-pelan, Pak!" Suara itu membuat bulu kuduk Ivy meremang. Saat melihat dari balik jendela, Ivy melihat seorang mahasiswi dan dosennya sedang bercinta! Ivy segera mengangkat ponsel, dan merekam adegan itu. Jika beruntung, Ivy bisa mengancam dosennya dan mendapat uang untuk menutupi hutang ayahnya! Tapi, siapa sangka, takdir bergerak ke arah yang tidak terduga. Damian, dosen dingin yang Ivy tuduh telah melanggar etika di wilayah kampus, malah tersenyum miring dan menantang. "Kamu pikir, kamu bisa menjebak saya dengan trik murahan seperti ini?" Sebelum Ivy sadar, mendadak keadaan berbalik, dan Ivy malah terjebak dalam situasi tidak terduga dengan dosen tampan itu. "Pak, mohon ampuni saya! Saya akan melakukan apapun untuk Bapak!" "Apapun?" Pria itu menyeringai. "Kalau begitu, saya punya pekerjaan yang cocok untukmu."
Read
Chapter: 114 - Epilog
Bertahun-tahun kemudian. Sore di kantor Damian selalu sama. Kelelahan menggantung hampir di setiap pasang mata yang ditemui oleh Damian. Atmosfer semangat yang diperlihatkan semua orang saat pagi hari, berubah dengan sangat intens saat sudah sore hari. Setiap kali Damian menyusuri lorong, setiap langkahnya dipenuhi dengan sapaan dari semua orang. Sopan dan penuh hormat. Mereka semua membungkukkan kepala kepadanya. Hal yang hanya dibalas anggukan pelan oleh Damian. Masuk ke dalam lift, tidak ada siapa pun yang berani ikut bersamanya. Tidak ada siapa pun yang merasa pantas untuk berada di satu lift bersamanya. Lift itu berhenti di lantai dasar dan beberapa staf yang sudah mau pulang juga menyambut Damian di sana. “Selamat sore, Pak.” Sapaan serupa didengar lagi oleh Damian. Dan Damian sekali lagi hanya membalasnya dengan anggukan kepala kecil. Petugas resepsionis tersenyum kepadanya saat Damian menoleh ke sana. Tidak dibalas oleh Damian. Di luar kantor, ada petugas keamanan
Last Updated: 2026-02-01
Chapter: 113 - Mimpi Kecil Ivy
Waktu bergulir begitu saja. Terasa begitu cepat berlalu untuk Ivy yang nyaris tidak tahu apa saja pencapaian yang sudah didapatkan olehnya.Kadang ada hari-hari di mana Ivy hampir menyerah, kesulitan dengan beberapa hal, tapi ternyata itu selalu bisa dilewati.Kehidupan kampus masih menyibukkan dan membuatnya beberapa kali sempat jatuh sakit, tapi sama seperti orang lain, akhirnya Ivy berhasil tiba di posisi itu.Suasana kampus hari itu ramai riuh. Hari kelulusan dilangsungkan dengan lancar.Beberapa orang melemparkan topi toga mereka ke udara sebagai bentuk kebebasan yang akhirnya mereka dapatkan setelah tahun-tahun berat yang mencekik mereka.Beberapa lainnya sibuk menerima hadiah atau saling berpelukan dan tertawa ceria bersama teman dan keluarga mereka. Hal serupa yang begitu sederhana dan juga dilakukan oleh Clara, teman Ivy.Tapi bahkan untuk hal sederhana itu, Ivy sama sekali tidak bisa melakukannya. Saat semua orang dikelilingi oleh keluarga mereka yang memberikan selamat deng
Last Updated: 2026-02-01
Chapter: 112 - Akan Saya Tunggu
Pagi ketika Ivy membuka mata, dirinya mendapati Damian sedang memeluknya. Ivy menarik senyum geli. Berbantalkan lengan Damian dan dada hangat pria itu yang bisa disentuh olehnya, juga pemandangan wajah Damian yang pertama dilihat olehnya saat membuka mata, tidak disangka Ivy ternyata begitu merindukannya.Satu tangannya tanpa sadar terangkat dan bergerak menyentuh dahi Damian yang sedang tidur miring dengan wajah mengarah padanya. Ivy menggerakkan jari telunjuknya itu menyusuri bagian wajah Damian. Lurus dari bagian dahi sampai ke hidung. Terus turun sampai ke bagian bibir.Tapi tidak diduga tiba-tiba bibir itu terlihat seperti tersenyum. Ivy tercekat saat Damian membuka mulutnya kemudian menggigit jari telunjuknya pelan.Pria itu membuka mata dan bersitatap dengannya. Tatapan hangat yang dulu begitu didamba oleh Ivy, tapi sekarang selalu diperlihatkan oleh Damian, yang tidak pernah sekalipun membuat Ivy merasa kebosanan.“Dasar nakal,” kata Damian masih dengan posisi menggigit jari
Last Updated: 2026-02-01
Chapter: 111 - Pelampiasan Rindu di Ranjang (21+)
Damian membelalak dan refleks langsung melingkarkan satu tangannya pada pinggang Ivy. Satu lainnya bergerak ke bagian belakang tulang belakang Ivy dan menariknya lebih dekat. Menerima ciuman balasan itu dengan sukarela.Keduanya saling merapatkan tubuh dengan keinginan sama besarnya. Seperti mereka sudah tidak pernah bertemu bertahun-tahun lamanya. Kerinduan itu nyata, terlihat dari keinginan besar kulit mereka untuk saling menyatu. Lewat bibir yang saling mengecap satu sama lain tidak kuasa untuk melepaskannya.Keduanya hanya saling bertumpu pada tubuh satu sama lain, pada sofa yang terasa sudah tidak bisa lagi menampung mereka. Saat cengkraman Ivy pada tangan Damian mulai menguat, Damian mengerti bahwa gadis itu mulai kehabisan napas.Tapi anehnya mereka tidak mau menjauh. Damian terus meraup kasar ranum merah muda itu. Tidak memberi Ivy kesempatan untuk sekedar menghirup udara. Barulah ketika cengkeraman itu berubah menjadi sebuah cakaran, Damian mengalah dan menjauhkan diri sejen
Last Updated: 2026-02-01
Chapter: 110 - Ciuman Lancang
“Jadi bagaimana? Kita pulang sekarang?” Damian bertanya setelah Ivy menurunkan tangannya yang membalas lambaian Clara.Ivy hanya mengangguk pelan. Membuat Damian berbalik dan langsung membuka pintu mobil yang tadi menjadi sandarannya. Damian mempersilahkan Ivy untuk masuk lebih dulu, baru kemudian dirinya menyusul masuk ke kursi kemudi.“Dia adalah teman yang baik,” kata Damian setelah mobil meninggalkan area cafe.“Benar.” Ivy tersenyum menanggapi komentar Damian. “Clara memang seorang teman yang baik. Saya tidak akan menemukan teman seperti dia lagi.”Damian manggut-manggut. Merasa senang juga untuk hal itu. Ivy mungkin tidak memiliki banyak teman, tapi Damian lega gadis itu memiliki satu yang selalu bersamanya dan mendukungnya tentang semua hal yang dilakukannya.Itu lebih dari cukup dibandingkan apa pun.Pembicaraan selanjutnya hanyalah pembicaraan santai mengenai keseharian keduanya. Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Membelah jalan raya dengan cara paling nyaman. Sampai itu b
Last Updated: 2026-01-31
Chapter: 109 - P3san Seorang Sahabat
“Aku benar-benar kaget tadi waktu kamu mengatakan Pak Damian meneruskan perusahaan orang tuanya. Aku pikir kamu itu memang biang gosip yang tahu semuanya.”Clara tertawa mendengar ucapan Ivy. Satu tangannya menggerakkan sedotan dengan gerakan memutar di dalam gelas.Saat itu mereka sedang berada di cafe. Sengaja memilih untuk menghabiskan waktu di luar setelah kelas berakhir.“Karena memang begitu kenyataannya?” Clara menaikan satu alis.Ivy menundukkan kepala dengan senyum kecil kemudian mengangguk pelan. “Aku mendengarnya sendiri dari Pak Damian. Aku pikir beliau akan mencari kampus lain, tapi ternyata tidak.”“Ah, ternyata Pak Damian mengatakannya langsung kepadamu?” Clara memandangi Ivy dengan senyum menjengkelkan yang selalu membuat Ivy kesal. Karena setelah itu pasti Clara akan menggodanya. “Seperti orang yang berpacaran saja sampai membicarakan hal-hal pribadi seperti itu.”“Berhenti mengatakan hal konyol. Seorang teman pun bisa membicarakan hal-hal seperti itu, ‘kan?” Ivy mem
Last Updated: 2026-01-31
Bangun Sebagai Putri Sang Penguasa

Bangun Sebagai Putri Sang Penguasa

Setelah bangun dari koma, Rosalie harus menelan fakta bahwa suaminya menceraikannya dan menikahi sahabatnya sendiri. Dia diusir dari rumah, dicemooh dan direndahkan. Tidak punya tempat tujuan dan hanya berjalan tak tentu arah. Dalam keterpurukan itu, seorang CEO kaya raya datang untuk menawarkan bantuan—dan harga yang harus Rosalie bayar untuk bantuan itu. "Aku butuh donor darimu yang cocok untuk menyelamatkan ayahku," ujarnya. Tanpa Rosalie tahu, pria itu menyimpan kebenaran asli tentang Rosalie yang terkuak setelah perjanjian ditetapkan.
Read
Chapter: 139 - Aku Milikmu dan Kau Milikku
Halaman belakang kediaman Syl Hampton disulap menjadi lokasi pesta pernikahan. Karpet berbulu berwarna hijau di halaman penuh dengan kursi-kursi berkain putih yang berjajar sangat rapi. Sudah diisi penuh dengan para tamu undangan.Karpet berwarna putih terhampar di antara barisan kursi yang membelah menjadi dua bagian. Menuju tempat pelaminan.Saat semua orang menanti-nanti mempelai wanita yang akan datang, jauh di dalam rumah Rosalie dibuat kelimpungan untuk menangani perasaan gugupnya sendiri.Penampilannya jauh berbeda dari yang biasanya. Gaun putih dengan bagian belakang menjuntai panjang terpasang sempurna di tubuh Rosalie yang molek.Satu ketukan terdengar dari arah pintu dan Rosalie langsung mengalihkan pandangan. Menemukan ayahnya berdiri di tengah ambang pintu yang terbuka. Pria itu tersenyum dan langsung masuk ke dalam“Kau terlihat gugup sekali.” Greyson mengusap bagian anak rambut di sisi wajah Rosalie. Melakukannya hati-hati agar tidak menyentuh kulit wajahnya. Greyson ti
Last Updated: 2025-11-30
Chapter: 138 - Damai
Duduk berhadap-hadapan dengan Chelsea di satu ruangan yang sama, Rosalie tidak pernah sekalipun menduganya bahwa rasanya akan begitu tidak menyenangkan. Entah bagaimana wajah yang dulu pernah melihatnya dengan sorot ceria, sekarang memandangnya penuh rasa benci. Tidak ada apa pun yang tersisa dalam tatapan Chelsea selain kebencian. Seakan dirinya sudah mengambil setiap hal berharga dalam hidup Chelsea. Merenggutnya tak bersisa darinya.Rosalie menarik senyum dan bertanya. “Bagaimana kabarmu?” Bukan untuk basa-basi, tapi betulan dirinya ingin tahu mengenai kabar tentang Chelsea.“Menurutmu apalagi yang bisa kau harapkan? Apa kau pikir aku bisa berpesta ria di dalam sini? Apa menurutmu aku bisa memasang wajah bahagia saat di dalam sini? Kau pikir ada hal yang menyenangkan tentang tinggal di penjara?”Tidak tentu saja. Rosalia sedikit banyak bisa membayangkannya. Tempat tidur tanpa kasur empuk, makanan yang dijatah, bahkan ada banyak perseteruan yang tidak diketahui olehnya.Tidak ada s
Last Updated: 2025-11-30
Chapter: 137 - Doa Dari Masa Lalu
Rosalie baru tahu bahwa pernikahan ternyata akan serumit itu. Dirinya pernah menikah tentu saja, tapi tidak pernah memikirkan keseluruhan pernikahan sama sekali.Saat menikah dengan mantan suaminya dulu, Rosalie tidak melakukan apa pun. Semuanya diatur oleh Alex dan ibunya. Mulai dari konsep acara, konsep undangan, gaun pengantin, tempat dan sebagainya. Ibu Alex tidak membiarkannya untuk membantu karena khawatir seleranya jauh di bawah mereka.Dirinya hanya perlu menerima bersih. Itu nyaman-nyaman saja meski belakangan baru diketahui olehnya rasanya tidak memuaskan menikah dengan konsep yang tidak sesuai dengan kemauannya.Tapi sekarang rasanya jauh lebih rumit. Barisan gaun pengantin yang sedang dilihatnya di sebuah tablet benar-benar cantik. Rosalie tidak bisa memilihnya. Sejak tadi dirinya hanya terus menggulir layar ke kanan. Menggulirnya lagi ke kiri hanya untuk memastikan bahwa gaun sebelumnya sepertinya terlihat jauh lebih baik daripada gaun di gambar yang selanjutnya.Benar-be
Last Updated: 2025-11-30
Chapter: 136 - Maukah Kau Menikah Denganku?
Bab 136Rosalie memperhatikan seorang wanita yang berdiri di hadapannya. Diam tidak bergerak. Wanita itu mengenakan gaun satin selutut berwarna putih tulang.Kaki jenjangnya dilapisi dengan high heels berwarna serupa. Rambutnya di gerai bebas. Dengan kepangan halus di kanan dan kiri. Terikat di bagian belakang. Wanita itu adalah pantulan dirinya di cermin.Rosalie tidak tahu sudah berapa kali dirinya memperhatikan cermin hanya untuk memastikan penampilannya tidak buruk.“Kau sudah sangat cantik.” Suara itu pun menginterupsi kegiatan kecilnya.Rosalie berjengit sambil menoleh ke arah pintu. Menemukan ayahnya berdiri dengan kedua tangan menyilang.“Pria-mu sudah menunggu di luar. Kapan kau akan menemuinya?”“Liam sudah datang?” Rosalie melotot. Buru-buru pergi ke arah kasur untuk menyambar tas selempangnya beserta ponsel.“Itu karena kau terlalu fokus memperhatikan dirimu sendiri, sampai tidak menyadari suara mobil Liam. Apa yang perlu dilihat lagi saat kau sudah secantik ini?”“Ayah, b
Last Updated: 2025-11-29
Chapter: 135 - Aku Menginginkan Dirimu, Rose
“Jadi ini alasan Anda tidak makan siang dengan Nona Rosalie hari ini?” Owen berbicara kepada Liam yang berdiri di sampingnya.Pria itu sedang berdiri di depan sebuah etalase besar yang keseluruhannya terbuat dari kaca. Matanya nampak fokus melihat benda-benda kecil yang ada di dalamnya. Sebuah perhiasan.Owen hanya menahan senyuman geli melihat tingkah atasannya itu. Ternyata dia bisa merencanakan sebuah kejutan juga.“Jangan beritahukan hal ini kepada Rosalie,” kata Liam kemudian memandang Owen sekilas.“Tentu, Pak.” Owen menjawabnya dengan senyum meyakinkan. Turut senang juga dengan keputusan yang diambil oleh atasannya itu. Kalau dia sekarang ada di toko perhiasan, sedang memilih cincin, berarti sudah jelas apa yang akan dilakukannya untuk Rosalie.Tapi Owen tidak tahu bahwa sebenarnya Liam pun tidak terlalu yakin. Atau lebih tepatnya bisa dibilang dirinya sudah yakin, tapi belum bisa memastikan semuanya berjalan dengan baik atau tidak.Liam mau-mau saja menikah dengan Rosalie. Bi
Last Updated: 2025-11-29
Chapter: 134 - Kalian Harus Memberiku Cucu!
Hari-hari berikutnya tidak lagi ada mendung. Hanya ada hari cerah. Sama seperti Rosalie dan Liam. Tidak lagi bermuram durja dan hanya terus mencari kebahagiaan.Pekerjaan berlalu seperti biasanya. Mereka bersikap profesional saat di kantor. Kecuali setelah di luar, keduanya menjadi jauh lebih hangat satu sama lain dan memperhatikan lebih dekat lagi.Akhir pekan menjadi waktu-waktu menyenangkan. Mereka melakukan beberapa hal normal yang dilakukan pasangan kebanyakan. Piknik, kadang Liam menemani Rosalie berbelanja kebutuhannya sendiri dengan Liam yang ekstra sabar, kadang mereka hanya menonton film. Di rumah Liam. Jauh lebih menyukai keintiman seperti itu.“Seolah-olah ada pelangi saja di atas kepala kalian berdua.” Dan itu adalah komentar pertama yang mereka dengar dari Greyson tentang kelengketan mereka berdua.Pria itu geleng-geleng kepala melihat dua sejoli itu. Terlihat sangat bahagia. Bukan dirinya tidak menyukainya, justru sebaliknya, tapi mereka ... benar-benar lengket.“Ayah,
Last Updated: 2025-11-28
Pengantin Pengganti Tuan Gabriel

Pengantin Pengganti Tuan Gabriel

"Cari pengantin baru untukku yang seusia atau lebih muda dari perempuan sialan itu. Dia harus lebih cantik, harus lebih baik dalam segala hal, harus lebih bermartabat sebagai seorang perempuan. Aku butuh yang bisa bersikap patuh, jadi jangan cari seorang pembangkang." *** Gabriel ditinggalkan oleh calon istrinya di hari pernikahannya. Hanya ada pesan singkat di ponselnya dari calonnya itu. Mengatakan agar dirinya menunggu. Rasa malu dan dendam yang besar membuatnya tidak membiarkan semuanya berakhir begitu saja. Alih-alih menerima penderitaan tersebut, Gabriel justru mencari seseorang untuk menjadi alat sandiwaranya agar bisa menerima predikat sebagai pria paling bahagia di muka bumi. Tidak ada siapa pun yang boleh menganggap dirinya sebagai pria mengenaskan setelah ditinggalkan di hari pernikahan. Evelyn Rose. Seorang perempuan yang akhirnya dipilih oleh Gabriel. Seorang guru di taman kanak-kanak yang menghabiskan waktu beberapa bulan belakangan untuk membayar hutang ayahnya. Pada awal yang dipilih oleh Gabriel yang dimaksudkan untuk membalas dendam, apakah mereka akan tetap berjalan di sana? Atau setelah permainan dimulai, keduanya mulai melibatkan sesuatu yang disebut rasa? Pengantin pengganti itu, apakah akhirnya akan mendapatkan posisi utama dalam hidup Gabriel? Cover by : Canva
Read
Chapter: 64 - Rumah (Epilog)
Hari lalu Evelyn datang ke rumah Gabriel sebagai pengantin pengganti. Seseorang yang dimaksudkan sebagai alat balas dendam oleh Gabriel. Seorang boneka yang hanya mendapatkan posisi istri agar pasangan Gabriel yang sebenarnya merasa panas untuk hal itu.Tapi hari ini, hari Gabriel kembali ke rumah setelah keluar dari rumah sakit, genggaman tangan itu menunjukkan bahwa semuanya sudah berbeda.Tidak ada lagi istilah pengantin pengganti, hanya ada satu hal. Istri sah dari seorang Gabriel."Akhirnya aku bisa kembali ke sini," kata Gabriel mengembuskan napas panjang. "Suasana rumah sakit memang tidak menyenangkan."Evelyn tertawa di sampingnya sambil mengusapi tangan Gabriel yang sedang digandeng olehnya. "Kalau begitu semangat datang kembali," ucap Evelyn tersenyum lebar. Pria itu menatapnya dan balas tersenyum. Sama lebarnya.Mereka meneruskan langkah sampai tiba di bagian anak tangga teras depan. "Berhati-hatilah," pesan Evelyn dan membawa Gabriel untuk melangkah bersamanya.Pria itu me
Last Updated: 2025-09-29
Chapter: 63 - Janji
"Bagaimana kalau kita berhenti sampai di sini saja?"Gabriel ingat, ketika Olivia meninggalkannya, Gabriel tidak merasakan apa-apa. Atau lebih tepatnya dirinya hanya merasakan kemarahan yang tidak tertahan. Sangat besar.Hanya ada keinginan balas dendam saat itu. Tidak lebih dan tidak ada hal yang lainnya.Tapi detik ini, saat Evelyn menawarkan kepada dirinya sebuah perpisahan, seakan dunia Gabriel runtuh begitu saja. Semuanya porak-poranda. Hancur berantakan. Gabriel dibuat bertanya-tanya apa memang begitu rasanya patah hati?Dadanya penuh dengan rasa sakit. Itu jauh lebih hebat daripada luka di perutnya.Gabriel tidak sanggup membayangkan kalau hari esok tidak memiliki Evelyn. Gabriel tidak sanggup kalau memikirkan tidak lagi ada perasaan bersemangat saat menunggu makan siang yang akan dibawakan oleh Evelyn."Kau bercanda, 'kan?" tanya Gabriel dengan tawa hambar."Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?" Evelyn balik bertanya dan sialnya wajah itu terlalu serius untuk disebut seda
Last Updated: 2025-09-29
Chapter: 62 - Penawaran
"Bagaimana Olivia?" Malam itu, Gabriel bertanya kepada William. Tetap tidak bisa mengabaikan gadis itu meski alasannya terbaring di rumah sakit adalah karenanya.Gabriel harus memastikannya bahwa Olivia mendapatkan hukuman yang setimpal. Gabriel harus tahu bahwa gadis itu tidak akan berani untuk mengulangi hal yang sama. Mengganggu dirinya ataupun Evelyn."Tidak bisakah kau memikirkan hal itu nanti saja? Kau belum pulih. Tidak usah memikirkan hal lain terlebih dahulu. Pikirkan saja dirimu sendiri." Evelyn menghembuskan nafas lelah.Tapi Gabriel cepat menggelengkan kepalanya dan beralih dari William pada Evelyn sepenuhnya. "Tidak! Aku harus menyelesaikannya sekarang.""Karena kau mengkhawatirkannya?""Tidak begitu!" Gabriel membuang napas gusar. "Aku perlu memastikan kalau gadis itu tidak akan mengganggumu lagi. Demi Tuhan, aku tidak bisa melihatmu dalam bahaya lagi."Evelyn terkesiap mendengar pengakuan pria itu. Sama sepertinya yang tidak bisa melihat Gabriel terluka, pria itu juga m
Last Updated: 2025-09-29
Chapter: 61 - Tahapan Berbeda
Setelah operasi yang dijalani oleh Gabriel, paginya Gabriel baru sadar. Hal pertama yang dilihat olehnya adalah ruangan luas dengan keseluruhan cat berwarna putih.Aroma antiseptik yang khas dari suasana rumah sakit menyapa indera penciumannya. Melirik ke samping, Gabriel tercekat mendapati sosok Evelyn yang tertidur di kursi sambil menggenggam tangannya. Kepalanya jatuh di tepian ranjang.Oh, tidak. Tubuh gadis itu akan sakit kalau dia tidur dalam posisi seperti itu. Bagaimana bisa dia tidur di kursi seperti itu saat ada sofa besar di ujung sana?Gabriel tidak bisa membiarkannya. Tubuhnya ingin bergerak agar bisa memindahkan Evelyn ke sampingnya, tapi di waktu bersamaan Gabriel juga khawatir kalau gerakan darinya malah akan mengganggu Evelyn yang mungkin sedang tidur terlalu nyenyak.Tak lama setelah itu, pintu ruangan dibuka dari luar. Awalnya Gabriel mengira bahwa itu mungkin perawat atau dokter, tapi ternyata yang datang adalah asistennya.William nampak terkejut mendapatinya yang
Last Updated: 2025-09-29
Chapter: 60 - Doa
"Tidak!" Olivia menggelengkan kepala sambil mundur menjauh. Tubuhnya gemetar ketakutan. "Aku tidak melakukan apa pun!" Dia membantah perbuatannya sendiri.Sementara di posisi lain, Evelyn terus meronta-ronta melepaskan diri. Sampai kedua tangannya terasa sakit. Matanya melihat Gabriel yang mulai meringis kesakitan. Evelyn menggelengkan kepala ketika pria itu meraih gagang pisau kemudian mencabutnya begitu saja.Tidak! Seharusnya Gabriel tidak boleh mencabutnya! Evelyn terus menggeleng sambil berusaha melepaskan diri, tapi tidak ada yang bisa dilakukan olehnya sama sekali.Keadaannya kacau. Tapi untungnya, hanya berselang beberapa menit di tengah kekacauan itu, terdengar suara langkah kaki terburu-buru dari arah tangga.Ketika Evelyn mengalihkan mata, dirinya menangkap asisten pribadi Gabriel datang bersama pihak kepolisian. Pria itu dengan cepat memerintahkan pihak kepolisian untuk menangkap Olivia yang sama sekali tidak melawan. Gadis itu langsung diringkus dengan kedua tangan di bel
Last Updated: 2025-09-29
Chapter: 59 - Perlindungan yang Melukai
Gabriel ingat. Gedung yang saat ini berada di hadapannya adalah gedung apartemen kosong. Pembangunannya dihentikan karena pengelolanya membawa kabur uang penghuni yang sudah membayar uang di awal.Dan seingat Gabriel, Ayah Olivia ikut terlibat juga dalam hal itu. Entah apa sangkut paut pria itu dengan kekacauan pembangunan apartemen tersebut, Gabriel tidak mengerti. Tapi bisa dibilang seluruh keburukan pria itulah yang membuat Olivia tidak berhubungan lagi dengannya.Gadis itu mungkin egois, tapi dia adalah orang yang mau berusaha sendiri. Menolak berurusan dengan keluarganya karena tahu mereka berada pada jalur yang salah. Itu juga yang membuat Gabriel begitu menyayangi Olivia. Karena dia berbeda dengan keluarganya.Tapi sepertinya sekarang Olivia pun sudah masuk dalam jalur yang berbeda.Pertama narkoba, sekarang dia bahkan terlibat langsung dalam penculikan istrinya. Gabriel tidak bisa memaafkannya.Tanpa ragu Gabriel langsung mengambil langkah maju mulai memasuki gedung tersebut.
Last Updated: 2025-09-27
You May Also Like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status