author-banner
Rahma S.R
Rahma S.R
Author

روايات بقلم Rahma S.R

Dibalik Tabir Pernikahan

Dibalik Tabir Pernikahan

Azura, seorang wanita yang taat beragama dan hidup dalam kebahagiaan dengan suaminya, Ustad Aslam, merasa bahwa pernikahannya adalah surga yang dijanjikan. Namun, semuanya berubah ketika dia menemukan sebuah rahasia yang mengejutkan tentang suaminya. Ustad Aslam telah menikah lagi, dan Azura bukanlah istri keduanya, melainkan istri keempatnya. Azura merasa hancur dan dikhianati oleh suaminya. Dia tidak bisa memahami mengapa Ustad Aslam tidak memberitahunya tentang pernikahan lainnya. Azura merasa seperti hidup dalam kebohongan dan ketidakpastian. Ketika Azura mengetahui bahwa suaminya telah menikah dengan tiga wanita lainnya sebelum dia, dia merasa seperti tidak berarti lagi dalam pernikahannya. Azura harus menghadapi kenyataan bahwa dia bukanlah prioritas utama dalam hidup Ustad Aslam. Dengan hati yang hancur, Azura memutuskan untuk mengambil langkah drastis untuk menghadapi suaminya dan menentukan masa depannya sendiri. Apakah Azura akan memilih untuk tetap bersama Ustad Aslam atau meninggalkannya untuk selamanya.
قراءة
Chapter: Istri yang tak pernah di pilih
Pagi datang tanpa benar-benar membawa terang bagi Azura.Sinar matahari menembus celah gorden kamar, jatuh di wajah mungil Quensha yang masih terlelap di pelukannya. Anak itu tidur dengan napas teratur, seolah tak tahu badai apa yang sedang menghantam rumah kecil mereka. Azura menatap wajah itu lama, matanya kembali perih.Semalam ia hampir tak tidur.Bukan karena Quensha rewel, melainkan karena pikirannya tak berhenti berputar. Kata-kata Aslam. Bayangan Arini. Dan kenyataan pahit yang kini harus ia telan—bahwa sejak awal, ia bukan pilihan utama.Azura menghela napas pelan, takut mengganggu tidur anaknya. Tangannya terangkat, menyibak rambut Quensha dari kening kecil itu.“Kamu jangan pernah merasa nggak dipilih ya, Nak.” bisiknya lirih.“Kalau dunia nanti jahat sama kamu, Umi akan jadi tempat pulangmu.”Pintu kamar terdengar berderit pelan.Azura refleks menoleh.Aslam berdiri di ambang pintu, wajahnya tampak lelah, matanya cekung seperti tak kalah menderita. Di tangannya ada segelas su
آخر تحديث: 2026-01-04
Chapter: Rasa sakit
"Sakit banget ya allah," lirih Azura. Setelah pertengkaran dengan suaminya Aslam. dia tidak keluar kamar sama sekali. Membiarkan Queensha menangis dengan kencang bersama dengan Aslam.Saat ini dia benar-bener butuh waktu sendiri.Meskipun Aslam selalu saja mengetuk pintu kamarnya berkali-kali seperti saat ini.Tok Tok Tok"Azura buka pintunya sayang, Ini Quensha menangis," kata Aslam dengan nada prihatin.TesAir mata Azura menetes, dia begitu sangat sakit hati, dan begitu pun dengan Quensha mungkin anak itu merasakan sakit seperti yang di rasakan ibunya. Tangis Azura semakin pecah, tapi ia tetap menahan suaranya. Ia menggigit bibirnya kuat-kuat agar tak mengeluarkan isakan keras. Ia ingin sendiri. Ia butuh sendiri."Aslam... kenapa kamu tega..." bisiknya pelan, nyaris tak terdengar.Tangannya mengepal di atas dada, seolah mencoba menahan sesak yang menyeruak dari dalam. Ingatannya kembali pada pertengkaran hebat tadi. Kata-kata Aslam masih menggema di telinganya—tajam, menusuk, dan
آخر تحديث: 2025-05-29
Chapter: Hancurnya Hati Arini
"Arggghhht apa yang harus aku lakukan," teriak Aslam menarik rambutnya dengan Frustasi.dia tidak menyangka pernikahan dengan istri kedua, tiga dan Empat akan cepat terbongkar oleh Arini,Istri pertamanya."Padahal kan aku gak salah, aku kan laki-laki bisa mempunyai istri empat, tapi kenapa mereka begitu marah sih," gumam Aslam.Dia masih saja merasa begitu sangat benar, dan apa yang dia lakukan itu seperti hanya biasa saja. padahal sebenarnya tanpa dia sadari dia telah menyakiti hati para istrinya.Sedangkan di sisi lain saat ini Arini pulang sendiri ke rumahnya mengendarai mobilnya dengan keadaan tidak baik-baik saja."Ya allah sakit," ucap Arini dengan lirih.Dia memegang stir mobil dengan sangat kuat, sungguh dia tidak bisa menahan rasa sakit hatinya. Aslam suaminya ternyata diam-diam menikah lagi dengan wanita lain bahkan dia sudah mempunyai anak."Mas, kenapa kamu tega kepada ku dan anak-anak," gumam Arini."Hiks hiks hiks, kenapa ya allah cobaan ini begitu berat sekali." Tangisa
آخر تحديث: 2025-05-28
Chapter: Pertengkaran hebat
Arini berdiri terpaku di ambang pintu rumah itu, hatinya teriris tajam oleh ucapan Aslam yang baru saja menghancurkan seluruh pengorbanannya selama ini. Tangannya mengepal, matanya mulai berkaca-kaca, namun ia tetap berusaha tegar."Kalau begitu, aku akan pulang, Mas. Karena menurutmu barusan, aku sudah tak punya hak lagi di hidupmu," ucap Arini dengan suara bergetar. Ia melangkah keluar tanpa menoleh lagi, meninggalkan rumah Azura—dan semua kenangan pahitnya bersama Aslam."Mbak, tunggu!" teriak Azura dari dalam rumah. Ia segera berlari mengejar Arini, napasnya tersengal.Arini menghentikan langkahnya, berbalik perlahan. Wajahnya kini tampak dingin dan lelah. "Ada apa, Azura?" tanyanya datar, namun jelas suara itu menyimpan kepedihan.Azura menunduk, ragu, tapi tetap berusaha menyampaikan perasaannya. "Maafkan aku, Mbak... aku benar-benar nggak tahu kalau Mas Aslam sudah punya istri. Aku kira aku istri satu-satunya."Arini menatap Azura lama. Senyum tipis muncul di sudut bibirnya—buk
آخر تحديث: 2025-05-27
Chapter: Pertengkaran Antara Azura, Arini dan Aslam
Arini dan Azura terdiam terpaku. Mereka syok saat mendengar kejujuran Aslam."Jadi selama ini kamu membohongi aku Mas, kamu bilang istrimu pergi ke Tkw sehingga kamu menikahiku," kata Azura menatap Aslam dengan penuh kecewa."Apa? Tkw?" Arini semakin tercengang dengan ucapan Azura. Sejak kapan dia pergi Ke luar negri untuk menjadi Tkw. Atau jangan-jangan."Mas jawab pertanyaan ku dengan jujur," ucap Arini menatap Aslam yang saat ini hanya tertunduk tidak berani mengangkat wajahnya."Iya. Silahkan.""Apakah istri yang di maksud Azura adalah istri kedua kamu atau ketiga?"Aslam hanya bisa menghela nafas. Dia mengangkat wajahnya menatap ke arah Azura dan juga Arini bergantian."Ya, dia memang istri ketiga ku, sedangkan Istri keduaku masih berada di kota ini," jawabnya dengan jujur.Aslam tahu Azura dan Arini pasti akan sakit hati saat mendengar kebenarannya. Tapi, Aslan juga tidak bisa memungkiri kalau semua yang di ucapkan Azura adalah kebenaran."Mas kenapa Mas bisa setega itu kepa
آخر تحديث: 2025-05-23
Chapter: Terungkap
Azura terdiam, pandangannya tak lepas dari sosok wanita asing yang berdiri di samping suaminya, Aslam. Wajah perempuan itu tenang, tapi matanya menyimpan sesuatu yang tak bisa Azura baca dengan mudah.“Maaf,Bu ... cari siapa, ya?” tanya Azura hati-hati. Suaranya terdengar sopan, meski ada keraguan yang samar.Perempuan itu yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Arini, dia tersenyum tipis ke arah Azura.“Saya ... Arini. Bolehkah saya masuk sebentar?”Azura menoleh singkat ke arah Aslam, berharap ada penjelasan darinya. Tapi pria itu hanya menunduk, wajahnya kaku seperti patung. Diamnya justru membuat Azura semakin bertanya-tanya.“Tentu, silahkan masuk,” ucap Azura akhirnya, sembari membuka pintu rumah lebih lebar.Langkah Arini terdengar mantap saat memasuki ruang tamu. Ia duduk dengan anggun di sofa, sementara Azura menutup pintu perlahan dan menyusul duduk di seberangnya. Aslam memilih berdiri di dekat dinding, gelisah, seperti orang yang ingin kabur tapi tak tahu ke mana.“Kita
آخر تحديث: 2025-05-01
قد تعجبك أيضًا
Bayi Untuk Suamiku
Bayi Untuk Suamiku
Rumah Tangga · Lahbu Juni
1.2K وجهات النظر
PELITNYA SUAMIKU
PELITNYA SUAMIKU
Rumah Tangga · Thaya nika
1.2K وجهات النظر
Skandal Sang Ceo
Skandal Sang Ceo
Rumah Tangga · Riyana Iyung
1.2K وجهات النظر
Hasrat Terlarang Sang Pelakor
Hasrat Terlarang Sang Pelakor
Rumah Tangga · Nona Lee
1.2K وجهات النظر
DONATUR ASI JADI CINTA CEO
DONATUR ASI JADI CINTA CEO
Rumah Tangga · Citra Rahayu Bening
1.2K وجهات النظر
Nikahi Mamaku, Om!
Nikahi Mamaku, Om!
Rumah Tangga · Jamilah
1.2K وجهات النظر
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status