LOGINSri datang ke rumah Andra bukan untuk menjadi pelayan biasa, ia datang membawa luka lama yang bernanah. Kematian sang kakak adalah alasan utama wanita itu menenun rencana balas dendam, menjebak Andra dalam permainan hasrat yang menghancurkan rumah tangganya. Namun, ketika seluruh harta dan kebahagiaan Andra berhasil dirampas, sebuah kotak rahasia dari masa lalu terbuka, membalikkan semua kenyataan. Apakah dendam Sri terbayar dengan sempurna, atau ia justru menjadi monster yang menghancurkan orang yang salah?
View MoreSatu tahun kemudian. Suara deburan ombak yang menghantam tebing-tebing karang terdengar konstan di telinga Sri. Di teras sebuah rumah panggung kayu kecil yang menghadap langsung ke arah laut lepas kota pesisir ini, ia duduk menyendiri. Tangannya sibuk merajut sebuah syal wol kecil berwarna putih, kegiatan baru yang sengaja ia lakukan untuk menyibukkan jemarinya yang dulu hanya tahu cara memegang berkas rencana jahat atau meremas seprei dalam tangisan keputusasaan. Ia menghentikan rajutannya sejenak, menghirup dalam-dalam udara malam yang membawa aroma garam yang pekat. Setahun telah berlalu sejak pertemuan tidak sengajanya dengan Andra di pasar buah sore itu. Pertemuan yang menjadi titik balik terbesar dalam hidupnya. Setelah malam di taman kota itu, Sri benar-benar mengunci rapat pintu masa lalunya. Ia tidak lagi mengganti nama, ia tetap menjadi dirinya yang sekarang, seorang wanita sederhana yang bekerja di perpustakaan daerah kecil, jauh dari hiruk-piruk kemewahan yang dulu semp
"Sri, jangan lari lagi, kumohon..." suara Andra terdengar begitu serak, memecah keheningan di sudut taman kota kecil yang sepi itu. Ia berhasil menahan pergelangan tangan Sri, lembut, namun penuh keputusasaan. Sri menghentikan langkahnya, punggungnya bergetar hebat. Setelah beberapa detik yang terasa seperti keabadian, ia membalikkan badan, menatap pria yang kini berdiri di hadapannya dengan penampilan yang jauh berbeda dari masa lalu. "Kenapa kau bisa ada di sini, Andra? Bagaimana bisa kau menemukanku?" "Aku tidak mencarimu ke kota ini, Sri. Aku pindah kerja seminggu yang lalu," Andra melepaskan pegangannya, lalu menunjuk bangku taman kosong di dekat mereka. "Bisa kita bicara? Sebentar saja. Aku tidak akan memaksamu ikut denganku." Sri menatap buah jeruk yang berserakan di jalanan seberang, lalu beralih menatap mata Andra yang bengkak. Ada rasa lelah yang amat sangat di sana, mengikis habis kesombongan Andra yang dulu pernah ia benci. Sri akhirnya mengangguk pelan. "Baik, kita bic
"Tuan Andra, mohon maaf sekali. Seperti yang sudah kami sampaikan bulan lalu, pencarian saudari Sri alias Marlina ini mengalami jalan buntu," ujar petugas kepolisian di balik meja tripleks reot itu, sambil menyodorkan kembali selembar map berisi data orang hilang. Andra yang kini mengenakan kemeja flanel murah yang warnanya sudah agak pudar, menatap petugas itu dengan pandangan memohon. "Tapi Pak, apakah tidak ada pelacakan dari nomor telepon terakhirnya? Atau mungkin dari riwayat perjalanan kereta dan bus?" Petugas itu menghela napas panjang, bersandar pada kursinya. "Semua nomornya sudah hangus dan tidak terdaftar pada perangkat mana pun, Tuan. Tidak ada transaksi perbankan, tidak ada nama yang cocok di manifestasi transportasi umum mana pun selama tiga bulan terakhir. Wanita ini seolah-olah sengaja menghapus seluruh identitas sosialnya dan menghilang dari muka bumi." Andra meremas kedua tangannya sendiri di atas lutut. "Saya hanya ingin tahu dia aman, Pak. Hanya itu." "Kami men
"Buka televisinya, Arka. Tolong cepat," suara Sri bergetar, jemarinya yang pucat meremas ujung taplak meja kontrakan mereka yang sederhana. Arka yang baru saja menyeduh teh hangat segera meraih pengontrol jarak jauh, menyalakan layar kaca yang langsung menampilkan tayangan berita kilas utama pagi itu. "...Pengusaha muda, Andra Pratama, resmi dijemput paksa oleh pihak kepolisian di kediamannya pagi tadi atas dugaan penganiayaan berat terhadap istrinya, Sarah, serta pemalsuan dokumen aset berskala besar. Tersangka sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya digiring ke mapolres..." Brak Cangkir teh di tangan Sri bergoyang, isinya sedikit tumpah. Ia menatap layar itu dengan mata yang membelalak sempurna. "Dia... dia benar-benar ditangkap? Sarah melaporkannya?" Arka mematikan televisi, kembali membuat ruangan itu diselimuti kesunyian yang mencekam. Ia duduk di hadapan Sri, menatap wanita yang masih menyandang status sebagai istrinya itu dengan pandangan yang dalam, sarat akan beban
Koridor rumah sakit itu terasa begitu dingin dan berbau antiseptik yang menyengat. Lampu neon yang berkedip di atas kepala seolah menambah ketegangan yang menyelimuti tiga orang yang sedang menunggu di depan ruang operasi darurat. Andra duduk di kursi tunggu dengan tangan yang terus gemetar, noda d
Udara pagi di area pasar masih cukup tenang saat Arka memarkirkan mobil di sudut yang agak sepi. Namun, saat Sri baru saja turun, tiga pria berbadan tegap dengan jaket kulit hitam tiba-tiba muncul dan menutup jalan mereka. Tanpa banyak bicara, salah satu dari mereka langsung melayangkan pukulan ker
Pagi itu, kediaman Pratama tampak tenang di permukaan, namun di dalamnya, Nyonya Lydia sedang berdiri di balkon lantai dua, menyesap kopi hitamnya tanpa gula. Matanya yang tajam bak burung elang tak sedetik pun lepas dari halaman bawah. Di sana, Arka sedang sibuk mengelap kaca mobil, sementara Sri
Sinar matahari pagi menembus jendela ruang makan yang mewah, namun suasana di meja makan terasa jauh dari kata hangat. Nyonya Lydia duduk dengan anggun, menyesap tehnya perlahan, sementara matanya tak lepas dari Sarah yang sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk suaminya. Andra sendiri belum turun, y












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.