Chapter: Bab 28‘Apa maksudnya… jangan berpikir macam-macam? Ini sudah sangat macam-macam…’Elang menarik dress itu hingga melewati bahu Dinara hingga terlepas dari tubuhnya. Tersisa bh dan cd saja. Elang melepaskan kait bh-nya, refleks Dinara menutupi dadanya dengan kedua tangannya. Bh itu pun jatuh ke lantai. Lalu tangan Elang menyentuh cd, dan menariknya agar terlepas. Kembali Dinara menutupi bagian intimnya.Elang mengambil baju di lantai, dan meletakkannya di keranjang baju kotor. Kemudian ia membuka kemeja dan celana panjangnya juga, menaruhnya di tempat yang sama. Dinara masih berdiri diam, menutupi bagian dada dan intimnya. Menghadap ke tembok, membelakangi Elang.“Tangan kamu letakkan di tembok,” titah Elang, “saya buka showernya.”Dinara menurut, meletakkan kedua telapak tangannya di tembok. Elang menyentuh kedua lengan Dinara lalu menggiring tangannya untuk lebih ke atas supaya air tidak mengenainya. Setelah itu, Elang menyalakan showernya. Air hangat mengalir ke kepala Dinara. Tubuhnya t
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-31
Chapter: Bab 27‘Apa maksudnya pulang ke apartemen Elang Adikara?’ Dinara hampir tak bisa berpikir apapun.Tempat yang ingin Dinara hindari selamanya, tapi Elang justru akan membawanya kembali.“Kenapa ke apartemen, Pak?” tanya Dinara.“Jangan membantah saya.” Tegas Elang.“Tapi Pak…”Elang menatap Dinara, membuat dirinya tak berani protes lebih jauh.Segala bentuk protes apapun akan sia-sia, jika seorang Elang sudah menginginkan sesuatu maka siapapun tak bisa menghentikannya.Dinara juga mengingat dengan jelas, apa yang dikatakan Elang semalam. Peringatan halus agar Dinara tidak mengkhianatinya. Sekali saja ia berkhianat, bukan hanya dipecat tapi masa depannya bisa hancur.Hari itu terasa cepat sekali berlalu. Jam kantor telah usai, semua karyawan senang jika jam kantor telah usai kecuali Dinara. Ia harus pulang ke tempat bosnya lagi, apartemen mewah persis sangkar emas baginya.“Mbak Din, saya duluan ya…” kata Iwan sambil membawa tas kerjanya.Dinara mengangguk. Pria itu menghilang di balik lift.I
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-29
Chapter: Bab 26Dinara mengangguk, tersenyum kecil namun tak ingin berkomentar lebih jauh.Bunyi dering ponsel milik Andaliman mengalihkan fokus sejenak. Ia mengambil ponselnya yang masih berdering.“Elang Adikara,” ujarnya.Dinara langsung tahu, pasti Elang mencarinya.Andaliman menggeser layar ponselnya.“Andaliman di sini. Oh ya, Pak Elang... Saya di kafe depan SHG… masih bersama Dinara… Baik, pak…”Sesaat kemudian hubungan telepon dimatikan.“Kata Pak Elang, dia telpon kamu tapi nggak diangkat.” Ujar Andaliman.“Ponselku di atas. Lalu Pak Elang bilang apa lagi?” Andaliman menyeruput minumannya, “Katanya, waktunya sedang senggang, kalau bisa ketemu sekarang.”Dinara langsung berdiri, “Kalau begitu ayo, tunggu apalagi? Dia tidak suka menunggu lama...”Andaliman tertawa kecil, “Tuh kan, reaksimu panik begitu. Tenang saja Dinara… minum kamu juga belum habis.”Dinara tidak mau melakukan kesalahan lagi, hukuman dari Elang sungguh… membuatnya candu dan itu menakutkan. Ia tak peduli dengan minuman atau
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-27
Chapter: Bab 25Dinara sudah siap untuk ke kantor. Mengenakan pakaian yang disediakan Elang. Dress putih selutut dengan motif bunga-bunga besar warna biru, yang bukan selera Dinara tapi ia tidak punya alternatif lain. Dengan menggunakan transportasi online, ia pun tiba di kantor sekitar pukul sepuluh. Beberapa mata karyawan yang sibuk sempat menoleh pada Dinara saat ia berjalan melewati mereka. Ada rasa canggung saat menjadi pusat perhatian orang-orang. Dinara mengabaikan tatapan-tatapan itu, ia sekedar mengangguk ramah seperlunya saja. Segera ia menuju lift untuk ke ruang kerjanya. Saat berada di lift, ia bisa bernafas dengan lebih lega. Akhirnya ia tiba di ruangannya.“Pagi Mas Iwan…” sapa Dinara sambil meletakan tas dan duduk di kursinya.Iwan yang fokus di depan laptopnya, langsung menoleh.“Siang Mbak… tumben telat?” tanyanya sambil melihat jam tangannya.Dinara tersenyum kecil, “Ada tugas dari Pak Elang.”“Oh, gitu…” ujar Iwan tanpa berpaling.Dinara yang mendapati Iwan masih menatapnya dari
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-26
Chapter: Bab 24Jam weker di meja nakas berbunyi, Dinara mendesah. Tangannya meraba meraih jam itu dan menekannya agar mati. Matanya masih terlalu berat untuk dibuka. Namun cahaya masuk dari celah-celah gorden, dan ventilasi membuatnya sadar hari sudah berganti pagi.Mata Dinara akhirnya terbuka, ia bingung karena pagi ini terbangun di ruangan yang tidak ia kenali. Tapi itu hanya sejenak, ia jelas mengingat kejadian semalam bersama bosnya.Ia pun mengintip dari balik selimutnya, tubuhnya polos tanpa sehelai baju. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.‘Ya ampun, semalam itu bukan mimpi…’ batinnya.Kejadian malam panas terjadi lagi, dan kali ini dilakukan Elang dengan sadar.‘ahh… tidak, tidak… bodoh, bodoh kamu Dinara…’ Dinara frustasi.Ia pun bangkit, dan duduk bersandar. Selimut tebal masih dipegangnya sampai menutupi tubuhnya. Dirinya bergidik setiap mengingat sentuhan Elang Adikara. ‘Bagaimana jika akhirnya Bu Karin tahu bahwa aku dan suaminya… ya ampun bagaimana ini? Dan ancaman Pak Elang,
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-26
Chapter: Bab 23Ciuman itu, ciuman yang menuntut. Seakan Elang ingin melahap bibir Dinara. Hingga ia merasa gelagapan. Aksi itu terlalu tiba-tiba, Dinara tak bisa menolak bahkan sulit mendorong tubuh Elang untuk menjauh.Elang menggigit pelan bibir bawah Dinara sebelum menghentikan ciuman itu. Gerakan selanjutnya semakin membuat Dinara syok. Tubuhnya diangkat, Elang mengangkatnya dengan mudah. Dinara berpegangan pada bahu Elang.“Pak Elang…” bisiknya.“Ssshh… hukuman ini supaya kamu tidak mengulanginya…” ujar Elang.Lalu ia membawanya ke kamarnya. Melemparkannya ke kasur empuk, tubuh Dinara tersentak. Kimononya tersingkap memperlihatkan pahanya yang halus. Menahan badannya dengan kedua siku di kasur sambil menatap bosnya itu dengan cahaya samar. Nafasnya memburu, kacau tapi juga tak bisa menghentikan. Hukuman macam apa ini?Kini Elang sudah berada di antara kedua kaki Dinara. Tangannya meraih tali kimononya, menariknya perlahan hingga tali itu terlepas. Dengan perlahan, Elang menyingkap kimono itu. D
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-26