author-banner
Lyla Veil
Lyla Veil
Author

Novel-novel oleh Lyla Veil

Menikahi Tuan Tanah Misterius

Menikahi Tuan Tanah Misterius

Demi menghindari kejaran penagih hutang yang mengincar kehormatannya, Silvia Gunawan (mahasiswi kedokteran) yang manja melarikan diri ke desa terpencil yang tak memiliki sinyal dan sulit akses. Di sana, ia terpaksa menikah di depan kakeknya dengan Abimanyu Bara (seorang pemuda ‘ndeso’ kaku yang ia remehkan). Silvia tak menyadari bahwa Bara adalah pemuda berpendidikan, lulusan Agribisnis dari luar negeri yang sengaja menyembunyikan kekayaannya demi membangun desa dan kunci bagi keselamatan keluarga Silvia. Malam pertamanya adalah malam tak terlupakan sekaligus kesalahan. Bagaimana kelanjutan pernikahan Silvia dan Bara? Bagaimana jika Silvia bertemu kembali dengan pria idamannya di masa kuliah? Apakah ia akan meninggalkan Bara demi pria idamannya? Ikuti kelanjutan...
Baca
Chapter: Bab 165
Suasana di dalam gudang terasa begitu sempit dan menghimpit. Tatapan mata Yumna yang menuntut membuat dadaku makin bergemuruh hebat. Rahasia yang kusimpan rapat-rapat selama ini mulai terkelupas satu per satu di hadapan perempuan ini.Aku menghela napas panjang, menunduk sejenak sebelum kembali menatap Yumna dengan pasrah. Aku pun mengangguk, pasrah."Iya, Yumna... aku memang lulusan kedokteran umum," bisikku pelan, membiarkan pengakuan itu terucap di antara kegelapan gudang.Mata Yumna membelalak pelan. "Aku... aku tahu aku tidak salah dengar waktu di rumah sakit! Pantas saja, Kakak nggak seperti pelayan lainnya. Dan Kak Sinyo –”"Tapi Yumna, dengarkan Kakak dulu," potongku cepat seraya meraih jemarinya yang dingin. "Aku memang menyelesaikan kuliah kedokteran, tapi aku tidak memegang ijazahku. Aku belum punya lisensi resmi untuk praktik."Yumna mengernyitkan dahi, tampak menganalisis. "Maksud Kakak?""Kalau aku menggunakan ilmunya atau membuka praktik tanpa ijazah dan izin resmi, itu
Terakhir Diperbarui: 2026-09-18
Chapter: Bab 164
Satu bulan berlalu sejak percakapanku dengan Salma dan panggilan telepon yang menegangkan itu. Kehidupan di Paviliun Lavender berjalan dalam kepalsuan yang makin memberatkan, baik bagiku maupun Salma.Tuan Sinyo mendadak sangat sibuk di kantornya, pergi sebelum fajar menyingsing dan baru kembali ketika seluruh isi rumah sudah terlelap. Berita televisi menyampaikan informasi yang membuat suasana mansion semakin tercekat. Tuan Ananta dituduh melakukan pencucian uang. Kedekatannya dengan pejabat pemerintahan seperti Tuan Rahardi menjadi renggang. Nama baik keluarga Ananta menjadi pertaruhan besar. Beberapa kali wajah Tuan Ananta, Yudhistira, dan Tuan Sinyo muncul di wawancara tanpa izin. Mereka bertiga kompak untuk bungkam.Di tengah berita yang menghimpit itu, perubahan fisik pada tubuhku makin sulit kusembunyikan. Usia kandunganku yang mulai memasuki bulan keempat membuat bagian perutku agak membuncit. Beruntung, seragam pelayan yang kukenakan masih mampu menyamarkannya dari penglihata
Terakhir Diperbarui: 2026-09-18
Chapter: Bab 163
Aku tidak tahu lagi harus bicara apa. Lidahku mendadak kelu, seolah-olah seluruh pasokan udara di sekitarku menguap. Jika dia sampai tahu hubungan yang sebenarnya antara aku dan suaminya... apa yang akan dilakukannya padaku? Apa ia akan membenciku, mengusirku dari sini, atau membongkar semuanya di hadapan Tuan Ananta?"Nyonya... saya hanyalah pelayan di rumah ini," ucapku serak, berusaha sekuat tenaga mempertahankan nada suaraku agar tidak bergetar. "Saya tidak pernah berpikir atau berniat menyimpang dari batas tugas saya."‘Ya Tuhan... maafkan aku Nyonya Salma...’ batinku perih.“Bukan kamu tapi Sinyo, dia bisa menikahiku tapi dia bisa mencintaimu juga...”Aku terdiam kembali, pria itu memang bisa melakukan itu.Salma menatapku lekat-lekat, matanya berkaca-kaca menahan rasa tertekan yang teramat sangat. "Aku harap begitu, Silvia. Karena jika sampai dugaan burukku ini benar... aku benar-benar tidak tahu harus memercayai siapa lagi di mansion ini."Aku meraih tangannya, lalu meyakinkann
Terakhir Diperbarui: 2026-09-17
Chapter: Bab 162
“Aku kira kamu sudah mulai sibuk di kantor sejak tiga hari lalu,” gumam Salma lirih, matanya menatap piring di hadapannya sebelum akhirnya beralih menatap Sinyo. “Tiga hari dua malam kemarin kamu bilang ada urusan bisnis di luar kota, kan?”Bara tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun. Dengan gerakan tenang khas Tuan Sinyo, ia meletakkan pisau dan garpunya ke atas piring porselen. Bunyi denting logam yang beradu dengan keramik membuat Yumna dan Ibu Diana turut menghentikan suapan mereka kemudian menatap suami istri itu.“Ya, memang aku ada urusan ke luar kota... itu sudah selesai kemarin,” sahut Sinyo dingin dari balik topeng hitamnya. “Dan hari ini aku baru benar-benar masuk ke kantor pusat untuk membereskan kekacauan yang dibuat Papa. Ada yang aneh dari itu?”Salma menelan saliva, sedikit tersentak oleh nada bicara suaminya yang tak menyisakan ruang untuk perdebatan. Ia menggeleng pelan, lalu mencoba tersenyum tipis. “Tidak... aku hanya khawatir kamu kelelahan.”“Aku baik-baik saja,
Terakhir Diperbarui: 2026-09-17
Chapter: Bab 161
“Aroma pakaian Sinyo kadang tercampur dengan aroma lain.”Kalimat itu bukan sekadar keluhan seorang istri yang merasa diabaikan, melainkan sinyal bahaya bahwa intuisi seorang wanita tidak bisa diremehkan. Salma mungkin tidak memiliki bukti fisik, tetapi indranya telah menangkap kejanggalan. Setiap kali Mas Bara memelukku, menciumku, atau mendekapku erat seperti di penthouse maupun di kamar ini, aroma tubuhku pasti tertinggal dan melekat pada kemeja atau jasnya.Aku terduduk pelan di tepi ranjang, meremas jemariku yang mendadak dingin. Rasa bersalah dan panik bercampur menjadi satu."Aku harus lebih berhati-hati," bisikku lirih pada diri sendiri seraya mengusap perutku.Aku harus menahan diri. Mulai besok, aku tidak boleh membiarkan Mas Bara menyentuhku sembarangan saat berada di area Paviliun Lavender. Kami tidak boleh ceroboh hanya karena merindukan satu sama lain. Permainan sandiwara ini terlalu berisiko jika harus hancur hanya karena kecerobohan sekecil aroma parfum.Pagi harinya,
Terakhir Diperbarui: 2026-09-17
Chapter: Bab 160
Tautan bibir kami terlepas seketika. Suasana kamar yang tadinya panas mendadak mendingin oleh ketegangan yang mendadak menyergap. Napas Bara berhembus berat di atas permukaan kulit leherku, dadanya kembang kempis menahan gejolak hasrat yang dipaksa berhenti secara mendadak."Silvia?" suara Salma kembali terdengar dari balik pintu, diikuti ketukan halus yang berulang.“Gimana ini?” tanyaku panik.“Diam saja, ia berpikir kamu sudah tidur,” bisiknya.“Silvia...”Bara sama sekali tidak panik, ia malah menciumi leherku."Boleh aku minta tolong sebentar? Tolong buatkan teh herbal untukku, perutku agak mual."Mataku membelalak lebar. Tatapanku bertemu lurus dengan manik cokelat Mas Bara dalam remang kamar.Dengan gerakan secepat kilat, aku bergeser turun dari pangkuannya. Jemariku yang gemetar bergegas membenahi kemeja Bara yang kancingnya sempat kubuka, merapikan kerahnya dengan panik.Bara meraih tanganku, menahannya sejenak lalu mengusap punggung tanganku lembut mencoba menyalurkan ketena
Terakhir Diperbarui: 2026-09-16
Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Dinara Arumi diremehkan Elang Adikara, seorang CEO di perusahaan properti villa besar, ketika sesi wawancara sebagai sekretarisnya. Namun betapa terkejutnya Dinara ketika mengetahui bahwa ia justru diterima! Bekerja bersama Elang Adikara memang sulit, Dinara harus selalu menyesuaikan ritmenya. Tetapi, jauh lebih sulit untuk melupakan kejadian yang menimpa Dinara di malam panas itu bersama Elang.
Baca
Chapter: Bab 192
Dinara memandangi jari manisnya yang kini kembali dihiasi cincin pernikahan dari Elang. Cincin itu berkilau di jarinya yang masih bernoda tanah cokelat. Tatapannya kemudian beralih, menatap sepasang mata Elang yang memerah, menahan air mata dan menyiratkan ketakutan luar biasa akan kehilangan dirinya.Pria tegap, dingin, dan selalu berwibawa di matanya... kini berlutut pasrah di atas tanah pemakaman, memohon dengan tulus.“Mas...” bisik Dinara, suaranya yang parau meluncur pelan. “Apa kamu benar-benar tidak merasa jijik padaku?”Elang tak lagi sanggup mendengarkan keraguan istrinya. Tanpa menjawab dengan kata-kata, Elang menarik tengkuk Dinara dan langsung menangkup bibir perempuan itu dengan ciuman yang dalam dan penuh kehangatan.Dinara tersentak kecil, membelalakkan mata saat rasa manis dan ketulusan melumat habis seluruh rasa hina dan rasa bersalah di dadanya. Ciuman Elang begitu intens, seolah ia tak ingin lagi mendengar kata-kata yang menyakiti diri istrinya sendiri.Di kejauhan,
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Bab 191
“Ju-le?” lirih Dinara, suaranya hampir tenggelam di tenggorokan.Pandangannya yang samar oleh genangan air mata kemudian menyapu dua sosok pria tegap yang berdiri tak jauh di belakang Julia. Matanya membelalak seketika. “Abang? Mas Elang?”Belum sempat Dinara mencerna kehadiran mereka, Julia sudah berlari kecil menghampirinya. Tanpa peduli pada pakaian Dinara yang kotor terkena noda tanah dan peluh, Julia langsung berlutut di depan sahabatnya dan merengkuh tubuh rapuh itu erat-erat.“Kamu ke mana aja sih, Din? Kami semua panik nyariin kamu!” bisik Julia terisak haru di bahu Dinara.“Jule... kenapa kalian bisa ada di sini?” gumam Dinara bingung, tatapannya beralih menatap Ibrahim dan Elang bergantian.Ibrahim melangkah mendekat, matanya memerah menatap adik perempuannya yang berantakan di dekat nisan orangtuanya.“Kamu pikir Abang bakal diam aja pas Pak Elang datang ke rumah nyariin kamu, Dinara? Kamu ini adik Abang... ke mana pun kamu pergi saat hancur, Abang sama Pak Elang pasti baka
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: Bab 190
Elang terdiam kaku. Setiap kata yang terlontar dari bibir istrinya terasa menghantam dadanya begitu telak. Rasanya ia ingin menuli dan mengabaikan semua ucapan itu sebagai angin lalu, namun ia sangat mengenal Dinara—istrinya bukan perempuan pembohong, dan raut wajah hancur itu membuktikan ia sama sekali tidak sedang bercanda.Melihat suaminya terpaku dalam guncangan syok yang begitu hebat, Dinara membulatkan tekad untuk menyudahi penderitaan ini. Ia melangkah mundur perlahan, menciptakan jarak, lalu berbalik keluar dari ruangan yang mendadak terasa menyiksa itu.Namun, dering nyaring dari ponsel Elang di atas meja seketika menahan langkah Dinara di dekat pintu. Elang sempat membiarkan panggilan itu berulang kali memecah hening, sebelum akhirnya mengulurkan tangan kaku meraihnya.“Ya?” suara Elang terdengar parau, hampir tenggelam oleh tenggorokannya yang tercekat.Namun, detik berikutnya raut wajah Elang berubah drastis.“Apa?! Bastian?!” serunya tegang.Mendengar nama Bastian disebut
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: Bab 189
Hingga akhirnya, keheningan menyergap dari balik pintu. Suara percakapan bahasa Jepang itu perlahan mereda, disusul bunyi ketukan jemari Elang di atas meja dan dentang pelan gagang cangkir yang diletakkan. Meeting itu telah selesai.Dinara mengumpulkan sisa keberaniannya, lalu mengayunkan jemarinya mengetuk pintu kayu mahoni itu pelan.Tok... tok... tok...“Masuk,” sahut suara Elang dari dalam.Dinara mendorong pintu perlahan. Di balik meja kerjanya, Elang yang baru saja menutup laptopnya tampak agak terkejut mendapati sang istri menghampirinya ke ruang kerja di pagi hari. Namun, terkejut itu seketika berganti dengan senyuman miring yang menggoda.“Mas, ada yang ingin aku bicarakan denganmu,” tutur Dinara pelan, suaranya terdengar begitu berat.Melihat raut wajah Dinara dan teringat akan kehangatan gila-gilaan mereka semalam, Elang berpikiran lain. Ia mengira istrinya masih merindukan sentuhannya dan ingin mengulang percintaan semalam mereka.“Sini, Sayang... duduk di pangkuanku,” pang
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Bab 188
Di tengah keheningan ruang kerja yang kini dipenuhi napas mereka yang berangsur teratur, setetes air mata lolos menetes menyusuri pipi Dinara. Isakan pelan yang berusaha ia tahan akhirnya pecah juga di atas dada bidang Elang.Elang yang merasakan tubuh istrinya bergetar seketika panik. Pria itu menguraikan pelukannya sedikit, menangkup kedua pipi Dinara dan menatap wajah istrinya penuh kekhawatiran.“Kenapa nangis, Sayang?” tanya Elang lembut, jemarinya mengusap jejak air mata di pipi Dinara. “Ada yang sakit, ya? Kita... terlalu hot tadi.”Dinara terisak pelan, namun ia berusaha keras menyunggingkan sebuah senyuman di balik matanya yang berkaca-kaca. Perempuan itu menggeleng cepat.“Enggak, Mas... malah enak banget,” bisik Dinara dengan suara serak. “Aku bukan sedih... tapi terharu bisa sampai di titik ini.”Mendengar penuturan dari sang istri, kekhawatiran di wajah Elang seketika sirna. Pendar hangat penuh lega terpancar dari sepasang matanya. Elang tersenyum manis, lalu mendekatkan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Bab 187
Tanpa menyela penyatuan mereka, Elang menyusupkan kedua lengan kokohnya ke bawah paha dan punggung Dinara. Dengan satu hentakan mantap, ia mengangkat tubuh istrinya dari atas meja kerja. Dinara melingkarkan kedua kakinya erat-erat di pinggang Elang, menyandarkan punggungnya pada permukaan tembok dingin ruang kerja itu. Tumpuan tembok dan dominasi Elang membuat setiap hunian terasa semakin dalam dan menghujam.“Aaah! Mas... jangan keluar dulu, Mas...” pangkas Dinara terengah-engah di ceruk leher suaminya, menyadari gerakan Elang yang mulai tak terkendali menandakan puncaknya sudah di ambang batas.Elang yang napasnya sudah memburu hebat terpaksa menahan diri. Dengan ketahanan tubuhnya, ia menarik perlahan pusakanya keluar dari kehangatan Dinara, membiarkan gelinjang gairah itu tertahan menggantung di udara.Tanpa membuang waktu, Dinara melangkah menuntun suaminya menuju sofa panjang di sudut ruangan. Ia menarik Elang untuk duduk bersandar. Di hadapan suaminya, Dinara berlutut anggun. M
Terakhir Diperbarui: 2026-07-27
Anda juga akan menyukai
Gendut Alasan Suami Mendua
Gendut Alasan Suami Mendua
Romansa · RENA ARIANA
352.4K Dibaca
Desahan di Kamar Pembantu
Desahan di Kamar Pembantu
Romansa · Davian
350.8K Dibaca
Menjadi Tawanan CEO Dingin
Menjadi Tawanan CEO Dingin
Romansa · Camelia
349.0K Dibaca
Pernikahan Hampa
Pernikahan Hampa
Romansa · Mira Restia
348.0K Dibaca
Wanita Yang Dicintai Suamiku
Wanita Yang Dicintai Suamiku
Romansa · Rira Faradina
347.3K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status