LOGINDinara Arumi diremehkan Elang Adikara, seorang CEO di perusahaan properti villa besar, ketika sesi wawancara sebagai sekretarisnya. Namun betapa terkejutnya Dinara ketika mengetahui bahwa ia justru diterima! Bekerja bersama Elang Adikara memang sulit, Dinara harus selalu menyesuaikan ritmenya. Tetapi, jauh lebih sulit untuk melupakan kejadian yang menimpa Dinara di malam panas itu bersama Elang.
View MoreSetengah jam kemudian, Dinara dan Julia sampai di gedung SHG. Mereka sama-sama ke atas, setelah parkir motor. Mereka sedikit berlari karena jam masuk kantor sudah habis. Julia lebih dulu keluar lift di lantai tiga, Dinara masih lanjut hingga lantai paling atas.Sebelum kembali ke ruangannya, Dinara menuju toilet untuk merapikan dirinya. Lima menit kemudian keluar toilet dengan lebih rapi. Ia menuju meja kerjanya.“Iya, Pak. Mbak Dinara sudah ada… sebentar, Pak.” Iwan memberi isyarat untuk ke ruangan Pak Elang.Dinara segera meletakkan tasnya, lalu meraih tablet dan jurnalnya. Kemudian menuju ruangan Elang Adikara. Ia mengetuk pintu kayu besar pembatas ruangan CEO, dan ruang sekretariat. Setelah diizinkan masuk, ia pun masuk. Betapa terkejutnya ia saat melihat dua tamu bosnya itu berada di sana. Seorang pria berumur dan bergaya flamboyan, yang dilihatnya tadi di Mall. Di sisinya, duduk seorang perempuan yang tak lain adalah Karin.Dinara menghentikan langkahnya, lalu segera berusaha m
Di dalam sebuah mobil, Karin duduk dipangkuan pria yang bersamanya tadi. Mereka saling berhadapan. Bibir mereka bertautan. Si pria berusaha melepaskan kemeja Karin, tapi Karin menahannya agar tidak terlepas. Hanya kancing-kancingnya saja yang sudah terbuka.Pria itu juga menyesap bagian leher Karin. Karin mendesah-desah dan bergelinjang penuh nafsu.Julia dan Dinara menutup mulut mereka.“Ayo balik kantor,” bisik Dinara, ia takut ketahuan Karin.Julia menggeleng, selanjutnya ia malah mengeluarkan ponselnya. Mendekati mobil itu, dan merekam aktivitas di dalam mobil, dimana Karin dan pria itu sedang bercinta. Celah kecil dari jendela mobil itu membuat suara mereka terdengar hingga keluar.“Oh… paman Johan ini enak banget… ohh… harusnya ke hotel bukan di sini… paman…” racau Karin.“Suamimu nggak pernah bikin enak begini heh… hmm…” suara pria itu berat.“Elang… ehh… nggak pernah menyentuhku… owh… sepertinya dia lebih tertarik sama bisnisnya… ohh… paman geli… aku mau keluar nih…”Dinara t
Pagi ini, Elang mengganti perban luka Dinara dengan yang anti air. Jadi Dinara tak perlu dimandikan lagi. Ada rasa lega, tapi sedikit kehilangan juga karena dimandikan Elang itu sensasi berbeda. Kebiasaan selama tiga hari ini membuat Dinara makin kecanduan sentuhan bosnya sendiri.‘Tidak, tidak! Aku sudah merasa mengkhianati Bu Karin, apapun alasannya tentu tak bisa dibenarkan. Aku saja yang terlalu naif.’Sedangkan rumor di kantor tentang perselingkuhan bigbos makin gencar. Kali ini Dinara memang kena imbasnya, sebagian yakin bahwa perempuan itu sekretarisnya sendiri. Tapi yang kenal bagaimana Dinara, akan membela sepenuhnya termasuk Julia.Saat jam makan siang, Dinara dan Julia sepakat makan di mall yang agak jauh dari kantor. Julia hanya ingin bicara empat mata dengan Dinara tanpa khawatir ada yang mendengar.“Luka lu gimana Din? Kemarin tugas sama Pak Bos lancar dengan tangan seperti itu?” Tanya Julia tiba-tiba.Dinara terbatuk kecil hampir tersedak makanannya. Ia meraih gelas dan
Dinara duduk di kasur, menelan saliva dan menggigit bibirnya. Ia tak habis pikir, bagaimana dirinya bisa berada diantara sosok bos dingin dan istrinya. “Apa aku sekarang jadi selingkuhan Pak Bos… ya ampuun…”Ceklek!Dinara terkejut saat pintu kamar mandi terbuka. Elang keluar hanya dengan handuk yang melilit pinggangnya. Rambutnya masih basah, bukan hanya rambut tapi bulu-bulu kaki, tangan dan dada pun terlihat basah. Pria itu menatapnya sejenak, lalu keluar kamar begitu saja. Pintu ditutupnya, Dinara dibuat bingung dengan sikapnya.“Bukan… aku bukan selingkuhannya. Kalau selingkuhan pasti akan mendapatkan yang lebih baik dari istri sahnya. Sedangkan aku… aku tetap bekerja sebagai sekretarisnya… gaji tetap sama bahkan dia mengancamku… huft.” Gerutu Dinara kesal.‘Entahlah…apa maunya Pak Elang… aku tidak mengerti. Tapi… sentuhannya itu bikin aku menggila…’ Dinara pun berdiri, menuju lemari pakaian. Ia kembali terkejut karena lemari itu penuh dengan pakaian perempuan. Laci bawah dibuk
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.