author-banner
Rempeyek garing
Rempeyek garing
Author

Novels by Rempeyek garing

Aku Bangkit dari Lembah Neraka

Aku Bangkit dari Lembah Neraka

Dituduh menodai putri kepala sekte, Ling Xuan, murid jenius Sekte Batu, dijebloskan ke lembah terlarang dan dicap sebagai pendosa cabul. Namun di tempat kematiannya itu, ia menemukan Batu Api Langit, artefak purba yang membangkitkan kekuatan mengerikan di dalam tubuhnya. Kini ia kembali, bukan hanya untuk menuntut keadilan atas fitnah yang menjatuhkannya, tapi juga untuk menghadapi Bai Yuer, gadis yang menjadi awal sekaligus kutukan dari segalanya.
Read
Chapter: 101.
​Ruang interogasi itu kini diliputi sunyi yang mencekam, hanya menyisakan bau anyir darah dan aroma kematian yang ganjil. Mayat anggota Sekte Bayangan yang tadi meronta kini telah berubah total menjadi patung abu-abu yang retak-retak, seolah seluruh cairannya telah tersedot habis oleh teknik terlarang Ling Xuan.​Hou Yan memberi isyarat pendek kepada anak buahnya. Tanpa suara, mereka bergerak cepat membersihkan sisa-sisa interogasi, memastikan tidak ada satu pun jejak yang tertinggal di markas bawah tanah Yanbara tersebut.​Di tengah ruangan, Ling Xuan berdiri mematung. Tangannya masih sedikit gemetar, bukan karena takut, melainkan efek samping dari Jarum Penembus Roh yang baru saja membebani sarafnya. Namun, rasa sakit fisik itu kalah jauh oleh bayangan yang terus berputar di kepalanya: Ling Rou dan Ling Yue, kedua adik perempuannya, terikat oleh akar hitam pekat dan disebut sebagai "wadah" oleh suara-suara dingin dalam memori sang target.​Aura dingin mulai bocor dari tubuh Ling Xua
Last Updated: 2026-03-28
Chapter: 100.
Ling Xuan mengubah pendekatannya. Ia tidak mencoba menembus memori utama sang target secara paksa. Alih-alih, ia menggunakan gelombang jiwanya untuk menyentuh lapisan emosi pria itu: rasa takut akan kegagalan, loyalitas buta, dan penyesalan terpendam.​Napas target mulai memburu. Keringat dingin menetes dari dahinya, otot-otot rahangnya menegang. Tapi luar biasa, ia masih menolak untuk bicara.​Ling Xuan akhirnya membuka suara. Nadanya sangat datar, namun menusuk. "Huan Ming tidak akan datang untuk menyelamatkanmu."​Terjadi reaksi mikro. Kelopak mata target sedikit berkedut. Hou Yan yang berdiri di belakang memperhatikan detail kecil itu.​Ling Xuan mencondongkan tubuhnya ke depan, melanjutkan serangannya. "Dia bahkan tidak berani datang sendiri ke Yanbara untuk mengurus urusannya."​"Pemimpin Agung tidak perlu turun tangan secara langsung hanya untuk mengurus tikus kota kotor seperti kalian," balas target akhirnya buka suara, nada suaranya dipenuhi arogansi.​"Atau mungkin..." Ling
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: 99.
Di tengah gelapnya malam Yanbara, target yang baru keluar dari Paviliun Bunga Malam berjalan cepat menyusuri gang sempit di distrik utara. Dinding-dinding batu di sekitarnya sudah tua dan berlumut, disinari oleh cahaya lentera yang redup dan dikepung bau karat logam bercampur arak basi. Meskipun suara hiruk-pikuk kota masih terdengar samar di kejauhan, gang ini relatif kosong dan sepi.​Target itu bukanlah orang bodoh. Ia sengaja memilih jalur yang berkelok-kelok, menunjukkan bahwa ia tetap waspada meskipun belum menemukan ancaman yang pasti.​Di belakangnya, Ling Xuan dan Hou Yan membuntuti dengan jarak aman. Hou Yan berjalan setengah langkah di belakang tuannya, masih berakting mabuk sambil merangkul bahu Ling Xuan. Percakapan mereka terdengar seperti gumaman tak jelas orang yang kehilangan kesadaran.​Namun di balik akting konyol itu, Hou Yan sedang melakukan persiapan mematikan. Dengan gerakan jari yang sangat halus, ia mengaktifkan tiga artefak kecil yang tersembunyi di balik len
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: 98.
​Di ruang VIP lantai dua, pria dari Sekte Bayangan itu masih berdiri mematung. Matanya menyipit tajam, mencoba mengurai gangguan tipis pada fluktuasi Qi yang baru saja ia rasakan.​Namun, Paviliun Bunga Malam bukanlah tempat yang tenang. Gedung ini dipenuhi oleh puluhan kultivator dari berbagai tingkatan. Udara di sekitarnya saling bertabrakan dengan aura yang berbeda-beda, bercampur baur dengan bau tajam alkohol dan hawa nafsu yang pekat. Karena kekacauan energi ini, pria itu tidak bisa langsung yakin dari mana arah pengawasan tersebut berasal.​Sebagai pembunuh bayaran yang terlatih, ia memutuskan untuk menguji situasi. Ia kembali duduk perlahan, menatap cawan araknya, lalu sengaja memperkeras suaranya sedikit lebih lantang dari sebelumnya.​"Hari ini aku benar-benar cukup lelah..." keluhnya dengan nada berat. "Perjalanan dari Penjara Batu Sunyi di utara menuju Yanbara ini tidaklah dekat. Ditambah lagi dengan cuaca yang buruk."​Para wanita penghibur di sekelilingnya mengira itu han
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: 97.
​Beberapa hari setelah situasi canggung di kediaman Bai Zhenhai mulai mereda, roda kehidupan di Yanbara perlahan kembali berputar seperti biasa.​Sekte Bayangan sudah mulai mengawasi pergerakannya. Mata-mata mereka telah melihat pertarungannya melawan Zhou Han. Jika Ling Xuan terus bergerak menggunakan identitas aslinya atau jubah kebesaran "Penguasa Pasar Hitam Yanbara", ia hanya akan menjadi sasaran empuk. Padahal, ia sangat membutuhkan informasi tentang lokasi dan pertahanan Penjara Batu Sunyi untuk menyelamatkan orang tuanya.​Karena itu, Ling Xuan memutuskan untuk bergerak di bawah radar.​Ia kembali mengenakan identitas palsunya, Xuan Ling.​Penyamaran itu sangat sempurna. Ling Xuan menyegel seluruh aura kultivasinya hingga ke titik terendah, membuatnya terlihat seperti rakyat jelata biasa. Seperti biasa, ia mengenakan pakaian kasar berbahan rami yang biasa dipakai oleh pedagang pasar gelap, dan sebagai sentuhan akhir, ia menempelkan sebuah tanda lahir besar yang mencolok di seb
Last Updated: 2026-03-25
Chapter: 96.
Begitu cengkeraman di lehernya terlepas, Su Yan tidak membuang sedetik pun. Akal sehatnya telah sepenuhnya diambil alih oleh insting bertahan hidup dan gairah dari racun yang mendidih.​Dengan napas memburu, Su Yan langsung mengalungkan kedua lengannya ke leher Bai Zhenhai. Ia sedikit mengangkat tubuhnya dan mencium pria itu dalam sebuah ciuman yang begitu mendesak, panas, dan liar. Tidak berhenti sampai di situ, dalam keputusasaannya mencari pelepasan, Su Yan sengaja menaikkan satu kakinya, membiarkan lututnya bergesekan pelan dengan area paling sensitif milik Bai Zhenhai.​Sentuhan fatal itu menghancurkan sisa-sisa pertahanan sang mantan Pemimpin Sekte Batu.​Urat-urat di dahi Bai Zhenhai menonjol. Matanya menggelap seketika. "Gadis nakal, kau sungguh berani menyentuh batasanku!" geramnya dengan suara rendah dan serak.​Naluri pria Bai Zhenhai yang telah lama terkubur di balik wibawa dan dedikasinya pada jalan bela diri, kini seketika kembali membara, tersulut oleh panasnya tubuh da
Last Updated: 2026-03-12
Awas Kesetrum!

Awas Kesetrum!

Bzzzzzzzzzzzzt! Listrik menggelegar mengacaukan seisi akademi, hanya karena emosi seorang gadis bernama Li Zhiya yang meluap tak terkendali. Orang-orang akademi mengira, gadis itu hanyalah anak pemula yang baru saja mengenal dunia super human. Tapi, ternyata ...
Read
Chapter: 23. Jangan terlalu jauh dariku
“Woiii! Kakak Ipar! Rambutmu masih rapi nggak tuh?”Suara cempreng khas Xiaohan memecah ketegangan lorong.Zhiya langsung refleks mendengus keras. “ASTAGA…” desisnya, wajahnya merah padam.Nathan berhenti melangkah, alisnya berkerut tipis. Murid-murid yang ngintip dari pintu kantin langsung cekikikan, beberapa malah merekam sambil menahan tawa.“Astaga, itu adiknya!”“Fix banget dong Kakak Ipar!”“UWOOOO, ketahuan quality time di lorong!”Zhiya mengepalkan tangan, listrik berdesis halus di ujung jarinya. “XIAOHAN!!”Tapi bocah itu malah lari kecil ke arah mereka, sambil mengunyah biskuit seolah tidak ada masalah. Ia berhenti tepat di samping Nathan, menatap ke atas dengan wajah polos, meski matanya jelas penuh usil.“Eh, Kakak Ipar, kamu harusnya hati-hati loh. Kalau rambutmu berdiri seminggu, jangan nyalahin Kak Zhiya yaaa.”KYAAAAA!! teriakan murid yang ngintip makin menggema.Zhiya menutup wajah dengan tangan. “Tutup mulutmu, bocah tengil!”Nathan tetap diam, hanya menatap Xiaohan
Last Updated: 2025-08-26
Chapter: 22. Nath—Zhi
“—tertarik,” sela Nathan, sangat perlahan.Zhiya berhenti bernapas. “Apa?”“Terhadap anomali,” tambahnya tenang, seolah membahas eksperimen lab. “Data tidak cocok. Ujian awal, nol. Hari ini, percikan. Saat itu, sensor tantangan aktif tanpa niat. Tiga hal, satu orang. Aku… mencoba menyusun persamaan.”Zhiya menahan tatapan. ‘Ia bukan menggoda. Ia menganalisis. Kenapa rasanya tetap… menohok?’Sorak-sorai kembali bergemuruh, semakin liar. Beberapa murid mulai meneriakkan gabungan nama mereka. “Nath—Zhi! Nath—Zhi!” Seseorang meniup peluit entah dari mana. Seseorang yang lain memutar efek confetti di holo.“Luar biasa,” gumam Zhiya datar. “Kita dijadikan festival.”“Kamu bisa menyalakannya,” ucap Nathan tiba-tiba.“Apa?”“Petirmu,” katanya, setengah menantang, setengah… penasaran. “Kamu bilang bisa membuat rambutku berdiri selama seminggu. Buktikan. Di sini.”“Gila?” Zhiya memelototnya. “Kamu mau seluruh kantin gosong?”“Jika kamu tidak bisa, mereka akan menganggapmu berbicara kosong. Jika
Last Updated: 2025-08-25
Chapter: 21. Tertarik?
Keheningan yang menyelimuti kantin terdengar bising di kepala Zhiya. Ratusan pasang mata memantul di permukaan meja, di punggung kursi, di lantai yang dipenuhi remah roti dan percikan jus, lalu kembali lagi ke dirinya. Napas para murid terdengar seperti dengung mesin, tidak jelas, tapi mengganggu. Listrik tipis berdesis di ujung jarinya setiap kali ia menahan dorongan untuk meledak.Ia bersedekap lebih kencang. ‘Kenapa Xiaohan harus nyeret Sekar pergi sekarang juga? Dasar bocah tengil!'Nathan berdiri tegap di hadapannya, bayangannya jatuh menutupi setengah meja. Seragamnya begitu rapi sampai kancingnya seperti sejajar dengan garis lantai. Wajahnya tanpa ekspresi, tapi rahangnya, yang terkenal tidak pernah goyah, mengeras samar. Ada semacam kesunyian dingin yang selalu mengiringi Nathan, seperti AC rusak yang tetap memaksa ruangan dingin.Detik memanjang. Suara kursi berderit di kejauhan. Beberapa murid menahan tawa, beberapa yang lain menggigit sedotan. Selebihnya, menunggu.“Jadi…”
Last Updated: 2025-08-24
Chapter: 20. Kekacauan bertambah
Suasana kantin sudah seperti pasar malam. Murid-murid berdesakan, sebagian berdiri di kursi, sebagian lain sibuk merekam dengan kamera holografik. Semua mata terfokus pada Nathan dan Zhiya yang baru saja membuat satu akademi mendidih dengan percakapan singkat mereka.Zhiya masih duduk di kursinya, bersedekap, tatapannya dingin menusuk Nathan. Aura listrik tipis menjalar dari ujung jarinya, meski ia berusaha menahannya. Sekar di sampingnya tampak panik, tangannya meremas rok seakan ingin menghilang dari pandangan.Nathan berdiri tegap, wajahnya nyaris tanpa emosi, tapi rahangnya mengeras jelas. Kantin menahan napas. Satu detik, dua detik, waktu seperti melambat—“Wuih, rame banget ya di sini?”Suara cempreng tapi penuh kenakalan terdengar dari arah pintu.Semua kepala menoleh serentak.Di sana berdiri seorang bocah berusia tujuh tahun, rambut hitamnya acak-acakan, pipinya belepotan remah biskuit. Ia berjalan santai ke tengah kantin, mengunyah renyah, seolah seluruh ruangan bukan sedang
Last Updated: 2025-08-23
Chapter: 19. Gosip
Suasana kantin Akademi Superhuman Indo biasanya ramai, tapi pagi itu riuhnya terasa berbeda. Bukan sekadar suara sendok yang beradu dengan piring, melainkan gumaman dan bisikan berantai yang menyebar cepat, seperti api yang menjilat kertas kering. Meja-meja penuh dengan murid yang mencondongkan badan, saling berbisik dengan mata berbinar penuh gosip.“Eh, eh! Katanya semalam ada yang manggil Ketua OSIS dengan sebutan Kakak Ipar!?” seorang murid cewek menunduk ke arah temannya, suaranya penuh sensasi.“Apa?! Ketua OSIS Nathan? Jadi dia udah punya pacar?!” sahut temannya, terlalu kencang sampai tiga meja di sekitarnya langsung ikut menoleh.Desas-desus itu merambat dengan kecepatan kilat. Dalam hitungan detik, separuh kantin sudah membicarakan hal yang sama.Di meja tengah, Valerie duduk dengan anggun. Gadis berambut perak itu menyesap jus jeruknya dengan elegan, tapi matanya menyipit saat telinganya menangkap kata ‘pacar’ dan ‘Nathan’. Wajahnya tetap tersenyum, namun jemarinya mengetuk
Last Updated: 2025-08-22
Chapter: 18. Blender rusak
Lorong masih sepi. Nathan berdiri tegap di depan pintu kamar Zhiya, wibawa ketua OSIS terpancar jelas.“...Kamu potong rambut?” tanyanya datar.Zhiya menoleh setengah, ekspresi dingin. Lalu dengan nada penuh sinis ia menjawab, “Tanya sendiri sama pacar jadi-jadianmu itu!”BRAK!Ia membanting pintu kamar hingga membentur tembok, lalu melengos lewat sisi Nathan tanpa menatap lagi. Sekar buru-buru mengekor sambil membawa sisir, wajahnya antara panik dan berusaha menahan tawa.Nathan tetap berdiri tegap. Tapi kali ini alisnya sedikit berkerut.“…Pacar… jadi-jadian?” gumamnya bingung.Krak krak!Suara kunyah terdengar di sampingnya.Xiaohan, dengan santai duduk di lantai sambil ngemil biskuit, menatap Nathan dengan polos, tapi matanya penuh usil.“Wih, Kakak Ipar selingkuh?”Nathan langsung menoleh cepat, tatapannya tajam.“…Apa?”Xiaohan menggoyang-goyangkan biskuitnya seperti mikrofon. “Pacar asli satu, pacar jadi-jadian satu. Wah, wah… Ketua OSIS ternyata punya life skill ganda juga ya~
Last Updated: 2025-08-21
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status