Chapter: 48. Bai Yuer vs Zhou HanSenyum Zhou Han benar-benar lenyap.Untuk pertama kalinya sejak ia memasuki paviliun itu, topeng ketenangan yang selalu ia kenakan retak.“Jaga ucapanmu, Bai Yuer,” katanya dingin. Nada suaranya tidak lagi lunak. Aura qi di tubuhnya mulai berputar, menyebar seperti kabut es tipis yang merayap di lantai batu. “Kau sudah terlalu jauh.”Bai Yuer menyeringai.“Terlalu jauh?” ulangnya ringan. “Aku baru mulai.”Hening sekejap.Tiba-tiba tekanan aura meledak dari tubuh Zhou Han. Cambuk yang tadi tergeletak di lantai terangkat dengan sendirinya, melayang di udara seperti ular besi yang hidup. Ujungnya bergetar, membelah udara dengan suara mendesis tajam.Beberapa murid mundur refleks.“Keluar dari paviliun!” perintah Zhou Han tanpa menoleh, suaranya penuh otoritas. “Ini bukan urusan kalian!”Tak seorang pun berani membantah.Dalam sekejap, paviliun obat menjadi arena tertutup. Formasi pelindung Zhou Han aktif, menutup pintu dan jendela dengan lapisan qi transparan.Ling Yue tersentak. “Kak Yu
Huling Na-update: 2026-01-16
Chapter: 47. Si muka duaLing Xuan akhirnya menyerah.Benteng pertahanan yang ia bangun, runtuh begitu saja di hadapan Bai Yuer.Dengan satu gerakan cepat, ia menarik pinggang Bai Yuer ke arahnya. Tubuh mereka saling mendekap. Jarak yang tersisa lenyap.Ciuman itu tidak lagi ragu. Tidak lagi ditahan. Penuh emosi yang terpendam terlalu lama. Kerinduan, penyesalan, dan sesuatu yang lebih dalam. Napas mereka berpadu, dunia sekitar seolah menyempit hanya menjadi detak jantung dan kehangatan satu sama lain.Bai Yuer sempat terkejut, namun kemudian membalas, jemarinya mencengkeram jubah Ling Xuan seakan takut ia akan menghilang lagi.Beberapa saat berlalu.Terlalu singkat.Tiba-tiba, langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari kejauhan.Bai Yuer tersentak lebih dulu. Alisnya berkerut, naluri sektenya langsung siaga. Ia menarik diri setengah langkah, menoleh ke arah sumber suara.“Kenapa di dalam sekte tiba-tiba begitu gaduh?” gumamnya.Ling Xuan juga menegakkan tubuh. Auranya mengendur, namun matanya mengeras. “Mungki
Huling Na-update: 2026-01-15
Chapter: 46. Menemui Bai YuerLing Xuan berdiri di atas punggung batu hitam yang menjulur dari lereng terjal.Di kejauhan, garis pegunungan membentuk siluet sekte yang pernah ia sebut rumah. Sekte Batu. Tenang. Tertib. Seolah tidak pernah mengusirnya ke Lembah Neraka.Angin malam mengibaskan jubahnya. Bau tanah basah dan logam bercampur di udara.Ia menunduk, menatap telapak tangannya sendiri.Retakan tipis berpendar merah samar di bawah kulit, bekas kekuatan yang tidak seharusnya ia miliki. Kekuatan yang ia peroleh… karena ia dibuang.“Zhou Han…” gumamnya pelan.Jejak aura itu masih segar di ingatannya. Tidak mungkin salah. Pola aliran qi yang jelas, dingin, dan penuh perhitungan. Ia mengenalnya dengan baik.Persahabatan mereka dulu terpecah bukan dengan teriakan, ataupun dengan pertarungan. Melainkan dengan diam.Ling Xuan mengepalkan tangan.‘Sekte Batu….' Pikiran berikutnya langsung menusuk lebih dalam. "Zhou Han, apa yang kau rencanakan dengan keluargaku!" Giginya mengerat menekan, ekspresi merah padam berapi
Huling Na-update: 2026-01-15
Chapter: 45. Bercerita 2Ling Yue terdiam.Angin menggeser dedaunan di atas kepala mereka, namun suara itu justru membuat keheningan terasa semakin berat. Dadanya naik turun tidak teratur, seolah ada sesuatu yang menekan dari dalam.Akhirnya, ia menutup mata.“Maaf…” ucapnya lirih. “Aku berbohong.”Bai Yuer tidak bergerak. Tidak mendesak. Ia hanya menunggu.Ling Yue membuka mata kembali. Di sana ada ketakutan, namun juga kelegaan yang rapuh, seperti seseorang yang akhirnya berhenti berlari.“Aku memang adiknya,” katanya pelan. “Adik Ling Xuan.”Kalimat itu jatuh dengan sederhana. Tanpa dramatis. Namun beratnya terasa di antara mereka.Bai Yuer menghembuskan napas perlahan. Seperti… sebuah kepastian yang akhirnya mendapat bentuk.“Kenapa kamu menyembunyikannya?” tanyanya lembut.Ling Yue menggenggam ujung jubahnya lebih erat.“Kakak Zhou bilang,” jawabnya pelan. “Ia bilang… nama Kakak Xuan masih dianggap aib di sekte. Kalau orang tahu aku adiknya, aku dan Ling Rou bisa ikut disingkirkan. Atau lebih buruk.”Ia
Huling Na-update: 2026-01-14
Chapter: 44. Bercerita 1Ling Yue mengangguk pelan.Gerakan kecil itu hampir tak terlihat, namun cukup bagi Bai Yuer.“Oh,” gumam Bai Yuer lirih, lalu senyum tipis terukir di bibirnya, senyum yang tidak sepenuhnya pahit, namun juga jauh dari bahagia. “Aku tahu. Pasti karena rumor itu, kan?”Ia berbalik, memunggungi Ling Yue. Punggungnya lurus, namun bahunya tampak sedikit menegang.“Semua orang menyalahkannya,” lanjut Bai Yuer, suaranya tenang tapi ada getar halus yang sulit disembunyikan. “Mereka bilang, dia menodaiku. Mereka mengutuknya, menghinanya, menghapus namanya seolah dia tidak pernah ada.”Tangannya mengepal perlahan di balik lengan jubah.“Padahal,” katanya pelan, “tidak satu pun dari mereka yang tahu bagaimana isi hatiku.”Bai Yuer menghela napas panjang. Lalu ia berbalik kembali, menatap Ling Yue secara langsung. Tatapan itu jernih, seperti seseorang yang telah lama memendam kata-kata tanpa tempat untuk menaruhnya.“Apa kamu mau mendengar ceritaku?”Ling Yue terdiam sesaat, lalu mengangguk dengan
Huling Na-update: 2026-01-14
Chapter: 43. Yao ZhenyuanLangkah kaki ringan terdengar di luar tirai.Bukan tergesa. Bukan pula disembunyikan.Zhou Han langsung menegakkan punggung. Senyum tipis di sudut bibirnya lenyap, digantikan sikap hormat yang nyaris sempurna.Tirai tipis tersibak.Seorang pria tua memasuki ruang dalam dengan langkah tenang. Rambutnya disanggul rapi, sebagian telah memutih. Jubah tetua Paviliun Obat melekat bersih di tubuhnya, tanpa lipatan berlebihan. Wajahnya biasa saja, namun sorot matanya dalam, seperti sumur tua yang tak terlihat dasarnya.Yao Zhenyuan.Ling Yue refleks berdiri dan membungkuk dalam-dalam. “Tetua Yao.”Ling Rou ikut berusaha bangkit, namun Yao Zhenyuan mengangkat satu tangan, menghentikannya dengan gerakan halus.“Berbaring saja,” katanya pelan. Suaranya rendah, stabil, seperti seseorang yang sudah terbiasa didengar. “Tubuhmu belum kuat.”Ia melangkah mendekat, berdiri di sisi ranjang batu. Tatapannya menyapu Ling Rou sejenak, namun cukup untuk membuat gadis itu tanpa sadar menggenggam selimutnya
Huling Na-update: 2026-01-13
Chapter: 23. Jangan terlalu jauh dariku“Woiii! Kakak Ipar! Rambutmu masih rapi nggak tuh?”Suara cempreng khas Xiaohan memecah ketegangan lorong.Zhiya langsung refleks mendengus keras. “ASTAGA…” desisnya, wajahnya merah padam.Nathan berhenti melangkah, alisnya berkerut tipis. Murid-murid yang ngintip dari pintu kantin langsung cekikikan, beberapa malah merekam sambil menahan tawa.“Astaga, itu adiknya!”“Fix banget dong Kakak Ipar!”“UWOOOO, ketahuan quality time di lorong!”Zhiya mengepalkan tangan, listrik berdesis halus di ujung jarinya. “XIAOHAN!!”Tapi bocah itu malah lari kecil ke arah mereka, sambil mengunyah biskuit seolah tidak ada masalah. Ia berhenti tepat di samping Nathan, menatap ke atas dengan wajah polos, meski matanya jelas penuh usil.“Eh, Kakak Ipar, kamu harusnya hati-hati loh. Kalau rambutmu berdiri seminggu, jangan nyalahin Kak Zhiya yaaa.”KYAAAAA!! teriakan murid yang ngintip makin menggema.Zhiya menutup wajah dengan tangan. “Tutup mulutmu, bocah tengil!”Nathan tetap diam, hanya menatap Xiaohan
Huling Na-update: 2025-08-26
Chapter: 22. Nath—Zhi“—tertarik,” sela Nathan, sangat perlahan.Zhiya berhenti bernapas. “Apa?”“Terhadap anomali,” tambahnya tenang, seolah membahas eksperimen lab. “Data tidak cocok. Ujian awal, nol. Hari ini, percikan. Saat itu, sensor tantangan aktif tanpa niat. Tiga hal, satu orang. Aku… mencoba menyusun persamaan.”Zhiya menahan tatapan. ‘Ia bukan menggoda. Ia menganalisis. Kenapa rasanya tetap… menohok?’Sorak-sorai kembali bergemuruh, semakin liar. Beberapa murid mulai meneriakkan gabungan nama mereka. “Nath—Zhi! Nath—Zhi!” Seseorang meniup peluit entah dari mana. Seseorang yang lain memutar efek confetti di holo.“Luar biasa,” gumam Zhiya datar. “Kita dijadikan festival.”“Kamu bisa menyalakannya,” ucap Nathan tiba-tiba.“Apa?”“Petirmu,” katanya, setengah menantang, setengah… penasaran. “Kamu bilang bisa membuat rambutku berdiri selama seminggu. Buktikan. Di sini.”“Gila?” Zhiya memelototnya. “Kamu mau seluruh kantin gosong?”“Jika kamu tidak bisa, mereka akan menganggapmu berbicara kosong. Jika
Huling Na-update: 2025-08-25
Chapter: 21. Tertarik?Keheningan yang menyelimuti kantin terdengar bising di kepala Zhiya. Ratusan pasang mata memantul di permukaan meja, di punggung kursi, di lantai yang dipenuhi remah roti dan percikan jus, lalu kembali lagi ke dirinya. Napas para murid terdengar seperti dengung mesin, tidak jelas, tapi mengganggu. Listrik tipis berdesis di ujung jarinya setiap kali ia menahan dorongan untuk meledak.Ia bersedekap lebih kencang. ‘Kenapa Xiaohan harus nyeret Sekar pergi sekarang juga? Dasar bocah tengil!'Nathan berdiri tegap di hadapannya, bayangannya jatuh menutupi setengah meja. Seragamnya begitu rapi sampai kancingnya seperti sejajar dengan garis lantai. Wajahnya tanpa ekspresi, tapi rahangnya, yang terkenal tidak pernah goyah, mengeras samar. Ada semacam kesunyian dingin yang selalu mengiringi Nathan, seperti AC rusak yang tetap memaksa ruangan dingin.Detik memanjang. Suara kursi berderit di kejauhan. Beberapa murid menahan tawa, beberapa yang lain menggigit sedotan. Selebihnya, menunggu.“Jadi…”
Huling Na-update: 2025-08-24
Chapter: 20. Kekacauan bertambahSuasana kantin sudah seperti pasar malam. Murid-murid berdesakan, sebagian berdiri di kursi, sebagian lain sibuk merekam dengan kamera holografik. Semua mata terfokus pada Nathan dan Zhiya yang baru saja membuat satu akademi mendidih dengan percakapan singkat mereka.Zhiya masih duduk di kursinya, bersedekap, tatapannya dingin menusuk Nathan. Aura listrik tipis menjalar dari ujung jarinya, meski ia berusaha menahannya. Sekar di sampingnya tampak panik, tangannya meremas rok seakan ingin menghilang dari pandangan.Nathan berdiri tegap, wajahnya nyaris tanpa emosi, tapi rahangnya mengeras jelas. Kantin menahan napas. Satu detik, dua detik, waktu seperti melambat—“Wuih, rame banget ya di sini?”Suara cempreng tapi penuh kenakalan terdengar dari arah pintu.Semua kepala menoleh serentak.Di sana berdiri seorang bocah berusia tujuh tahun, rambut hitamnya acak-acakan, pipinya belepotan remah biskuit. Ia berjalan santai ke tengah kantin, mengunyah renyah, seolah seluruh ruangan bukan sedang
Huling Na-update: 2025-08-23
Chapter: 19. GosipSuasana kantin Akademi Superhuman Indo biasanya ramai, tapi pagi itu riuhnya terasa berbeda. Bukan sekadar suara sendok yang beradu dengan piring, melainkan gumaman dan bisikan berantai yang menyebar cepat, seperti api yang menjilat kertas kering. Meja-meja penuh dengan murid yang mencondongkan badan, saling berbisik dengan mata berbinar penuh gosip.“Eh, eh! Katanya semalam ada yang manggil Ketua OSIS dengan sebutan Kakak Ipar!?” seorang murid cewek menunduk ke arah temannya, suaranya penuh sensasi.“Apa?! Ketua OSIS Nathan? Jadi dia udah punya pacar?!” sahut temannya, terlalu kencang sampai tiga meja di sekitarnya langsung ikut menoleh.Desas-desus itu merambat dengan kecepatan kilat. Dalam hitungan detik, separuh kantin sudah membicarakan hal yang sama.Di meja tengah, Valerie duduk dengan anggun. Gadis berambut perak itu menyesap jus jeruknya dengan elegan, tapi matanya menyipit saat telinganya menangkap kata ‘pacar’ dan ‘Nathan’. Wajahnya tetap tersenyum, namun jemarinya mengetuk
Huling Na-update: 2025-08-22
Chapter: 18. Blender rusakLorong masih sepi. Nathan berdiri tegap di depan pintu kamar Zhiya, wibawa ketua OSIS terpancar jelas.“...Kamu potong rambut?” tanyanya datar.Zhiya menoleh setengah, ekspresi dingin. Lalu dengan nada penuh sinis ia menjawab, “Tanya sendiri sama pacar jadi-jadianmu itu!”BRAK!Ia membanting pintu kamar hingga membentur tembok, lalu melengos lewat sisi Nathan tanpa menatap lagi. Sekar buru-buru mengekor sambil membawa sisir, wajahnya antara panik dan berusaha menahan tawa.Nathan tetap berdiri tegap. Tapi kali ini alisnya sedikit berkerut.“…Pacar… jadi-jadian?” gumamnya bingung.Krak krak!Suara kunyah terdengar di sampingnya.Xiaohan, dengan santai duduk di lantai sambil ngemil biskuit, menatap Nathan dengan polos, tapi matanya penuh usil.“Wih, Kakak Ipar selingkuh?”Nathan langsung menoleh cepat, tatapannya tajam.“…Apa?”Xiaohan menggoyang-goyangkan biskuitnya seperti mikrofon. “Pacar asli satu, pacar jadi-jadian satu. Wah, wah… Ketua OSIS ternyata punya life skill ganda juga ya~
Huling Na-update: 2025-08-21