author-banner
Avelina Anggela
Author

Romans de Avelina Anggela

Tawanan Mafia Blackwood

Tawanan Mafia Blackwood

Aurora tak pernah membayangkan hidupnya berubah dalam satu malam. Dari putri keluarga terpandang, kini ia menjadi pengantin seorang pria yang namanya membuat dunia gemetar, Damian Blackwood. Pernikahan ini bukan karena cinta. Ini perjanjian berdarah. Damian menginginkan Aurora… dan ia tidak memberi ruang untuk penolakan. Lima tahun lalu, sebuah pengkhianatan menghancurkan segalanya. Damian menunggu, merencanakan, dan kini ia mendapatkan apa yang ia mau: Aurora, di sisinya, dengan caranya. Aurora mencoba melawan, tapi setiap langkahnya terikat oleh kekuasaan Damian. Dan ketika rahasia masa lalu terkuak, Aurora sadar satu hal Menjadi istrinya bukan akhir dari penderitaan, ini baru permulaan. “Kau milikku, Aurora. Dan kali ini… tidak ada yang bisa menyelamatkanmu.”
Lire
Chapter: Bab 95
Damian menggeram rendah saat gaun sutra tipis itu robek dengan satu tarikan kasar, kain hitam jatuh ke lantai seperti air. Tubuh Aurora yang polos kini terpampang di depannya di bawah cahaya lampu kamar yang redup.Tanpa basa-basi, ia mengangkat tubuh istrinya lagi, membawa Aurora ke ranjang king-size mereka. Damian melemparkan istrinya ke kasur dengan lembut tapi penuh kuasa, lalu langsung merangkak di atasnya seperti predator yang sudah terlalu lama menahan lapar.“Damian…” desah Aurora, suaranya sudah parau.Ia tidak menjawab dengan kata-kata. Mulutnya langsung menyambar payudara Aurora, mengisap puncaknya dengan rakus sementara tangan satunya meremas payudara yang satu lagi dengan kuat. Jari-jarinya yang kasar karena pegang senjata malam ini kontras tajam dengan kulit halus Aurora.Aurora melengkungkan punggungnya, tangannya mencengkeram rambut Damian erat. “Ahh… lebih keras…”Damian menggigit pelan putingnya sebagai jawaban, membuat Aurora menjerit kecil. Ta
Dernière mise à jour: 2026-04-30
Chapter: BAB 94
Malam itu, pelabuhan utara menjadi saksi:akhir dari pengkhianatan, awal dari penebusan.Dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, keluarga Blackwood bisa menatap masa depan bukan dengan amarah, tapi dengan harapan.Mobil hitam meluncur kembali ke mansion dalam diam yang berat. Bau asap dan darah masih menempel di pakaian mereka. Damian duduk di kursi belakang, kepalanya bersandar ke jok, mata terpejam. Tapi pikirannya tidak tenang. Adrenalin masih mengalir deras di dalam pembuluh darahnya, bercampur dengan rasa lega yang pahit.Di sampingnya, Gabriel hanya diam. Tangan tua itu masih sedikit gemetar meski ia berusaha menyembunyikannya.Kane yang mengemudi sesekali melirik spion, suaranya rendah, “Caramel sudah diamankan di gudang bawah. Orang kita jaga ketat. Besok pagi kita bisa interogasi.”Gabriel hanya mengangguk pelan. Damian tidak menjawab sama sekali.Ketika konvoi akhirnya memasuki gerbang mansion, jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Lampu di teras utama menyala
Dernière mise à jour: 2026-04-29
Chapter: Bab 93
Malam turun sepenuhnya di atas kota. Konvoi mobil hitam meluncur perlahan menuju dermaga. Di dalam mobil paling depan, Damian duduk diam dengan ekspresi setajam pisau. Di kursi belakang, Gabriel menatap keluar jendela sorot matanya tenang, tapi lelah. Di kursi depan, Kane memegang pistol di pangkuannya, matanya awas pada setiap bayangan yang bergerak di kejauhan. “Pelabuhan sudah steril, Tuan,” laporan Kane datar. “Orang kita jaga semua jalur keluar. Tapi… terlalu sepi untuk malam pertemuan.” Gabriel mengangguk pelan. “Kesunyian adalah perangkap paling tua di dunia, Kane. Tapi kita sudah siap.” Damian tak berkata apa pun. Tangannya menggenggam cincin di jari manisnya—cincin yang diberikan Aurora sebelum berangkat. ‘Untuk kembali, bukan untuk pergi,’ suara istrinya masih terngiang di kepala. --- Di mansion, Aurora berdiri di balkon lantai dua, memandangi langit
Dernière mise à jour: 2025-11-22
Chapter: Bab 92
Pagi itu, mansion Blackwood terasa berbeda. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, rumah itu penuh tawa dan suara lembut bukan teriakan, bukan denting peluru. Damaro, bayi kecil yang selama ini menjadi simbol harapan, menggeliat di pelukan Gabriel. Tangan tuanya bergetar halus saat menyentuh pipi mungil cucunya. “Dia mirip ayahnya,” ucap Gabriel pelan, senyumnya tipis tapi hangat. “Mata itu… mata seorang Blackwood.” Mama Velia tertawa kecil. “Tapi senyum itu dari Aurora. Untung saja, ya. Kalau semuanya dari Damian, cucu ini pasti cemberut tiap pagi.” Aurora terkekeh, sementara Damian hanya melirik istrinya dengan ekspresi datar yang tak mampu menutupi rasa bahagia. “Dia akan butuh wajah tegas untuk bertahan di dunia ini,” gumamnya, tapi sudut bibirnya terangkat juga. Valente duduk di kursi bersebelahan dengan Gabriel, memperhatika
Dernière mise à jour: 2025-11-18
Chapter: Bab 91
Udara basement menahan napas saat Damian berhadapan dengan pria yang selama ini dikira telah meninggal. Gabriel Blackwood berdiri di sana hidup, menatap putranya dengan mata yang membawa seluruh beban masa lalu. Aurora menggenggam lengan Damian. Ia tak percaya sosok yang dulu hanya muncul di cerita Papa Valente kini benar-benar ada di depannya. Damian membuka suara, pelan namun tajam. “Kenapa bersembunyi selama ini, Ayah?” Gabriel menatapnya tenang. “Karena kalau aku tetap hidup di mata dunia, keluarga ini sudah dilenyapkan. Musuh kita terlalu banyak.” Damian menahan amarah. “Nama Blackwood sudah tercoreng bahkan tanpa kau.” Gabriel mendekat perlahan. “Aku tahu. Tapi yang lebih parah dari kehancuran nama adalah kebohongan yang menahannya tetap berdiri.” Aurora menatap mereka bergantian. “
Dernière mise à jour: 2025-11-15
Chapter: Bab 90 — Bayangan di Balik Nama
Pagi menyapa mansion Blackwood dengan cahaya keemasan yang menembus jendela tinggi. Aroma kopi memenuhi ruang makan, menandai hari yang, untuk sekali ini, terasa normal.Aurora berdiri di dekat jendela besar, menatap taman yang masih diselimuti embun. Damaro tertawa kecil di kursi bayi, tangannya terangkat mencoba meraih bayangan ibunya di kaca. Damian duduk di seberang meja, membuka surat-surat yang dikirimkan oleh bawahannya semalam laporan keamanan, daftar transaksi bersih, dan satu amplop tanpa pengirim.Ia menyipitkan mata, membuka amplop itu perlahan.Di dalamnya hanya ada satu foto lama, sudah menguning. Foto itu memperlihatkan Gabriel Blackwood berdiri berdampingan dengan seseorang yang sangat Damian kenal: Valente.Dan di pojok bawahnya, sebuah tulisan tangan halus terbaca samar:“Darah yang sama. Rahasia yang sama.”Damian menatap foto itu lama, sebelum akhirnya mengangkat pandangan ke Aurora. “Kamu tahu siapa yang pernah foto bareng
Dernière mise à jour: 2025-11-11
Vous vous intéresseriez aussi à
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status