Chapter: Bab 115. Topeng PenyamaranMalam ini acara Pentas Seni Pelepasan kelas XII pun digelar.Alisa meletakkan tas olah raganya yang berisikan seragam cheerleader beserta pom-pom miliknya ke dalam bagasi mobil. Didalamnya tak lupa ia membawa serta rambut palsu serta pakaian ganti yang akan ia gunakan untuk mengibuli para pengawal Tuan Malik nantinya.Apa pun yang terjadi, rencana tetap harus berjalan sesuai dengan kesepakatan awal. Meskipun hal-hal tidak terduga terjadi bersusulan.“Kamu sudah siap, sayang?” Tanya Tuan Malik yang sudah duduk di kursi penumpang. Ia menyambut tangan Alisa saat memasuki kendaraannya dengan mata penuh binar bahagia.“Huh, sok romantis segala!” Dengus Alisa didalam hati. Jengah melihat kepalsuan yang ditunjukkan pria didepannya.Namun, sikapnya justru mengkhianati keinginannya, yaitu malah melakukan hal yang sebaliknya.Alhasil, seulas senyum manis pun disunggingkannya untuk pria itu. “Sudah, Tuan!” Ucapnya tersipu malu.Setelah tangan pria itu hinggap dan memeluk pinggang Alisa yang meng
Last Updated: 2026-03-22
Chapter: Bab 114. Pentas SeniAlisa sekuat tenaga menepis tangan Marlena dari dadanya, dan balas berkata,“Apa kamu pikir Farel tidak curiga dengan keadaan wajahku yang sungguh menyedihkan seperti ini? Sadarlah! Aku justru menyelamatkanmu dari amukan Farel, Lena!” Jelas Alisa yang tidak ingin disalahkan Marlena.Marlena terdiam sejenak. Memikirkan ucapan Alisa yang menurutnya ada benarnya juga. Farel pasti akan mendesak Alisa untuk berkata jujur padanya. Bila Alisa menceritakan kelakuannya, alamat semua rencananya berakhir berantakan. Marlena kemudian mengamati wajah Alisa, menunjukkan seringai bibirnya yang ganjil sebelum berbicara,“Tapi wajahmu kini sudah kembali sembuh seperti semula. Bahkan lebih mulus dari sebelumnya. Jadi, bisa khan kalau kamu menemui Farel sekarang?” Tuntut Marlena yang secepatnya ingin memisahkan Alisa dari Tuan Malik.Alisa sungguh benci melihat seringai memuakkan yang diperlihatkan Marlena tersebut. “Ya bisa sih, Lena! Hanya saja, aku harus mencari alasan dulu pada Tuan Malik agar dia
Last Updated: 2026-03-19
Chapter: Bab 113. Ada Apa DenganmuTanpa basa-basi lagi, Tuan Malik sengaja membongkar rahasia yang sejak tadi disembunyikan Alisa.“Jujurlah! Aku tahu ada seseorang yang sudah menjambak rambutmu dan menampar wajahmu berulang-ulang hingga membuat wajahmu begitu mengenaskan seperti itu, bukan? Siapa pelakunya?” Desaknya ingin tahu.“Buat apa? Kalau aku mengaku, apa Tuan mau menghukum pelakunya, begitu?” Alisa justru balik bertanya dengan sinis.“Tentu saja. Aku akan melaporkan pelakunya ke pihak sekolah lalu ke pihak yang berwajib agar dihukum dengan sepantasnya.” Rencana Tuan Malik ke depannya nanti.“Jangan sok suci dan sok peduli padaku, Tuan! Kamu sendiri juga pernah bersikap kasar padaku, dengan sengaja menjambak rambutku malam itu? Apa kamu lupa ingatan? Jadi, kenapa tidak kau laporkan saja dirimu sendiri ke pihak yang berwajib, Tuan?” Tanpa rasa takut, Alisa mencemooh perbuatan Tuan Malik yang pernah bertindak kasar padanya saat berada di night club waktu itu.Dengan cepat Tuan Malik membanting setir ke sisi jala
Last Updated: 2026-03-18
Chapter: Bab 112. Meracuni Pikiran AlisaMarlena tampak tersenyum puas. “Baguslah! Aku senang kamu sudah sadar dan mengambil keputusan dengan tepat, Liz!”Alisa hanya diam membisu tidak menanggapi. “Oh iya, apakah kamu tidak penasaran kenapa aku menyuruhmu untuk meninggalkan Bos besar, Liz?” Kata Marlena sambil membuka keran air, lalu membilas tangannya.Kembali Alisa hanya diam saja tidak menanggapi, tapi matanya melirik ke arah Marlena.Dari cermin, Marlena bisa membaca pergerakan mata Alisa yang terus memperhatikannya.“Selama bersamanya, Bos besar tidak pernah sekali pun berkata kasar apalagi berbuat kasar padaku, Liz! Dia tidak pernah memarahi, mengumpat apalagi memukulku seperti yang sudah dia lakukan terhadapmu yang dengan mudahnya menjambak rambutmu. Kamu lihat sendiri malam itu, bukan? Bagaimana dia hanya marah-marah sambil menjambak rambutmu, tetapi dia masih betah bahkan dengan senang hati berlama-lama memangku tubuhku.” Cerita Marlena panjang lebar, sengaja memanasi hati Alisa, sekaligus meracuni pikirannya.“Se
Last Updated: 2026-03-16
Chapter: Bab 111. Rencana Licik MarlenaKetika di sekolah, Alisa tidak mengharapkan bertemu dengan Marlena pada istirahat jam pertama maupun kedua. Ia yakin, teman akrabnya itu pasti sangat membencinya, karena wanita yang selama ini ia cari, wanita perebut pacarnya ternyata selalu berada tidak jauh darinya, bahkan disampingnya setiap saat. Dan kenyataan bahwa wanita pelakor itu adalah dirinya sendiri, begitu membuat Alisa resah sekaligus frustrasi.Sumpah mati, ia sendiri tidak tahu bahwasannya Tuan Malik tamu member VIP itu adalah Bos besarnya sendiri, yang juga merupakan kekasih Marlena. Tuan Malik lah yang sengaja membohongi dan membodohinya selama ini.Sayangnya, Marlena tidak tahu kejadian yang sebenarnya, dan Alisa begitu takut untuk menjelaskan kebenaran itu pada teman akrabnya tersebut.Hanya pengertian, kelapangan dada, dan mau memaafkan saja yang bisa Alisa harapkan dari diri Marlena, bukan kebencian darinya.Sungguh, Alisa belum siap menghadapi amukan Marlena apabila dirinya tak sengaja bertemu nanti. Itu sebabn
Last Updated: 2026-03-14
Chapter: Bab 110. Dari Cinta Jadi BenciTatapan Tuan Malik kini terhunus ke arah Alisa, “Ikut aku! Kamu harus menjelaskan perbuatanmu di Klub tadi!” Tarik Tuan Malik di tangan Alisa. Menyeretnya menuju kendaraan.“Lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri tanpa harus kau seret, Tuan!” Hardik Alisa melayangkan protesnya. Ia tidak suka diperlakukan kasar oleh calon suaminya itu.Sengaja tuli, Tuan Malik terus menyeret Alisa lalu menghempas tubuh kecil tunangannya itu ke kursi penumpang. “Lebih cepat kau sampai rumah, lebih cepat kita menyelesaikan masalah.”Ia tidak sabar dan masih geram dengan perbuatan Alisa.“Akh...” Muka Alisa sampai nyungsep mencium alas duduk leather seat empuk didepannya saking kuatnya tenaga pria itu menghempas tubuh kecilnya.“Kenapa Tuan marah sama aku? Harusnya aku yang marah sama Tuan!” Protes Alisa mempertanyakan perbuatan Tuan Malik yang sungguh kasar itu. Apa bedanya pria itu dengan para pengawalnya yang arogan. Tidak ada!“Kita bahas masalah kita setelah kita didalam kamar!” Ujar Tuan Malik ketika
Last Updated: 2026-03-12