author-banner
Mf²h
Mf²h
Author

Novels by Mf²h

Salah Sistem! Aku Satu-satunya Murid Pria di Akademi Wanita

Salah Sistem! Aku Satu-satunya Murid Pria di Akademi Wanita

Kesalahan kecil dari sistem kementerian mengubah hidup Dimas Suryono, seorang pemuda pragmatis dari kasta pekerja—menjadi mimpi buruk yang menggiurkan. Ia terjebak sebagai satu-satunya siswa pria di Akademi Bunga Malam, institusi ultra-elit yang dikuasai para pewaris wanita paling arogan, sadis, dan manipulatif di negara ini. Di hari pertama, Dimas langsung dijadikan bulan-bulanan. Diseret, diinjak, dan diikat oleh kontrak beasiswa lima miliar rupiah yang akan memiskinkan keluarganya tujuh turunan jika ia berani mundur. Para gadis elit itu berpikir mereka mendapatkan mainan baru yang bisa ditindas sesuka hati. Mereka salah besar. Dimas bukan sekadar warga kelas menengah biasa. Di balik senyum patuh dan wajah datarnya, bersembunyi sosok predator licik dengan logika jalanan yang tak kenal ampun. Ia tak melawan dengan otot, melainkan dengan manipulasi psikologis, pemerasan kotor, dan adu domba. Ketika Bella, Sang Eksekutor Kedisiplinan mencoba menjebaknya, Dimas tak segan mengikat kontrak tak tertulis dengan Rania—gadis tukang kebun berwajah malaikat yang menyembunyikan insting pembunuh berdarah dingin. Perlahan tapi pasti, Dimas mulai menelanjangi rahasia memalukan para ratu kampus, menjinakkan arogansi mereka, dan mengubah "kandang singa" itu menjadi taman bermain pribadinya. Satu per satu gadis elit yang dulunya meludahi namanya, kini harus berlutut memohon di bawah kendalinya. Di Akademi Bunga Malam, aturan pertama bagi Dimas sederhana: Jangan pernah mengotori tanganmu sendiri jika kau bisa membuat musuhmu menghancurkan diri mereka sendiri.
Read
Chapter: Bab 43: Hujan Peluru di Lorong Lobi
TRATATATATA!Rentetan peluru kaliber besar merobek udara, menghancurkan dinding marmer dan lampu-lampu neon di langit-langit lorong. Hujan serpihan batu dan kaca turun dengan brutal.Dimas menendang lutut Vanya dari belakang hingga Ketua Dewan Agung itu jatuh tengkurap, terhindar dari peluru yang nyaris melubangi kepalanya. Pemuda itu lalu berguling ke balik pilar penyangga beton, menarik kerah Aurelia bersamanya."Bella! Tembak balas, Bodoh! Untuk apa kau bawa pistol kalau cuma jadi pajangan?!" raung Dimas di tengah suara desingan peluru yang memekakkan telinga.Bella yang bersembunyi di seberang pilar menggeleng histeris. Wajahnya bersimbah air mata kepanikan. "A-aku tidak bisa! Tanganku kram! Aku cuma penulis novel, bukan tentara!""Sialan dengan orang kaya tidak berguna!" umpat Dimas kasar. Dia memeriksa magasin pistol otomatis jarahannya. Hanya sisa lima peluru peluru tajam. Tidak cukup untuk melawan lima senapan serbu.Di s
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 42: Kudeta Berdarah di Tangga Darurat
"Berhenti menangis atau kutinggalkan kau sebagai makan malam tikus got ini, Boneka!"Suara Dimas menggema keras, tangannya menarik kerah baju Aurelia yang basah kuyup dan bergetar hebat. Mereka baru saja memanjat keluar dari lubang palka gorong-gorong, kembali ke lorong servis lantai dasar yang remang-remang. Rania melompat keluar tepat di belakang mereka, mendarat tanpa suara layaknya kucing hitam, belati peraknya masih meneteskan air limbah.Di ujung lorong, Vanya dan Bella berdiri mematung. Wajah Ketua Dewan Agung itu pucat pasi, tablet emasnya sudah hancur."Kau gila, Dimas?!" Vanya melangkah maju, napasnya memburu. "Sistem keamanan utama benar-benar mati! Gerbang depan diledakkan! Pasukan tanpa identitas baru saja menembus perimeter luar. Protokol evakuasi elit sudah tidak bisa dijalankan!""Protokol elitmu itu cuma kertas toilet mahal sekarang, Kalkulator," Dimas melepaskan Aurelia hingga gadis pirang itu jatuh terduduk di lantai, merangkul lututnya sendiri. Dimas berjalan mende
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 41: Kabar Kematian Sang Mentor
"Ulangi kalimatmu, Boneka." Suara Dimas sedingin dasar palung laut. Tidak ada nada sarkasme atau humor receh jalanan yang biasa ia lontarkan. Tekanan udaranya berubah menjadi sangat berat. Aurelia menggigil, bukan karena air limbah yang merendam kakinya, melainkan karena aura membunuh yang mendadak menguar dari tubuh pemuda di depannya. "M-mereka bilang... Madame Helena sudah dieksekusi. Sistem keamanan biometrik di Menara Pusat sudah di-bypass total." Di seberang saluran earpiece yang sengaja tidak Dimas matikan, terdengar suara napas yang tertahan. Itu Vanya. "Itu tidak logis..." Suara Sang Ketua Dewan Agung terdengar pecah untuk pertama kalinya. "Ruangan Madame Helena dilengkapi lapisan baja anti-tank dan gas beracun. Tidak ada yang bisa membunuhnya tanpa memicu alarm kode merah di seluruh akademi!" "Kecuali pembunuhnya adalah orang yang memiliki akses dari dalam, Kalkulator," balas Dimas tajam, otaknya be
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 40: Gertakan Reaksi Kimia
Kedua penyelam itu terdiam. Tawa mereka terputus mendadak.Penyelam yang memegang pistol harpun tiba-tiba mengerang pelan. Dia menggaruk bahunya dengan kasar melalui bahan neoprene pakaian selamnya. "S-sial, kenapa air ini terasa sangat panas?!"Penyelam yang menyandera Aurelia ikut tersentak. Genggamannya pada pisau selam sedikit mengendur saat rasa terbakar yang luar biasa mulai menyengat kulit di bagian kakinya yang terendam air."Apa yang kau lakukan pada air ini, Bajingan?!" teriak penyelam itu panik."Hanya sedikit pelajaran kimia dasar tingkat SMP," Dimas bersedekap santai, wajahnya menampilkan senyum tengkulak yang baru saja menipu pembeli. "Tiga puluh menit yang lalu, aku menghancurkan pintu titanium ruang turbin menggunakan campuran amonia industri dan cuka sintetis murni dalam jumlah masif. Dan coba tebak ke mana sisa cairan asam super korosif itu mengalir?"Mata kedua penyelam itu membelalak ngeri di balik kacamata goggle mere
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 39: Target Penyelamatan Boneka Pirang
"Berapa lama kapasitas oksigen di tabung selam militer standar?!"Napas Dimas memburu, sepatunya menghantam keras lantai besi ruang turbin yang basah. Dia berlari ke arah pintu keluar, menepis tangan Bella yang mencoba menahannya.Vanya yang masih memegangi bahunya yang berdarah langsung menjawab tanpa jeda. "Empat puluh lima menit untuk ukuran tabung taktis! Tapi gorong-gorong pembuangan sektor selatan mengarah lurus ke danau luar kampus. Jika mereka menggunakan skuter air bawah laut, mereka akan keluar dari perimeter akademi dalam waktu kurang dari delapan menit!""Delapan menit?" Dimas mendecih kasar. "Sistem keamananku akan hancur berantakan kalau sampai aset utamaku diculik orang luar. Nadia! Berikan aku rute potong kompas terpendek ke gorong-gorong selatan!"Suara ketikan keyboard Nadia terdengar sangat brutal di earpiece Dimas. "Bos, rute tercepat adalah melompat ke saluran pipa limbah sekunder di ujung lorong ini! Pipa itu menurun tajam da
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 38: Titah Sang Kaisar Bayangan
"Hahaha! Insting yang luar biasa tajam, Ksatria Hitam."Suara tepuk tangan pelan menggema dari arah balkon observasi yang minim cahaya. Sesosok pria jangkung melompat turun dari ketinggian empat meter dengan kelenturan yang tidak manusiawi, mendarat mulus di atas pipa baja tanpa suara benturan sedikit pun.Pria itu mengenakan seragam coverall petugas kebersihan berwarna biru tua. Topi petnya ditarik rendah. Dialah petugas yang menyelipkan selongsong peluru perak ke tangan Dimas di aula lelang tadi."Aku cuma kurir pengantar pesan, jangan tatap aku seolah aku ini makan malammu," pria itu tersenyum miring, mengangkat kedua tangannya dengan santai melihat belati Rania yang siap merobek lehernya.Dimas maju satu langkah, berdiri tepat di sebelah Rania. Matanya menatap pria itu dengan kewaspadaan penuh. "Kurir The Grand Architect ternyata suka menonton orang basah-basahan di ruang mesin. Agak menyimpang, menurutku."Pria itu tertawa pelan. "Ka
Last Updated: 2026-07-18
7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah

7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah

Alya Safitri, guru TK pemalu dengan julukan “Dewi Galau”, hanya punya tujuh hari sebelum reuni akbar SMA. Selama ini ia masih dibayangi luka lama: kisah cinta putus-nyambung tujuh belas kali bersama Faris Aditya, si jenius matematika yang kini sukses sebagai direktur perusahaan fintech syariah. Hidup Alya terguncang ketika sebuah siniar viral menampilkan Faris dengan seorang lelaki muda yang mengaku sebagai “suaminya”. Di mata dunia, Faris sudah taken tapi di balik layar, “suami” itu hanyalah aktor bayaran untuk menutupi perjodohan paksa. Alya pun terjebak dalam drama baru, didorong oleh sahabat-sahabatnya yang meluncurkan misi “Glow Up Alya” agar ia tampil menawan di reuni. Sementara itu, rahasia demi rahasia terbuka: Maya, si pendiam yang dulu tak dianggap, ternyata menjadi dalang sekaligus penulis romansa terkenal yang sengaja merancang skenario mempertemukan kembali pasangan-pasangan lama. Konspirasi ini membuat Alya dan Faris harus menghadapi masa lalu mereka yang penuh gengsi, luka, dan cinta yang belum selesai. Dalam hitungan hari, Alya dipaksa memilih: tetap bertahan dalam bayang-bayang masa lalu, atau menerima kenyataan bahwa cinta sejati kadang tiba-tiba menjadi milikmu di saat paling tak terduga. Dengan bumbu humor persahabatan, drama keluarga, serta intrik sosial media yang membuat segalanya viral, kisah ini menghadirkan tawa, air mata, dan keyakinan bahwa kesempatan kedua selalu ada asal berani membuka hati.
Read
Chapter: Bab 80: Satu Tahun Kemudian
Aula SMA Pelita Harapan kembali dihias dengan indah, kali ini untuk acara yang berbeda namun sama istimewanya: Reuni Akbar Satu Tahun Pernikahan. Spanduk besar terbentang di atas pintu masuk, "SELAMAT DATANG DI REUNI SATU TAHUN PERNIKAHAN MASSAL ANGKATAN 2015".Alya berdiri di depan cermin panjang yang dipasang di ruang persiapan, merapikan jilbab baby blue-nya yang senada dengan gamis panjang yang dia kenakan. Di sampingnya, putra kecilnya yang berusia tiga bulan tertidur pulas dalam gendongan Faris."Kamu yakin Faiz akan baik-baik saja?" tanya Alya untuk kesekian kalinya, melirik khawatir pada bayi mungilnya. "Mungkin kita datang terlalu cepat. Bagaimana kalau dia terbangun dan menangis di tengah acara?"Faris tersenyum menenangkan. "Faiz akan baik-baik saja, sayang. Dia bayi yang tenang. Lagipula, kita tidak sendiri. Ada banyak bayi lain di sini, ingat?"Alya mengangguk, masih sedikit cemas tapi mencoba tenang. Faris benar, mereka tidak s
Last Updated: 2025-11-30
Chapter: Bab 79: Enam Bulan Kemudian
Maya mengelus perutnya yang mulai membesar dengan sayang. Tujuh bulan kehamilannya telah memberikan perubahan signifikan pada tubuhnya, tapi dia tidak keberatan. Setiap gerakan kecil dari bayi di dalam perutnya adalah pengingat akan keajaiban yang sedang dia alami."Kamu baik-baik saja?" tanya Rizky, melirik istrinya dengan khawatir dari balik kemudi. "Perjalanan ini tidak terlalu melelahkan?""Aku baik-baik saja," Maya meyakinkan dengan senyum. "Bayi kita juga baik-baik saja. Dia sepertinya bersemangat sekali hari ini, tidak berhenti bergerak.""Mungkin dia juga tidak sabar melihat sekolah kita," Rizky tertawa kecil. "Tempat ayah dan ibunya pertama kali bertemu."Maya menatap keluar jendela mobil. Jalanan Jakarta di pagi hari masih ramai meski ini hari Minggu. Hari ini adalah hari yang sangat spesial peluncuran novel terbarunya, "7 Hari Sebelum Reuni: Misi Mantan Terindah", yang diadakan di aula SMA lama mereka. Bukan hanya itu, acara ini j
Last Updated: 2025-11-29
Chapter: Bab 78: Satu Bulan Kemudian
Alya merapikan meja kerjanya di sudut ruang guru TK Pelangi Ceria. Jam dinding menunjukkan pukul tiga sore, dan anak-anak sudah dijemput oleh orang tua mereka masing-masing. Hanya tersisa beberapa guru yang masih menyelesaikan pekerjaan mereka."Alya, ponselmu berbunyi," seru Bu Rini, kepala TK, dari mejanya.Alya menoleh ke arah tasnya yang tergeletak di sofa ruang guru. Dia bisa mendengar deringan samar dari sana. Dengan cepat, dia menghampiri tas dan mengambil ponselnya. Nama Maya muncul di layar."Halo, Maya," sapa Alya, menjepit ponsel di antara telinga dan bahunya sementara tangannya melanjutkan merapikan barang-barangnya."Alya! Akhirnya!" suara Maya terdengar sangat bersemangat. "Aku sudah meneleponmu tiga kali.""Maaf, tadi sedang mengajar," Alya tersenyum. "Ada apa? Kamu terdengar seperti baru memenangkan lotere.""Lebih baik dari lotere," jawab Maya. "Aku hamil!"Alya terkesiap, nyaris menjatuhkan beberapa lem
Last Updated: 2025-11-28
Chapter: Bab 77: Ketidaksempurnaan Sempurna
Maya duduk di sudut ruangan, notebook kecilnya terbuka di pangkuan. Sementara teman-temannya masih asyik bernostalgia dan mengobrol, dia mengambil waktu sejenak untuk merefleksikan semua yang telah terjadi malam ini. Tangannya bergerak lincah di atas kertas, mencatat setiap detail, setiap momen, setiap ekspresi yang dia lihat."Masih bekerja bahkan di pesta sendiri?" sebuah suara mengejutkannya.Maya mendongak dan melihat Rizky berdiri di sampingnya dengan dua gelas minuman. Dia tersenyum, menerima salah satu gelas dari suaminya."Bukan bekerja," Maya mengoreksi lembut. "Mengabadikan momen."Rizky duduk di sampingnya, mengintip isi notebook tersebut. "Dan bagaimana kesimpulanmu tentang malam ini, Nyonya Penulis?"Maya menutup notebooknya dan menatap ke arah teman-teman mereka yang masih berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil, tertawa dan berbagi cerita. "Sempurna," jawabnya. "Dalam segala ketidaksempurnaannya.""Ketidaksempurnaan?" Rizky me
Last Updated: 2025-11-27
Chapter: Bab 76: Tamu Tak Terduga
Maya tidak bisa menahan senyumnya saat melihat Alya menunjukkan cincin safir pemberian Faris kepada teman-teman mereka. Rencananya berhasil bahkan melampaui ekspektasi. Bukan hanya Alya dan Faris yang kembali bersama, tapi juga Bimo dan Nadia yang bertunangan, serta Luna dan Dika yang menemukan chemistry tidak terduga."Kamu tampak sangat puas dengan dirimu sendiri," bisik Rizky di telinga Maya."Tentu saja," Maya menyeringai. "Lihat mereka semua. Bahagia berkat sedikit... intervensi dariku.""Dan konspirasi besar," tambah Rizky dengan tawa kecil. "Jangan lupa bagian itu.""Well, setiap penulis yang baik tahu kapan harus sedikit memanipulasi plot," Maya mengangkat bahu dengan jenaka.Saat mereka sedang asyik berbincang, pintu ballroom terbuka, dan sesosok pria tinggi dengan penampilan rapi masuk dengan langkah mantap. Seluruh ruangan mendadak hening, semua mata tertuju pada pendatang baru tersebut."Gibran?" bisik Luna, matanya
Last Updated: 2025-11-25
Chapter: Bab 75: Dansa Terakhir
Alya menatap pantulan dirinya di cermin toilet wanita hotel dengan senyum kecil. Rambutnya yang dipotong pendek ternyata tidak seburuk yang dia bayangkan. Justru, potongan bob pendek ini membingkai wajahnya dengan sempurna, membuatnya terlihat lebih segar dan dewasa."Siapa sangka krisis rambut bisa berakhir sebagai blessing in disguise," gumamnya sambil merapikan anak rambut yang sedikit berantakan.Pintu toilet terbuka, dan Luna masuk dengan wajah berseri-seri."Disini kamu rupanya!" seru Luna. "Aku mencarimu kemana-mana.""Ada apa?" tanya Alya, mengalihkan perhatiannya dari cermin."MC baru saja mengumumkan bahwa acara akan berakhir dengan dansa terakhir," Luna menjelaskan dengan mata berbinar. "Seperti di prom night kita dulu. Dan kamu tahu lagunya apa? 'A Thousand Years'! Lagu yang kamu dan Faris dansa terakhir kali sebelum putus yang ke-17!"Alya terkesiap. "Kamu bercanda?""Tidak sama sekali," Luna menggeleng. "Ini pasti bagian
Last Updated: 2025-11-24
You may also like
Langit Dan Bumi
Langit Dan Bumi
Urban · Wenitrisanti31
3.3K views
Old Colony
Old Colony
Urban · Laksana Juang
3.2K views
Tuan Besar Sandekala
Tuan Besar Sandekala
Urban · Hayu Ayaka
3.2K views
Elena
Elena
Urban · Rachell
3.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status