author-banner
Kopi Senja
Kopi Senja
Author

Novel-novel oleh Kopi Senja

Reinkarnasi Sang Kaisar Langit

Reinkarnasi Sang Kaisar Langit

Long Chen, Kaisar Langit yang legendaris, hampir menembus ranah Immortal, namun pengkhianatan paling kejam datang dari orang yang paling ia percayai—istri tercintanya, Mei Ling, dan adik angkatnya, Long Chui. Long Chen ditusuk oleh pedang mereka sendiri, nyawanya terenggut di puncak kejayaannya. Dunia yang ia kuasai runtuh seketika, meninggalkan rasa sakit dan pengkhianatan yang abadi. Namun jiwa Long Chen tak dapat dimusnahkan begitu saja. Ia bereinkarnasi ke dunia bawah, lahir sebagai putra Patriark Qing Feng dan Ling Hua. Dengan ingatan masa lalu yang membara, Long Chen kembali menapaki jalur kultivasi, membangun kekuatan yang tak tertandingi, dan menyiapkan balas dendamnya terhadap pengkhianat yang pernah merenggut segalanya darinya. Di dunia baru ini, kekuatan, pengkhianatan, dan takdir berpadu. Long Chen tidak akan lagi menjadi korban—ia akan menjadi Kaisar Langit yang lebih kuat daripada sebelumnya.
Baca
Chapter: Bab 53 Perampok Tengkorak Merah Dan Bayangan Gelap
Siang hari, Long Chen dan rombongannya memasuki kawasan Pegunungan Xuanfeng. Ketika mereka bergerak semakin dalam, mereka mendadak berhenti. Sekelompok pria bertopeng tengkorak muncul dari balik pepohonan, menghadang jalan mereka. "Serahkan semua sumber daya yang kalian miliki, jika ingin hidup melewati wilayah kami," ujar Bao Zhixin, pemimpin Perampok Tengkorak Merah, sambil mengacungkan pedangnya. Long Chen hanya menggeleng pelan. Tatapannya menyapu satu per satu anggota perampok di hadapannya. "Sejak kapan Pegunungan Xuanfeng menjadi wilayah kalian?" Tang Mingyu melangkah maju. "Daerah ini masih berada di bawah kekuasaan Kota Zhoucheng." Bao Zhixin menyeringai. "Jadi kau ingin melawan kami?" Tatapannya mengeras. "Meski kau putra Patriark Tang Qiyu, aku tidak takut menghadapi semut sepertimu." Tang Mingyu menyipitkan mata. Aura di tubuhnya mulai bergerak. "Semut?" suaranya dingin. Bao Zhixin tertawa kasar. Ia mengangkat tangan kanannya. "Habisi mereka. Sisakan satu at
Terakhir Diperbarui: 2026-01-01
Chapter: Bab 52
Keesokan paginya saat fajar menyingsing menyinari kota Zhoucheng, para murid, Tetua Qing Wushen, Tetua Qing Jianhong, Tetua Qing Haoran, Tetua Qing Baishan dan Tetua Qing Yunfei berkumpul di halaman utama. "Apa keputusanmu sudah bulat meninggalkan kota ini, Long'er?" tanya Tetua Qing Wushen sambil menatap Qing Long Chen lekat-lekat. Long Chen menganggukkan kepala perlahan seraya menatap para murid dan Tetua lainnya sebelum menjawab. "Iya, Paman. Jika aku berada di kota ini terus, yang ada keselamatan para warga pasti terancam dalam bahaya dan membuat hidup mereka selalu dalam bayang-bayang ketakutan terus menerus jika aku mengambil tindakan. Bagaimanapun aliran hitam berambisi menguasai wilayah barat dan membuat sekte-sekte maupun klan di setiap kota-kota tunduk di bawah sekte mereka," ucapnya dengan tegas. Para Tetua saling pandang dan mereka tahu jika keputusan yang diambil oleh Long Chen memang benar, demi menjaga kedamaian dunia bawah. Tetua Qing Wushen menghela napas pan
Terakhir Diperbarui: 2025-12-30
Chapter: Bab 51
Di bawah kegelapan malam, sekelompok pria berjubah hitam tampak mengawasi Long Chen dari kejauhan, yang berjalan seorang diri keluar dari Kota Zhoucheng. "Dilihat dari mana pun, dia sama sekali tidak terlihat berbahaya," ujar salah satu dari mereka dengan nada meremehkan. "Bukankah dia hanya sampah dari Klan Qing? Mengapa kita harus repot-repot menyelidikinya?" "Jangan ceroboh," sahut yang lain. "Sekte Lembah Racun tidak mungkin musnah hanya oleh seorang sampah." "Namun aku tidak merasakan aura apa pun dari tubuhnya. Mustahil dia memiliki kekuatan seperti itu." "Justru itu yang mencurigakan," suara lain terdengar dingin. "Bahkan orang-orang di kota itu enggan membicarakannya. Kita ikuti saja… dan pastikan sendiri." Mereka berpencar tanpa suara, menjaga jarak, menutup setiap jalur yang mungkin dilalui. Setelah berjalan cukup jauh dari kota, Long Chen tiba-tiba menghentikan langkahnya. Ia menoleh sekilas, lalu berjalan ke sisi jalan dan duduk di bawah pohon. Keheningan mala
Terakhir Diperbarui: 2025-12-29
Chapter: Bab 50
Ling Xiaosheng, Qing Feng, Ling Hua, dan Qing Yunxiao terkejut karena mereka berada di tempat yang sangat indah, dengan energi spiritual yang sangat tebal. Di hadapan mereka terbentang tanaman obat herbal langka, pohon-pohon buah abadi, serta sebuah istana emas yang mengambang di udara. "Long'er, dimanakah saat ini kita berada?" tanya Qing Feng sambil menatap pemandangan di depannya dengan takjub. Long Chen melangkah satu langkah ke depan sambil berucap. "Kita sekarang berada di dunia kecil dalam cincin semesta milikku, Ayah. Dulu, hal inilah yang membuat sosok adik yang sangat ku percayai dan istriku dengan kejam mengkhianatiku," ucap Long Chen dengan wajah muram. Qing Feng terdiam setelah mendengar penjelasan itu. Tatapannya berubah serius. "Jadi… tempat ini adalah peninggalan masa lalumu," ucapnya perlahan. Ling Hua menutup mulutnya, matanya bergetar. Ia tidak bertanya lebih jauh, namun jelas memahami beratnya luka yang tersimpan di balik kata-kata Long Chen. Ling Xiaos
Terakhir Diperbarui: 2025-12-28
Chapter: Bab 49 Pergerakan Sekte Aliran Hitam
Beberapa hari kemudian, kabar Sekte Lembah Racun berhasil dimusnahkan telah menyebar ke berbagai tempat. Dan menimbulkan rasa penasaran di benak setiap kultivator mengenai pihak yang telah menghancurkan sekte aliran hitam itu. Di kedai arak, penginapan, hingga pasar-pasar kultivator, nama Sekte Lembah Racun terus dibicarakan. "Sekte Lembah Racun itu bukan sekte kecil. Siapa yang berani memusnahkan mereka?" "Aku dengar seluruh sekte itu kini rata dengan tanah." "Apa mungkin dilakukan oleh satu klan saja?" Tidak ada yang mengetahui kebenaran pastinya. Namun satu hal jelas—kekuatan yang menghancurkan Sekte Lembah Racun bukanlah kekuatan biasa. Di sisi lain, beberapa sekte aliran hitam mulai bersikap waspada. Mereka menahan pergerakan murid-muridnya dan memperketat penjagaan wilayah masing-masing. Nama Qing Long Chen pun mulai masuk ke telinga orang-orang tertentu, meski masih belum ada kejelasan yang pasti mengenai kekuatan yang di miliki oleh putra bungsu putra Patriark Qi
Terakhir Diperbarui: 2025-12-28
Chapter: Bab 48
Di malam hari, Qing Long Chen menatap langit cerah yang dipenuhi bintang-bintang dari taman samping paviliun. Ia berdiri diam cukup lama, membiarkan pikirannya tenang untuk sesaat, dunia terasa sunyi—tanpa strategi, tanpa musuh, tanpa keputusan. Beberapa saat kemudian, suara langkah kaki terdengar mendekat ke arahnya. Ia segera menoleh dan mendapati Ayahnya sudah berada di dekatnya. "Apa yang membuatmu resah, Long'er?" tanya Qing Feng sambil menatap Long Chen lekat-lekat. Qing Long Chen terdiam sejenak sebelum menjawab. Tatapannya masih tertuju ke langit malam. "Bukan resah," ucapnya pelan. "Hanya sedang berpikir, Ayah." Qing Feng berdiri di sampingnya, kedua tangan di belakang punggung. "Memikirkan apa?" "Jalan ke depan," jawab Long Chen singkat. "Hari ini kita menang. Tapi kemenangan selalu membawa akibat." Qing Feng tersenyum tipis. "Itu pemikiran seorang pemimpin, kau telah melampaui harapanku, Long'er." Long Chen akhirnya menoleh. "Ayah tidak khawatir?" "Tentu
Terakhir Diperbarui: 2025-12-27
Langkah di Jalan Keabadian

Langkah di Jalan Keabadian

Sejak Zaman kuno, jalan kultivasi selalu di penuhi duri dan darah. Hanya mereka yang memiliki bakat luar biasa, akar spiritual langka serta dukungan sekte besar yang mampu menapaki tangga menuju puncak. Sisanya hanya menjadi batu pijakan, mayat mayat di sepanjang jalan. Ye Tian, seorang pemuda dari desa terpencil lahir dengan akar spiritual cacat. Di mata orang lain, ia hanyalah sampah yang tak mungkin melangkah di dunia kultivasi. Tak ada sekte yang mau menerimanya bahkan tak ada guru yang mau membimbingnya. Hidupkannya hanya di takdirkan sebagai rakyat jelata yang terlupakan zaman. Namun, takdir berubah pada suatu malam batu misterius dari zaman kuno jatuh ke tangannya. Batu itu menyimpan rahasia besar yang dimana di dalam batu itu menyimpan tehnik-tehnik kultivasi yang pernah menggemparkan sembilan negri ribuan tahun lalu, tetapi kini banyak di lupakan bahkan oleh sekte sekte besar sekalipun. Sejak saat itu, Ye Tian tidak lagi berjalan di jalan yang di tentukan orang lain , melainkan menapaki jalannya sendiri. Di tengah dunia yang di penuhi pertarungan sekte, ambisi klan bangsawan dan kembalinya bangkitnya iblis kuno, Ye Tian hanya memiliki satu tekad: untuk melawan, menentang, dan terus melangkah. Dari pemuda yang di remehkan, ia akan menjadi sosok yang menentang langit dan bumi. Tetapi jalan menuju keabadian bukanlah perkara yang mudah. Setiap langkahnya akan di penuhi darah, penghianatan, serta ujian dari surga itu sendiri. "Jika dunia menganggapku sampah, maka aku akan membuat dunia berlutut. Jika langit menghalangiku, maka aku akan menghancurkan langit. Jalan ini adalah jalanku, langkah demi selangkah menuju keabadian!"
Baca
Chapter: Bab 114
Siang hari, Long Chen dan rombongannya memasuki kawasan Pegunungan Xuanfeng. Ketika mereka bergerak semakin dalam, mereka mendadak berhenti. Sekelompok pria bertopeng tengkorak muncul dari balik pepohonan, menghadang jalan mereka. "Serahkan semua sumber daya yang kalian miliki, jika ingin hidup melewati wilayah kami," ujar Bao Zhixin, pemimpin Perampok Tengkorak Merah, sambil mengacungkan pedangnya. Long Chen hanya menggeleng pelan. Tatapannya menyapu satu per satu anggota perampok di hadapannya. "Sejak kapan Pegunungan Xuanfeng menjadi wilayah kalian?" Tang Mingyu melangkah maju. "Daerah ini masih berada di bawah kekuasaan Kota Zhoucheng." Bao Zhixin menyeringai. "Jadi kau ingin menentang kami?" Tatapannya mengeras. "Meski kau putra Patriark Tang Qiyu, aku tidak takut menghadapi semut sepertimu." Tang Mingyu menyipitkan mata. Aura di tubuhnya mulai bergerak. "Semut?" suaranya dingin. Bao Zhixin tertawa kasar. Ia mengangkat tangan kanannya. "Habisi mereka. Sisakan sat
Terakhir Diperbarui: 2026-01-01
Chapter: Bab 113 Tiba Di Dunia Kuno
Tekanan berat itu perlahan mereda. Beberapa saat kemudian, tubuh mereka mulai beradaptasi dengan tempat itu. Otot-otot yang semula kaku perlahan mengendur, napas menjadi lebih stabil. Tanah di sekitar mereka retak halus akibat tekanan aura yang ditekan paksa agar tidak bocor keluar. Lin Hao membuka mata lebih dulu. Ia menarik napas panjang, wajahnya tampak sedikit serius. "Akhirnya bisa bergerak secara leluasa." Meng Rou mengangguk pelan. "Jika bertarung tanpa penyesuaian, kita akan dirugikan." Ye Tian membuka matanya terakhir. Tatapannya menyapu hutan di sekeliling mereka—pepohonan menjulang tinggi, daun-daunnya tebal dan gelap, sementara dari kejauhan terdengar raungan rendah hewan buas. "Hewan buas di sini juga hidup di bawah gravitasi ini," ucapnya datar. "Jangan menganggap tingkat mereka sama dengan dunia luar." Seolah menjawab ucapannya, semak-semak di depan mereka bergetar. Seekor binatang buas bertubuh besar melangkah keluar. Sisiknya kusam kehijauan, matanya m
Terakhir Diperbarui: 2026-01-01
Chapter: Bab 112
Ye Tian menyesap tehnya perlahan, lalu meletakkan cangkir itu kembali ke meja. Pandangannya beralih ke Lin Hao dan Meng Jin. "Aku ditangkap siang tadi," ucapnya datar. Alis Lin Hao langsung terangkat. "Ditangkap?" "Balai Hukum Kota," lanjut Ye Tian singkat. "Atas tuduhan merampas sumber daya milik Chanming." Suasana kamar langsung berubah sunyi. Meng Rou mengerutkan kening, sementara Meng Jin mengepalkan tangan tanpa sadar. "Chanming dari Sekte Kelelawar Merah?" tanya Lin Hao dengan suara rendah. Ye Tian menganggukkan kepala perlahan. "Dia dengan sengaja menjebak Tuan Muda dan memberikan tuduhan palsu. Sebelumnya, dia memerintahkan dua murid untuk mengawasi kami," ujar Shen Long. Meng Rou menghela napas lega, namun ekspresinya tetap serius. "Kalau sampai ke Balai Hukum… berarti dia memang berniat menekanmu sejak awal." "Benar," jawab Ye Tian. “Dia telah menargetkanku, dan aku yakin saat ini dia sedang menyiapkan rencana lain." Lin Hao terdiam sesaat. "Berarti kedat
Terakhir Diperbarui: 2026-01-01
Chapter: Bab 111
Hakim Yu Lai mengangkat tangannya perlahan. "Dengan demikian," ucapnya tegas, "Balai Hukum memutuskan: tuduhan perampasan terhadap Junior Ye Tian tidak terbukti." Ketukan palu menggema singkat. Riuh rendah langsung pecah di ruangan. Beberapa kultivator berbisik kagum, sebagian lain menatap Chanming dengan sorot kemarahan, karena telah memfitnah Ye Tian. Para murid Sekte Kelelawar Merah menunduk, wajah mereka memucat. Hakim Yu Lai belum selesai. Ia menoleh ke Chanming, sorot matanya dingin dan berwibawa. "Namun perkara ini tidak berhenti di sini. Tuduhan palsu, penahanan tanpa bukti kuat, serta upaya menekan Balai Hukum—semuanya pelanggaran serius." Wajah Chanming mengeras. "Tuan Hakim, aku hanya—" "Cukup." Satu kata itu menghentikannya. "Sebagai Tuan Muda sekte Kelelawar Merah, kau seharusnya paham batas," lanjut Hakim Yu Lai datar. "Balai Hukum tidak akan dijadikan alat untuk balas dendam pribadi. Dan kau telah menuduh Junior Ye Tian tanpa alasan yang jelas. Tindaka
Terakhir Diperbarui: 2025-12-31
Chapter: Bab 110
Siang harinya, Ye Tian sedang menikmati suasana kota Haicheng secara tiba-tiba di tangkap oleh dua prajurit kota karena di tuduh telah merampok sumberdaya Chanming. Dua prajurit kota itu bergerak cepat, tangan mereka mencengkeram lengan Ye Tian dari kiri dan kanan. Rantai penekan kultivasi langsung dipasangkan. Beberapa kultivator di sekitar jalan utama berhenti melangkah, tatapan mereka penuh rasa ingin tahu—sebagian sinis, sebagian lagi berhati-hati. Ye Tian tidak melawan. Ia bahkan tidak menoleh. Tatapannya tetap tenang, seolah semua ini sudah ia perkirakan. "Perintah dari Balai Hukum Kota," ujar salah satu prajurit dengan suara tegas. "Ikut dengan kami." Tanpa sepatah kata pun, Ye Tian melangkah mengikuti tarikan mereka. Di kejauhan, Shen Long yang menyatu dengan keramaian menyipitkan mata. Ia tidak bergerak, hanya mengingat setiap wajah dan setiap aura yang terlibat. Tak lama kemudian, Ye Tian dibawa memasuki Balai Hukum. Pintu tertutup di belakangnya dengan dentuman ber
Terakhir Diperbarui: 2025-12-30
Chapter: Bab 109
Ye Tian berhenti di ujung gang, langkahnya terhenti begitu saja. Ia tidak berbalik, namun senyum tipis samar terukir di sudut bibirnya. Dua sosok berjubah merah yang mengikutinya ikut melambat. Jarak di antara mereka tetap dijaga, seolah tidak ingin terlalu dekat, namun juga tidak berniat melepaskan target. "Dia berhenti," bisik salah satu dari mereka. "Jangan gegabah," balas yang lain. "Bisa jadi jebakan." Namun sebelum mereka sempat mengambil keputusan, aura Ye Tian yang semula samar tiba-tiba menghilang sepenuhnya, seakan ditelan oleh kehampaan. Keduanya tersentak. "Aura-nya—!" Belum sempat kalimat itu selesai, aura penindasan yang sangat kuat turun dari atas seperti sebuah gunung yang menimpa mereka. Lutut mereka gemetar hebat, napas terasa berat. Sebuah suara datar terdengar dari belakang. "Kalian terlalu ceroboh dan telah mengusik orang yang salah." Shen Long berdiri beberapa langkah di belakang mereka, kehadirannya tenang namun menekan. Tidak ada niat membu
Terakhir Diperbarui: 2025-12-29
Anda juga akan menyukai
Sistem Penakluk Heroine
Sistem Penakluk Heroine
Fantasi · SATAN_666
420 Dibaca
BERTUKAR TUBUH DENGAN MUSUHKU
BERTUKAR TUBUH DENGAN MUSUHKU
Fantasi · Nanda Safitri
415 Dibaca
VR Sky Impact
VR Sky Impact
Fantasi · WTP
415 Dibaca
Sang Dukun Seruling Dan Muridnya
Sang Dukun Seruling Dan Muridnya
Fantasi · Jongos Pendusta
411 Dibaca
Queen of Revenge
Queen of Revenge
Fantasi · Peri_bumi
404 Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status