author-banner
Dyara
Dyara
Author

Novels by Dyara

Istri Yang Kau Buang, Kini Jadi Nyonya Besar

Istri Yang Kau Buang, Kini Jadi Nyonya Besar

Alya adalah seorang ibu rumah tangga dengan tiga orang anak, sayangnya keberuntungan sseolah tidak berpihak padanya. Suami yang seharusnya menjadi tempat pulang ternyaman, justru menjadi momok yang menakutkan, hal itu yang membuat Alya lebih memilih untuk mengakhiri rumah tangganya, dan bertemu dengan CEO tampan. Akankah nasib Alya berubah?
Read
Chapter: Bab VI
Alya tersentak, hampir menjatuhkan ponsel tipis itu ke lantai marmer. Araska berdiri di ambang pintu dengan tangan bersedekap, matanya yang tajam seolah mampu menembus layar ponsel Alya dan membaca nama yang tertera di sana. "Angkat, Alya! Aktifkan speaker-nya," perintah Araska lagi. Dingin, dengan nada otoritas yang tak terbantahkan. Dengan jari gemetar, Alya menggeser ikon hijau."Halo, Perempuan tak tahu diri! Akhirnya lo angkat juga!" suara Aldi menggelegar, penuh nada kemenangan yang memuakkan. "Gimana rasanya jadi simpanan orang kaya? Enak ya, dandan cantik, makan enak, pakai uang haram. Denger ya, kalau lo nggak turun sekarang, gue pastiin bakal ambil anak-anak!"Wajah Alya memucat, tetapi sebelum isaknya pecah, sebuah tangan besar merebut ponsel itu dari genggamannya. Araska mendekatkan ponsel itu ke bibirnya. "Tunggu di lobi! Aku sendiri yang akan menemuimu di sana."KLIK. Sambungan diputus sepihak. Araska menarik tangan Alya, membawanya masuk ke dalam rengkuhan lengannya
Last Updated: 2026-01-12
Chapter: BAB V
Alya tidak boleh membiarkan Araska tahu.Jika Araska tahu dia membawa masalah rumah tangga ke kantor, dia bisa dipecat. Dan jikad dia dipecat, perlindungan untuk Tsaqif, Aisya, dan Zayyan akan hilang.Dengan langkah gemetar, Alya berbalik arah.Dia setengah berlari menuju toilet private yang terletak di ujung lorong lantai 58, fasilitas khusus yang hanya boleh digunakan oleh tamu VVIP dan staf ring satu, menguncinya rapat-rapat, lalu merosot di depan wastafel marmer.Air keran dinyalakan sekencang mungkin untuk meredam isak tangis yang akhirnya pecah.Alya membasuh wajahnya yang sudah dipoles makeup mahal itu dengan kasar, berusaha menghapus jejak air mata, namun rasa takut itu tak kunjung hilang.Bayangan Aldi yang mengambil paksa anak-anaknya terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak.Sementara itu, di dalam ruangan direktur, Araska melirik jam tangannya untuk ketiga kalinya dalam satu menit.Sudah lima belas menit sejak dia melihat Alya naik dari lobi lewat CCTV.Seharusnya w
Last Updated: 2026-01-06
Chapter: BAB IV
Pintu lift di lobi utama terbuka.Alya melangkah keluar lift dan dia melihat pemandangan kacau balau. Seketika, suara keributan yang memekakkan telinga menyerbu masuk."Minggir kalian semua, dasar babu tidak berguna! Mana Araska? Suruh cucuku turun atau aku bakar gedung ini!"Di tengah lobi marmer yang luas, seorang wanita tua dengan rambut putih disanggul rapi dan mengenakan kebaya sutra mahal sedang mengacungkan tongkat kayu eboni.Tiga orang petugas keamanan bertubuh kekar tampak kewalahan, mereka mencoba menghalangi, namun takut melukai nenek Araska.Di kaki wanita tua itu, sebuah keranjang kucing berlapis emas tergeletak miring.Seekor kucing persia putih mengeong-ngeong dari dalam, jelas stress berat akibat guncangan dan teriakan pemiliknya."Maaf, Nyonya Besar, tapi peraturan gedung melarang hewan pe..." seorang resepsionis mencoba menjelaskan dengan suara gemetar.TAK!Tongkat eboni itu menghantam meja resepsionis, hanya meleset beberapa sentimeter dari jari si resepsionis."P
Last Updated: 2026-01-06
Chapter: Bab III
"Pastikan bahwa kau tidak berusaha kabur malam ini atau kubatalkan semua pembayaran pengobatan anakmu!"KLIK.Pintu tertutup.Alya merosot kembali ke kursi dan kakinya terasa lemas.Dia baru saja menandatangani kontrak dengan iblis berwajah malaikat. Tapi saat ia membelai pipi Tsaqif yang mulai hangat normal, Alya tahu, ia akan melakukan perjanjian itu seribu kali lagi demi anak-anaknya.Tiga hari berlalu sejak malam di rumah sakit itu.Tsaqif sudah pulih total, berkat obat-obatan paten yang harganya mungkin setara dengan biaya makan Alya setahun.Alya kemudian mengajak ketiga anaknya pindah dan menjelaskan kalau Tuan kemaren yang sudah menolong mereka.Awalnya, anak-anak Alya ragu untuk masuk ke sana, tapi setelah diyakinkan, mereka akhirnya turun.Itu adalah sebuah rumah mungil dengan dua kamar tidur yang bersih, jauh lebih layak daripada kontrakan lembab mereka sebelumnya.Namun, Alya tidak punya waktu untuk bernapas lega atau mengagumi nasib baiknya. Baru saja dia selesai merapika
Last Updated: 2026-01-06
Chapter: Bab II
Alya duduk di kursi belakang, mendekap erat Tsaqif yang masih mengejang pelan.Di sebelahnya, Aisya dan Zayyan duduk kaku, menggigil kedinginan, takut mengotori jok kulit berwarna krem yang pastinya seharga rumah kontrakan mereka.Araska tidak bicara sepatah kata pun. Satu tangannya memegang kemudi dengan santai, sementara tangan lainnya menempelkan ponsel ke telinga."Siapkan satu kamar VVIP dan tim dokter spesialis anak, sekarang! Aku sampai dalam lima menit, jangan sampai lelet melayani pasien yang aku bawa!"Tanpa menunggu jawaban dari seberang, sambungan langsung diputus.Alya menatap punggung tegap pria itu dengan perasaan campur aduk.Takut, tapi juga berharap.Belum sempat mobil berhenti sempurna, tiga orang perawat dan satu dokter sudah bersiap dengan brankar dorong.Araska keluar lebih dulu. Aura dominasinya seketika membuat petugas keamanan yang hendak menegur soal parkir, langsung mundur teratur. "Bawa anak itu!"Alya tergopoh-gopoh keluar, meletakkan Tsaqif ke atas branka
Last Updated: 2026-01-06
Chapter: Bab I
"Ibu... sakit..." rintihan itu menyayat hati Alya.Tsaqif, putra bungsunya, merintih dalam tidurnya. Tubuh bocah itu panas tinggi, menggigil hebat di balik selimut tipis yang sudah apek.Alya ingat betul, ia menyimpan uang lima ratus ribu rupiah di bawah tumpukan baju dalam lemari. Uang hasil memeras keringat mencuci baju tetangga dan berjualan kue keliling.Itu satu-satunya harapan untuk membawa Tsaqif ke klinik malam ini.Dengan langkah tergesa, Alya menuju lemari.Namun, saat tangannya meraba bagian bawah tumpukan baju, jantungnya hampir copot ketika tahu kalau amplop itu sudah lenyap..Alya menyibak tirai kamar, melangkah lebar menuju ruang tengah.Aldi, suaminya, sedang duduk bersila di depan laptop dengan mata merah menatap layar judi slot yang berputar. Di sebelahnya, seorang wanita dengan pakaian kurang bahan sedang menggelayut manja sambil memegang gelas kopi."Ayo Mas, pasang lagi, kali ini pasti jackpot!""Tenang, Sayang. Uang dari si Babu itu lumayan juga buat modal," sahu
Last Updated: 2026-01-06
You may also like
Iship Memoar
Iship Memoar
Romansa · Evin Hard
5.9K views
Jangan Paksa Aku...
Jangan Paksa Aku...
Romansa · Enda Kiebo
5.9K views
Rindu Yang Terpendam
Rindu Yang Terpendam
Romansa · Bilqis Sahara
5.9K views
MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI
MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI
Romansa · El Furinji
5.9K views
Kekasih Taruhan
Kekasih Taruhan
Romansa · Rilla
5.9K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status