Chapter: Bab 166Alya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah manja suaminya. Siapa yang akan percaya bahwa pria yang sedang merengek meminta tambahan waktu pelukan ini adalah Araska, taipan muda yang dikenal dingin dan tak kenal ampun di meja perundingan bisnis? Namun, Alya membiarkannya. Ia tahu betul beban berat yang dipikul Araska, terutama dengan rumor konyol yang kini tengah digoreng oleh netizen di media sosial.Setelah dua menit yang molor menjadi hampir sepuluh menit, Araska akhirnya melepaskan pelukannya dengan berat hati. Alya segera bangkit, merapikan daster rumahan yang agak kusut, lalu melangkah ke dapur untuk menghangatkan sup ayam kampung buatannya.Sementara itu, Araska meraih kembali ponselnya yang tergeletak mengenaskan di atas karpet. Begitu layar menyala, rentetan notifikasi langsung menyerbu. Panggilan tak terjawab dari direksi, pesan singkat dari Beni yang panik, hingga tagar nama perusahaannya yang nangkring di daftar trending topic.Araska mendengus, mencoba membaca sa
Última actualización: 2026-06-20
Chapter: Bab 165"Flu biasa, Pak? Tapi di foto yang beredar, mobil Bapak terparkir tepat di bawah plang besar bertuliskan 'Spesialis Terapi Kejantanan dan Ramuan Tradisional Mak Erot'!" Suara Beni di seberang telepon terdengar sangat frustrasi, bercampur dengan kepasrahan seorang sekretaris yang dunianya baru saja runtuh."Netizen Twitter sudah membuat utas, Pak. Saham anak perusahaan kita di bidang farmasi bahkan ikut bergejolak karena rumor ini!"Araska mematung. Matanya melebar sempurna. Ia perlahan menoleh ke arah Alya yang kini sudah menyembunyikan wajahnya di balik bantal sofa, tubuhnya terguncang hebat karena tawa yang tidak bisa ditahan lagi."Beni," desis Araska, mengabaikan tenggorokannya yang perih."Supir sialan itu ... aku menyuruhnya membeli vitamin di apotek sebelah klinik itu! Kenapa dia harus memarkirkan mobil tepat di sana?!""Saya tidak tahu, Pak! Yang jelas, humas kita sedang kelimpakan komplain. Jadi, apa instruksi Bapak? Apakah kita perlu merilis surat pernyataan resmi dari dokte
Última actualización: 2026-06-18
Chapter: bab 164"Singa jompo kata kamu? Al, kalau bukan karena tangan kiri Pak RT tadi, aku sudah menyuruh Beni menyelidiki latar belakang keluarganya," gerutu Araska seraya mendudukkan diri di sofa ruang tengah, perlahan-lahan menyandarkan punggungnya yang masih terasa hangat akibat goresan koin seribuan.Alya meletakkan kotak hantaran kue tradisional di atas meja, lalu duduk di samping suaminya. "Selidiki untuk apa, Mas? Mau kamu akuisisi usahanya? Pak RT sebelah itu pensiunan dinas tata kota, lho. Mau kamu beli komplek ini sekalian?""Kalau perlu, iya," sahut Araska ketus, meski sedetik kemudian ia meringis karena gerakan tiba-tibanya membuat otot lehernya tertarik. "Aduh ... pelipisku makin berdenyut.""Makanya, jangan banyak tingkah dulu. Sini, aku pijat sebentar," ucap Alya lembut. Ia menggeser duduknya menjadi lebih dekat, lalu jemari lenturnya mulai memijat pelan pundak dan tengkuk Araska yang mengeras.Araska memejamkan mata, menikmati sentuhan tangan istrinya yang ajaibnya selalu berhasil m
Última actualización: 2026-06-09
Chapter: Bab 163Setelah menyelesaikan semuanya, Alya dan Araska segera pulang. Rasa letih sudah tak tertahankan membuat Alya ingin segera merebahkan diri di Kasur empuknya.“Aku kok agak pusing, ya, Al?” tanya Araska, sambil memijat pelipisnya.“Kenapa, Mas?” Alya segera mendekat, menyentuh dahi Araska. “Tapi nggak panas, Mas. Mau ke rumah sakit aja?”“Emm, nggak usah, Sayang. Minta tolong buatkan teh hangat saja, nanti juga mendingan.”Tanpa menunggu lama, Alya segera membuatkan teh kesukaan Araska.Satu jam berlalu, nampaknya lelaki itu belum terlihat jauh lebih baik, "Mas, kamu yakin tidak mau ke rumah sakit saja?"Alya melipat kedua tangannya di dada, menatap suaminya dengan tatapan tak tega. Melihat sang suami, wajahnya pucat, hidungnya merah, dan sebuah koyo cabai menempel dengan sukses di kedua pelipisnya."Tidak mau, Al," suara Araska terdengar bindeng dan serak, sangat jauh dari suara bariton berwibawa yang biasa didengar para investor."Kalau aku ke rumah sakit, besok pagi media bisnis akan
Última actualización: 2026-06-08
Chapter: Bab 162Araska mengintip dari balik tumpukan palet kayu. Di tengah ruangan yang remang-remang, Yudha tampak terikat di kursi kayu dengan wajah penuh lebam. Di hadapannya ada sebuah meja lipat dengan laptop yang menyala. Adrian berdiri di sampingnya dengan setelan necis yang tampak kontras dengan lingkungan gudang yang kotor, memegang sebuah pisau lipat kecil.Araska memberi isyarat kepada Beni dengan tiga jari. Satu... dua... tiga.BRAAAK!Beni menendang sebuah kaleng drum kosong hingga menimbulkan suara dentuman keras yang mengalihkan perhatian semua orang di dalam gudang. Bersamaan dengan itu, Araska dan Beni langsung merangsek masuk."Siapa?!" teriak salah satu pengawal Adrian. Namun belum sempat ia mengangkat tangannya, sebuah pukulan kombinasi jab-uppercut dari Beni langsung bersarang di rahangnya, membuatnya ambruk seketika.Adrian terkejut bukan main melihat kehadiran Araska. "Araska?! Bagaimana bisa kamu ....""Per
Última actualización: 2026-06-07
Chapter: Bab 161Suasana ruang kerja yang tadinya panas membara oleh amarah Wijaya, mendadak senyap bagai kuburan. Hanya terdengar deru halus AC sentral gedung Araska Group. Wijaya, sang komisaris garang yang beberapa menit lalu menggebrak meja sampai vas bunga bergoyang, kini tampak seperti balon yang kempis. Wajahnya pucat pasi, menatap Cynthia dengan mata membelalak."Tanjung Priok?" Araska mengulang ucapan Cynthia. Nada suaranya tidak lagi sedingin es seperti tadi. Ia melirik Alya, dan sebagai pasangan, Alya langsung paham arti tatapan suaminya.Alya berpindah duduk ke sebelah Cynthia, mengusap bahu wanita itu dengan lembut. "Cynthia, tenang dulu. Minum ini," kata Alya sambil menyodorkan segelas air yang langsung diteguk Cynthia sampai habis setengahnya."Kapan persisnya Yudha menghubungimu? Dan apa dia sempat menyebutkan ciri-ciri gudang atau lokasi spesifiknya?"Cynthia menyeka sudut bibirnya yang gemetar. "Sekitar jam sebelas malam, Alya. Dia pakai nomor baru, suaranya bisik-bisik dan kedengara
Última actualización: 2026-06-06