LOGINTerlahir cantik dan menarik adalah impian setiap wanita. Namun, bila pada kenyataannya tumbuh menjadi wanita berbadan subur dan tak secantik bidadari, apa itu sebuah dosa? Apa kebahagiaan hanya milik mereka yang terlahir cantik dan langsing? Viola Anastasya harus berjuang mendapatkan kebahagiaan karena ia hanya seorang pelayan gendut.
View More445 āJadi begitu, De. Kamu sama Amanda tidak masalah, kan?ā Sultan menatap sepasang suami istri muda yang duduk di hadapannya. Di mana bayi tiga bulan terus mengeluarkan suara-suara lucu khas bayi dalam pangkuan Dewa. āPapa sudah ingin pensiun. Menikmati hidup berdua saja dengan Mama kalian. Ya, itung-itung bulan madu lagi untuk mengganti masa-masa awal pernikahan kami yang sempat carut-marut.ā Dewa, Amanda, dan Vino yang duduk di sofa lainnya saling pandang sebelum memiringkan bibir masing-masing. āSiapa yang nikah, siapa yang bulan madu.ā Batin mereka mengejek. āVino memang baru memasuki dunia ini, dan ia juga masih sangat muda. Tapi jika ia ada kemauan untuk belajar, pasti bisa kok. Apalagi didampingi wanita yang berbakat. Papa yakin perusahaan tidak akan dibawa tenggelam. Lagipula, Papa tidak akan melepas sepenuhnya. Ada orang kepercayaan Papa yang akan membimbing dan mengawasi Vino.ā Sekali ini Dewa melirik Amanda di sampingnya seraya membenahi bayi Devano yang sudah mulai t
443āAbang, emang nggak berat?ā tanya Kirani sesaat setelah Vino menurunkan tubuhnya di sofa. Ia baru saja dari kamar mandi. Dan sejak kejadian jatuh itu, Vino selalu membopongnya setiap hendak ke kamar mandi.Kedua tangan Kirani masih melingkar manja di leher sang suami, hingga lelaki itu meminta dilepaskan dengan isyarat dagu. Awalnya Kirani tak mau melepaskan tangannya. Tentu saja untuk menggoda sang suami.āOk,ā ujar wanita itu akhirnya seraya melepaskan tangannya karena Vino menatapnya tanpa kedip seolah bersiap kembali menerkamnya. Mereka baru saja menyelesaikan satu ronde percintaan pagi ini. Masa iya mau mengulang lagi bahkan sebelum sarapan.Sungguh, mereka tidak menyangka jika pernikahan akan seindah ini. Tiga hari di hotel, hanya makan, tidur, dan bercinta. Begitu seterusnya selama tiga hari tanpa melakukan apa pun lagi.āNggak berat, kan, aku?ā ulang Kirani karena Vino belum menjawab pertanyaanya.āNggak,ā jawab Vino yang duduk di sampingnya. Tangannya meraih remote TV, m
442āManis,ā ujar Kirani seraya menarik wajahnya. Menjauhkan dari wajah lelaki di bawahnya. Semburat merah langsung menghiasi wajahnya. Ia ingin beranjak, tetapi tangannya ditahan.āApanya yang manis?ā tanya sang lelaki dengan tatapan lekat. Melihat wanita yang duduk di pangkuannya tersipu, adalah sesuatu yang membuatnya gemas. Padahal mereka sudah dua hari menikah. Tak terhitung sudah berapa kali melihat tubuh polos masing-masing. Tapi wanitanya selalu saja tersipu dan malu-malu.Tangan sang lelaki menarik lembut pinggang wanitanya agar kembali mendekat, kemudian berbisik di telinganya.āApanya yang manis, hem?āSemburat merah tak henti-hentinya menghiasi wajah wanita yang pagi ini hanya memakai kemeja putih milik sang suami. Kemeja yang terlihat kebesaran di tubuh mungilnya, tetapi sangat seksi di mata sang suami.Cup.Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir sang wanita.āIni yang manis?āāIsh, Abang apaan, sih?ā Tangan sang wanita mengibas di depan wajah merahnya.āJadi, kamu baru
441Kirani mengerjap sebelum menoleh perlahan ke sisi kanannya di mana seorang lelaki tengah tertidur pulas dengan setengah tengkurap. Ditatapnya dengan seksama wajah yang walaupun terlihat lelah, tetapi senyum kebahagiaam dan kepuasan berpendar di sana. Tak terasa kedua sudut bibirnya tertarik ke samping. Ia ikut tersenyum melihat wajah sang lelaki yang penuh kepuasan.Pandangannya beralih perlahan menyusuri tangan kekar sang lelaki yang menumpang di atas tubuhnya. Dengan hati-hati, Kirani mengangkat tangan itu dan munurunkan dari atas tubuhnya, ia ingin ke kamar mandi. Rasa tidak nyaman di tubuh bagian bawah, membuatnya ingin ke kamar mandi.Namun, saat ia mencoba untuk bangkit, rasa tidak nyaman itu berubah perih yang membuatnya urung bangkit. Kirani menyibak selimut putih yang menutupi tubuhnya. Tapi gegas ia menutupnya lagi saat sadar jika tubuhnya masih polos.Wanita itu kembali merebahkan kepalanya. Matanya memejam, hingga semua yang terjadi semalam, terbayang dengan jelas. Die
429āKiran, kau tidak apa-apa? Kau sudah sadar, Nak? Kau dengar Ibu?ā Beberapa kalimat pertanyaan sekaligus disertai guncangan lembut di lengan Kirani membuat gadis itu mengerjap dan berusaha membuka mata. Namun, ternyata tidak semudah itu. Kepala yang pusing membuatnya tak lekas menangkap jelas pand
435Viola mengangguk seraya berkedip lemah ke arah sang anak setelah beberapa saat lalu pintu itu tertutup. Wanita itu mengisyaratkan agar Vino menyingkir dari depan pintu.Dengan lemah, vino menurut. Menyingkir dan memberi ruang sang ibu. Ia yakin jika Kirani tidak tahu dirinya datang bersama sang ib
427āLamaran?ā Pertanyaan yang diiringi perubahan wajah yang sangat kentara terdengar sesaat setelah tubuh jangkung itu berbalik lagi menghadap sang ayah.āHmm.ā Sultan hanya bergumam acuh sebelum kembali meraih balpoin di atas kertas. āKenapa wajahmu pucat?āVino menelan ludah. Kemudian membuang muka.
428 Kirani turun dari taksi online yang membawanya dari statsiun. Walaupun wajahnya terlihat sangat lelah, tetapi senyumnya langsung mengembang begitu melihat bangunan tempat tinggal keluarganya. Gadis itu menyandang ransel bajunya. Tangannya penuh dengan beberapa kantong plastic juga paper bag, ole












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore