author-banner
lucky lulu
Author

Novels by lucky lulu

Pusaka Warisan Empu Herbal

Pusaka Warisan Empu Herbal

"Tugasmu belum selesai." Itu adalah kalimat terakhir yang Gatra Santara dengar sebelum dunianya menjadi gelap. Sebagai seorang poliglot jenius di masa depan, hidup Gatra berakhir tragis di tangan rekan kerja yang iri, dikhianati, dirampok, dan dibunuh di sebuah warung kumuh. Namun, kematian hanyalah gerbang pembuka. Gatra yang dulunya adalah seorang poliglot yang menguasai bantak bahasa asing, terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama di abad ke-14. Bukan lagi di ruang rapat berpendingin ruangan kantor tempay dia bekerja sebagai penerjemah profesional, dia kini terperangkap dalam intrik keluarga pemilik toko herbal, dipinggirkan oleh ayah kandung sendiri demi saudara tirinya yang ambisius, Awang. Di dunia yang asing ini, kemampuan Gatra untuk "menerjemahkan" bahasa tidak lagi terbatas pada kata-kata manusia. Ia kini mampu mendengar "napas" alam dan rahasia kuno yang tersimpan dalam lembaran kitab herbal yang telah lama hilang. Di bawah bimbingan misterius Ki Yaksa, Gatra menyadari bahwa setiap keadilan yang dia tegakkan, sistem akan memberinya kekuatan ajaib yang melampaui logika. Dari menyembuhkan putra mahapatih hingga membongkar konspirasi busuk di balik tembok istana, Gatra terjerat dalam benang merah takdir yang melintasi waktu. Bersama sahabat sejatinya, Nararya, serta para wanita tangguh dari berbagai penjuru dunia—Galuh, Melayu, Tiongkok, hingga Arab—Gatra harus berpacu dengan waktu. Apakah kembalinya Gatra ke masa lalu sekadar pelarian, atau ada misi tugas yang harus ia tuntaskan?
Read
Chapter: Bab 9. Misteri Sepasang Belati
Pagi itu, jantung Gatra berdetak dengan irama yang jauh lebih cepat. Ini adalah pertama kalinya dia menemui Nararya di istana Mahapatih. Pangeran muda itu telah menunggunya di bangku batu, tampak lebih dewasa dari usia sebenarnya. “Gatra,” Nararya memulai, suaranya pelan namun tegas, “Ada hal yang harus kubagikan denganmu.”Dia mengulurkan tangannya, dan dari balik lipatan jubahnya yang mewah, ia mengeluarkan sebuah belati. Belati itu memancarkan kilau perak yang sama persis dengan milik Gatra, dengan ukiran aksara yang familiar, namun pada mata pisau belati Nararya, terukir seekor naga yang melingkar, dengan sisik yang tampak hidup dan seolah menari. Gatra ingat betul belati yang dia lihat waktu itu di pinggang Nararya dengan aksara Mandarin, Penyelamat Waktu. Sebagai poliglot dia bisa mebaca dan mengetahui arti dari tulisan itu, tapi apakah Nararya juga tahu artinya? “Ini…” Gatra bergumam, menarik belati miliknya sendiri dari kantung kecil di balik jubahnya. Belati yang dia bisa me
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Bab 8. Kecurigaan
Baru beberapa hari berlalu sejak insiden racun di kediaman Ki Santara. Kehidupan Gatra berputar 180 derajat. Toko herbal Santara, yang sempat porak-poranda akibat serangan pasukan hitam, kini mulai direkonstruksi dengan dana yang diberikan langsung oleh Mahapatih. Kabar keberhasilannya dalam menggagalkan upaya pembunuhan putra Mahapatih menyebar begitu cepat, melampaui batas-batas dinding istana. IDia bukan lagi anak muda yang disembunyikan di bilik kecil sunyi di rumahnya, melainkan sosok yang mulai diperhitungkan.Api obor di ruangan bailarung utama istana masih menyala terang, jejak aroma gaharu menguar di udara, menandakan kemegahan istana. Namun, bagi Gatra, semua kemilau itu terasa asing, bahkan sedikit menegangkan. Dia kini berada di salah satu ruangan privat istana, tempat ia dipanggil menghadap Mahapatih Narahante.“Gatra Santara,” suara Mahapatih Narahante memecah keheningan. Suaranya terdengar berat, namun tegas. Mahapatih tampak duduk tegak di singgasananya, sorot matanya
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Bab 7. Harga Sebuah Pilihan
Gatra merasakan hawa dingin yang luar biasa menyentuh tengkuknya, disusul dengan sensasi hangat yang menjalar dari dada Ki Yaksa ke punggungnya. Itu adalah aliran energi yang murni, seperti embun pagi yang menembus teriknya padang pasir. "Buka matamu, dan lihat, pelajaran apa yang bisa Kau ambil!" bisik Ki Yaksa di samping telinga Gatra. Gatra membuka matanya perlahan. Di depannya, makhluk bertopeng itu terjepit di antara dua aliran cahaya, emas milik Ki Yaksa dan kelabu yang keluar dari belatinya sendiri. Ruangan itu seakan membeku. Debu-debu yang melayang di udara berhenti bergerak, seolah-olah waktu memang benar-benar dipaksa berhenti oleh keduanya."Kau terlalu banyak ikut campur, Yaksa," desis sang dukun, topeng kayu yang menutupi wajahnya perlahan retak, menampakkan sepasang mata yang tidak memiliki kelopak, hanya lubang hitam yang menatap Ki Yaksa dengan kebencian yang mendalam."Gatra, ambil belati itu!" teriak Ki Yaksa, napasnya mulai tersengal.Gatra tidak membuang waktu
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Bab 6. Jarum Hitam Pembuka Tabir
Bab 6. Jarum Hitam Pembuka TabirGatra bangkit berdiri dengan gerakan mekanis yang kaku, seolah tubuhnya digerakkan oleh tali tak terlihat. Dia tidak merasakan sakit lagi; yang ada hanyalah dorongan dingin untuk membunuh setiap ancaman yang berani menyentuh apa yang menjadi tanggung jawabnya. Pemuda itu berjalan keluar dari bilik, matanya menatap tajam ke arah para prajurit pembunuh di ruang depan.Gatra melangkah melewati ambang pintu dengan ritme yang janggal. Langkahnya tidak memiliki suara, seolah ia melayang di atas lantai kayu yang berderit."Siapapun Kalian, Kalian salah memilih waktu untuk mengganggu tidurku," teriak Gatra lantang. Dia berdiri siaga dan di tangannya, sebuah jarum perak yang dia ambil dari meja ramuan tiba-tiba berubah warna menjadi hitam pekat.Sedikit hentikan dengan tenaga dalam akan menancap tepat di leher pemimpin prajurit di depannya."Ingin tahu rasanya jarum beracun tanpa penawar menancap di lehermu?" Tanyanya pada pemimpin prajurit."Siapa kau?" pemi
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Bab 5: Rahasia di Balik Pingsan
Nararya menarik kerah baju Gatra dan membisikkan sesuatu yang hanya bisa didengar oleh Gatra sendiri."Jangan biarkan... mereka melihat belati di pinggangku, Gatra... belati itu... adalah kunci..." bisik Nararya dengan sisa kekuatannya, sebelum kembali memejamkan mata untuk beristirahat.Gatra tersentak, matanya langsung turun ke arah pinggang Nararya yang tertutup jubah prajuritnya. Di sana, samar-samar terlihat gagang belati emas dengan ukiran naga yang meliuk, namun yang membuat jantung Gatra berhenti berdetak adalah aksara yang terukir di gagang tersebut. Itu bukan aksara Jawa Kuno, bukan pula Sansekerta. Itu adalah karakter Mandarin modern yang bertuliskan: Penyelamat Waktu.Bagaimana mungkin sebuah belati dari abad ke-14 memiliki ukiran bahasa modern dari masa depan yang sangat ia kenal?Laksita, yang memperhatikan setiap gerak-gerik Gatra sejak tadi, langsung melangkah maju dengan rasa curiga yang semakin memuncak. "Apa yang dibisikkannya padamu?" tanya Laksita, matanya menyip
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 4: Nararya dan Belati Misterius
Cengkeraman di lengan baju Gatra terasa begitu panas, seolah jemari Nararya dialiri api tak kasat mata yang membakar kulitnya. Gatra menahan napas, matanya terkunci pada manik mata sang putra mahapatih yang berkilat tajam, namun dilingkari selaput hitam sisa racun."Tolong lepaskan... Kenapa Gusti Nararya ingin bertemu denganku?" bisik Gatra, suaranya ditekan serendah mungkin agar tidak terdengar oleh prajurit di belakangnya. Bukannya menjawab, tubuh Nararya tiba-tiba menegang hebat. Napasnya tercekat di tenggorokan, dan sedetik kemudian, matanya berputar ke atas sebelum akhirnya kelopak mata itu terpejam rapat kembali. Pegangan erat di lengan baju Gatra terlepas, menyisakan bekas kerutan yang kusut di kain kasarnya."Gusti Nararya!" teriak sang prajurit pengawal, langsung merangsek maju dan mendorong bahu Gatra hingga pemuda itu terhuyung ke belakang.Gatra hampir menabrak rak obat kayu yang sudah lapuk di sudut ruangan. "Dia hanya pingsan karena kelelahan setelah racunnya keluar,
Last Updated: 2026-07-14
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status