author-banner
lucky lulu
Author

Novels by lucky lulu

Pusaka Warisan Empu Herbal

Pusaka Warisan Empu Herbal

"Tugasmu belum selesai." Itu adalah kalimat terakhir yang Gatra Santara dengar sebelum dunianya menjadi gelap. Sebagai seorang poliglot jenius di masa depan, hidup Gatra berakhir tragis di tangan rekan kerja yang iri, dikhianati, dirampok, dan dibunuh di sebuah warung kumuh. Namun, kematian hanyalah gerbang pembuka. Gatra yang dulunya adalah seorang poliglot yang menguasai bantak bahasa asing, terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama di abad ke-14. Bukan lagi di ruang rapat berpendingin ruangan kantor tempay dia bekerja sebagai penerjemah profesional, dia kini terperangkap dalam intrik keluarga pemilik toko herbal, dipinggirkan oleh ayah kandung sendiri demi saudara tirinya yang ambisius, Awang. Di dunia yang asing ini, kemampuan Gatra untuk "menerjemahkan" bahasa tidak lagi terbatas pada kata-kata manusia. Ia kini mampu mendengar "napas" alam dan rahasia kuno yang tersimpan dalam lembaran kitab herbal yang telah lama hilang. Di bawah bimbingan misterius Ki Yaksa, Gatra menyadari bahwa setiap keadilan yang dia tegakkan, sistem akan memberinya kekuatan ajaib yang melampaui logika. Dari menyembuhkan putra mahapatih hingga membongkar konspirasi busuk di balik tembok istana, Gatra terjerat dalam benang merah takdir yang melintasi waktu. Bersama sahabat sejatinya, Nararya, serta para wanita tangguh dari berbagai penjuru dunia—Galuh, Melayu, Tiongkok, hingga Arab—Gatra harus berpacu dengan waktu. Apakah kembalinya Gatra ke masa lalu sekadar pelarian, atau ada misi tugas yang harus ia tuntaskan?
Read
Chapter: Bab 47. Sidang Darurat di Pendopo Abu
Suara derap kuku kuda yang berlari begitu kencang memecah keheningan di sisa-sisa reruntuhan Pendopo Abu. Debu mengepul tebal di halaman luar, mengaburkan pandangan para prajurit setia Ratu Matari yang langsung bersiaga dengan menghunus pedang setengah inci dari sarungnya.Seorang kurir berkuda dengan lambang perisai patah di bahunya melompat turun dari pelana sebelum kudanya berhenti sepenuhnya. Ia tersungkur ke tanah berdebu, napasnya terengah-engah, dan keringat bercampur jelaga mengalir deras di wajahnya yang pucat pasi."Yang Mulia!" teriak kurir itu dengan suara serak, mengabaikan lututnya yang berdarah akibat benturan keras dengan bebatuan. "Darurat! Ancaman besar dari perbatasan timur!"Nararya langsung melangkah maju, mencengkeram kerah baju kurir tersebut dan menariknya berdiri dalam satu gerakan cepat. "Tenangkan dirimu dan bicaralah yang jelas! Apa yang terjadi di perbatasan timur?" tanyanya tajam, tatapannya menghujam mata sang kurir yang ketakutan.Kurir itu menelan luda
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 46. Luka Padang Galuh
"Sampah? Kau menyebut darah dan keringat rakyat Padang Galuh sebagai sampah, Tumenggung Aksana?!" bentak Nararya. Urat-urat di lehernya menegang, menahan amarah yang hampir meledak setelah apa yang baru saja mereka saksikan di sepanjang jalan menuju gerbang barat.Suasana di sekitar reruntuhan benteng pertahanan itu mendadak membeku. Debu sisa kebakaran masih beterbangan di udara, membawa bau jelaga dan daging panggang yang memuakkan—bukan daging binatang buruan, melainkan sisa-sisa bangunan dan gudang logistik yang hangus beserta isinya. Di hadapan Ratu Matari dan para petinggi istana, pemandangan itu benar-benar menjadi saksi bisu dari kegilaan yang baru saja terjadi.Tumenggung Aksana hanya tertawa kecil, meskipun darah segar mengalir dari sudut bibirnya yang robek akibat hantaman gagang pedang Nararya sebelumnya. "Buka mata kalian lebar-lebar! Lihat apa yang tersisa dari kota yang kalian banggakan ini! Reruntuhan! Abu! Dan ketakutan!""Dan itu semua adalah ulahmu!" potong Adipati
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Gerbang Barat dan Penyatuan Kembali
"Cepat! Dorong gerbangnya lebih lebar! Ada warga sipil yang terjebak di jalur evakuasi!" seru seorang prajurit berzirah perak dengan suara melengking, berusaha mengatasi riuh rendah suara teriakan dan derap kaki kuda di pelataran pos penjagaan Gerbang Barat Padang Galuh.Udara pagi terasa menyesakkan, dipenuhi bau jelaga dan asap tipis yang terbawa angin dari arah Distrik Perdagangan yang terbakar di kejauhan. Di tengah kekacauan itu, sesosok bayangan tegap berlari tergesa-gesa sambil menyeret seorang anak perempuan kecil di tangan kanannya, sementara tangan kirinya memeluk erat seorang wanita yang terus terbatuk-batuk."Berhenti! Tunjukkan identitas kalian!" bentak komandan pos penjagaan, menghunuskan tombaknya ke depan dengan mata menyipit tajam."Tahan senjatamu, Pandu! Ini aku!" geram Adipati Dirga, melepaskan cengkeramannya dan melangkah maju ke dalam sorotan cahaya matahari yang menerobos celah benteng. Wajah perwira itu dipenuhi noda hitam abu, seragam militernya koyak di beber
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 44. Terungkapnya Pengkhianatan
Derap sepatu lars berderak di atas serpihan kayu yang membara. Nyala api merah kekuningan memantul liar di bilah-bilah pedang yang terhunus di udara dingin Distrik Perdagangan. Nararya berdiri tegak, napasnya memburu, sementara di hadapannya, Tumenggung Aksana merosot jatuh dengan lengan kanan terkulai lemas, darah segar mengalir deras dari sela-sela jemarinya yang terbuka."Kau kalah, Tumenggung Aksana," suara Nararya tajam memotong suara gemeretak kayu terbakar. "Pemberontakanmu padam sebelum sempat membakar seluruh istana."Tumenggung Aksana mendongak, wajahnya belepotan abu arang dan keringat dingin. Tawa parau dan serak meluncur dari tenggorokannya yang kering. "Padam? Kau pikir ini kemenangan, Gusti? Bodoh! Ratu Matari sudah kehilangan kendali atas kota ini bahkan sebelum kau berhasil menyeretku!"Sebelum Nararya sempat membalas ejekan itu, suara derap langkah kaki berirama berat mendekat dengan cepat dari balik reruntuhan bangunan toko rempah. Batara muncul bersama satu peleton
Last Updated: 2026-09-19
Chapter: Bab 43. Sabetan Terakhir di Atas Bara
Bilah pedang Nararya berdengung pelan, memantulkan cahaya merah membara dari reruntuhan bangunan Distrik Perdagangan yang terbakar hebat. Di hadapannya, Tumenggung Aksana terengah-engah, tubuhnya terhuyung ke belakang dengan tumpuan satu kaki di atas tanah yang dipenuhi abu hitam. Lengan kanan perwira tinggi itu terkulai mati rasa, darah segar mengalir deras menetes dari ujung jemarinya, membasahi tanah yang panas."Kau sudah kehabisan napas, Tumenggung Aksana," desis Nararya tajam, suaranya mengiris suara gemeretak kayu yang terbakar. "Amarahmu membuatmu ceroboh. Kau terlalu mengandalkan kekuatan otot dan lupa cara membaca situasi."Tumenggung Aksana mendengus keras, memuntahkan gumpalan darah ke atas arang. Matanya memerah, menyala oleh dendam kesumat yang membara melebihi kobaran api di sekeliling mereka. "Cih! Jangan menceramahiku, Gusti! Kau hanya bajingan beruntung yang kebetulan berdiri di sisi yang salah!"Nararya tidak membuang waktu untuk meladeni omongan kosong sepupunya it
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: Bab 42. Lorong Asap dan Bayangan
"Cepat! Lewat sini, jangan menoleh ke belakang!" teriak Adipati Dirga dengan suara serak, sebelah tangannya mencengkeram erat pergelangan tangan putrinya yang berusia delapan tahun, sementara tangan lainnya mengayunkan pedang pendek untuk menebas tirai asap hitam yang mengepul tebal di hadapan mereka.Di belakangnya, istrinya, Rasti, terbatuk-batuk hebat sambil membekap kain basah di hidung anak laki-laki mereka yang masih balita. Suasana di gang sempit Distrik Perdagangan itu bagaikan neraka yang tumpah ke bumi. Reruntuhan kayu bangunan toko rempah-rempah terbakar hebat, melontarkan bunga api merah menyala yang berjatuhan seperti hujan maut di atas kepala mereka."Ayah, panas! Kakiku sakit!" tangis sang putri kecil, air matanya bercampur dengan debu jelaga di pipinya yang mungil."Tahan sebentar lagi, Sayang! Ayah di sini!" Dirga mengatupkan rahangnya, rasa bersalah menghujam ulu hatinya tanpa ampun. Semua ini adalah kesalahannya. Jika saja ia tidak terlalu naif mempercayai janji-jan
Last Updated: 2026-09-17
You May Also Like
Impossible Love
Impossible Love
Fantasi · Shimuramari
6.3K views
Fall in For the Genius
Fall in For the Genius
Fantasi · Its_k_sia
6.3K views
Legenda Dewa Racun
Legenda Dewa Racun
Fantasi · Murlox
6.2K views
Terjebak di Negeri Dongeng
Terjebak di Negeri Dongeng
Fantasi · Ummu Nadin
6.2K views
Shen Xiao
Shen Xiao
Fantasi · Suheri
6.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status