author-banner
Perfect Wife
Perfect Wife
Author

Novels by Perfect Wife

Sekarang, Giliranku!

Sekarang, Giliranku!

Bagi Hazel, pernikahan adalah sebuah komitmen suci, hingga ia menyadari bahwa seluruh hidupnya hanyalah sebuah panggung sandiwara yang kejam. Di kehidupan pertamanya, Hazel harus meregang nyawa setelah dikhianati secara brutal oleh dua orang yang paling ia percayai: Axel, suami yang sangat ia cintai, dan Luna, adik tiri yang selama ini memakai topeng kepolosan. Tidak hanya merebut kasih sayang sang ayah, mereka juga merampas seluruh harta warisan dan membuang Hazel seolah ia adalah sampah tak berguna. Namun, takdir menolak untuk membiarkan kejahatan itu menang. Hazel terbangun kembali di masa lalu. Ia diberi kesempatan kedua, terlahir kembali di linimasa sebelum semua petaka itu terjadi. Berbekal ingatan dari masa depan, Hazel bersumpah tidak akan menjadi anjing yang penurut lagi. Kali ini, ia sendiri yang akan menjadi serigala. Satu per satu, ia akan merebut kembali haknya, menghancurkan reputasi Luna, dan membuat Axel merangkak memohon ampunan. Rencana balas dendam Hazel awalnya berjalan sempurna, sampai munculnya hal kecil mengubah seluruh jalannya cerita. Hazel mendapati dirinya berhadapan dengan sesosok pria misterius yang sama sekali tidak pernah ada dalam ingatan kehidupan lalunya. Pria itu datang seperti bayangan, tak terprediksi, namun memiliki senyuman yang entah mengapa terasa begitu familiar di relung memori Hazel yang paling dalam. Siapakah sebenarnya pria misterius ini? Apakah ia adalah sekutu tak terduga yang dikirim takdir untuk membantu Hazel menghancurkan para pengkhianat? Atau justru... dia adalah variabel baru yang akan mengacaukan seluruh rencana balas dendam Hazel dan menenggelamkannya ke dalam konspirasi yang jauh lebih kelam? Saat benang takdir mulai kusut dan masa lalu menolak untuk dilupakan, akankah Hazel berhasil mendapatkan keadilannya?
Read
Chapter: apa reaksinya?
Di ruangan Divisi Desain, suasana kembali produktif. Lembaran-lembaran kertas sketsa dan dokumen analisis material perhiasan tampak tersebar rapi di atas meja kerja Hazel. Gadis itu mencondongkan tubuhnya, mendengarkan dengan saksama setiap patah kata yang keluar dari bibir Senja. Fokusnya tak teralihkan sedikit pun; ia benar-benar tidak ingin melewatkan satu jengkal pun ilmu, trik, ataupun penjelasan teknis yang disampaikan oleh kepala divisinya itu.Melihat sepasang mata Hazel yang berbinar penuh determinasi, Senja perlahan menghentikan penjelasannya. Sebuah tawa kecil yang renyah lolos dari bibirnya, membuat atmosfer di antara mereka terasa semakin hangat."Kamu ini bersemangat sekali, ya," ujar Senja sembari merapikan beberapa draf proyek. Ia menopang dagunya dengan satu tangan, menatap Hazel penuh rasa penasaran. "Tapi, Hazel... kalau boleh jujur, sebenarnya aku agak penasaran. Kenapa kamu justru memilih untuk bergabung di Divisi Desain sebagai karyawan magang? Padahal dengan st
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Orang Baru Yang Baik
Hazel menggelengkan kepalanya pelan, menyunggingkan senyum tipis untuk menenangkan rekan-rekan barunya. "Aku benar-benar tidak apa-apa, Bu Senja. Tolong jangan khawatir."Begitu pintu kaca benar-benar tertutup rapat dan langkah kaki John serta rombongannya menghilang di ujung koridor, ketegangan di dalam ruangan Divisi Desain pecah seketika. Nana, Miya, dan Layla langsung menghampiri meja Hazel dengan wajah bersungut-sungut, tidak bisa lagi membendung uneg-uneg yang sejak tadi menyumbat dada mereka."Gila! Aku benar-benar tidak menyangka bakal melihat drama murahan seperti itu langsung di depan mataku!" Nana menghentakkan kakinya kesal. "Bagaimana bisa dia memutarbalikkan fakta dengan begitu mulus? Benar-benar bermuka dua!""Iya, konyol sekali! Dia yang memprovokasi, tapi begitu pria itu datang, dia langsung berakting seolah-olah dia korban yang teraniaya," sahut Miya sembari melipat tangan di dada, mendengus sinis. "Lalu dengan gampangnya dia memfitnah kita semua tidak mau menolong
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: diam
Langkah kaki yang berat dan tergesa memecah ketegangan di ambang pintu. John melangkah masuk dengan wajah yang sudah memerah padam. Rupanya, salah seorang karyawan dari divisi lain terlanjur melaporkan keributan di Divisi Desain ini langsung kepadanya. John mengedarkan pandangan galak, menatap ketiga anak muda di depannya dengan napas memburu. "Apa-apaan ini?! Belum ada satu jam kalian menginjakkan kaki di kantor ini, sudah membuat keributan yang memalukan!" bentaknya berang.Hazel memilih untuk menutup mulutnya rapat-rapat. Ia berdiri mematung dengan posisi tegak, menolak untuk mengeluarkan satu patah kata pun untuk membela diri. Percuma.Apapun kalimat yang keluar dari bibirnya pasti hanya akan dianggap sebagai angin lalu oleh papanya. John tidak akan pernah memercayainya dan pasti jauh lebih memihak Luna. "Seperti biasa, pasti aku yang jadi kambing hitamnya lagi," batinnya pasrah. Ditambah lagi keberadaan Axel di sana yang sudah siap pasang badan untuk membela adik tirinya, memb
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: pantas saja
Luna beranjak dari tempatnya. Langkah kakinya yang beralaskan sepatu hak tinggi berketuk pelan di atas lantai, sengaja dibuat lambat saat ia berjalan menghampiri meja kerja Hazel.Hazel menghentikan gerakan jemarinya di atas permukaan meja. Ia berusaha keras untuk tetap tenang dan mengatur napasnya, namun seluruh indranya mendadak siaga, waspada penuh dengan apa pun tingkah gila yang akan diperbuat oleh Luna.Setelah jarak di antara mereka terkikis habis, Luna membungkuk sedikit. Dengan senyum manis yang dipaksakan menghias wajahnya agar terlihat biasa saja dari kejauhan, ia mendekatkan bibirnya ke telinga Hazel."Harusnya kamu mati bersama mamamu yang jalang itu!" bisik Luna, suaranya begitu rendah, penuh dengan racun dan kedengkian yang pekat. "Kalian berdua sama-sama jalang yang tidak tahu diri!"Plak!Suara hantaman keras berkumandang kuat, memotong keheningan ruangan Divisi Desain.Dada Hazel naik-turun memburu, napasnya tersedat oleh amarah yang mendidih hingga ke ubun-ubun. Se
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: masuk perusahaan
Arlo terdiam beberapa detik. Alih-alih memberikan jawaban yang memuaskan rasa penasaran Hazel, pria itu hanya mengulas senyum tipis yang sulit diartikan. Ia mengetuk kemudi mobilnya pelan. "Pertanyaanmu terlalu berat untuk dijawab malam-malam begini, Hazel. Lebih baik kamu masuk dan istirahat," sahut Arlo enggan, memilih untuk langsung berpamitan pulang. "Selamat malam."Hazel menghela napas, sadar bahwa pria di sampingnya ini tidak akan membuka mulut. "Ya sudah. Selamat malam," balas Hazel.Mobil Arlo perlahan bergerak menjauh, membelah kegelapan jalanan. Hazel masih terpaku di tempatnya berdiri, menatap sisa lampu belakang mobil yang kian meredup. Ia bergumam lirih pada diri sendiri, menebak-nebak motif di balik semua kebaikan pria itu. "Apakah seorang Arlo benar-benar tulus membantuku? Atau jangan-jangan... memang ada udang di balik batu?"Namun, Hazel segera menggelengkan kepala, bersikap masa bodoh untuk saat ini. Yang terpenting tujuannya tercapai. Ia pun membalikkan badan dan
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: takut ketahuan ya
Namun, atmosfer hangat itu seketika membeku menjadi sedingin es saat kerumunan kecil di hadapan mereka perlahan terbelah. Langkah kaki yang terburu-buru mendekat, diiringi helaan napas yang memburu. Ternyata, sosok yang melangkah menghampiri mereka adalah Axel.Pria itu mendadak menghentikan langkahnya, terpaku di tempat dengan sepasang mata yang membelalak sempurna. Sorot matanya terkunci rapat pada Hazel, menelusuri gaun malam off-shoulder merah-hitam yang membalut tubuhnya dengan begitu megah, riasan wajahnya yang berkelas, hingga aura mahal yang menguar dari diri tunangannya itu. Axel benar-benar melamun di tempat, terpanah sekaligus linglung melihat penampilan Hazel malam ini yang belum pernah ia saksikan seumur hidupnya.Butuh waktu beberapa detik bagi Axel untuk menguasai keterkejutannya sebelum ia akhirnya bersuara, kedengarannya sangat menuntut. "Hazel? Apa... apa yang kamu lakukan di sini? Bagaimana bisa kamu berada di acara seperti ini?!"Hazel tidak gentar. Ia justru meny
Last Updated: 2026-07-11
You may also like
My Sexy Prince
My Sexy Prince
Romansa · Pie
2.1K views
Cinta Tak Bertuan
Cinta Tak Bertuan
Romansa · MyLFmuniroh
2.1K views
After Marriage
After Marriage
Romansa · Veronica Za
2.1K views
Unknown
Unknown
Romansa · Alien0609
2.1K views
SEMANIS LUKA SANG AHLI WARIS
SEMANIS LUKA SANG AHLI WARIS
Romansa · Normalitasari
2.1K views
SATU ATAP DENGAN CEO JUTEK
SATU ATAP DENGAN CEO JUTEK
Romansa · Zemira Fortunatus
2.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status