LOGINBagi Hazel, pernikahan adalah sebuah komitmen suci, hingga ia menyadari bahwa seluruh hidupnya hanyalah sebuah panggung sandiwara yang kejam. Di kehidupan pertamanya, Hazel harus meregang nyawa setelah dikhianati secara brutal oleh dua orang yang paling ia percayai: Axel, suami yang sangat ia cintai, dan Luna, adik tiri yang selama ini memakai topeng kepolosan. Tidak hanya merebut kasih sayang sang ayah, mereka juga merampas seluruh harta warisan dan membuang Hazel seolah ia adalah sampah tak berguna. Namun, takdir menolak untuk membiarkan kejahatan itu menang. Hazel terbangun kembali di masa lalu. Ia diberi kesempatan kedua, terlahir kembali di linimasa sebelum semua petaka itu terjadi. Berbekal ingatan dari masa depan, Hazel bersumpah tidak akan menjadi anjing yang penurut lagi. Kali ini, ia sendiri yang akan menjadi serigala. Satu per satu, ia akan merebut kembali haknya, menghancurkan reputasi Luna, dan membuat Axel merangkak memohon ampunan. Rencana balas dendam Hazel awalnya berjalan sempurna, sampai munculnya hal kecil mengubah seluruh jalannya cerita. Hazel mendapati dirinya berhadapan dengan sesosok pria misterius yang sama sekali tidak pernah ada dalam ingatan kehidupan lalunya. Pria itu datang seperti bayangan, tak terprediksi, namun memiliki senyuman yang entah mengapa terasa begitu familiar di relung memori Hazel yang paling dalam. Siapakah sebenarnya pria misterius ini? Apakah ia adalah sekutu tak terduga yang dikirim takdir untuk membantu Hazel menghancurkan para pengkhianat? Atau justru... dia adalah variabel baru yang akan mengacaukan seluruh rencana balas dendam Hazel dan menenggelamkannya ke dalam konspirasi yang jauh lebih kelam? Saat benang takdir mulai kusut dan masa lalu menolak untuk dilupakan, akankah Hazel berhasil mendapatkan keadilannya?
View MoreEntah kenapa Hazel merasa jika senyuman Arlo begitu familiar, seperti ia pernah melihatnya sebelumnya. Hanya saja Hazel tidak bisa mengingatnya dengan jelas. Denyut di pelipis Hazel kian mengencang. Ia memejamkan mata sesaat, berusaha keras menggali tumpukan memori di kepalanya, mencari tahu di mana ia pernah melihat wajah pria di hadapannya ini. Nama Arlo terasa tidak asing, tapi sekaligus begitu jauh. Namun, semakin ia memaksa otaknya berputar, rasa pening yang menusuk justru kian menyiksa.'Sial, kepalaku mau pecah!' batinnya frustrasi.Menyerah pada rasa sakit, Hazel memutuskan untuk berhenti. Lagi pula, apa pedulinya? Anggap saja pertemuan absurd hari ini tidak pernah terjadi.Hazel menurunkan pandangannya ke bawah, tepat pada jemari Arlo yang masih melingkari pergelangan tangannya. Dengan satu sentakan kasar, ia menepis tangan pria itu hingga terlepas."Cukup!" desis Hazel, suaranya rendah namun penuh penekanan. Ia melangkah mundur, memberi jarak yang tegas di antara mereka. "
Sumpah matinya untuk tidak lagi menjadi wanita tertindas bergaung kuat di kepalanya. Hazel mengangkat telapak tangannya tinggi-high di udara, berniat melayangkan tamparan kedua yang jauh lebih keras ke pipi Mona.Namun, pergelangan tangan Hazel mendadak tertahan di udara. Sebuah cengkeraman yang kuat, hangat, namun tidak menyakitkan mengunci gerakannya.Hazel menoleh dengan sentakan cepat, menatap Arlo dengan tatapan mata yang menyalang penuh kekesalan. Gigi-giginya bergemulutuk."Lepas!" desis Hazel rendah, suaranya sarat akan emosi yang tertahan. "Apa-apaan kau ini?! Kau sendiri yang menyeretku ke dalam drama gilamu, dan sekarang kau malah menahanku dan membela wanita ini?!"Rasa dongkol dan kecewa mendadak menghantam dada Hazel. Di kehidupan lalunya, dia selalu dikhianati dan dijadikan tameng. Pikirannya langsung melompat pada kesimpulan terburuk kalau pria asing bernama Arlo ini pasti menyesal telah melibatkannya, atau mungkin Arlo sengaja ingin mempermainkannya dan memberikan pel
"Kau tidak bisa mencampakkanku begitu saja, Arlo! Hubungan kita tidak bisa berakhir hanya karena keegoisanmu!" seorang wanita dengan gaun desainer mencolok berteriak, matanya sembap oleh air mata amarah. Pria yang dipanggil Arlo itu berdiri tegak, memunggungi Hazel. Postur tubuhnya tinggi tegap, dibalut setelan jas hitam yang memancarkan aura dominasi yang pekat. "Sudah kukatakan berkali-kali, Mona! Di antara kita sudah selesai! Pergilah sebelum aku kehilangan sisa kesabaranku!" Hazel menghela napas panjang. ’Sial! Drama picisan!’ batinnya. Enggan terlibat dalam masalah yang tidak ada hubungannya dengan dirinya, Hazel berbalik, berniat memutar arah lewat koridor samping. Namun, pergerakan Hazel tertangkap oleh manik mata tajam pria bernama Arlo itu. Sebelum Hazel sempat melangkah jauh, sebuah tangan kekar yang hangat mendadak menyambar pergelangan tangannya, menarik tubuh Hazel dalam satu sentakan kuat hingga dadanya membentur dada bidang pria asing itu. Deg! Aroma maskulin
Otak Hazel berputar mundur, mengingat setiap detail dengan akurasi yang menakutkan. Ini adalah malam perayaan ulang tahun pernikahan papa dan mama tirinya yang ke-10, sekaligus malam di mana Hazel yang sudah bertunangan dengan Axel membahas mengenai pernikahan mereka. Tepat empat tahun yang lalu, di mana usia Hazel masih 21 tahun. Hazel masih terdiam dan merenung, ia merasa jika harusnya dirinya tak berada di sana. Ada perasaan yang janggal di hati Hazel. ’Aku... belum mati?’ batin Hazel bergolak. ’Tidak. Aku sudah mati! Aku ingat jelas rasa sakit dari racun itu.’Ia menatap tangannya sendiri. Kulitnya masih merona sehat, tidak pucat dan dingin seperti beberapa saat lalu. Detak jantungnya berirama kuat di dalam dadanya.Saat kesadaran penuh itu menghantamnya, sebuah sengatan emosi yang hebat membuat napas Hazel memburu. Ini bukan mimpi di ambang kematian. Ini adalah kenyataan yang diputar balik. Tuhan, atau apa pun kekuatan di alam semesta ini, rupanya telah mendengar sumpah matin






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.