
BALAS DENDAM SANG PERMAISURI ABADI
Di kehidupan pertamanya, Permaisuri Elara adalah wanita paling naif di Istana Kekaisaran. Dibutakan oleh cinta palsu, ia mengorbankan segalanya demi Kaisar Valerian, hanya untuk dibalas dengan pengkhianatan paling keji.
Di malam penobatannya, ia dijebak, dituduh makar, dan menyaksikan seluruh keluarganya dieksekusi atas perintah Kaisar Valerian—suami yang ia cintai. Puncak penderitaannya adalah ketika ia menyadari bahwa dalang di balik semua itu adalah Adelia, adik perempuannya sendiri, yang diam-diam menginginkan tahtanya dan cintanya.
Elara menghembuskan napas terakhirnya di penjara dingin, bersumpah untuk membalas dendam bahkan jika ia harus menembus neraka.
Ketika ia membuka mata, takdir memberinya kesempatan kedua. Ia kembali, bukan sebagai Permaisuri yang lemah, melainkan sebagai dirinya yang berusia 17 tahun, tepat sebelum semua pengkhianatan dimulai.
Kini, Elara—yang membawa ingatan dan kebencian dari kehidupan pertamanya—memulai permainan catur berdarah di Istana. Ia tidak lagi mencari cinta, ia mencari kekuasaan. Setiap senyum adalah racun, setiap langkah adalah jebakan, dan setiap musuhnya akan dihancurkan dengan kejam.
Tujuan Elara jelas: Menghancurkan Kaisar Valerian dan Adelia dari dalam, merebut kembali tahta yang dirampas, dan memastikan tidak ada satu pun pengkhianat yang lolos dari hukuman Permaisuri Abadi.
Siapa yang akan menjadi pion, dan siapa yang akan menjadi Raja dalam permainan takdir yang kejam ini?
Read
Chapter: Bab 19: Keretakan di Pintu Utara dan Senjata Bernama Ketakutan Enam bulan ketenangan pasca penobatan Kaisar Kenzo terasa seperti kedamaian palsu di tengah badai. Elara telah memenangkan perang internal, tetapi ia tahu bahwa stabilitas Kekaisaran yang baru dibangunnya akan segera diuji oleh dunia luar. Pagi itu, Aula Penasihat Agung terasa dingin dan formal. Cahaya pagi menyaring melalui jendela kaca patri, menerangi ketegangan di wajah para pemimpin Kekaisaran. Kaisar Kenzo, meskipun jujur dan baik hati, tampak cemas, sesekali meremas tangannya yang diletakkan di atas meja marmer. Tuan Kaira terlihat waspada, sementara Lord Kael duduk di sudut, auranya tenang namun tajam. "Laporan darurat dari Pintu Utara, Yang Mulia Permaisuri," kata kurir Jenderal Orion, menyerahkan gulungan berlambang api. "Pasukan Kerajaan Xiong telah melanggar perjanjian lama. Mereka telah menguasai tiga pos perbatasan kecil kita dan mengklaim bahwa tanah itu adalah milik mereka, karena 'Kaisar baru tidak mengakui perja
Last Updated: 2025-12-30
Chapter: Bab 62: Pertempuran Melawan Monster dan Ujian AkademiGema Kekejian di CelahMalam di Celah Pegunungan Timur terasa mencekam dan dingin, tetapi di atas Tembok Naga, ada ketegangan yang lebih panas daripada api. Pasukan Kekaisaran, dipimpin oleh Jenderal Lio, berdiri siap, memegang senjata yang terasa tak berarti melawan monster dalam legenda.Kael berada di garis depan, di pusat kendali, memantau sistem Meriam Akustik dan Senjata Asam. Ia bisa merasakan kebencian yang terpancar dari kegelapan. Elara, di Pusat Komando rahasia, memimpin 20 siswa elit Akademi, termasuk Lena. Merekalah satu satu nya pertahanan sihir spiritual Kekaisaran.Di kegelapan, genderang perang tradisional Raja Naga Hitam tidak terdengar, tetapi suara lain yang jauh lebih menakutkan menguasai celah: deru rendah, gerutuan seragam, dan hentakan kaki tanpa ritme manusia yang datang dari gunung.Kael mengangkat teleskop sihir nya. Ia melihat Pasukan Super Fanatik: makhluk humanoid, tinggi, dengan otot-otot yang menggembung tidak wajar, kulit keungua
Last Updated: 2025-12-22
Chapter: Bab 61: Sisa Sihir Gelap dan Akademi Wangsa KairaAncaman yang Melampaui PerangKemenangan diplomatik atas Kerajaan Xiong hanya memberikan sedikit kelegaan bagi Elara dan Kael. Ancaman dari Daratan Tinggi, yang kini dipimpin oleh Raja Naga Hitam yang gila sihir, jauh lebih mendesak dan mengerikan.Laporan tentang Rekayasa Sihir Genetik pada pasukan Raja Naga Hitam bukanlah rumor; itu adalah konfirmasi kembalinya praktik sihir gelap yang dilarang ribuan tahun lalu. Pasukan ini, yang kebal terhadap rasa sakit dan didorong oleh fanatisme kultus yang ekstrem, tidak dapat dihentikan oleh meriam konvensional atau bahkan Tembok Naga yang diperkuat."Jika laporan ini benar, prajurit biasa kita akan hancur dalam pertarungan satu lawan satu. Kita akan mengirim mereka ke tempat pembantaian," kata Jenderal Lio, suaranya dipenuhi ketakutan yang langka.Kael, sebagai Kepala Strategi, memiliki tanggung jawab untuk menemukan cara untuk menghentikan mereka secara fisik, sementara Elara harus mencari penangkal spiritual.🔬
Last Updated: 2025-12-22
Chapter: Bab 60: Kapal Baja dan Ujian KepercayaanAncaman di Lautan EsMeskipun Kekaisaran telah mengalahkan Atlantis dan Daratan Tinggi dalam pertempuran langsung, ancaman terdekat dan paling mengkhawatirkan datang dari sekutu mereka yang paling tidak stabil: Kerajaan Xiong. Laporan intelijen Kael mengenai pembangunan Armada Penyerang Es di Laut Utara membuktikan bahwa Raja Lu Xiong tidak mempercayai janji damai Wangsa Kaira.Armada Es ini dirancang untuk berlayar menembus rute laut yang ditutupi es tebal di musim dingin—jalur yang selama ini dianggap mustahil dan tidak dapat dijaga oleh Kekaisaran. Tujuannya adalah melancarkan serangan kejutan langsung ke pelabuhan utara Kekaisaran, memanfaatkan kelemahan Kekaisaran di perairan dingin."Raja Lu melihat kita berbagi teknologi pertahanan (Tembok Naga) dan bukan teknologi serangan (Kapal Baja dan Meriam)," analisis Kael kepada Elara. "Dia melihat kita sebagai kekuatan darat yang lemah di laut utara. Dia mencoba memeras kita atau menyerang saat kita lengah."Elar
Last Updated: 2025-12-21
Chapter: Bab 59: Membuka Jalan untuk WarisanPeriode Emas dan Penciptaan WarisanKemenangan dramatis Elara di Tembok Naga (melawan Daratan Tinggi) dan di garis pantai (melawan Atlantis) membawa Kekaisaran ke era damai dan stabilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Elara, kini Wali Kaisar Berkuasa Penuh, bersama Adipati Wali Kael, fokus sepenuhnya pada pekerjaan yang paling penting: menciptakan warisan yang abadi.Mereka menyadari bahwa kemenangan militer dan politik hanya bersifat sementara. Warisan sejati adalah sebuah sistem yang akan menjaga Kekaisaran tetap kuat dan adil setelah mereka tiada.Langkah pertama mereka, dan yang paling revolusioner, adalah merealisasikan janji yang dibuat kepada rakyat: menciptakan Akademi Kekaisaran, Pilar Meritokrasi.Akademi Kael dan Elara: Meruntuhkan Kelas SosialAkademi Kekaisaran dirancang sebagai pusat pelatihan elit yang sepenuhnya berdasarkan meritokrasi. Tujuannya adalah untuk melatih generasi baru administrator, insinyur, dan komandan yang memiliki ke
Last Updated: 2025-12-21
Chapter: Bab 58: Invasi dari Kedalaman Peringatan Terakhir di Garis Pantai Seluruh Kekaisaran diselimuti ketegangan, meskipun rakyat hanya mengetahui "Latihan Militer skala besar." Kael telah mengumumkan pengerahan besar-besaran di sepanjang garis pantai, termasuk senjata sihir angin eksperimental, sebagai persiapan menghadapi ancaman Kerajaan Atlantis yang datang dari laut dalam. Elara dan Kael berada di pantai rahasia yang terpencil, dekat dengan lokasi di mana Kael mendirikan garis pertahanan utama. Senjata sihir angin Kael—meriam besar yang dirancang untuk memanipulasi tekanan atmosfer—diposisikan di belakang bukit pasir. Elara telah mencapai kondisi spiritual puncak untuk melaksanakan Ritual Pengikat Lautan. "Mereka datang," kata Elara, tanpa melihat teleskop. Dia hanya merasakan energi lautan yang gelisah. "Bukan gelombang pasang, Kael. Mereka datang di bawah air, membawa kebencian dari kedalaman." Tiba-tiba, permukaan laut yang semula tenang, mulai meman
Last Updated: 2025-12-20