author-banner
Avelynne
Avelynne
Author

Novel-novel oleh Avelynne

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

“Kalau kita berhenti sekarang, kau bisa melupakanku?” Alea tak pernah membayangkan satu pertemuan singkat akan menyeretnya ke wilayah paling berbahaya dalam hidupnya. Arjuna Diwangsa—seorang CEO berusia matang, berwibawa, dan tak tersentuh—adalah godaan yang seharusnya tak pernah ia pandang dua kali. Terlalu berkuasa. Terlalu dingin. Terlalu terlarang. Ketertarikan mereka tumbuh perlahan, penuh tatapan tertahan, batas yang diuji, dan kendali diri yang terus retak. Di balik sikap tenangnya, Arjuna menyimpan intensitas yang membuat Alea mempertanyakan keinginan terdalamnya sendiri. Semakin dekat mereka melangkah, semakin kabur garis benar dan salah. Masalahnya, Arjuna bukan sekadar pria berbahaya. Ia adalah ayah dari sahabat Alea. Di dunia urban kelas atas yang menuntut citra sempurna, satu rahasia bisa menghancurkan segalanya—termasuk hati yang telanjur terikat.
Baca
Chapter: BAB 164
DUM. DUM. DUM.Getaran bass dari musik EDM yang diputar dengan volume maksimal merambat melalui lantai marmer, menembus dinding, dan menggetarkan rangka tempat tidurku.Jam digital di nakas menunjukkan pukul sebelas malam.Seharusnya aku istirahat. Dokter bilang aku harus bedrest. Dokter bilang aku tidak boleh stres.Tapi bagaimana mungkin aku bisa istirahat jika rumahku sendiri berubah menjadi diskotik liar?Aku meringkuk di balik selimut tebal, mencoba menutupi telinga dengan bantal. Namun, bukan suara musik yang paling menyiksaku.Asap.Bau tembakau murah, ganja sintetik, dan uap vape yang manis-menjijikkan bercampur menjadi satu racun udara yang mematikan.Aku terbatuk pelan, perutku mual seketika."Nggak bisa dibiarin," desisku, menyingkap selimut dengan kasar.Naluri keibuan—yang baru kutemukan hari ini—mengalahkan rasa takutku pada Luna. Aku tidak peduli jika dia membenciku. Tapi aku tidak akan membiarkan dia meracuni anakku.Aku membuka pintu kamar.Suara musik langsung mengha
Terakhir Diperbarui: 2026-02-26
Chapter: BAB 163
Taksi online tua itu berhenti di depan sebuah ruko berlantai dua di pinggiran Jakarta Timur.Cat temboknya yang berwarna putih sudah mulai mengelupas, dan plang nama "Klinik Kandungan Sejahtera" terlihat kusam terkena debu jalanan.Ini jauh dari standar fasilitas kesehatan yang biasa didatangi keluarga Diwangsa. Tidak ada lobi marmer, no antrean VVIP, dan tidak ada aroma lemongrass.Tapi justru itu yang kucari.Aku mengeratkan masker medis yang menutupi separuh wajahku. Menarik topi baseball hitam lebih rendah hingga menutupi mata, lalu mengenakan kacamata hitam besar.Penyamaran yang klise, tapi efektif. Di sini, tidak akan ada yang mengenaliku sebagai Nyonya Diwangsa. Di sini, aku hanyalah pasien nomor antrean 15 yang bernama samaran "Lia".Aku turun dari taksi, melangkah cepat masuk ke dalam ruang tunggu yang sempit dan ramai.Ibu-ibu hamil dengan perut buncit duduk berjejer di kursi plastik, mengipas-ngipas diri karena AC yang kurang dingin. Suara tangisan bayi dan obrolan riuh me
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: BAB 162
Pagi di Penthouse biasanya diawali dengan aroma kopi arabica yang kuat dan menenangkan.Dulu, aku menyukainya. Aroma itu identik dengan Arjuna, dengan kemewahan, dengan awal hari yang baru.Namun pagi ini, aroma itu terasa seperti racun.Aku duduk di kursi meja makan, tubuhku kaku. Keringat dingin mulai merembes di punggungku, membasahi daster katun tipis yang kupakai.Di ujung meja, Arjuna duduk dengan postur tegak yang biasa. Dia mengenakan kemeja biru muda yang licin, dasi navy terikat sempurna.Tangannya memegang tablet, matanya bergerak cepat membaca pergerakan saham gabungan pagi ini. Dia terlihat tenang, berwibawa, dan tidak terjangkau.Di seberangku, Luna duduk sambil memegang mangkuk sereal. Dia mengenakan piyama satin pink, rambutnya masih sedikit berantakan tapi make-up tipis sudah menutupi jejak mabuknya semalam.Dia mengunyah dengan suara kriuk yang entah kenapa terdengar sangat nyaring dan mengganggu di telingaku."Mbak Alea, ini sarapannya."Suara Mbok Nah membuatku ter
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: BAB 161
Tanganku gemetar hebat, nyaris menjatuhkan benda plastik putih kecil yang kini memegang vonis masa depanku.Dua garis merah itu masih menyala terang di bawah lampu kamar mandi, seolah mengejek kepanikanku.Aku tidak boleh membiarkan benda ini ditemukan. Jika pelayan menemukannya di tempat sampah kamar mandi, beritanya akan sampai ke telinga Arjuna. Jika Arjuna menemukannya, aku akan dikurung selamanya.Dan jika Luna menemukannya...Imajinasiku langsung melompat ke skenario terburuk. Luna yang histeris.Luna yang merasa terancam. Luna yang menyadari bahwa posisinya sebagai pewaris tunggal kerajaan Diwangsa sedang ditantang oleh benih yang tumbuh di rahim musuhnya.Darah lebih kental dari sperma, katanya. Tapi bagaimana jika sperma itu tumbuh menjadi darah daging baru?"Sembunyikan... harus sembunyi..." gumamku pada diri sendiri, napasku pendek-pendek.Aku menyambar gulungan tisu toilet. Aku melilitkan tisu tebal itu berlapis-lapis ke batang test pack, membungkusnya hingga bentuk asliny
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Chapter: BAB 160
Pintu kamar mandi masih terkunci rapat.Aku duduk di lantai dingin, memeluk lututku yang gemetar sisa pertengkaran hebat dengan Arjuna tadi.Suara pintu yang dibanting Arjuna masih terngiang di telinga, tapi kini suara itu tertutup oleh dengungan lain di kepalaku.Dengungan pening yang membuat pandanganku berputar.Aku mencoba berdiri, berpegangan pada pinggiran wastafel marmer.Aroma reed diffuser berwangi ylang-ylang dan sandalwood yang biasanya menenangkan, tiba-tiba menusuk hidungku. Baunya terasa tajam, manis, dan... menjijikkan.Rasanya seperti mencium parfum yang disemprotkan ke daging busuk."Huek!"Perutku berkontraksi hebat. Tanpa peringatan, isi lambungku mendesak naik.Aku membungkuk di atas wastafel, memuntahkan cairan bening dan sisa makan malam yang sedikit. Tenggorokanku perih terbakar asam lambung."Hah... hah..."Aku menyalakan keran air, membasuh wajah dan mulutku dengan kasar.Apa ini? Masuk angin? Stres?Atau mungkin efek samping dari ketegangan konstan menghadapi
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Chapter: BAB 159
Air dingin dari shower mengguyur tubuhku, membasuh sisa-sisa lengket jus jeruk dan alkohol yang tadi disiramkan Luna.Aku berdiri di bawah pancuran, membiarkan air bercampur dengan air mata yang mengalir deras di pipiku. Aroma vodka yang menyengat masih tercium samar, menempel di rambutku meski sudah kusamphoo dua kali.Rasanya perih. Bukan di mata, tapi di harga diri.Aku menatap ubin marmer di bawah kaki.Aku terjepit. Benar-benar terjepit di antara dua monster.Di satu sisi, ada Luna. Anak kandung yang terluka, yang menggunakan hak darahnya untuk menyiksaku. Jika aku melawannya, aku akan menyakiti Arjuna. Aku akan menjadi ibu tiri jahat yang memecah belah keluarga.Di sisi lain, ada Arjuna. Suamiku. Pemilikku. Pria yang seharusnya melindungiku, tapi justru lumpuh tak berdaya di hadapan putrinya sendiri. Jika aku diam saja, aku akan terus diinjak-injak sampai hancur."Apa gunanya jadi Nyonya Diwangsa kalau aku nggak punya harga diri di rumah sendiri?" bisikku pada dinding kamar mand
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Anda juga akan menyukai
Meaning Of Love
Meaning Of Love
Romansa · @slzzca
2.2K Dibaca
Si Manusia Kulkas
Si Manusia Kulkas
Romansa · Fhaa
2.2K Dibaca
Istri Pengganti Tuan CEO
Istri Pengganti Tuan CEO
Romansa · Whitetuberose
2.2K Dibaca
Kesetiaan Yang tergadai
Kesetiaan Yang tergadai
Romansa · Oxel Ghaisanara
2.2K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status