
Pengganti yang Tak Dicintai
Selama tiga tahun pernikahan, Alina hidup dalam kesepian. Darman, pria yang menjadi suaminya, tidak pernah mencintainya, bahkan tak pernah menyentuhnya sekalipun. Hati Darman hanya milik Alisa—saudara kembar Alina yang seharusnya menjadi istrinya.
Namun takdir berkata lain. Setelah Alisa meninggal dunia, Alina dipaksa menggantikan posisi saudara kembarnya karena wajah mereka yang sangat mirip. Sayangnya, kehadiran Alina tidak pernah mampu menggantikan Alisa di hati Darman.
Tak hanya kehilangan cinta, Alina juga tidak pernah mendapatkan nafkah yang layak dari suaminya. Hingga pada tahun ketiga pernikahan mereka, Alina memutuskan untuk bekerja demi memenuhi kebutuhannya sendiri. Takdir membawanya ke Andara Group, perusahaan tempat Darman bekerja.
Di sana, Alina bertemu dengan James, pemilik Andara Group yang dikenal dingin, berkuasa, dan sulit didekati. Pertemuan yang awalnya biasa saja perlahan mengubah hidup Alina. Di saat Darman terus mengabaikannya, James justru menjadi orang yang melihat dan menghargai keberadaannya.
Ketika cinta, pengkhianatan, dan rahasia masa lalu mulai terungkap, mampukah Alina mempertahankan pernikahannya? Atau justru menemukan kebahagiaan bersama pria lain yang benar-benar mencintainya?
Leer
Chapter: Cemburu atau Benci?Malam mulai menyelimuti kota.Jarum jam menunjukkan pukul sembilan malam ketika Alina akhirnya tiba di rumah.Tubuhnya terasa lelah setelah seharian menjalani hari pertamanya sebagai asisten pribadi James.Brak!Pintu rumah baru saja ditutup saat terdengar suara langkah kaki dari ruang tamu.Darman.Pria itu baru saja pulang.Dasi di lehernya masih tergantung longgar, sementara sorot matanya dipenuhi amarah."Dari mana saja kamu?"Alina menoleh."Dari kantor, Mas. Pak James meminta—"Belum sempat kalimatnya selesai.Plak!Tamparan keras kembali mendarat di pipi Alina.Tubuhnya terdorong hingga membentur dinding.Rasa perih langsung menjalar di wajahnya."Mas..."Air mata langsung menggenang.Darman mencengkeram lengan Alina dengan kasar."Dengar baik-baik!"Suaranya penuh tekanan."Jangan berani-berani menyakiti Melinda!"Alina mengernyit kesakitan."Aku tidak pernah menyakitinya.""Juga jangan pernah mencoba mendekati Pak James!"Deg.Alina menatap suaminya tak percaya."Maksud Mas a
Última actualización: 2026-07-13
Chapter: FasilitasDua jam kemudian..."Baik, rapat kita akhiri sampai di sini."James menutup map di hadapannya."Terima kasih atas kerja samanya."Para peserta rapat serempak berdiri.Satu per satu mulai meninggalkan ruang rapat sambil masih membahas hasil diskusi malam itu.Alina mengembuskan napas lega.Akhirnya selesai.Baru saja ia hendak membereskan dokumen, beberapa manajer dan staf lebih dulu menghampirinya."Nona Alina."Alina menoleh.Seorang manajer wanita tersenyum ramah."Perkenalkan, saya Rina dari Divisi Keuangan.""Saya Maya dari Divisi SDM.""Dan saya Kevin dari Divisi Marketing."Alina membalas senyum mereka."Senang berkenalan.""Kami juga."Rina tertawa kecil."Jujur saja, tadi kami mengira Anda akan gugup.""Ternyata kemampuan public speaking Anda luar biasa.""Iya," sahut Kevin."Bahasa Inggris Anda juga sangat bagus.""Saya sampai mengira Anda lulusan luar negeri."Alina menggeleng pelan."Tidak. Saya hanya belajar sendiri.""Hebat sekali."Beberapa karyawan lain mulai ikut mende
Última actualización: 2026-07-06
Chapter: Tak di remehkan lagiPintu ruang rapat terbuka.James melangkah masuk lebih dulu dengan langkah tenang.Di belakangnya, Alina membawa tablet dan beberapa map berisi dokumen rapat.Ruangan yang semula ramai mendadak hening.Beberapa direktur dan manajer menoleh bersamaan."Selamat malam, Pak James."James hanya mengangguk singkat."Silakan lanjutkan."Saat itulah perhatian mereka beralih kepada wanita yang berdiri di samping James.Alina.Dengan setelan blazer berwarna krem, rambut yang ditata sederhana, dan riasan tipis, penampilannya benar-benar berbeda dari sore tadi."Siapa wanita itu?""Bukankah itu karyawan baru?""Yang tadi sore pakai baju biasa?""Astaga... ternyata secantik itu.""Dia asisten baru Pak James?"Bisikan demi bisikan memenuhi ruangan.Alina berusaha tetap tenang meski pipinya mulai memanas.Ia tidak terbiasa menjadi pusat perhatian.Di sudut ruangan, Darman yang baru saja masuk menghentikan langkahnya.Tatapannya langsung tertuju pada Alina.Untuk sesaat, ia bahkan tidak mengenali wan
Última actualización: 2026-07-06
Chapter: Mulai menjadi asistenSebuah taksi berhenti tepat di depan gedung megah Andara Group.Alina segera membuka pintu."Terima kasih, Pak."Ia menyerahkan selembar uang biru kepada sopir taksi sebelum melangkah turun.Ting!Pintu lift terbuka.Alina menarik napas pelan sebelum melangkah menuju ruang Presiden Direktur.Tok.Tok.Tok."Masuk."Alina membuka pintu perlahan."Maaf, Pak. Saya terlambat."James yang sedang menandatangani beberapa dokumen melirik arloji di pergelangan tangannya."Lima menit."Alina langsung menundukkan kepala."Maaf, Pak."James menutup map di hadapannya."Tidak apa. Jangan diulangi.""Baik, Pak."Pria itu menunjuk setumpuk berkas di sudut meja."Tolong rapikan semua berkas itu sesuai tanggal dan divisinya.""Baik."Alina segera bekerja.Tangannya bergerak teliti menyusun setiap dokumen.Sesekali ia melirik James dari sudut matanya.Namun pikirannya justru dipenuhi hal lain.Apa Pak James tidak mempermasalahkan pakaianku?Sejak memasuki kantor, ia sudah berkali-kali merasa minder.Kem
Última actualización: 2026-07-02
Chapter: Menjadi asisten sang ceoCeklek! Pintu kamar mandi terbuka. Uap hangat masih mengepul ketika Darman melangkah keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Namun langkahnya langsung terhenti. Tatapannya jatuh pada Alina yang berdiri di dekat meja. Di tangan wanita itu masih tergenggam amplop putih. Sorot mata Darman berubah tajam. "Kenapa membuka tasku?" tanyanya dingin. Alina tersentak. Refleks ia menutup kembali amplop itu. "A-aku hanya..." "Hanya apa?!" Suara Darman menggema di seluruh kamar. Alina menggigit bibirnya. "Aku tidak sengaja melihat amplop ini. Aku cuma ingin—" Plak! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Alina. Tubuhnya oleng hingga membentur sisi meja. Amplop putih itu terjatuh ke lantai. Beberapa lembar kertas keluar berserakan. Alina memegangi pipinya yang terasa panas. Air mata langsung menggenang, bukan hanya karena rasa sakit, tetapi karena keterkejutan. Selama tiga tahun menikah... Ini pertama kalinya Darman mengangkat tangan kepadanya. "Jangan pernah menye
Última actualización: 2026-07-01
Chapter: Parfum yang Tak Pernah SalahLangit mulai menggelap ketika Alina tiba di rumah.Rumah yang selama tiga tahun terakhir ia sebut sebagai rumah tangga.Begitu membuka pintu, suasana yang sunyi langsung menyambutnya.Tidak ada suara televisi.Tidak ada suara langkah kaki.Tidak ada seseorang yang menunggunya.Alina menghela napas pelan.Seperti biasa.Wanita itu langsung mengganti pakaiannya dengan daster sederhana sebelum menuju dapur.Ia membuka kulkas.Isinya hanya beberapa butir telur, sayuran, dan sisa ayam yang dibelinya beberapa hari lalu."Cukup untuk hari ini," gumamnya lirih.Tak lama kemudian suara minyak yang mendesis memenuhi dapur.Tangannya sibuk mengiris bawang, tetapi pikirannya justru melayang jauh.Bayangan James kembali muncul.Tatapan pria itu.Permintaan maafnya.Dan bagaimana ia membelanya di depan Darman.Semuanya terasa begitu aneh."Kenapa Pak James membelaku seperti itu?"Alina menghentikan gerakan tangannya."Padahal kata gosip yang beredar, beliau tidak pernah ikut campur urusan pribadi k
Última actualización: 2026-06-30
Istri Kontrak Sang Miliarder
Diusir dari rumah bibinya dan dipecat dari pekerjaan, Clara Anindita nekat mengadu nasib ke Jakarta. Namun, hari pertamanya berakhir bencana saat ia tidak sengaja menabrak seorang pria angkuh di sebuah lobi mewah. Karena sedang kalut, Clara menolak minta maaf dan justru memarahi pria itu habis-habisan.
Keesokan harinya, jantung Clara hampir copot saat melamar kerja di perusahaan raksasa, AXW Group. Pria yang ia semprot kemarin ternyata adalah Adrian Xavier Wijaya, CEO miliarder penguasa gedung tersebut.
Bukannya memecat Clara, Adrian justru menyodorkan sebuah dokumen gila yaitu Kontrak Pernikahan.
"Kau butuh uang, dan aku butuh istri pajangan. Satu tahun, dan kau bebas."
Mampukah Clara bertahan menjadi istri kontrak dari bos paling dingin dan posesif? Atau justru kontrak itu yang akan menjerat hatinya selamanya?
Leer
Chapter: Datang di waktu yang salah "Jangan pernah ikut campur lagi dalam rumah tangga saya." Suara Adrian terdengar dingin dari balik sambungan telepon. Di seberang sana, Victoria hanya terkekeh pelan. "Rumah tangga?" ulangnya santai. "Adrian, kalian hanya menikah karena kontrak. Ibu hanya mengembalikan semuanya ke jalur yang seharusnya." Rahang Adrian mengeras. "Kontrak atau bukan, Clara tetap istri saya." Victoria terdiam beberapa detik. "Lalu sampai kapan kamu mau mempertahankan pernikahan itu? Satu tahun? Setelah itu dia tetap akan pergi." Kalimat itu membuat Adrian terdiam. Ia tahu. Itulah isi kontrak yang ia buat sendiri. Namun entah sejak kapan, ia tidak pernah lagi menginginkan kontrak itu berakhir. "Saya akan mengurus rumah tangga saya sendiri." "Tidak perlu Ibu ikut campur." Tanpa menunggu jawaban, Adrian langsung memutus sambungan telepon. Tut. Ia melempar ponselnya ke atas meja dengan kesal. Beberapa detik kemudian, ia mengusap wajahnya kasar. "Pak..." Sekretarisnya kembali bersuara hati
Última actualización: 2026-07-02
Chapter: Melanjutkan pertunanganSinar matahari pagi menembus celah tirai kamar, menyinari ruangan yang sejak semalam dipenuhi keheningan.Clara masih terduduk di atas ranjang.Tatapannya kosong mengarah ke dinding.Semalaman ia hampir tidak memejamkan mata.Perkataan dokter.Sikap Adrian.Semuanya terus berputar di dalam kepalanya.Perlahan ia menoleh ke arah jam digital di atas nakas.08.00."Sudah pagi..."Clara mengusap wajahnya pelan.Ia mengira semua orang masih berada di bawah.Dengan langkah pelan, ia turun dari ranjang dan berniat keluar kamar untuk sarapan.Namun baru saja tangannya menyentuh gagang pintu...Tok... tok..."Permisi, Nyonya."Seorang pelayan mendorong troli makanan masuk ke dalam kamar.Di atasnya tersaji sarapan hangat lengkap dengan teh dan buah potong.Clara tampak bingung."Untukku?"Pelayan itu mengangguk sambil tersenyum sopan."Ya, Nyonya.""Nyonya Clara, Tuan Adrian sudah berangkat ke kantor sejak pagi."Clara terdiam.Pelayan itu melanjutkan,"Dan Nyonya Besar juga sedang pergi kelua
Última actualización: 2026-07-01
Chapter: Kecewa nya AdrianSambungan adegannya bisa dibuat seperti ini:Pintu kamar perlahan terbuka.Klik.Clara yang masih terduduk di atas ranjang spontan mengangkat kepalanya.Adrian berdiri di ambang pintu.Raut wajah pria itu sulit dibaca.Tidak marah.Namun juga tidak setenang biasanya.Tatapannya lurus mengarah kepada Clara.Pelayan yang berjaga segera menundukkan kepala."Tuan.""Kalian keluar.""Baik, Tuan."Tak lama kemudian, kamar itu hanya menyisakan mereka berdua.Keheningan terasa begitu menyesakkan.Adrian melangkah perlahan mendekati ranjang.Ia berhenti tepat beberapa langkah di depan Clara."Seharusnya kamu sudah tahu kabar itu, Clara."Suaranya pelan.Namun terdengar sangat berat.Clara menundukkan kepala.Jemarinya saling menggenggam erat di atas selimut."A-Adrian... tunggu."Ia mengangkat wajah dengan mata yang dipenuhi kebingungan."Ini tidak seperti yang kamu pikir."Tatapan Adrian berubah."Lalu seperti apa?"Suara itu tetap tenang, tetapi menyimpan begitu banyak pertanyaan.Clara memb
Última actualización: 2026-06-29
Chapter: Clara hamil dan kecurigaan AdrianSuara langkah kaki Adrian menggema di sepanjang koridor mansion.Napasnya masih memburu setelah bergegas pulang dari kantor.Begitu tiba di depan kamar, ia langsung melihat dokter keluarga, beberapa pelayan, dan Victoria berdiri di luar dengan wajah yang sulit diartikan."Dokter."Suara Adrian terdengar tegang."Ada apa dengan Clara?"Dokter itu menoleh lalu mengangguk hormat."Tuan Adrian, kondisi Nyonya Clara sudah mulai stabil."Adrian mengembuskan napas lega."Syukurlah.""Namun..." Dokter berhenti sejenak."Ada kabar yang perlu saya sampaikan."Adrian mengernyit."Apa itu?"Dokter tersenyum tipis."Selamat, Tuan.""Nyonya Clara kemungkinan besar sedang hamil."Deg!Adrian membeku.Matanya membelalak."H-hamil?"Dokter mengangguk pelan."Hasil pemeriksaan awal mengarah ke sana. Besok kami perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan usia kehamilan dan kondisi janinnya."Namun Adrian seolah tidak lagi mendengar penjelasan dokter.Pikirannya mendadak kosong.Hamil...?Anak
Última actualización: 2026-06-26
Chapter: Kabar mengejutkanRuang makan keluarga pagi itu terasa jauh lebih sunyi dibanding biasanya.Sudah satu minggu berlalu sejak insiden yang mengubah segalanya.Satu minggu penuh Adrian mencoba memperbaiki keadaan.Mengirim bunga.Membelikan makanan favoritnya.Bahkan pulang lebih awal hanya untuk makan malam bersama.Namun hasilnya tetap sama.Clara tidak lagi mengusirnya.Tidak lagi menangis saat melihatnya.Tetapi juga tidak memberinya kesempatan untuk mendekat.Sikap wanita itu sopan.Terlalu sopan.Dan justru itu yang membuat Adrian semakin tersiksa.Karena Clara memperlakukannya seperti orang asing.Seperti rekan kerja.Bukan suami.Di ujung meja makan, Victoria menyaksikan semuanya dalam diam.Selama seminggu ini ia memang tidak membuat masalah.Tidak ada sindiran.Tidak ada jebakan.Tidak ada pertengkaran.Namun bukan berarti kebenciannya terhadap Clara berkurang.Justru semakin besar.Setiap kali melihat Adrian yang selalu memperhatikan Clara, dadanya dipenuhi rasa tidak suka.Menurutnya, semua in
Última actualización: 2026-06-17
Chapter: Kecewanya AdrianAdrian membeku.Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia tidak tahu harus berkata apa. Semua penjelasan, semua permintaan maaf, terasa tidak berguna di hadapan tatapan Clara yang begitu asing.Wanita itu masih berada di hadapannya, namun terasa sangat jauh.Jauh lebih jauh dibandingkan saat mereka belum saling mengenal."Pak Adrian..."Panggilan itu kembali menghantamnya.Biasanya Clara memanggil namanya dengan lembut, kadang dengan nada kesal yang membuat Adrian diam-diam ingin mendengarnya lebih lama. Namun sekarang, dua kata sederhana itu terdengar seperti garis pemisah yang tidak bisa ia lewati.Adrian menelan ludah."Baik," ucapnya lirih.Clara tampak terkejut. Ia tidak menyangka Adrian akan menyerah semudah itu.Pria itu perlahan turun dari ranjang. Tatapannya jatuh pada bekas cambukan yang masih terlihat di lengan Clara.Dadanya kembali sesak.Ia adalah penyebab semua luka itu."Dokter akan datang sebentar lagi," katanya pelan. "Aku tidak akan masuk lagi tanpa izinmu."Clara ti
Última actualización: 2026-06-16